Sekitar tahun 80-an, banyak orang-orang yang menamakan anaknya dengan Ayatullah dan Al Khomeini, salah satunya adalah teman SD saya yang namanya Ramatullah Al Khomeini. Entah berapa banyak kaum muslimin yang terkagum-kagum dengan sosok ‘Khomeini’ sebagai pemimpin revolusi Iran. Kekaguman tersebut sebenarnya bisa dimaklumi mengingat banyaknya orang yang tertipu sejak dahulu oleh sosok kakek tua dengan jenggot putih lebat yang “Zuhud” ini. Kekaguman yang sama juga pernah terjadi pada sosok Saddam Hussein saat perang teluk tahun 90-an meletus. Bahkan saya masih ingat sebuah pemberitaan di salah satu stasiun televisi bahwa ada sekitar 300-an bayi yang lahir dinamakan Saddam Hussein, dan semua bayi tersebut adalah orang Indonesia!
Demikianlah karakter bangsa kita yang demikian latah dan mudah bersimpati. Sekali lagi itu bisa dimaklumi mengingat Indonesia sendiri adalah bukan negara Islam, namun negara Pancasila dan UUD ‘45. Artinya, meski mayoritas rakyat Indonesia adalah muslimin Ahlussunnah bermadzhab Syafi’i, akan tetapi mereka rata-rata jahil terhadap pokok-pokok ajaran Ahlussunnah itu sendiri. Ini merupakan salah satu buah manis dari sekulerisme yang diadopsi dalam pendidikan-pendidikan di sekolah Negeri selama ini.
Saya berkata demikian karena saya sendiri pernah mengenyam pendidikan Negeri selama enam tahun. Hasilnya? Ya beginilah… tidak bisa mengenali yang hak dari yang batil, dan tidak membedakan mana kawan dan mana lawan… kalau saja Allah tidak berkenan memberi hidayah kepada saya hingga tergerak untuk mempelajari agama lebih dalam dari sumber yang otentik.
Salah satu fitnah besar yang melanda kaum muslimin di era 80-an adalah fitnah Revolusi Iran. Bagaimanakah hakikat revolusi Iran tersebut? Siapakah tokoh-tokohnya? Benarkah Iran adalah negara Islam? Insya Allah kami akan mencoba memberikan jawaban atas itu semua melalui tulisan ini. Dan perlu diketahui, bahwa dalam menulis artikel ini saya banyak merujuk kepada sebuah buku yang ditulis oleh mantan orang dekatnya Khomeini, yaitu DR. Musa Al Musawi. Beliau adalah mantan tokoh Syi’ah yang kemudian taubat setelah mengetahui berbagai kesesatan dan kebobrokan ajaran Syi’ah. Beliau sendiri telah menulis beberapa buku tentang hal itu, dan mengalami beberapa percobaan pembunuhan karenanya. Yang terbaru dari tulisan-tulisan beliau adalah kitab Ats Tsaurah Al Baa-isah, yang tak lain adalah buku yang kami maksud.
Tulisan ini adalah sebagian kecil dari apa yang beliau paparkan dengan sangat indah dan ilmiah tentang Revolusi Iran, yang insya Allah jika tersisa waktu, saya akan menerjemahkannya secara keseluruhan. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Kisah, Kisah penuh Ibrah, Salaf, Sunnah, Syi'ah, bantahan, manhaj | Bertanda hakikat, hizbullah, husein, huseiniyyah, iran, Kisah, musuh, nasehat, revolusi, Sunnah, Syi'ah | Leave a Comment »
Berbekal seminar di Mesjid Muniroh tadi, Ahmad semakin tertarik untuk mengikuti kajian-kajian yang mengacu ke manhaj Salaf. Pengajian favoritnya adalah di Mesjid Istiqomah Penumping, yang di antaranya diasuh oleh ustadz AM. Mengingat Solo adalah sarang berbagai aliran, dari yang ekstrim kiri hingga ekstrim kanan, wajar saja bila yang mengajarkan manhaj Salaf kadang mengadopsi pemikiran harakah dan semisalnya. Demikian pula orang yang besar di Solo seperti Ahmad. Ketika minat bacanya demikian besar terhadap buku-buku agama (yakni sekitar tahun 1995 kesini), ia tidak banyak mendapati buku-buku ’salafi’, yang banyak beredar justeru buku-buku ‘haraki’. Sedikit demi sedikit ia pun terwarnai oleh buku-buku tersebut. Ia pun mulai membaca lebih jauh. Meski tidak menjadi haraki tulen, Ahmad tetap menaruh simpati kepada orang-orang haraki, terutama yang tetap mengacu kepada manhaj salaf dalam beberapa sisi, seperti akidah dan ibadah. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Kisah, Kisah penuh Ibrah, Salaf, Salafi, bantahan, hidayah, manhaj | Bertanda hikmah, ittiba', Kisah, nasehat, Salaf, Salafi, Sunnah, Syubhat | 3 Komentar »
Dalam mukaddimah kitab Al Waabilus Shayyib, Imam Ibnul Qayyim mengulas tiga hal di atas dengan sangat mengagumkan… Beliau mengatakan bahwa kehidupan manusia berputar pada tiga poros: Syukur, Sabar, dan Istighfar. Seseorang takkan lepas dari salah satu dari tiga keadaan:
1-Ia mendapat curahan nikmat yang tak terhingga dari Allah, dan inilah mengharuskannya untuk bersyukur. Syukur memiliki tiga rukun, yang bila ketiganya diamalkan, berarti seorang hamba dianggap telah mewujudkan hakikat syukur tersebut, meski kuantitasnya masih jauh dari ‘cukup’. Ketiga rukun tersebut adalah: a- Mengakui dalam hati bahwa nikmat tersebut dari Allah. b-Mengucapkannya dengan lisan. c-Menggunakan kenikmatan tersebut untuk menggapai ridha Allah, karena Dia-lah yang memberikannya. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Salaf, Tazkiyatunnufus, akhirat, fiqih, hidayah, manhaj | Bertanda dosa, ibnul Qayyim, istighfar, maksiat, nikmat, sabar, syukur, taubat, Tazkiyatunnufus, ubudiyyah | 7 Komentar »
Dalam dua artikel sebelumnya, kita telah membahas sejarah berdirinya Hizbullah sekaligus pendirinya. Kita juga membahas tentang hubungan Hizbullah-Iran dan Hizbullah-Suriah, serta megaproyek mereka untuk mendirikan Negara Syi’ah Raya di Lebanon. Pembahasan kita berakhir pada meletusnya perang Lebanon tahun 2006 di mana Zionis Israel gagal menghancurkan kekuatan Hizbullah, dan gagal membidik pemimpinnya. Hal ini mengakibatkan kegembiraan luar biasa di dunia Islam, dan kebanggaan besar bagi pemuda-pemuda Islam. Lebih-lebih mengingat mereka belum pernah menyaksikan kemenangan hakiki melawan Yahudi dalam suatu peperangan sejak tahun 1973, alias sejak lebih dari 30 tahun! Orang-orang pun saling memberikan selamat kepada Hizbullah dan pemimpinnya, Hasan Nasrallah. Bahkan sebagian mengira bahwa Hasan Nasrallah adalah pemimpin gerakan seluruh umat Islam. Mereka seakan lupa akan background-nya yang Syi’ah Itsna Asyariah itu; yang konsekuensinya ialah permusuhan abadi terhadap Ahlussunnah, baik ia nampakkan hal tersebut ataupun ia sembunyikan. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Kisah, Kisah penuh Ibrah, Sunnah, Syi'ah, bantahan, manhaj | Bertanda bid'ah, hakikat, hikmah, hizbullah, iran, Kisah, nasehat, palestina, Salaf, Salafi, Sunnah, Syi'ah, Syubhat | 4 Komentar »
By: Dr. Ragheb Sirjani
Banyak dari kaum muslimin yang memberi peluang kepada perasaan (baca: simpati) mereka untuk menghukumi berbagai perkara, tokoh, organisasi, dan negara. Mereka tidak meneliti apa yang ada di balik itu semua, tidak membaca apa yang tertulis dalam buku-buku, dan tidak menelusuri asal-usulnya. Hal ini menjerumuskan mereka dalam berbagai kekeliruan dan salah persepsi yang berakibat fatal, yang baru disadari setelah musibah dan bencana yang diakibatkannya terjadi… dan ketika itu, penyesalan mungkin tiada berguna lagi.
Benang merah panjang yang mengawali lahirnya Hizbullah Syi’ah telah dibahas dalam ‘Kisah Hizbullah bag. 1′. Di sana telah kami paparkan tentang Lebanon, dan kali ini akan kami lanjutkan. Saya (penulis) percaya bahwa saya sedang menelusuri jalan penuh duri. Usaha saya untuk memberikan gambaran yang benar bagi kaum muslimin ini, pasti menghadapkan saya kepada gelombang penolakan dan kritikan dari kaum muslimin yang bersimpati kepada tokoh mana saja yang dianggap sukses di masa-masa yang sensitif dalam tarikh umat ini; meskipun tokoh tersebut adalah pengikut Syi’ah yang bobrok, yang meyakini kebebasan berpendapat dalam mengritik, mencela, menentang dan bahkan menjatuhkan para sahabat yang mulia.
Saya yakin bahwa saya akan menghadapi perlawanan buas dari pihak Syi’ah sendiri, yang mendorong media-media massa Sunni agar menyerukan supaya ‘file ini’ ditutup dan jangan dibicarakan sama sekali, sembari memalingkan mereka kepada Zionis Israel dan Amerika saja. Padahal di saat yang sama Syi’ah terus melanjutkan skenario mereka dengan mantap. Kaum muslimin baru akan bangun dari tidurnya, saat Syi’ah berhasil mendirikan sebuah Daulah besar, yang setara dengan Daulah Buwaihiyyah tempo dulu, atau lebih besar lagi!! Lanjut Baca »
Ditulis dalam Biografi Tokoh Islam, Kisah, Sunnah, Syi'ah, bantahan | Bertanda hakikat, hikmah, hizbullah, iran, Kisah, palestina, Syi'ah | 3 Komentar »
By: Dr. Ragheb As Sirjani
Di antara sepak terjang yang paling mengagumkan bagi mayoritas kaum muslimin, khususnya beberapa tahun belakangan ini adalah sepak terjang Hizbullah dan pemimpinnya: Hasan Nasrallah. Hasan Nasrallah bahkan dijuluki oleh majalah Newsweek Amerika Serikat sebagai tokoh yang paling kharismatik di dunia Islam, plus yang paling berpengaruh bagi mayoritas kaum muslimin.
Pun demikian, ulama dan cendekiawan muslim memiliki pendapat yang bermacam-macam dan bertolak belakang dalam menilai Hizbullah dan Hasan Nasrallah sebagai pemimpinnya. Di antara mereka ada yang membelanya mati-matian hingga menjuluki Nasrallah sebagai Khalifah kaum muslimin. Tapi ada pula yang menyerangnya habis-habisan hingga mengeluarkan Hizbullah dari Islam secara keseluruhan, dan masih puluhan pendapat lagi yang berkisar di antara dua penilaian tadi. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Biografi Tokoh Islam, Kisah, Kisah penuh Ibrah, Syi'ah, bantahan | Bertanda hakikat, hizbullah, iran, israel, Kisah, lebanon, nasrallah, palestina, Syi'ah, Syubhat, zionis | 3 Komentar »
Adalah Ahmad (bukan nama sebenarnya), pemuda yang lahir dari sebuah keluarga menengah di Solo tiga puluh tahun silam. Sejak kecil ia dididik sebagaimana mayoritas anak-anak di masanya. Ia harus mengenyam pendidikan formal dengan ‘baik’, agar kelak memiliki ‘masa depan yang cerah’. Jenjang sekolah dasar ia selesaikan dari salah satu SD Islam yang masuk nominasi 10 besar di kotanya. Berbekal NEM yang cukup tinggi (45,24), ia melanjutkan studinya ke SMP Negeri 4 Solo, yang juga merupakan SMP favorit (rangking 4 se-Kotamadya) ketika itu.
Di SMP ini, dia benar-benar dididik menjadi orang Jawa asli, hingga cara menabuh gamelan pun harus dikuasainya. Ya… sebab jika tidak, nilai Kesenian Daerahnya akan merah; dan itu berarti ia tidak bisa naik kelas. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Kisah, Kisah penuh Ibrah, Salaf, Salafi, fiqih, hidayah, manhaj | Bertanda hidayah, hikmah, Kisah, manhaj, Salaf, Salafi, Sunnah | 2 Komentar »
Diterjemahkan oleh Abu Hudzaifah Al Atsary dari kitab: ‘Aasyiqun fi Ghurfatil ‘amaliyyaat, oleh Syaikh Muh. Al Arify.

Abu Ibrahim bercerita:
Suatu ketika, aku jalan-jalan di padang pasir dan tersesat tidak bisa pulang. Di sana kutemukan sebuah kemah lawas… kuperhatikan kemah tersebut, dan ternyata di dalamnya ada seorang tua yg duduk di atas tanah dengan sangat tenang…
Ternyata orang ini kedua tangannya buntung… matanya buta… dan sebatang kara tanpa sanak saudara. Kulihat bibirnya komat-kamit mengucapkan beberapa kalimat.. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Biografi Tokoh Islam, Kisah penuh Ibrah, Tazkiyatunnufus | Bertanda Abu Qilabah, hikmah, ibrah, Kisah, mati, maut, musibah, nasehat, sabar, tabah, Tua | 9 Komentar »
Pernahkah Anda mendengar istilah ‘nasyid Islami’? tentu pernah bukan… jelas. Namun pernahkah Anda mendengar orang yg mengatakan ‘Shalat Islami’, ‘Haji Islami’, ‘I’tikaf Islami’ dan semisalnya…? tentu tidak bukan…
Mengapa? Karena shalat, haji, i’tikaf dan semisalnya memang murni dari ajaran Islam, jadi tidak perlu pake embel-embel Islami segala. Beda dengan nasyid yg bukan berasal dari Islam, jadi agar menarik harus diberi embel-embel Islam.
Inilah yg harus kita waspadai… jangan sampai kita tertipu oleh embel-embel yg indah tadi sebelum mengetahui hakikatnya. Banyak sekali dari ‘nasyid Islami’ tadi yang sebenarnya tidak Islami, bahkan tidak berbeda hukumnya dengan lagu dan musik yg diharamkan dalam Islam.
Dan parahnya, yang terjebak dalam hal ini bukanlah orang-orang awam saja, namun menjangkiti para ‘aktivis’ dakwah pula… karena mereka ingin mencari pelarian halal dari mendengarkan musyik dan lagu, maka akibat kurang hati-hati mereka terjerumus dalam kubangan nasyid-nasyid yg bermasalah tadi tanpa mereka sadari…
Kondisi semakin parah ketika seseorang jadi kecanduan mendengarkan nasyid, baik bahasa Indonesia maupun bahasa lainnya, termasuk bahasa Arab. Sedikit-sedikit ia menyetel nasyid untuk mengusir kepenatan, atau untuk menyemangati, atau untuk ini dan itu… Lanjut Baca »
Ditulis dalam fiqih | Bertanda fatwa, islami, lagu, musik, nasyid | Leave a Comment »
Ikhwati fillah, banyak orang tahu tentang Palestina dan segala pernak-perniknya… namun sedikit, bahkan sangat-sangat sedikit yang tahu ttg Ahwaz dan penderitaan warganya… Benar khan, anda pasti heran… AHWAZ?? apa itu?
Ahwaz adalah sebuah wilayah yg jauh lebih luas dari Palestina, sekitar 375.000 Km persegi, dan dihuni oleh 8 juta jiwa. Ia terletak di perbatasan antara Irak dan Iran, dan meliputi semenanjung Teluk Arab, hingga bila dilihat secara geografis, bentuknya seperti bulan sabit. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Sunnah, Syi'ah | Bertanda Ahlussunnah, Ahwaz, arab, iran, palestina, rezim | 5 Komentar »
Tulisan Sebelumnya »