Tentang Saya


Blog ini muncul ibarat setetes air di lautan dunia maya … tak seberapa memang, jika dibandingkan blog-blog pendahulunya. Namun sejuta harapan yang terpendam mendorong kami untuk tetap menulis, tetap beramal dan tetap berharap: “Semoga usaha yang tak berarti ini diberkahi oleh-Nya… dan mendapat tempat di hati pembaca…”

Oleh karena itu, sumbangsih ikhwaani dan akhawaati fillah sangat kami harapkan… apakah nilai semua tulisan ini jika tidak ada yang membaca? Apakah nilai sebuah bacaan jika tidak berkesan? Apakah arti sesuatu yang mengesankan jika hanya dipendam? Jadi, kami harap luangkanlah sejenak waktu anda untuk berkomentar… atau paling tidak mengisi vote demi kebaikan kami dan ikhwah sekalian…

Kami harap jangan tinggalkan blog ini sebelum voting, Jazakumullah khairan fid dunya wal aakhirah…

Akhukum,

Abu Hudzaifah Al Atsary,

Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Ulumul Hadits, Islamic University of Medina, KSA.

Komentar
  1. ad-dariny mengatakan:

    jazakallohu khoiron atas tulisannya….

  2. Admin mengatakan:

    wa iyyaak

  3. abuzakaria mengatakan:

    assalamu’alaikum,
    salam kenal ustadz,ana mahasiswa T.Elektro ITS Surabaya.
    ana juga dari solo,dari Sukoharjo…
    Jika pulang mampir ke tempat kami .Pesantren mahasiswa Thaybah,surabaya.

  4. wa ‘alaikumussalaam warahmatullaah wabarakaatuh…
    Insya Allah ana sempatkan mampir ke surabaya… masya Allah, senang juga berkenalan dengan technocrat macam antum…

  5. Maramis Setiawan mengatakan:

    Assalamu’alaykum ust…
    Salam kenal ustadz, ana mahasiswa Teknik Industri ITS Surabaya (juga temannya abu zakaria), tulisan-tulisan antum bagus ustadz..Alhamdulillah banyak manfaatnya. Ana juga punya blog ustadz…bolehkan suatu waktu ana co-pas dari blog ini ke blog ana ? O iya…ana juga keponakannya pak Mangesti “Baitul Izzah”.
    Kalo pulang mampir ngisi di ITS ustadz….
    Barokallahufik

  6. Ahlan wasahlan… marhaban bikum
    Masya Allah, komentar yang menyenangkan sekaligus membangun… dan masya Allah blog ana belum apa-apa dibanding blog antum hehe… sangat menarik dan kreatif, tafadhdhal kalo mau co-pas atau apa aja yang bermanfaat, Hak Cipta TIDAK Dilindungi Undang-undang.
    iklan anti rokoknya bagus juga tuh… bagaimana cara buatnya ya, pengen pasang kaya gituan di blog.
    Insya Allah ana sempatkan mampir Surabaya dan ngisi…
    wassalaam

  7. dimas mengatakan:

    assalamu’alaikum..

    blognya sudah bagus ustad, tulisan2nya juga…

    boleh ana jdkan blog ustad link?

    syukron

  8. araralututu mengatakan:

    Assalamu’alaikum ustad. Subhanallah blognya bagus sekali ustad. Salam kenal ustad.

  9. Alaikumussalaam wr wb…
    Alhamdulillaahi awwalan wa akhieran…
    Jazakumullah atas komentarnya… salam kenal juga!
    wass

  10. alaikumussalaam… syukron atas komen-nya. silakan saja bikin link, dengan senang hati…
    wass…

  11. Fery Achmad mengatakan:

    Assalamu’alaikum, Ustadz izin link blog antum ke blog ana. sekalian copas artikel-artikelnya.semoga bermanfaat untuk kaum muslimin.
    salam kenal dari ana,di priok (jakarta)

  12. Alaikumussalaam wr wb..
    Jazakumullahu khairan atas komentarnya, silakan dan dengan senang hati…
    wassalaam

  13. salafiyunpad mengatakan:

    assalamu’alaikum
    tulisan2 antum bagus ustadz….
    btw kapan pulang ke solo? juli ini pulang ke solo ustadz?
    klo pulang ana undang ngisi di SMA ana ya ustadz, di gemolong, sragen… alhamdulillah adik2 SMA ana lg semangat2 nya ngaji…
    ni blog adik2 SMA ana, http://mki-sman1g.co.cc

    barokallahu fiikum

    abu zayd el posowy
    http://salafiyunpad.wordpress.com

  14. Alaikumussalaam… Jazakallah atas komentarnya. Ana berharap bisa pulang akhir Juni, tp wallaahu a’lam
    insya Allah ana sempatkan ngisi. wa baaraka fiikum

  15. maramis mengatakan:

    Assalamu’alaykum ust…..ini ada pertanyaan seorang akhwat yang “nyasar” ke email ana. Karena ana khawatir salah menjawabnya…maka ana serahkan ke antum untuk menjawabnya. Mohon jawaban ini dijawab via email ana aja supaya jawabanya dapat segera tersampaikan ke akhwat yang berkaitan. Jazakumullah khoiron.

    Pertanyaan:

    Terus berjalan diatas sunnah sungguh memang tidak mudah, saya yang dulu bersemangat ingin istiqomah di jalan sunnah ternyata goyah dan harus mngorbankan hijab syar’i. bukan tanpa berat hati saya melakukannya tapi karena ada tuntutan. setelah lulus saya dituntut untuk bekerja oleh saudara dan orangtua. hal itu sangat wajar karna ibu saya membiayai dengan banyak perjuangan, mungkin bagi saya sebuah penderitaan. penderitaan yang tulus dari seorang ibu yang ingin mengubah nasib anak-anaknya agar tidak seperti orang tuanya.ibu bekerja sebagai pembantu rumah tangga selama 10 tahun lebih,sejak saya kelas 6 SD dan sekarang saya sudak kuliah semester 6. sedangkan ayah tidak bekerja karena sakit. akhir-akhir ini ibu sering sakit tapi didepan anak-anaknya beliau bisa menahan semua itu karena belaiu tidak mau kalau anak-anaknya merasa terbebani karena memikirkannya..
    3hari yang lalu saya mulai memakai jilbab ukuran orang awam dengan tujuan saya mau ikut organisasi kampus agar saya bisa mencari pengalaman untuk selanjutnya sebagai bekal untuk bekerja. awalnya saya tetap ingin memakai jilbab syr’i tapi saya merasa tidak kuat menerima konsekuensinya. saya takut ukhti2 yang lain terfitnah oleh orang lain karena melihat saya dengan hijab syar’i tapi berkelakuan seperti orang awam.
    satuy tujuan saya jika saya nanti bekerja,”SAYA INGIN ANAK-ANAK SAYA BISA BERJALAN DIATAS SUNNAH DAN MELAKSANAKAN SYARIAT ISLAM SECARA KAFFAH”
    apakah menurut anda keputusan yang ana ambil adalah keputusan yang salah? dan salahkah saya ingin mncapai keinginan seperti diatas.?

  16. Walaikumussalaam wr wb, Kepada ukhti fillah… pertama-tama saya ucapkan Baarakallaahu fiiki atas niat baik anti untuk istiqamah di atas sunnah, mudah-mudahan Allah meneguhkan hati ukhti untuk terus isitqamah dan memberikan kesabaran atas konsekuensi dari itu semua, termasuk yang sedang ukhti alami sekarang.
    Sebelum menjawab pertanyaan, ada beberapa hal yang perlu ana konfirmasikan dari e-mail anti ini, pertama: Apa dan bagaimana yang anti maksudkan dengan hijab syar’i? mohon lebih dijelaskan karena gambaran kita mungkin tidak sama dalam hal ini.
    Kedua: Apa dan bagaimana yang anti maksudkan dengan mengorbankan hijab syar’i tsb? Apakah dengan menanggalkannya secara total, atau merubahnya? kalau jawabannya yang pertama –dan itu mustahil menurut ana– maka hukumnya haram. Namun kalau yang kedua, maka mohon dijelaskan bagaimana bentuknya?

    Adapun ketakutan ukhti untuk memakai hijab syar’i karena merasa masih berkelakuan seperti orang awam, merupakan salah satu was-was syaithan yang tidak boleh anti dengarkan. Anti harus tahu bahwa rezeki di tangan Allah, bukan di tangan manusia. Kalau anti mengorbankan hijab syar’i demi masuk ke organisasi kampus dgn tujuan mencari pengalaman kerja, maka sama dengan mengorbankan ridha Allah, padahal niat anti ialah untuk bekerja, alias mencari rezeki yang itu sdh ditentukan kadarnya oleh Allah, dan tidak akan berubah dengan usaha anti. Artinya, kalau lah rezeki anti hari ini adalah Rp 100 ribu, maka betapa pun payahnya anti bekerja, baik dgn memakai hijab syar’i maupun menanggalkannya, anti tidak akan mendapat lebih dari itu… tetap 100 ribu. Jadi, silakan pilih: 100 ribu + ridha Allah (hijab syar’i), atau 100 ribu + dosa (jilbab awam)?
    Ingatlah Sabda Nabi yang artinya: “Ketahuilah, bahwa apa yang telah ditentukan akan mengenaimu, tidak akan luput darimu; dan apa yang ditentukan akan luput darimu tidak akan mengenaimu” (Disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Arba’in-nya).

    Adapun tujuan anti yang mulia tersebut, tidak berarti menghalalkan segala cara. Belum tentu jika anti bekerja nanti anak anti akan seperti itu khan? Tapi yang jelas bila anti memakai jilbab awam anti telah bermaksiat kepada Allah… kesimpulannya, anti telah rugi karena mengharapkan keuntungan yang belum tentu. alias keliru baik dari sisi agama maupun logika.
    Wallaahu a’lam bishshawab…

  17. amir mengatakan:

    assalamu’alaikum
    ustadz, klo antum jadi pulang ke indo, pulang nya ke solo?, ana bisa minta no Hp antum (bls ke email ana saja: salafiyunpad@yahoo.co.id ? jazakallah khairon

  18. Nia mengatakan:

    assalamualaikum wr, wb

    ustadz, ana baru belajar islam sesuai dengan manhaj salafi,

    ana mau tanya ustadz, sekarang ini ana bekerja bergerak di dibidang tenaga kerja Indonesia ke SAUDI ARABIA ( khususnya di kota Madinah ), perusahaan ana mengirim tenaga kerja wanita dan laki-laki ke Saudi. apakah pekerjaan ana ini halal ????? apa pendapat ulama di MADINAH mengenai pengiriman tenaga kerja tersebut ?? mohon penjelasannya, dan apa yang harus ana lakukan jika pekerjaan ini tidak sesuai dengan syariat islam.

    sukron katsiran

    Wassalamualaikum, wr. wb

  19. Alaikumussalaam wr wb…
    Tentang pengiriman Tenaga Kerja pada prinsipnya adalah halal jika memenuhi kualifikasi dan tidak ada unsur penipuan. Misalnya: tenaga kerja yg diminta syaratnya: a, b, c, dst; maka yg anda berangkatkan juga harus memiliki SEMUA syarat tsb, dan bila tidak maka harus diberitahukan apa saja syarat yg kurang.
    Namun khusus TKW, berangkat dari sabda Nabi yg mengatakan: “Tidak halal bg seorang wanita yg beriman kpd Allah & hari akhir utk safar kecuali dgn mahramnya”. Maka anda tidak boleh memberangkatkan kecuali bila ada mahromnya, sedangkan tanpa mahram tidak boleh, sebab hal itu termasuk tolong-menolong dlm maksiat. Apalagi mengingat banyaknya TKW yg mengalami berbagai kezhaliman dan pelecehan sesampainya di Saudi, maka haram hukumnya membiarkan hal ini terus terjadi.
    Sementara ana belum mendapatkan fatwa ulama madinah ttg hal ini, namun yg ana ketahui banyak dari masyayikh di kampus ana yg juga mendatangkan TKI, namun kebanyakan bekerja sbg supir, dan kalau pun ada yg mencari TKW, biasanya mereka minta didatangkan beserta mahramnya (suaminya).
    Alhamdulillah, lapangan kerja yg lebih baik masih banyak insya Allah, tapi usahakan untuk membenahi kesalahan2 yg ada semampunya, baru jika tidak bisa dibenahi anda bisa pindah ke pekerjaan lainnya.
    Wallaahu a’lam.

  20. Abu Fadhil mengatakan:

    Afwan ustadz, jika antum berkenan boleh minta e-mail antum?jazakalloh. mohon balas di e-mail ana abu.fadhil86@gmail.com

  21. dev mengatakan:

    saya mencantumkan blog ustadz di tulisan yang saya bikin tentang syi’ah. sebab saya mencantumkan beberapa nukilan dari blog ini. terima kasih telah menjadi sumber yang bermanfaat.

    jazaakallaahu ahsanul jazaa

  22. Tafadhdhal, baarakallaahu fiekum wa nafa’allahu bikum.

  23. albamalanjy mengatakan:

    bismillah,
    semoga Alloh senantiasa menjaga antum ya ustadz…

  24. Jazakallaahu khairan atas doanya, semoga antum juga demikian…

  25. ian mengatakan:

    Assalamu’alaikum

    subhanallah, saya sangat terkesan membaca artikel2 ustadz, terutama yang membahas tentang balasan nan indah, dan bicara sebagai mukjizat ilahi, ana minta izin untuk di kutip artikelnya ke blog ana dgn tetap menyertakan sumber asli, bolehkah ? mohon dimaklumi (ian, depok)
    sukron katsiran

    wassalam..

  26. Wa’alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh..

    Alhamdulillah, semua berkat taufiq dari Allah, dan jazakallaah atas komentarnya yg sangat membangun.
    Silakan aja di copy.

  27. jurnal mengatakan:

    Salaamu alaikum..salam kenal ustd..subhanallah blog yg bgs..an izin copy artikelnya ya…

  28. yoad mengatakan:

    Assalamu’alaikum.. Ihrish ‘ala maa yanfa’uk

  29. Bobby Chandra mengatakan:

    assalamu’alaikum

    Ustadz, ana dari Gintungan. Senang sekali bisa jumpa lagi dengan antum lewat blog ini.

    Semoga usaha antum dapat memberi sumbangsih untuk da’wah yang penuh berkah ini…

  30. Wa’alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh…
    Ahlan bi akhi fillaah dari Gintungan (meski ana baru dengar nama tersebut). Nampaknya kita pernah ketemu ya? Ala kulli haal, jazakallaahu khairan atas komentarnya…

  31. Saudara mengatakan:

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Saya salah satu yang berdiskusi tentang Bai’at dalam http://ustadzaris.com/bai%e2%80%99at-antara-yang-sunnah-dan-yang-bid%e2%80%99ah-2
    &
    http://abasalma.wordpress.com/2007/11/21/jamaah-imamah-dan-baiat

    Pada akhir-akhirnya, pertanyaan saya tidak dijawab, ada yang dijawab dengan isyarat.
    Postingan saya sebagian ada yang dihapus.

    Tolong dibantu, dimana saya dapat berdiskusi dengan Abu Hudzaifah secara online tentang Bai’at?

    Tolong saya dibantu, sepertinya saya kurang mantap dengan kepahaman yang saya punya saat ini.

    Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  32. Alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh… setelah saya cek di url yang antum sertakan, ternyata yang berkomentar itu adalah orang lain yang kebetulan berkunyah Abu Hudzaifah, saya sendiri heran karena saya tidak pernah mengomentari maupun menulis masalah baiat, jadi antum salah alamat rupanya…
    Pun demikian, diskusi boleh-boleh saja asalkan rujukan kita adalah Al Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman Salaf. Silakan kalau ada uneg-uneg kita diskusikan bersama, tapi untuk sementara saya sedang banyak kesibukan jadi jawabannya mungkin terlambat.

  33. dev mengatakan:

    ustadz, izin pasang link blog ini di blog saya. syukron. http://www.devarrizaldhi.wordpress.com

  34. Silakan, dengan senang hati…

  35. Di Valentino mengatakan:

    Assalammu’alaikum Warohmatulohi Wabarakatuh,

    Ustad, apakah anak laki-laki usia 7 tahun bisa dijadikan mahrom safar ke luar negeri ? karena ana tidak memiliki mahrom.

    Syukron

    Di Valentino

  36. Wa’alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh… masalah kriteria mahrom yang boleh menemani wanita untuk safar memang menjadi khilaf di kalangan ulama. dalam hal ini mazhab Syafi’i mensyaratkan bahwa mahrom tsb minimal memenuhi dua syarat:
    1-usianya mendekati baligh (puber), dan
    2-berwibawa dan cerdik, hingga orang-orang segan kepadanya dan ia bisa menolong si wanita saat diperlukan.
    Adapun anak kecil yang tidak disegani, dan belum begitu faham banyak hal, maka tidak bisa menjadi mahrom karena keberadaannya sama dengan ketidak beradaannya. Wallaahu a’lam.

  37. Yonno mengatakan:

    Assalammu’alaikum Warohmatulohi Wabarakatuh.
    Ustadz, Ana mau tanya bagaimana cara mendidik anak agar bisa kuliah mendapatkan beasiswa ke universitas madinah ? Apakah harus saya pesantrenkan dari umur 6 tahun ? tolong berikan tips ya ustadz,

    Syukron jazakallaahu khairan

  38. Rizki Aji mengatakan:

    barakallohufiik ustadz, tulisannya menarik.. tapi memang butuh pengelolaan ekstra nih agar tidak hanya tulisannya saja yang berbobot, tapi tampilannya agar lebih segar.. so far sudah bagus sih dari sisi konten.

  39. Wa fiika baarokallaah, syukron atas masukannya, kendalanya memang seperti yg antum sebutkan, kurang pengelolaan, mengingat banyaknya kesibukan lain yg lebih penting, terpaksa aktivitas ngeblog berhenti total u bbrp wkt sampai pada batas waktu yg ana sendiri tidak tahu kapan… sementara hanya menjawab pertanyaan yg masuk semampunya.

  40. Ummu Afifah mengatakan:

    Assalaamu’alaykum,

    ustadz, ana punya usaha aqiqah. dan ingin buat buku risalah aqiqah. bolehkah ana ringkas dari artikel yang ada di situs almanhaj.or.id? Apakah ustadz berkenan untuk menulis tentang seluk beluk aqiqah secara lengkap ? Syukron atas jawabannya disela kesempitan waktu antum ustadz.
    jazaakallahu khairon katsiiro.

  41. Alaikumussalaam, anti sebaiknya minta izin dulu dari almanhaj.or.id sebelum menulis risalah tsb, bila diizinkan ya teruskan tapi bila tidak ya anti harus cari sumber lain. Ana sendiri tidak punya waktu untuk itu sementara ini.

  42. abu anas mengatakan:

    assalaamu’alaykum,ustadz,usul ana aja,bagaimana apabila di halaman tentang saya ini,ustadz mencantumkan biografi ustadz seperti halnya di blog http://www.tanyajawabagamaislam.blogspot.com.

  43. ibnu abdul aziz mengatakan:

    assalamu ‘alaykum…

    afwan uztadz, ana boleh minta password artikel yang diproteksi….?

    jazakallahu khair…

  44. Alaikumussalaam …
    Iya, sandinya sdh ana kirim ke email antum…

  45. abu abdillah mengatakan:

    bismillah
    assalaamu’alaykum
    afwan ustadz, kenapa ada yg diproteksi artikelnya?
    ana bisa tahu paswordnya?
    jazakallohu khoyr

  46. Alaikumussalaam, yang ana proteksi adalah artikel yang bukan untuk konsumsi umum, paswordnya adalah angka dengan bunyi wan tu tri

  47. Hantari mengatakan:

    Afwan ustadz apakah anda yang menulis buku “Beberapa Kesalahan Fatal di dalam buku Harun Yahya” ? Jika benar, saya mengutip tulisan anda dan ada yang berkomentar,…mohon untuk memberikan tanggapan juga terkait tulisan tersebut.Tlg ya ustadz, Jazakallohu khoyron.

  48. jon mengatakan:

    Ustadz tolong tanggapi kitab-kitab Syaikh Mas’ariy terutama kitab Tauhidnya, tapi tolong antum telaah dulu, karena isinya sangat kontroversial. Tapi sepanjang kajian ana isinya sangat ilmiah dan pendalilannya juga sangat banyak. Antum bisa download di link berikut: http://www.tajdeed.org.uk/ar/forums/show/14.page
    Jazakumulloh khoiron atas perhatiannya.

  49. kalau yg antum maksud adalah muhammad al mis’ary, maka dia telah ditahdzir oleh Al ‘Allamah Syaikh Bin Baz rahimahullah sejak dulu (lebih dari 10 tahun yg lalu). Jangan ambil ilmu sembarangan, apa lagi dari orang yg telah ditahdzir oleh ‘Alim besar seperti Syaikh Bin Baz. Lagi pula dari link yg antum berikan, nampaknya dia menulis itu semua dari Inggris (Sahabat setia Israel dan AS)… pantes aja jika isinya kontroversial. Antum jgn terkecoh dgn banyaknya dalil yg dia bawa, sebab itu semua adalah syubhat bukan dalil… dan dari dulu Inggris memang gemar memelihara orang-orang nyeleneh dan sesat spt dia, lihat saja Muhammad Surur, Abdullah Al Judai’, Salman Rusydi, Muhammad Tijani (Rafidhah), dan orang-orang semisalnya… mereka sengaja dipelihara oleh Inggris untuk kepentingan Inggris, bukan untuk mengajari umat Islam akan agama yg benar. Makanya tak heran jika sejak dulu mereka menjadi sumber fitnah dan bala’… ala kulli haal, ana ga ada waktu untuk ngeladeni si mis’ari, lagi pula link-nya diblokir di saudi, jadi -alhamdulillah- ana ga bisa buka, takut kena syubhat! ingat, jangan main-main dengan syubhat, sebab dia sangat cepat merasuki pemikiran! ini nasehat salaf, bukan omongan ana. Wassalam.

  50. Abu Muhammad Herman mengatakan:

    Assalamu’alaikum.

    Ustadz, ana mohon izin untuk copas dan share apa yang ada di blog ustadz. Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga ustadz, Allahumma amin.

  51. Wa’alaikumussalaam warahmatullaah wabarakaatuh, silakan copas selama bermanfaat, semoga Allah juga senantiasa menjaga antum

  52. hafidz mengatakan:

    assalamu’alaykum
    ustadz, kalo pulang ke solo kasih2 kabar. boleh kan saya main2 kerumah ustadz? atau ustadz yg main ke rumah saya di ngruki gg mawar no 16, insyaAllah selalu terbuka buat ustadz. oiya, ustadz kitab Tahqiequl Farqi bainal ‘Aamil Bi’ilmihi wa Ghairihi oleh ‘Allaamah wa Mufti Hadhramaut; As Sayyid Abdurrahman bin ‘Ubeidillah Assaqqaf penerbitnya apa? saya pengen cari, mudah2 di indonesia ada.

  53. Insya Allah… BTW, kitab tsb bisa antum fotokopi dari Akhi Syarif Ja’far Baradja, dia dikasi oleh muhaqqiqnya, yaitu Syaikh Alawi Abdul Qodir Assaggaf… seinget ana tidak dicantumkan siapa yg nerbitkan. ana juga dapet fotokopian dari Syarif.

  54. hafidz mengatakan:

    Syarif siapa ustadz? penerbitnya bukan darul hijroh ya? saya punya yg mukhtashor al i’tishom & ta’liq syarh aqidah wasitiyah syaikh muhammad khalil harras karya alawi assaqqaf smuanya dr penerbit darul hijroh…

  55. Syarif Ja’far Baraja adalah temen ana yang punya buku tsb… nt bisa kontak via e-mail atau YM di: sarif88@yahoo.com
    Dia orang solo tinggal di semanggi. Buku tsb tidak menyebutkan siapa yg nerbitkan (tidak tercantum nama penerbit di halaman Perancis-nya), jd ana tidak tahu… Syarif dpt buku tsb dari Syaikh Alawi langsung.

  56. ummu hilal mengatakan:

    assalaamu”alaikum ustadz, salam kenal.
    afwan ustadz kolom “tentang saya”-nya kok sedikit banget isinya. kasih tau dong nama asli antum, TTL antum, latar belakang pendidikan, anak-istri sudah berapa ^^ dsb
    semoga nanti bisa ngisi di jakarta kalo sdh selesai kuliahnya…
    di jakarta krisis ustadz karna banyak kajian khusus akhwat diadakan di rumah2 (di masjid sulit dapat izinnya)
    oya ustadz , ana mau tanya kriteria dalam memilih ustadz itu seperti apa ya?karna kalau nanti ustadz2 yang kuliah di madinah sudah selesai dan berniat mengisi di jakarta, kita(para ummahat) tidak tau manhaj ustadz tersebut, gelar Lc kan beli]um tentu salafy. kalau kita tanyakan ke ustadz yazid atau ke ustadz abdulhakim abdat kadang beliau-hafizhohumalloh- tidak kenal (sangking banyaknya ustadz2 baru)…

  57. hafidz mengatakan:

    oiya deh, syukron ustadz. ntar saya langsung hubungi al ah ***saja. barakallahu fiik…

  58. zulkifli asyjari mengatakan:

    assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    ahlan wa sahlan ya habibi, ana asytaqu ilaik, mataa tusafir ilaa indunisia? al mauqi’ mumtaaz.

  59. wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh… baarakallaahu fiik, ana kadzaalik, walaakin maa usaafir hadzas shaif, qad saafartu ma’a ahli ‘aam al maadhi, was safar muklif jiddan, wallaahul musta’aan…

  60. Engge mengatakan:

    Assalaamu’alaykum

    Ustadz ana minta izin untuk meng-copy artikel2 antum yang berupa kisah dan sya’ir yang berkenaan dengan akhlak di blog ana. Ana janji untuk menyebutkan sumbernya secara lengkap dan bukan untuk tujuan komersial, insyaa Allah.

  61. Wa’alaikumussalaam… silakan aja.

  62. Ammatullah mengatakan:

    Assalamu’alaikum, Ya Ustadz……..Ana ingin bertanya mengenai aurat wanita, yakni suara.Pertanyaannya, suara yang bagaimanakah yang menimbulkan fitnah?Karena, kami para siswi SPINSA (SMP ISLAM NURUS SUNNAH) akan melakukan siaran secara live di studio kami, yakni Radio Komunitas Nurus Sunnah untuk membaca Al-Qur’an secara tartil.Oh ya Ustadz, mampir ke sekolah kami donk!Tentu saja untuk mengisi kajian.Disini sich sering ada kajian, dan dapat dibilang tiap hari.Klo Ustadz pulang ke Indo, mampir aza ke : JL.Bulusan Utara Raya no.12, Bulusan, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah.Ana kasih info sama Ustadz dan para muhsinin, bahwa sekolah kami membutuhkan bantuan untuk menambah fasilitas guna menunjang pendidikan.Begitu juga masjid yang ada di kompleks kami, Insya Allah akan direnovasi, karena banyak sekali jama’ah pada hari Jum’at.Sampek anak2 aza di suruh keluar untuk mengalah, he,he,he.Ustadz, ngisi kajian di radio kita juga ya!Sudah banyak lho yang ngisi kajian di sini.Jadi, banyak sudah Ustadz yang mampir ke sini.For example, are Ust.Abu Ihsan Al-Atsary, Ust.Abu Fida, dan Ust. lain2 dari Al-Irsyad.Alhamdulillah, lingkungan yang ana tempatin baik banget, Insya Allah.Hati ana juga selalu ingin dan berusah berada pada Shirathal Mustaqim.Do’ain aza ya!Oya, klo Ust. ke sini, tenang aza.Mungkin ada temen Ust. kaleee.Guru kami yang sangat kami segani yakni, Ust.Harits Budiatna.(Temen/kenalan Ust. bukan?)Oh ya, Insya Allah kami akan mengadakan study tour ke Jawa Timur.Dan kita disuruh bawa mahrom oleh sekolah.Bagus bukan, Ust?Tapi, banyak banget lho mahromnya yang nggak bisa ikut karena sibuk.Trus gimana dong solusinya?Ya sudah ya Tadz, kebanyaken nulis, tangan jadi kemeng.Nie lagi belajar di tengah malam tuk menghadapi ujian akhir tahun, dan yang sekarang sedang saya pelajari yakni, Aqidah dan Akhlaq.Alhamdulillah, nggak pake’ bahasa Arab.(Soalnya, buku agama kita berbahasa Arab, seperti Fiqih, Tafsir, Hadhits)Do’ain aza ya Tadz, moga ana bisa lulus SMP.(Meskipun ana masih kelas 2)Tapi, Ust. tetap harus mendo’akan ana, agar ana bisa naik kelas dengan peringkat terbaik.Amin.Keep your self and tetap pada Shirathal Mustaqim!OK!Hati-Hati, Jaga Diri Dari Perbuatan Maksiat!Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  63. Wa’alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh…

    Suara wanita sebenarnya bukanlah aurat, tapi wanita dilarang berbicara dengan nada yg lembut/genit sehingga menimbulkan niat jahat bagi lelaki yg mendengarnya. Adapun tentang membaca Al Qur’an, saya pernah mendengar bahwa konon ulama Azhar pernah melarang Ummu Kultsum untuk tilawah Al Qur’an di depan umum (spt di radio, televisi, dsb). Hal ini karena Ummu Kultsum adalah penyanyi top Mesir yg terkenal dengan kemerduan suaranya, sehingga lantunan ayat-ayat Al Qur’an yg dibacanya bisa menimbulkan fitnah. Oleh sebab itu, jika anda termasuk orang yg bersuara merdu, sebaiknya tidak usah ikut dlm acara-acara seperti itu, lagi pula apa sih tujuannya? Kalau cuma ingin belajar ngaji ga usah pake siaran langsung di Radio.

    kalau study tour ga ada mahrom yg ga boleh berangkat, haram tuh.

    Hmm, yang saya kenal dari ustadz-ustadz tsb adalah Abu Ihsan doang, sedangkan Abu Fida dll tmsk Harits Budiatna saya belum kenal…
    Ya deh, belajarlah yg rajin dan kamu yg harus lebih rajin doa, kan doa itu ibadah yg paling dicintai Allah… semoga kamu dimudahkan Allah dalam mempelajari agama-Nya dan lulus dgn peringkat terbaik (tapi yg lebih penting ialah mengamalkan ilmu yg telah dipelajari tadi)… Doa saya biasa-biasa aja kok, bukan kaya doa Nabi…
    jazakillah atas nasehatnya, kamu juga jagalah dirimu baik-baik… wassalaam

  64. umar baswedan mengatakan:

    Assalamu’alaikum. Afwan ustadz, ana boleh minta e-mail antum?
    jazakalloh. mohon balas di e-mail ana
    omar_bsw@yahoo.com

  65. Ammatullah mengatakan:

    Assalamu’aikum,Ustadz.Sblmnya, ana ucapin Jazakumullah khoiran atas jawaban dari pertanyaan ana.Maafin ana ya,Tadz, klo ana ngrepotin.Alhamdulillah, ujian bid. agama udah tamat.Akan tetapi berlanjut dgn adanya ujian dari Diknas.Nah, ini dia yg nentuin ana naik kls to ga’.Do’ain ana terus ya,Tadz.Ana harap dlm kesibukan antum, antum dpt memberikan do’a kpd ana.Bukankah do’a dpt mengubah takdir?Syukron Jazilan, wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad.Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

  66. Abu Zayd Al-'Ashriy mengatakan:

    Assalaamu’alaykum

    Salam kenal stadz, ana mahasiswa fakultas Biologi UGM. Senang berkenalan dengan mahasiswa dari jurusan Hadits UIM seperti antum.

    Oya, ana penasaran stadz, Basweidan itu salah satu nama marga di arab ya? berarti antum itu turunan arab ya? ana penasaran ingin melihat wajah antum. Mudah2an suatu saat kita bisa “kopi darat”.

    Ana suka dengan blog para ustadz termasuk blog antum dan blog tetangga antum di Madinah [Ad-Dariniy]. Terkhusus kolom tanya-jawab yang ada di blog ini, sangat bermanfaat untuk ana. Walaupun ana belum sempat bertanya, hihihi. Semoga tetap semangat nge-blog ya stadz…

  67. abu ihsan mengatakan:

    assalamu’alaykum…
    salam kenal ustadz, ana sekarng di batam. Ana di sini ngaji sama ustadz abu fairuz. Ustadz kenal? Mudah2an ustadz suatu waktu bisa ngisi di radio hang

    oh ya, ana izin untuk menyalin artikel di sini dan juga pada halaman soal-jawab untuk blog dan notes fb ana.
    Jazakumullahu khoir

  68. Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh…
    Ahlan Bi Abi Zayd Al ‘Ashriy… senang juga berkenalan dengan mahasiswa UGM spt antum. Benar memang, Baswedan adalah salah satu marga orang Arab Hadramaut. seperti Bawazir, Baasyir, Sungkar, Baraja, Alkatiri dsb. Inilah yang disinyalir oleh Allah dalam surah Al Hujurat yang berbunyi:
    وجعلناكم شعوبا وقبائل لتعارفوا
    Dia (Allah) menciptakan kalian berbangsa-bangsa (syu’ub) dan berkabilah-kabilah agar kalian saling mengenal. Syu’ub adalah istilah yang berlaku untuk orang non Arab, sedangkan qaba-il berlaku untuk orang Arab.
    Kalau keingintahuan antum terdorong karena ayat ini, maka insya Allah bernilai ibadah. Ala kulli haal, inna akramakum ‘indallaahi atqaakum… ini yang paling penting.
    Jazakallaahu khairan atas support dan kesannya, semoga kolom tanya jawabnya bermanfaat.

  69. Wa’alaikumussalaam warahmatullaah wabarakaatuh…
    Ahlan bi Abi Ihsan, marhaban bik… Saya yakin bahwa Abu Fairuz adalah sahabat ana meski ana belum kenal dengan beliau, karena seorang Ahlussunnah di belahan bumi manapun adalah sahabat ana, dan ahlulbid’ah di belahan bumi manapun adalah musuh ana…
    Jazakallaah atas tawaran antum untuk mengisi di radio hang… mudah-mudahan bisa kesampaian. Insya Allah jika thesis sudah selesai, ana sempatkan untuk itu… Salam untuk Ustadz Abu Fairuz hafidhahullah.
    Selama aturan diikuti, silakan aja mengcopy materi blog ini…

  70. Abu Zayd Al-'Ashriy mengatakan:

    Ustadz, kalo boleh tahu, hehe, judul tesis antum apa stadz? Ntar kalo dah jadi boleh ana minta softcopy-nya ga? :D

  71. Abu Zayd Al-'Ashriy mengatakan:

    Wa anta jazaakallahu khair, bermanfaat untuk ana stadz sebab ana suka belajar dari tanya-jawab antum dengan para pengunjung blog, Ana berharap kedepannya blog ini bisa seperti website http://islamqa.com/ar/

  72. Thesis ana adalah tahqiq kitab Al Maqashidul Hasanah karya Imam As Sakhawi (w. 902 H) murid kesayangan Ibnu Hajar Al Asqalani. Kitab ini digarap oleh 5 mahasiswa dan ana salah satunya. Isinya ialah kumpulan hadits-hadits yang masyhur beredar di masyarakat. Kitab ini sudah lama dicetak tapi tanpa takhrij sama sekali dan banyak kekeliruan yg belum dikoreksi. Antum bisa dapatkan dlm maktabah Syamilah kalau mau, tapi yg tanpa tahqiq alias bukan thesis kami…
    Nanti kalo sudah selesai semua akan kami ajukan ke penerbit di sini agar dicetak, dan setelah itu insya Allah akan ada yg mengcopynya dlm format PDF sehingga bisa didownload oleh siapa saja termasuk antum…

  73. Abu Al-Jauzaa' mengatakan:

    Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh

    Salam kenal ustadz…..

  74. Toto Abu Ibnu Rosyid mengatakan:

    Subhanallah……dengan perantara akhina fatia satia engge ana masuk ke blog antum…..salam kenal ana ikhwan Cilegon. Insya Allah kami juga siap untuk antum singgahi guna ngisi kajian ditempat kami……salam untuk akhina ustadz Fauzan Cirebon

  75. Marhaban bik ya Ibna Rosyid… insya Allah tahun depan ana liburan di Indonesia, semoga bisa mampir cilegon… Biasanya ana singgah bbrp hari di Jkt, Cilegon di Banten khan? Berarti ga terlalu jauh dari Jkt…
    Insya Allah ana sampaikan salam antum ke Fauzan.

  76. Tutorial Blogger mengatakan:

    Assalamu’alaikum. Ustadz, mau tanya pengumuman mahasiswa Madinah thn ajaran 2010/2011. Kira2 pengumumannya kapan nggih? Sebelumnya jazakaAllah Khairan katsiran. Wassalamu’alaikum_

    Muhammad Iqbal
    ============

  77. wa’alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh… Pastinya kapan memang tidak pernah ada pengumuman selama ini. Tapi biasanya ya pas liburan gini… mungkin dalam minggu-minggu ini. Wassalaamu’alaik

  78. Ridwan aburrauf mengatakan:

    Assalamu’alaikum ustadz, blog antum sangat berkualitas dan sangat bermanfaat. semoga Alloh membalas kebaikannya dengan yg lebih.

  79. Baarakallaahu fiik, attaufiiq minallahi wahdah.

  80. abu husain mu'awiyah mengatakan:

    alhamdulillah, ustadz gak bosen2 memberikan pencerahan.

    saya sangat terbantu dengan informasi2, dan ilmu yang bermanfaat.

    semoga ustadz selalu sehat dan dapat menyelesaikan studi sampai menjadi profesor

  81. riyanto mengatakan:

    Assalamu’alaikum… Ustadz. Ana sekarang di Kalimantan tengah, asal ana dari Bantul Yogyakarta, Tulisan-tulisan Ustadz sangat bagus, terutama tips shalat khusu’. semoga ana dapat mengamalkannya ( mohon do’a nya Ustadz ). banyak uneg-uneg yang ana akan sampaikan, Insya Allah kesampaian. Syukron.

  82. Wa’alaikumussalaam… ahlan wa marhaban. Jazakallahu khairan atas komentarnya.
    Ana akan bantu semampunya dalam meringankan uneg-uneg antum.

  83. abu ibrahim mengatakan:

    assalaamu’alaykum

    semoga Allah memberkahi saya dan ustadz
    banyak manfaat yang bisa saya ambil melalui web ini

    jazaakallahu khoiron

  84. Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh… Semoga Allah memberkahi kita semua, dan jazakallah khairan atas supportnya. Syahr Mubarak !

  85. totok mengatakan:

    assalamu’alaikum ustad,sebenarnya banyak skli uneg2saya,saya sedang tugas dilibanon dtmpt saya blum ada mushola kemudian saya rubah ruangan menjadi mushola,ada satu rekan yang tidak suka dg kami,dsetiap ceramah kutbah sli menyindir isbal,jaman rosulullah banyak tai onta sekarang ini sudah gak ada,dan ontanya diarab,begitu juga dia g suka dg shaff yg lurus dan rapat bersentuhan kaki,saya 2 kali dipanggil atasan karena tidak ikut yasinan dan alasanlain akhirnya saya mundur dan tidak mau jadi imam dan khotib karena akan menjadi perdebatan, puasa ini saya diminta mjdi imam biar gantian,biar doa dan sholawatan bid’ah bilal saya tidak mau.tetapi dalam setiap kultum selalu disindir,setiap ada yg belajar dan dekat dg kami dipanggilnya,,yang menjadi pertanyaan bolehkah saya meningglkan sholat jamaah ini apakah boleh berlaku sebagai musafir

  86. Alaikumussalaam. Orng yg menyindir Isbal krn di zaman Rasulullah banyak tahi onta… dst, itu menunjukkan kejahilan dia dan bahwa dia hanya bicara atas dasar hawa nafsu. Adapun ttg shaff yg rapat dan lurus, ada sedikit pemahaman yg perlu dikoreksi di sini… meskipun dlm salah satu riwayat hadits disebutkan bhw para sahabat konon mendempetkan betis,kaki, dan bahu mereka dengan orang yg disebelahnya ketika shalat berjama’ah; tidak berarti bahwa kaki harus benar-benar bersentuhan, sebab ungkapan tsb maksudnya ialah mubalaghah dlm merapatkan shaff, tanpa harus berarti benar-benar menempelkan kaki dan betis… karena dlm riwayat lain disebutkan dgn ungkapan: ‘mendempetkan lutut dengan lutut’, dan hal ini tidak mungkin bisa dilakukan bila bahu dan kaki juga hendak didempetkan… intinya, jagalah agar bahu bisa merapat satu sama lain, insya Allah itu sudah cukup tanpa harus bersentuhan kaki. apalagi jika mengingat bahwa bentuk kaki orang beda-beda, ada yg cenderung miring ketika berdiri (spt hurf v) dan ada yg lurus… nah kalau kakinya harus nempel (lurus semua) justru akan membuat ybs tidak nyaman… wallahu a’lam.
    Ttn shalat jama’ah yg ditanyakan, saya sarankan antum bersabar aja dgn gangguan mereka dan tetaplah bersikap baik kpd mereka. Allah berfirman yg artinya: “Balaslah dengan yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang sangat memusuhimu akan menjadi sahabat dekat” (Fushshilat: 34). Tetaplah istiqomah dgn sunnah Rasul dan tinggalkan bid’ah, bersabarlah dengan sindiran mereka karena itu semua menjadi tabungan pahala untuk antum… namun jangan meninggalkan jama’ah tsb jika tidak ada jama’ah lain yg lebih baik, sebab hukum shalat berjama’ah adalah wajib kecuali bila ada udzur spt sakit, kondisi yg tidak aman (takut), atau ketika seseorang tdk mendapati orang yg hendak diajak berjama’ah. Musafir bukanlah orang yg mendapat dispensasi untuk meninggalkan shalat jama’ah selama dia bisa melakukannya. wallahu a’lam.

  87. Ammatullah mengatakan:

    Ustadz,ana dan temen2 ana dari Nurus Sunnah mau titip salam buat Ustadz Isnain dan Ustadz Hendro ‘Ali Gofur.Kapan mau maen KE NS?KAMI TUNGGU JAWABANNYA!

  88. Ammatullah mengatakan:

    ‘Af1,Tadz.Ada yg lupa,ana cuma mo ngasih saran.Klo Ustadz jawab soal,pake’ sumber dalilnya donk!Syukran :)

  89. Syukron atas nasehatnya… insya Allah ana akan sertakan dalilnya jika memang ada, atau minimal ta’lil (alasan) jika tidak mengingat dalilnya saat menjawab.

  90. Ammatullah mengatakan:

    Assalamu’alaikum,Akhi.Ana punya usulan,gimana klo Antum ngasih nama alamat E-mail di rubrik ini.Klo misalnya ada yang punya uneg-uneg dan mo curhat tapi g’ pingin dilhat ma orang kan bisa ngirim E-mail ke Antum.Oya,ana punya pertanyaan,kenapa di blog punya Antum g’ ada iklan/gambar,kitab,murotal,kajian yang bisa di download ya?Tambah maju,donk blognya!Biar tambah penggemar.

  91. Wa’alaikumussalaam. Good Idea… ntar ana pasang dech. Adapun usulan lainnya sementara ini ana pending dulu karena kesibukan yg mendesak. Insya Allah kedepannya akan ana vermak jadi lebih menarik… so, be patient.

  92. suharto mengatakan:

    Assalamualaikum Ustad…,mau tanya kalau kajian sunnah di Cianjur ada gak ya…?barangkali Ustadz punya referensi….Syukran

  93. Wa’alaikumussalaam warahmah… sayang sekali akhi, sejauh ini ana belum punya referensi di Cianjur. Kalo Bandung dan bogor sih ada…

  94. arif m mengatakan:

    Assalamu’alaikum ust…izin masukin blog antum di fb ana ya…semoga banyak manfaat bagi umat…jazakumullah

  95. suharto mengatakan:

    Syukron Ustadz…,minta yg di Bandung saja Ustadz….sebenarnya teman-teman kantor juga mulai tertarik dengan Kajian Sunnah….memang perlu penjelasan yg lembut untuk mereka….syukron

  96. Wa’alaikumussalaam warahmatullah. Silakan, dengan senang hati, semoga bermanfaat dan jazakallaahu khairan.

  97. Wa’alaikumussalaam. Silakan saja, dengan senang hati dan semoga bermanfaat. Jazakallaahu khairan.

  98. Di Bandung ada yayasan Ihya’u As Sunnah, di antara ustadz yg ana rekomendasikan adalah Abu Haidar Al Sundawi dan Abu Qotadah… Abu Haidar dulu tinggal di Selacau (agak pelosok, bukan di kota Bandung-nya), tapi beliau suka ngisi di kota. Info lebih lanjut silakan kontak ke Paman Saya yg sering ngaji dgn beliau-beliau itu. No-nya: 022-6032689, namanya Bp Khalid.

  99. abu abyan mengatakan:

    afwan, ustad kl antum yg nulis buku “*******” bkn? syukron

  100. johan mengatakan:

    Assalamualaikum Ust.Abu Hudzaifah Al Atsary catatan antum sangat berharga dan ilmiah sekali saya ucapkan terima kasih bisa mengambil manfaatnya dari blog ustadz…dan saya mohon izin untuk mengambil catatan ustadz…Terima kasih

  101. Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh. Alhamdulillah, silakan dimanfaatkan.

  102. wibisono mengatakan:

    assalamualaykum.

    semoga Allah SWT senantiasa menjaga antum dng kesehatan dan kesabaran dlm menegakkan sunnah ini, dibalik kerusakan akidah dng berbagai penyimpangan pemikirannya.

    ana berharap, pembahasan yg singkat dan tepat sasaran [untuk pembaca awal, yg baru memahami manhaj salaf ini] dapat mempercepat loading data, ketika mengklik blog ini.

    sunnah itu mudah, jangan mau dibikin susah ! [nb:namun jangan mempermudah]

  103. Syukron atas komentarnya… tapi ana belum faham maksud antum. Apakah blog ini susah diloading? atau ada pembahasannya yang berbelit-belit? mohon dijelaskan lebih lanjut… jazakallaahu khairan.

  104. abu ibrahim mengatakan:

    assalaamu’alaykum

    kok gak update tulisannya ustadz?

  105. Wa’alaikumussalaam… afwan, lagi sibuk, belum sempet nulis.

  106. Prasko mengatakan:

    Assalamualaikum..ikut baca n ngambil ilmu dr blog ini ya pak..

  107. Wa’alaikumussalaam… silakan pak.

  108. Muhammad 'Abdullah mengatakan:

    Assalamu’alaykum ustadz,
    Salam kenal ustadz, ana mahasiswa Teknik Mesin di salahsatu perguruan tinggi d depok. Setelah sekian lama mngambil faidah dr blog antum dan banyak nanya d page soal jawab, akhirnya baru sempet ngisi komentar disini.
    ana request posting bertema ‘biorafi imam asy-syathibi’ ya ust, soalnya ana cari2 d internet tp ga ketemu yg ‘tsiqoh’.
    ana jg nunggu lanjutan post ‘lika-liku menggapai hidayah’, penasaran nih stadz.. hehe
    barakallahufiyk..

  109. sunnah mengatakan:

    assalamualaykum ustadz,mohon maaf ingin bertanya:
    1.Apakah orang yang tiba” muncul dalam hatinya bisikan mentalak istrinya akan jatuh talak?padahal dirinya tidak menginginkannya?
    2.Apakah perkataan gara-gara nikah aku menjadi seperti ini termasuk kata” talak?
    3.Apakah kata-kata kalo kamu tahu rasanya nikah,nyesel kamu……. sambil bercanda bilang kok g dari dulu aja nikahnya,apakah termasuk talak?
    4.apakah perkataan selamat tinggal kekasihku termasuk perkataan talak?
    mohon penjelasannya segera ustadz ,afwan

  110. Hukum talak hanya berlaku bila lafazhnya memang jelas-jelas bermakna talak; seperti: Kamu saya talak, kamu saya cerai, jatuh talak kepadamu, kau bukan lagi istriku, dsb (baik secara lisan maupun tulisan). Atau kata sindiran yg diiringi niat talak. Kata sindiran adalah kata-kata yg maknanya bisa berarti talak dan bisa juga berarti bukan talak. spt: “Kembalilah ke rumah orang tuamu”. Jika ia berniat mentalak istrinya saat mengucapkannya, maka jatuhlah talak tersebut. namun jika ia sekedar berniat menyuruhnya pergi ke rumah orang tua tanpa berniat menceraikan, maka tidak jatuh talak. Namun bila ada indikasi kuat ke arah talak; spt dia mengucapkannya ketika sedang bertengkar hebat dgn istrinya, maka berarti ia bermaksud talak. Ala kulli haal… masalah spt ini harus dibawa ke pengadilan agama, karena menyangkut dua belah pihak. Jawaban saya di sini hanya bersifat menjelaskan secara ilmiah, bukan fatwa yg boleh diterapkan.

  111. Abu Muhammad bin Kaswan mengatakan:

    Assalamu’alaikum..
    Salam kenal Ustadz, blog ilmiah yang sangat bagus dan menawan. Semoga Ustadz segera menyelesaikan studinya di Madinah dan kembali ke Indonesia untuk menularkan ilmunya ke ikhwah kaum muslimin di sini. Klo pulang ke Indonesia kapan-kapan bisa ngisi kajian di Masjid An-Nur Kampung Arab Indramayu.

    بارك الله فيكم

    Sutrisno Abu Muhammad bin Kaswan, Indramayu

  112. Wa’alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh… ahlan wa sahlan bik ya akhi… senang bisa kenalan dengan antum. Ana baru tahu kalo ada kampung arab di Indramayu… boleh juga tuh kapan-kapan mampir ke sana. Jazakallaah khair atas supportnya. waffaqakallaah

  113. joen mengatakan:

    Salam kenal ustadz, ana Joen tinggal di Malang tepatnya di Jagalan Cairo, menurut ana kalau ente melarang orang baca buku yang antum paparkan, berarti antum takut ketahuan kalau sebetulnya antum itu bego, padahal buku-buku tsb. mengungkapkan kebenaran tentang Islam.

  114. Saya pesankan kepada pembaca yg membaca komentar ini agar tidak usah menanggapi, tapi doakan saja agar ybs sadar dan mendapat hidayah… saya telah memaafkannya.

  115. Abuzzaman mengatakan:

    Assalamu’alaikum ya akhi…..salam kenal, ana dari Bandung dan skrang lagi menjajal Kalimantan Tengah., khususnya Palangka Raya. Dengan ini ana mohon izin untuk share / copy-paste tulisan2 antum, ana lagi belajar bikin blog.
    Jazakallohu khoiron fid dunya wal akhiroh….

  116. Afif Fatkhurrohman mengatakan:

    Assalaamu’alaikum Ustadz.
    Berkunjung

  117. Akhdan mengatakan:

    Assalamu ‘alaykum Akhi fillah Abu Hudzaifah Al Atsary.. jazakallah khairan .. barakallahu fiikum..

  118. Wa’alaikumussalaam warahmatullaah wabarakaatuh. Wa iyyaak, wa fiika baarakallaah.

  119. Adril mengatakan:

    Assalamu’alaikum.. salam kenal ustad ana, dari Bekasi, Jazakallah khoir blog nya ustad.. smoga Allah menjaga ustad dan kelrga dan memudahkan sgala urusannya di Madinah. Afwan ana izin copy paste..

  120. aamin, wa iyyakum, wajazaakumullaahu khairan. silakan copy paste.

  121. Yono mengatakan:

    Assalamualaikum wr wb…. Ustad, saya mo minta nasehatnya, umur saya 28th, dulu pernah bekerja dan sekarang lagi ngaggur, begini ustad, saya sudah meminang seorang gadis, tapi perasaan was was sering muncul, bagaimana membiayai pernikahan nanti, bagaimana saya menafkahinya kalo dah menikah nanti… Ustad mohon nasehatnya. Terima kasih

  122. Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh. Dalam hadits disebutkan, bahwa ada tiga orang yg Allah berjanji akan membantunya, salah satunya adalah orang yg menikah untuk menjaga kehormatannya. Jadi, kalau niat antum menikah benar-benar demi menjaga kehormatan (menjaga diri dari fitnah syahwat), maka tawakkallah kepada Allah dan menikahlah… insya Allah pasti ada jalan keluar untuk menafkahi istri nantinya, sembari tetap berusaha tentunya.

  123. Junaidi mengatakan:

    Mohon tanya sama antum (asal dari Jakarta)
    -Bolehkan kita mentalak istri (talak tiga) dalam keadaan mabok? atau ngelindur?
    Kita kan disitu dalam keadaan tidak sadar. itu katanya langsung jatuh talak?
    -Di dalam Ahlussunnah juga kita mentalak istri, walaupun tidak ada saksi. Yang kita lihat aturan yang ada di Depag dari dulu hingga sekarang, mengambil pendapat dari kalangan syiah, yaitu mentalak harus ada saksi. Ini pun diakui oleh ulama2 Ahlussunnah.
    - SahkaH kita shalat dengan meluruskan tangan (tidak sedekap) seperti syiah. Ini pun berlaku pada mazhab Maliki.
    -Bolehkah kita sujud di atas tanah? Imam Safi’i juga melombangi sejadahnya untuk dapat bersujud di tanah.
    -Bolehkan kita menjamak shalat dalam keadaan tidak berpergian (bukankah dalam al-Quran ada tiga waktu dalam shalat) atau mengusap rambut dan kaki yang jelas2 kita pahami di dalam al-Quran?

  124. jawaban pertama: Afwan, ana bukan orang yg suka mabok atau ngelindur… jadi tanyanya yg baik: “Bolehkah seseorang… dst”, jangan ikutkan ana dalam orang yg ditanyakan:”Bolehkah kita… dst”, emangnya ana suka mabok apa? Kalau ada yg berbuat spt itu, berarti dia melakukan dua dosa sekaligus, pertama: Mabok. dan kedua: Menjatuhkan talak tiga kali sekaligus. Padahal sunnahnya adalah sekali saja. Jatuh tidaknya talak tsb yg memutuskan adalah qadhi di pengadilan syar’i, bukan ana.

    -Talak tidak perlu pakai saksi, yg perlu pakai saksi adalah rujuk, sebagaimana dlm QS At Thalaq: 2. Penggunaan saksi di Depag mungkin sebagai langkah hati-hati agar tidak setiap orang bisa mengklaim bahwa ia menjatuhkan talak. Adapun secara syar’i, talak tetap jatuh bila diucapkan dengan lafazh yg sharih, atau dengan sindiran tapi diniatkan talak. Walaupun tanpa saksi.

    -Kalau yg tidak bersedekap adalah ahlussunnah, maka saya katakan: Salatnya Sah insya Allah, selama syarat-syarat, rukun2 dan wajib2 shalat lainnya terpenuhi. Tapi kalau yg shalat orang syi’ah, maka wallaahu a’lam. Karena akidah syi’ah itu sendiri banyak kemusyrikannya, jadi selama ia meyakini kebenaran akidah syi’ah, ya bukan cuma shalatnya yg tidak sah, tapi seluruh amalannya sia-sia…

    -Sujud di atas tanah boleh-boleh saja. Ana ga’ tahu kalau Imam Syafi’i melakukan hal tsb… ana rasa riwayat tsb tidak benar… sebab budaya pakai sejadah tidaklah dikenal di zaman salaf. NT nukil dari mana?

    -Jama’ adalah rukhsoh yang boleh dilakukan dalam kondisi2 tertentu, walaupun tidak dalam bepergian. Aturan menjama’ shalat telah dijelaskan dalam SUNNAH RASULULLAH. Kalau nt hanya berdalil dgn Al Qur’an, nt akan tersesat…

  125. faiz mengatakan:

    assalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh..

    barokallohufiik ustadz.. semoga Alloh senantiasa menjaga antum..

  126. Ummu Rumais mengatakan:

    Assalamu’alaykum,

    Ust, izin copas kalimat/penjelasan u/ sorg umahat yg sdg dilema terus bekerja atau resign dr perush ya (dg sedikit edit-an u/ menyesuaikan sikon umahat tsb yg tdk berkaitan dg hijab syar’i): …. mencari rezeki yang itu sdh ditentukan kadarnya oleh Allah, dan tidak akan berubah dengan usaha anti. Artinya, kalau lah rezeki anti hari ini adalah Rp 100 ribu, maka betapa pun payahnya anti bekerja, baik dgn memakai hijab syar’i maupun menanggalkannya, anti tidak akan mendapat lebih dari itu… tetap 100 ribu. Jadi, silakan pilih: 100 ribu + ridha Allah (hijab syar’i), atau 100 ribu + dosa (jilbab awam)?
    Ingatlah Sabda Nabi yang artinya: “Ketahuilah, bahwa apa yang telah ditentukan akan mengenaimu, tidak akan luput darimu; dan apa yang ditentukan akan luput darimu tidak akan mengenaimu” (Disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Arba’in-nya).

    Syukron. Barakallahu fiik.

  127. ummuluqman mengatakan:

    assalamu`alaikum ustadz,
    ana mau menanyakan sedikit permasalahan, di tempat ana diadakan kajian bahasa arab khusus untuk akhwat dan ummahat, tetapi yang mangajar adalah ikhwan dan tidak dipasang hijab. bagaimanakah hukumnya ? mohon diberikan dalilnya
    jazakallah

  128. Wa’alaikumussalaam
    Allah berfirman yg artinya: “… jika kalian meminta sesuatu kepada mereka (istri2 Nabi), maka mintalah dari balik hijab…” (Al Ahzab: 53). Ayat ini terkenal dengan julukan ‘ayat hijab’, yg turun di hari pernikahan Nabi dengan Zainab binti Jahsy. ketika menjelaskan hukum2 yg terkandung dalam ayat ini, Imam Al Qurthubi mengatakan (Al Jaami’ liahkaamil Qur’an 14/148): Para ulama berbeda pendapat ttg maksud ‘sesuatu’ yg diminta oleh para sahabat dari istri-istri Nabi tsb. Ada yg menafsirkannya sebagai peralatan rumah tangga yg biasa dipinjamkan; ada yg menafsirkannya sebagai fatwa, dan ada yg mengatakan lembaran-lembaran Al Qur’an. Yg benar ialah bahwa ayat ini berlaku umum atas apa saja yg bisa diminta, baik materi duniawi atau urusan agama.
    Ayat ini merupakan dalil bahwa Allah membolehkan istri-istri Nabi untuk dimintai sesuatu dari balik hijab bagi yg berkepentingan, atau ketika dimintai fatwa. Aturan ini juga meliputi wanita-wanita lainnya berangkat dari makna ayat ini, dan berangkat dari dalil-dalil syar’i yg mengandung pengertian bahwa semua bagian wanita adalah aurat, baik badan maupun suaranya. Oleh karenanya, tidak boleh hukumnya menampakkan hal tsb (badan/suara) kecuali saat diperlukan, seperti dalam persaksian, atau pengobatan, atau ketika si wanita ditanya dan ia wajib menjawabnya.

    Demikian penjelasan beliau dalam tafsirnya. kaitannya dengan belajar bahasa Arab, kalau memang materi bisa disampaikan dan difahami dengan baik dengan memakai hijab, maka itulah yg harus dilakukan, karena lebih menjauhkan diri kita dari fitnah. Namun kalau TERPAKSA HARUS TANPA HIJAB, ya hendaknya anti hadir dengan hijab yg sempurna (busana muslimah, cadar, tidak berhias, dll) dan TETAP MENUNDUKKAN PANDANGAN thd ikhwan yg mengajar. wallaahu a’lam bishshawab.

  129. ummu hani' mengatakan:

    Assalaamu’aaikum.

    semoga Allah terus menambahkan kesabaran kepada ustadz dalam mengahadapi berbagai tanggapan yang menyakikan.
    Dengan lemah lembut, ya ustadz, seperti Allah ta’ala yang memerintahkan Nabi Musa ‘alaihissalaam mendakwahi Fir’aun dengan lemah lembut.

  130. Wa’alaikumussalaam… amien, jazakillah khair atas doa dan nasehatnya. Memang, kita diperintahkan untuk berdebat dengan cara yang baik selama lawan debat kita tidak menunjukkan sikap zhalim, tapi kalau sudah berlaku zhalim, ya perintah itu tidak lagi berlaku. Allah berfirman:
    {وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ} [العنكبوت: 46]
    Janganlah kalian berdebat dengan ahli kitab melainkan dengan cara yg terbaik, kecuali terhadap orang-orang yg zhalim dari mereka… (Al Ankabut: 46). Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir mengatakan bahwa maksud dari “kecuali orang-orang yg zhalim dari mereka” ialah bahwa mereka yg keras kepala, takabbur, menentang al haq serta menutup mata dari dalil yang jelas; maka ketika itu kita berpindah dari “jidaal” (perdebatan) kepada “jilaad” (cambukan). Mereka layak dilawan dengan apa saja yg bisa menghentikan kezhaliman mereka.
    Demikian pula sikap para salaf terhadap tokoh ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang tetap bersikukuh dengan bid’ahnya setelah mengetahui kekeliruan mereka. Para salaf sangat pedas dalam menyikapi mereka, contohnya sikap Sufyan Ats Tsauri terhadap Al Hasan bin Shalih bin Hayy yg menganut faham khawarij, meskipun dia sendiri tidak langsung memberontak kpd penguasa.
    Hanya saja, bila yg didakwahi adalah penguasa, mereka memakai cara yg bijak, yang berbeda dengan saat berhadapan dengan selain penguasa. Demikian pula yang Allah perintahkan kepada Musa dan Harun alaihimassalaam ketika menghadap Fir’aun. Namun bukankah Allah juga yg memerintahkan Nabi untuk bermubahalah dengan Kaum Nasrani Najran bila mereka tetap keras kepala? Mubahalah artinya saling menjatuhkan laknat dan mendoakan kecelakaan, untuk membuktikan siapa yg berada di atas kebenaran (QS. Ali Imran: 61). Artinya: likulli maqaamin maqaalun, setiap keadaan membutuhkan ucapan tersendiri.
    Ala kulli haal, ana berusaha agar bisa berlemah lembut, kecuali bila yg berkomentar menunjukkan sikap-sikap zhalim dan keras kepala thd dalil yg jelas, maka mereka akan ana sikapi dengan sikap lain. Semoga Allah membimbing ana dan memaafkan kekeliruan ana dan jawaban ana yg mungkin dirasa ‘keras’, astaghfirullaha wa atuubu ilaih.

  131. Yayasan An-Naajiya mengatakan:

    Alhamdulillah, ini web yang memuaskan dan penuh ilmu. Saya copas ustadz dan tampilin di web sendiri.

  132. Abu Zulfa mengatakan:

    Allhamdulillah, ketemu dengan Blog antum Ustadz..
    Mohon izin ikut mengambil manfaat tulisan antum ustadz.
    Baarokallohu fiikum..

  133. Abdullah mengatakan:

    adakah yang berkenan membantu saya secara financial
    .iman dan islam serta keluarga sedang di ujung tanduk
    087821113539
    saya tidak mau iman dan islam serta keluargahilang karena mslh…tolong lah kami
    terimakasih

  134. candra mengatakan:

    assalamu’alaikum
    salam kenal ustad, saya siswa SMA di Sidoarjo
    saya mau tanya, bagaimana hukumnya jika ada orang islam yang melakukan kesalahan kemudian ia dihukum dengan hukum negara bukan hukum islam dan keduanya memiliki perbedaan yang mencolok,,,,
    1. lalu bagaimana pandangan islam mengenai orang tersebut?? apakah ia masih dinyatakan bersalah
    2. Bagaimana agama Islam menanggapi perbedaan hukum terhadap masalah ini??

    mohon penjelasannya

    terimakasih atas perhatian ustad

  135. Wa’alaikumussalaam.

    1. Wallahu a’lam, ana tidak tahu. tapi yg jelas pintu taubat itu terbuka bagi siapa saja, baik yg telah dihukum maupun yg belum dihukum, dan baik yg dihukum dengan hukum Islam maupun yg dengan hukum negara.

    2. Maksud dari pertanyaan kurang jelas… coba tanyakan ke ustadz yg lain (Ust. Dr. M. Arifin Badri).

  136. abuhaitsam mengatakan:

    Sekedar info, di Sukabumi ada kajian salafi yang diselenggarakan Pesantren Al-Ma’tuq. Dari Cianjur ga jauh kan?
    Lihat infonya di http://www.almatuq.net
    Jazakumullah

  137. neni mengatakan:

    Assalamu alaikum wr. wb.
    salam perkenalan, ana baru pertama kali berkunjung kelaman antum, semoga ilmunya dapat diberkahi Allah SWT, dapat ana dapat mengambil hikmah dari pancaran ilmu antum…aminn

    salam silaturahmi,

  138. yoyok riyanto mengatakan:

    afwan ustadz koment ana tolong jangan di tampilkan.

  139. Fajar mengatakan:

    assalamualaikum ustad. mau kenalan. saya fajar, santri salah satu pon-pes kecil di tengah kota purwokerto. Alhamdulillah di bulan Suci ini saya nemu blog ustadz. meskipun belum sepenuhnya saya baca. tapi dari tulisan2nya sungguh luar biasa.ilmiah, terstruktur, dan padat. subhanalloh. semoga bisa menjadi referensi untuk menjawab kekeliruan dan kebencian suatu golongan terhadap suatu sunah yang lebih sering mereka anggap bid’ah.semoga kita tetap berada di jalaNYA. amin .
    maturnuwun. wassalamualaikum

  140. wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh. Ahlan bika ya akhir Fajar. Saya hanya menukil, menata ulang, dan menerjemahkan… yg berjasa adalah para ulama dlm hal ini. Jazakallaahu khairan atas komentar dan supportnya.

  141. Dicky Kurniawan mengatakan:

    Assalam. Wr. Wb. Ustad apa kabar?. Perkenalkan nama ana ,Dicky. Ana mau tanya ke Ustad tentang syariat qurban. Apakah seseorang yang hendak berqurban di hari iedul adha dapat menukar hewan qurbannya dengan uang, yang mana peruntukan uang tersebut akan digunakan untuk pembangunan masjid.Kalau kata teman saya dapat, jadi saya bingung. Mohon untuk penjelasannya Ustad. Syukron

  142. andika mahendra mengatakan:

    assalamu’alaikum ustadz. afwan ustadz klo boleh ana minta alamat emailnya. ana ingin
    korespondensi sm ustadz. jazakallahu khairon.

  143. Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh. Salam kenal juga buat akhi Dicky.
    Menyembelih hewan qurban (yg telah ditentukan syarat-syaratnya dlm kitab-kitab fiqih) adalah salah satu syi’ar Islam yg tidak bisa digantikan dengan uang, walaupun untuk pembangunan mesjid. Pada hari iedul Adha, tidak ada amalan yg lebih afdhal selain menyembelih kurban , demikian sabda Rasulullah. Namanya saja iedul Adha (yg artinya hari raya kurban). Jadi apa yg dikatakan teman antum itu keliru karena tidak berdasar sama sekali.
    Banyak orang yg salah faham dlm penyembelihan kurban, yaitu bila suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak, maka masing-masing berkurban seekor kambing. Ini adalah menyelisihi sunnah Nabi, sebab Nabi (yg istrinya 9 orang) hanya menyembelih seekor domba jantan besar untuk seluruh anggota keluarganya. Jadi, satu keluarga cukup satu ekor kambing, atau sepertujuh sapi.

  144. Kang Pahmi mengatakan:

    Assalammu’alaikum Ustadz,

    Boleh tidak kalau saya mengirimkan pertanyaan? berhubung saya ikut ngaji manhaj salaf ini masih hitungan bulan masih banyak hasl yang saya kurang faham. Terima kasih banyak sebelumnya, semoga ALLAH merahmati dan menjaga ustadz sekeluarga, Amin Ya Rabb

    -Fahmi

  145. Abu Dhiya' Bali mengatakan:

    bismillah…… salam kenal ustadz,
    kelak jika sudah selesai studi, Ust. Abu Hudzaifah berkenan memberi kajian di Bali….
    Jazakallahukhairan wa Barakallahufiikum

  146. Insya Allah akhi. salam kenal juga wa jazakallaah wa baarakallaah fiik.

  147. Wa’alaikumussalaam, silakan saja akhi, cuma kalau ana ga’ segera jawab ya harap maklum karena lagi dikejar waktu untuk nyelesaikan thesis.

  148. salim mengatakan:

    USTADZ, selama study di Pascasarjana Jurusan Ulumul Hadits, Islamic University of Medina, KSA. Ada tidak pengalaman USTADZ menemukan para ulama, mahasiswa atau Dosen yang mempertanyakan, atau mengkritisi “bentuk pemerintahan KERAJAAN” di Arab Saudi yang nota bene “merupakan sistem pemerintahan yang tidak disunnahkan Rasulullah SAW dan khulafaurasyidin”. sedangkan sahabat nabi yang bernama Muawiyah telah merintis SISTEM KERAJAAN, juga bani abbasiah, dll

    Saya penasaran tentang hal tersebut, apakah karena para ulamanya banyak yang dibina dan digaji oleh keluarga kerajaan, atau mahasiswanya dibeasiswai kerajaan, atau terbatasnya “kebebasan mengkritisi pemerintah”?.

    syukran…..

  149. Lho, ko’ tau-tau putar haluan? Bagaimana diskusi yg kemarin, antum sudah faham dan terima belum? (Mudah-mudahan antum bukan orang syi’ah berbaju sunni ya..) Biasanya orang syi’ah selalu ngalor-ngidul kalau diskusi, belum selesai masalah A sudah beralih ke B, belum selesai B beralih ke C, dst… kadang bicara sejarah, kadang politik, dan selalu mengritisi Arab Saudi dan membanggakan Iran.
    Apa urusannya diskusi kita dengan sistem kerajaan? Alhamdulillah, masih ada kerajaan yg rajanya demikian perhatian dengan agama, di tengah maraknya tindak kekejaman dan pembantaian yg dilakukan oleh sebagian diktator thd rakyatnya (spt di Suriah dan Libya), Raja saudi justru sibuk dengan megaproyek perluasan Masjidil Haram yg terbesar dlm sejarah… Di madinah sendiri setiap qunut witir para imam mesjid selalu mendoakan Khadimul Haramain, putera mahkota, dan mendagri-nya agar selalu mendapat taufik dan bimbingan Allah untuk berkhidmat bagi Islam, dan para jama’ah shalat yg terdiri dari ratusan etnis dan suku bangsa (saudi dan non saudi) serempak mengaminkan doa tsb… Alangkah indahnya tatkala seorang pemimpin (Raja atau Presiden, dll) demikian dicintai oleh rakyatnya dan didoakan selalu, walaupun tetap memiliki kekurangan di sana sini, karena menurut Ahlussunnah, seorang kepala negara tidak disyaratkan harus ‘ma’sum’ spt Syi’ah.
    Bahkan akhir-akhir ini kebebasan mengutarakan pendapat semakin terasa, dan tentunya ahlussunnah tidak menyalahgunakannya, namun menggunakan sesuai dengan porsi yg dibenarkan, yaitu tidak mengritik di depan umum, namun menyampaikan kritikan secara halus, sopan, dan sembunyi-sembunyi. Kecuali dlm kondisi ttt yg semuanya telah diatur oleh syari’at Islam dlm bab Siyasah Syar’iyyah.
    Dari dulu pun para ulama tidak terlalu mempermasalahkan sistem pemerintahan selama syari’at tetap berjalan. Dan ternyata yg paling lama bertahan adalah sistem kerajaan (Bani Umayyah 92 thn, Bani Abbasiyah 500 th lebih, Turki Utsmani sekitar 900 th). Tapi kenapa lagi-lagi Saudi yg jadi sorotan? Jawab: “Karena saudi -dengan segala kekurangannya- adalah Benteng Ahlussunnah yg pertama dan terakhir, satu-satunya negara yg menerapkan Al Qur’an dan Sunnah sbg UUD, dan memiliki posisi sangat strategis sbg kiblat kaum muslimin..”. Jadi, setiap ahli bid’ah pasti iri dan dongkol melihat Saudi, dan menyoroti setiap kekurangan yg ada.

  150. salim mengatakan:

    syukran ustadz…….

    afwan, saya membahas topik yang lain…. karena ustadz pernah mengatakan kalau idak bergeming tentang rofidhahnya IRAN dan syiah itu.–jadi tidak akan ada titik temu.

    saya menanyakan tentang KSA kebetulan ustadz lama disana (jadi paham betul keadaannya). lalu apakah IRAN dan bangsanya yang mayotritas syiah itu menurut mayoritas ulama KSA dikelompokkan sebagai MUSLIM ?
    Bukankah mereka memasuki tanah haram melaksanakan ibadah haji?
    mereka di setiap malam Jum’at di masjid Nabawi Madinah saat bulan Haji rutin membaca do’a kumail ba’da isya sampai tengah malam?
    dan di Arab Saudi bagian timur banyak Islam Syiah yang merupakan ASLI ARAB demikian juga ulamanya.

    saya membahas ini, wawasan ustadz mengenai saudara kita yang SYIAH jangan terlalu ekstrim sebagaimana paham mayoritas KSA yang dikenal dgn Salafy ala Wahaby. takutnya karena ustadz alumni dari sana, ilmu kita tidak terlepas dari referensi yang kita pelajari hanya sekian tahun itu.

    kalau saya, memang paham salafy wahaby mampu melakukan pembaharuan dan berkontribusi bagi perbaikan beberapa sisi dalam aplikasi Islam, namun terdapat juga hal negatifnya seperti statement tentang bid’ah, sesat, bahkan kafir bagi umat Islam diluar pemahakan “Islam murni” ala mereka.

    saya menyangka Ustadz tidak 100% mengadopsi gerakan mereka.

    salam……

  151. Sikap Pemerintah Saudi jauuuh sangat toleran thd syi’ah, baik yg dari Iran, Irak, maupun negara lainnya, walaupun pengkhianatan dan konspirasi mereka sudah menjadi rahasia umum. Barangkali demi kemaslahatan yg lebih besar, wallau a’lam. Mereka (syi’ah) diperlakukan sbgm Nabi memperlakukan kaum munafikin di madinah. Di dunia mereka dianggap muslim dan diperlakukan sbg muslim, kecuali tokoh2nya yg terang2an murtad kaya Khomeini, Khamenei,Sistani (syaithani) dan semisalnya.
    Anda benar, di wilayah Qathif (timur Saudi) memang 90 % Syi’ah, dan di sana paling mengerikan daftar kejahatannya.
    Menurut saya, anda belum faham benar ttg masalah tabdi’ dan takfir (penjatuhan vonis bid’ah dan kafir), jadi masih rancu dalam menilai. Tabdi’ dan takfir itu hukum syar’i, bukan asal ucap. Kalau memang bid’ah ya harus dibid’ahkan, dan kalau memang kekafiran ya harus dikafirkan. Tapi itu semua pakai dalil, ga’ ngawur spt yg dibayangkan banyak orang yg tidak faham.
    Kebanyakan orang menyamakan antara menghukumi suatu perbuatan dengan menghukumi pelaku perbuatan tsb, padahal keduanya berbeda. Ada takfir ‘aam yg ditujukan kpd perbuatan ttt, namun ada takfir khaash yg ditujukan kepada orangnya scr tertentu. Misal takfir khaash adalah takfir yg ditujukan kpd Mu’ammar Gaddafi yg mengingkari sunnah dan merubah beberapa surat dengan sengaja. Hal ini hanya dilakukan setelah ybs benar-benar memenuhi syarat untuk dikafirkan, dan bersih dari penghalang-penghalang takfir. Adapun takfir ‘aam ialah spt mengatakan bahwa: “Siapa yg sujud kepada berhala berarti kafir”, “Siapa yg menyeru selain Allah dalam doanya berarti musyrik”, “siapa yg mencaci Allah atau Rasul-Nya berarti kafir”. Ini adalah takfir ‘aam, artinya kita tidak bisa serta merta mengatakan bhw si fulan bin fulan yg melakukan perbuatan tsb ‘pasti’ kafir, tidak.
    Bahkan syaikh muhammad bin Abdul Wahhab sendiri mengatakan bhw beliau tidak mengkafirkan orang yg tawaf mengelilingi kuburannya Sayyid Badawi di mesir karena tidak adanya yg memberitahu mereka bhw hal tsb adalah syirik.
    Jadi, tuduhan ‘gampang mengkafirkan orang lain’ adalah fitnah belaka yg tidak terbukti sama sekali. Cobalah menilai secara lebih ilmiah dan obyektif, jangan sekedar menukil…

  152. salim mengatakan:

    ASWAB.

    SYUKRAN SEBELUMNYA….

    SEBAGAI TAMBAHAN ILMU BUAT SAYA, KALAU BISA DIINFOKAN GERAKAN APA SAJA –SELAIN SYIAH– YANG TELAH DINILAI SECARA SEKSAMA OLEH ULAMA TELAH MENYIMPANG DAN JUGA TOKOH-TOKOH DIDUNIA ISLAM –SELAIN MOAMAR KHADAFY–

    SYUKRAN……..

  153. salim mengatakan:

    aswab… MAAF USTADZ,
    USTADZ pernah menulis”Di dunia mereka dianggap muslim dan diperlakukan sbg muslim, kecuali tokoh2nya yg terang2an murtad kaya Khomeini, Khamenei,Sistani (syaithani) dan semisalnya”.

    COBA KITA BACA , “NASEHAT KHAMENEI DI BULAN RAMADHAN” di bawah ini,

    –Siapa tahu dari penggalan nasehat orang yang telah Ustadz anggap Murtad ada satu dua kata yang bermanfaat–
    dan ana mhn komentar ustadz
    syukran…………..

    Bulan Ramadhan merupakan angin segar surga yang setiap tahunnya menghampiri manusia di dunia materi ini. Selain itu, Bulan Ramadhan disebut-sebut sebagai jamuan ilahi yang juga peluang bagi setiap manusia untuk mencapai kesempurnaan diri. Ramadhan adalah bulan penyucian diri, takwa, istighfar dan taubat. Semua itu menjadi peluang luar biasa bagi manusia untuk memaksimalkan diri pada Bulan Ramadhan.

    Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran dalam pertemuannya dengan para pejabat Iran, hari Ahad lalu (7/8/2011), menekankan urgensitas Bulan Ramadhan dan menyampaikan berbagai masalah dalam negeri dan luar negeri.

    Dalam pertemuan itu, Rahbar seraya menyinggung perkataan seorang arif tersohor dan faqih, Ayatollah Mirza Javad Maleki Tabrizi, menjelaskan keberkahan bulan Ramdhan. Ayatollah Tabrizi dalam bukunya yang berjudul “Al-Muraqabaat” mengatakan, “Puasa merupakan hadiah ilahi yang dipersembahkan kepada hamba-hamba-Nya dan orang-orang mukmin.” Ayatollah Tabrizi menyebut puasa sebagai kehormatan, bukan kewajiban yang memberatkan manusia atau taklif. Dalam ungkapannya, Ayatollah Tabrizi mengatakan, puasa itu sendiri menyebabkan rasa syukur bagi manusia. Untuk itu, manusia harus berterima kasih kepada Allah Swt karena mendapat kenikmatan puasa pada bulan Ramadhan.

    Masih mengenai perkataan Ayatollah Tabrizi soal puasa, Rahbar menjelaskan bahwa rasa lapar dan haus orang-orang mukmin di bulan Ramadhan membuat hati mereka bersih. Kebersihan hati yang dihasilkan dari puasa akan menjadikan manusia siap untuk merenungkan maarif ilahi dan mencapai takwa. Menurut Ayatollah Tabrizi, perenungan ini berhubungan dengan batin, jiwa dan hati manusia yang tentunya akan menyingkap hakekat dan membuka pintu hikmah bagi manusia.

    Ayatollah Al Udzma Ali Khamenei dalam khutbahnya mengajak semua pihak supaya memikirkan masalah kematian dan berlalunya umur. Sebab, perenungan soal kematian dapat menumbuhkan rasa takwa. Terkait hal ini, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran mengatakan, “Marilah kita berpikir tentang umur. Umur adalah modal utama bagi setiap manusia. Semua kebaikan dapat diraih melalui umur dan waktu cepat berlalu. Modal ini dapat menjadikan manusia meraih kebahagiaan abadi dan surga.”

    “Marilah kita renungkan cepat berlalunya jam kehidupan, waktu pada siang dan malam hari. Kita harus memperhatikan berlalunya waktu ini. Secara perlahan, modal ini terus akan berkurang. Untuk meraih kebahagiaan akherat, bagaimana kita harus menggunakan modal itu. Dimanakah penggunaannya? Merenungkan kematian, meninggalkan dunia materi, keluarnya ruh dari badan, bertemu dengan malaikat maut, semua ini akan dialami oleh manusia. Setiap jiwa akan merasakan kematian (Surat Al Imran ayat 185). Saat itu, bagaimana kondisi kita? Hati kita saat itu berada dalam kondisi apa? Ini adalah di antara poin yang terus harus dipikirkan dan direnungkan. Perenungan masalah-masalah seperti ini adalah di antara hal yang mendasar dan penting, ” jelas Rahbar di hadapan para pejabat Iran.

    Dalam bagian lain , Ayatollah Khamenei menekankan pentingnya merenungkan kandungan-kandungan doa. Rahbar menyebutnya sebagai jalan untuk mencapai ketakwaan. Dikatakannya, “Sarana lain untuk perenungan adalah doa-doa. Kandungan doa yang penuh bobot sangat luar biasa.”

    Dalam menjelaskan doa Makarimul Akhlak dari Imam Ali Zainal Abidin as, Rahbar menyebutnya sebagai doa yang patut direnungkan dan bekal untuk menambah ketakwaan manusia. Kemudian Rahbar menyinggung bagian dari doa Makarimul Akhlak, dan mengatakan, “Shalawat dan salam kepada Rasulullah saw dan keluarganya, jadikanlah saya sebagai hiasan orang-orang saleh dan terpuji, kenakanlah pakaian orang-orang bertakwa pada diriku untuk menyebarkan keadilan, meredamkan kemarahan, memadamkan api permusuhan dan perselisihan ummat, mempersatukan orang-orang yang berpecah belah serta meluruskan penyimpangan dan kerusakan di tengah masyarakat…”

    Lebih lanjut Rahbar menjelaskan kandungan doa tersebut. Di awal doa tersebut disebutkan, kenakanlah pakaian takwa kepada kami. Doa itu berartikan bahwa jadikanlah kami sebagai orang-orang saleh dan takwa. Rahbar mengatakan, “Imam Ali Zainal Abidin dalam doa itu menyebutkan 23 kali sehingga kita mengenal berbagai aspek baru terkait makna, pengertian dan aplikasi takwa.” Rahbar kemudian menjelaskan pengertian pemerataan keadilan yang disebutkan dalam doa tersebut. Dikatakannya, “Keadilan di tengah masyarakat adalah keadilan hukum, keadilan distribusi sumber-sumber kehidupan di tengah masyarakat dan keadilan pembagian peluang yang benar kepada ummat.”

    Ketika menyinggung pengertian pihak yang meredamkan kemarahan yang disinggung dalam doa tersebut, Rahbar menyebutnya sebagai orang-orang yang terpuji. Menurut Rahbar, mereka adalah orang-orang yang menahan kemarahan dan memaafkan manusia. Rahbar dalam khutbahnya juga menjelaskan ciri-ciri orang yang bertakwa. Menurut Rahbar, ciri-ciri orang yang bertakwa adalah menciptakan perdamaian di tengah masyarakat.

    “Di antara perbuatan orang takwa adalah memadamkan api. Memadamkan api yang dimaksud adalah api perselisihan antargolongan, kelompok dan instansi. Semua pihak harus memadakamkan api perselisihan, bukan malah menyiram bensin di atas bara api dan terus menyulutnya, ” jelas Rahbar di hadapan para pejabat Iran.

    Menghilangkan Permusuhan

    Ayatollah Al Udzma Ali Khamenei kembali menjelaskan ciri khas lainnya orang yang bertakwa Menurut Rahbar, di antara sifat orang yang bertakwa lainnya adalah menghilangkan permusuhan di tengah masyarakat.

    “Dekatilah orang-orang yang berpisah dari jamaah muslim (ikhwan) dan ajaklah mereka supaya bergabung kembali. Hantarkanlah orang-orang yang setengah jalan ke tempat tujuan yang dimaksud. Jangan lakukan perbuatan dan tindakan, serta keluarkan pernyataan yang membuat orang yang setengah hati menjadi kehilangan penuh semua keimanan mereka…. Lakukanlah sebaliknya. Lakukanlah perbuatan yang membuat mereka yang setengah hati, menjadi sempurna. Inilah di antara aplikasi takwa dan cabang-cabangnya, ” jelas Rahbar
    Di antara kemuliaan orang yang bertakwa adalah menyelesaikan perselisihan dan problema masyarakat. Dalam doa Makarimul Akhlak, Imam Ali Zainal Abidin as mengatakan, “Mengungkap kebenaran dan menyembunyikan perbuatan tabu atau aib.” Yang dimaksud dengan kalimat doa tersebut adalah orang-orang yang bertakwa menyebar kebaikan orang lain dan menyembunyikan perbuatan jelek orang lain.

    “Sebarkankan aspek-aspek positif orang lain. Ketika menemukan perbuatan baik pada seseorang, sebarkanlah dan sampaikanlah. Sebaliknya, jika menemukan perbuatan negatif pada seseorang, jangan sebarkan dan tutupilah. Menyembunyikan perbuatan negatif bukan berarti tidak melakukan amar makruf dan nahi munkar. Sebab, ketika seseorang mempunyai masalah dalam pekerjaannya, ia harus dikritik dan diingatkan. Namun mengombar masalah negatif bukanlah maslahat,” jelas Rahbar di hadapan para pejabat Iran.
    Lebih lanjut Ayatollah Al Udzma Ali Khamenei mengatakan, ” Allah Swt mewajibkan puasa sehingga kita memahami takwa. Ini semua adalah di antara masalah takwa.”
    Doa Makarimul Akhlak sangatlah penting untuk menghantarkan manusia ke arah kesempurnaan. Sebab, Rasululullah Saw bersabda, “Saya diutus untuk menyempurnakan akhlak. Bahkan dapat dikatakan bahwa makarimul akhlak lebih sempurna dari hanya sekedar berperangai baik. Kemudian Rasulullah Saw menjelaskan keutamaan makarimul akhlak. Di antara aplikasi makarimul akhlak adalah memaafkan orang yang menzaliminya, membantu orang yang tak membantunya, menjalin silaturahimi dengan orang yang memutusnya, menjenguk orang yang tak pernah menjenguknya.
    Meski bulan Ramadhan itu sebentar, namun penuh dengan kebaikan dan hikmah. Sangatlah beruntung bagi orang-orang yang sempat membaca AlQuran, doa-doa saat berbuka dan sahur, serta sekaligus merenungkan apa yang dibacanya. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang beruntung di bulan yang penuh berkah ini. Amin

    sumber :http://indonesian.irib.ir , Monday, 15 August 2011 14:54

  154. Agaknya antum tidak menolak vonis takfir atas khomeini dan sistani ya? Bagus kalau begitu… adapun si Khamenei, maka –sebelum dianggap kafir oleh Ahlussunnah karena statusnya sbg Mursyid Tsaurah Iraniyah (pemimpin tinggi revolusi Iran, pengganti Khomeini), yg konsekuensinya adalah meyakini prinsip2 akidah syi’ah imamiyah itsna ‘asyariyah yg sarat dgn syirik dan kufur itu– dia sudah dikafirkan dan dianggap mulhid (atheis) oleh Tokoh syi’ah (Marji’) yg namanya Mujtaba Asy Syirazi. nih silakan simak videonya dlm bahasa aslinya (arab): http://al-hadeeth.net/audio-video/ram/hadith256video.ram
    mulai durasi 10:40 dan seterusnya…
    bahkan dia mengatakan bhw mestinya si Khamenei ini dijuluki Umar Khamenei… dan antum tahu khan bhw menurut riwayat2 mutawatir dlm kitab-kitab syi’ah, Umar adalah orang murtad penghuni Neraka paling bawah.
    Tapi memang ana akui bhw Khamenei lebih ‘cantik’ dalam bertaqiyyah di hadapan Ahlussunnah, meskipun hal itu membikin marah tokoh2 syi’ah lainnya spt Si Syirazi ini… pun demikian, sepandai-pandai bajing melompat, akhirnya terjatuh juga.
    Jadi, ngapain capek2 ngomentari omongan dia?

  155. Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh.
    Ini bukan postingan, tapi jawaban atas pertanyaan yg tidak dipublikasikan atas permintaan si penanya. Intinya dia bertanya ttg suatu yayasan yg memberikan beasiswa kpd anak-anak untuk belajar ke timteng.

  156. Hamzah mengatakan:

    Barokallohu fiikum tadz.. smga Alloh Ta’ala senantiasa memberika taufiq dan inayahnya pada ana dan antu, serta kaum muslimin.. Jazaakumulloh atas juhudnya yg berguna ini, smga sunnah makin diamalkan dan bid;ah makin ditinggalkan.

  157. SALIM mengatakan:

    Ustadz…………

    Kalau diperhatikan, kenapa para Dzuriyat (keturunan) Rasulullah SAW tidak ada yang mengikuti PAHAM SALAFY WAHABY. Apalagi menjadi ulamanya. Semua Ulama Wahaby adalah Kalangan SYEIKH>

    Sedangkan keturunan Rasulullah bertebaran pada berbagai Mazhab (selain Salafy WAHABY).

    BAGAIMANA MELIHAT FENOMENA INI ?

  158. Siapa bilang? Dekan di Fakultas tempat ane belajar adalah keturunan Rasulullah, namanya DR. Husein bin Syarif Al Abdaly, dan dia salafy wahhaby. Selain dia juga ada syaikh lain yg semarga dgn beliau (Al Abdaly juga). Di Dammam ada syaikh Alawi bin Abdul Qadir Assegaf, dia punya situs http://www.dorar.com... dan dia seorang Salafy Wahhaby, anti syi’ah dan sufi 100%. Dan masih banyak lagi orang spt beliau… tapi karena kedangkalan pengetahuan nt dan banyaknya ahlul bait gadungan di kalangan syi’ah (yg asal-usulnya persi/’ajam) nt jadi punya persepsi ngawur kaya gitu.
    Bukti kesalahan persepsi nt adalah situs berikut:
    http://alalbet.al-fath.net/ (situs resmi pertama kalangan salafy ahlul bait).

  159. aryan mengatakan:

    Assalamualikum

    Afwan pa Ustadz. Apakah benar ini antum yang memberikan kajian?

    xxxxxx
    Jazakallahu khoir..

  160. Wa’alaikumussalaam. Iya, itu kajian ana.

  161. yokuza mengatakan:

    Salamu’alikum wr.wb.

    Saya ingin meminta nasihat Ustadz bagaimana menghadapi kaum khawarij atau sebangsanya. Saya pernah berdebat dengan mereka di Group Facebook : Mujahid Pencari Syahid. Mereka mengangung-agungkan Usamah bin Ladin,Amrozi,Imam Samudra,dsb. Mereka mengagungkan “mujahid” ini dan memberikan dalil “jihad ofensif” di At Taubah : 5. Saya sudah membantahnya dengan memberikan dalil bahwa itu merupakan hak khalifah atau Imam untuk menyerukan jihad melawan kafir dan paling tidak harus menunggu adanya Daulah Islam. Namun mereka tetap ngotot bilang bahwa hal itu dibenarkan walau tanpa khalifah atau Imam. Mereka membenarkan untuk membom semua tempat ibadah termasuk Masjid yang mereka anggap jemaatnya telah kufur karena mengikuti hukum taghut ( Masjid Mapolresta Cirebon ). Bahkan kelompok ini tidak segan-segan merampok dan membunuh dan menganggap itu sebagai ghanimah. Bukan 1-2 orang saja yang di grup itu yang berfikiran demikian. Namun hampir rata-rata mempunyai niat dan mendukung gerakan untuk “bom syahid” di sembarang tempat. Saya juga sudah mengemukakan dalil tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi ketika melakukan ayat ofensif,yakni dengan hadist Rasullullah tentang 10 perkara :”…Jika mereka menerima,maka tahanlah tanganmu terhadap mereka,jika mereka ingin membayar jizyah,maka terimalah….”,yaitu tentang syarat mengajak mereka ( kafir ) masuk Islam terlebih dahulu dan saya mengemukakan apakah mereka ( Amrozy ) Cs ini sudah melakukannya sebelum membom kafir? Namun lagi-lagi juga dibantah mereka dengan dalil. Saya bingung harus menjawab apa,mungkin lebih baik ustad lah yang menjawabnya dengan memasuki group tersebut. Saya sendiri sudah walk out karena saya tidak ingin menimbulkan polemik dalam tubuh Islam dan juga tidak ingin mengumbar emosi saya terhadap sesama muslim. Tolonglah bantu saya menyadarkan mereka bahwa jalan yang mereka tempuh itu keji dan tidak Islami. Saya pribadi menghargai dan menyukai jihad,namun hendaknya jihad itu terarah dan benar-benar untuk Dien Islam.Bukan jihad teror semacam ini. Tolong sadarkanlah mereka,jangan sampai kerusakan ini terjadi lebih lanjut apalagi mengingat usia mereka yang masih muda-muda dan penuh emosi tinggi dalam menyampaikan orasinya. Tolong rubahlah kemungkaran ini. Semoga Allah Azza wa Jalla memudahkan urusan ustadz dalam menghadapi mereka.Tolong balas postingan ini ke e-mail saya saja untuk lebih private. Wassalam.

  162. Antum dan ana hanya bisa memberi pengertian/pemahaman terhadap yg mau membuka hatinya, adapun kesadaran dan hidayah itu di tangan Allah. Sebagian yg antum tanyakan ada jawabannya di artikel “Nasehat bagi para pemimpin Al Qaeda”… kalau antum bisa bahasa Arab, maka silakan aja cari artikel aslinya di Google, judulnya: (نصيحة واجبة لقادة القاعدة) sudah ana terjemahkan dan beri catatan kaki tambahan dan sedang ana carikan penerbit yg mau menerbitkan. Insya Allah kalau mereka mau membaca dengan obyektif dan penuh kejujuran, ana yakin mereka akan sadar. Tunggu saja, semoga ada penerbit yang mau.

  163. Mas Kukun mengatakan:

    Salam kenal ustadz,
    Assalamu`alaikum
    oh ya ana bersyukur telah banyak website ahlussunah. Semoga website ini berkah bagi setipa orang

  164. Mas Kukun mengatakan:

    Salam kenal ustadz,
    Assalamu`alaikum
    oh ya ana bersyukur telah banyak website ahlussunah. Semoga website ini berkah bagi setipa orang.

  165. Wa’alaikumussalaam… jazakallaah khair atas doanya. Amiin.

  166. ummu dede mengatakan:

    Assalammu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

    Ustadz, Ana ummu Dede mau tanya tentang ..perceraian, ana juga pernah bertanya kepada ustadz sunnah , tapi ana belum yakin…

    Jika perceraian itu yang mengajukan adalah si isteri , apakah otomatis jatuh talak 3 , artinya mereka tidak bisa rujuk lagi sebelum isteri nikah dengan orang lain…mohon penjelasannya stadz…

    jazakallaah khairan.

  167. ummu dede mengatakan:

    Assalamu’alaikum Warahmatullah wabarakaatuh,

    Stadz, ana Ummu Dede , mau tanya perihal perceraian..

    Jika suami isteri bercerai , dan perceraian itu yang menuntut adalah si isteri..apakah hal tsb otomatis jatuh talak 3 , artinya mereka tidak bisa rujuk kecuali si isteri menikah dulu dengan orang lain…..mohon penjelasannya

    jazakallaah khairan.

  168. muhammad husein ritonga mengatakan:

    Assalamulaeykum warahmatullahi wabarakatuh… izin ya ustadz masukin blognya ke fb saya. mudah2an bermanfaat. Jazakallah…

  169. ahmad mengatakan:

    afwan, apa di Kampung Arab Indramayu itu menggunakan bahasa arab sebagai bahasa sehari-hari?
    barokalloh fiik

  170. Ana tidak tahu pasti, tapi ana rasa tidak… sebab Arab Jawa Barat adalah yang paling luntur ke-araban-nya di banding jawa tengah dan jawa timur.

  171. Mas Kukun mengatakan:

    Assalamu`alaikum
    Salam kenal
    Ana mau menguslkan kepada ustadz untuk menampilkan juga tentang perkara2 fiqh. Sekian usulan ana ini dan mohon maaf bila ada kekeliruan dalam menyampaikan usulan ini. Jazakallah khair

  172. Mas Kukun mengatakan:

    Assalamu`alaikum
    Salam kenal
    Ana mau menguslkan kepada ustadz untuk menampilkan juga tentang perkara2 fiqh. Sekian usulan ana ini dan mohon maaf bila ada kekeliruan dalam menyampaikan usulan ini. Jazakallah khair.

  173. Syukron atas usulannya. Coba antum cari lewat kategori ‘fiqih’, insya Allah blog ini juga memuat masalah2 fiqih walaupun tidak terlalu spesifik.

  174. Fahrul mengatakan:

    Assalamu`alaikum
    Ustadz,ana tertarik pada pembicaraan anda dengan saudara salim,nah di situ ada
    “Misal takfir khaash adalah takfir yg ditujukan kpd Mu’ammar Gaddafi yg mengingkari sunnah dan merubah beberapa surat dengan sengaja.” Kalau boleh tau ustadz tau dari mana dan bisakah memberikan bukti karena ana adalah satu pengagum dari Moamar Al Gadafi ? Mohon penjelasan supaya ana tak sesat.

  175. Fahrul Al Jawi mengatakan:

    Assalamu`alaikum
    Ustadz,ana tertarik pada pembicaraan anda dengan saudara salim,nah di situ ada
    “Misal takfir khaash adalah takfir yg ditujukan kpd Mu’ammar Gaddafi yg mengingkari sunnah dan merubah beberapa surat dengan sengaja.” Kalau boleh tau ustadz tau dari mana dan bisakah memberikan bukti karena ana adalah satu pengagum dari Moamar Al Gadafi ? Mohon penjelasan supaya ana tak sesat.Jazakallah khair

  176. Itu sudah menjadi pernyataan Gaddafi yg sangat terkenal, semua orang Libya tahu akan hal itu… bahkan para ulama di Timur Tengah juga mengetahuinya. Ana juga berteman dengan banyak orang Libya.

  177. firewallridho mengatakan:

    DR. Husein bin Syarif Al Abdaly, susunan silsilah nasabnya bagaimana ?
    Alawi bin Abdul Qadir Assegaf, susunan silsilah nasabnya bagaimana ?

    Syukron Ustadz

  178. Tanyakan sendiri ke yang bersangkutan, ana ga’ tahu dan ga’ ingin tahu silsilah nasab mereka… mereka juga tidak membanggakannya kok.

  179. alif mengatakan:

    Assalamu’alaykum
    Ustadz minta tolong blognya diberi share supaya bisa share di facebook
    Jazaakallahu khairan

  180. Wa’alaikumussalaam… afwan, ana ga’ tahu bagaimana caranya, kalau antum bisa terangkan langkah-langkahnya maka jazakallaahu khairan.

  181. Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Pertama, saya ingin mendoakan semoga Ustadz sehat wal afiat, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati, membarakahi, meridhoi setiap waktu yang Ustadz lalui karena sudah mengajarkan ilmu yang bermanfaat, saya tahu blog Ustadz ini dari situs muslim.or.id yang menyebarkan tulisan Ini Dalilnya.

    Kedua, peran Social Media saat ini sungguh amat sangat penting sekali, Ustadz. Tulisan yang ada di blog untuk di share ke Twitter maupun Facebook sudah merupakan keniscayaan, karena saya menemukan begitu banyak umat Muslimin yang haus ilmu di tempat-tempat tersebut, sekedar berbagi total pengguna Facebook akhir-akhir ini bersaingan dengan UK (Inggris) di peringkat kedua kalau tidak khilaf, pengguna Twitter Indonesia meningkat drastis, terutama pengguna Mobile. Negara-negara lain seperti Singapura, China, bahkan Amerika ibarat harimau lapar menelan liur melihat pangsa pasar Social Media untuk kepentingan mereka.

    Saya ingin membantu Ustadz tentang cara supaya blog Ustadz bisa dishare ke Facebook, Twitter, dan social networking lain sebagainya:

    1. Ustadz masuk (login) ke Dashboard WordPress.Com

    2. Ustadz klik Setting, setelah itu

    3. Ustadz klik Sharing,

    4. setelah itu Ustadz klik dan drag (klik, tahan, lalu pindahkan tulisan dan gambar Facebook dari Available Services ke Enabled Services.

    5. Begitu saja.

    6. Langsung.

    7. Kalau sudah, klik Save Changes di bagian paling bawah.

    Keterangan asli dari situs resmi/official wordpress.com yang berbahasa Inggris beserta videonya ada di http://en.support.wordpress.com/sharing/

    Kalau Ustadz sudah sukses men-setting supaya bisa share ke Twitter, Facebook, dan lain-lainnya, Ustadz akan melihat setting Blog Ustadz seperti blog saya berikut ini:

    Semoga mencerahkan. Jangan sungkan untuk tanya saya lagi kalau masih tidak bisa. Saya siap bantu Ustadz sepanjang saya bisa. Insya Allah.

    Subhanakallahumma wa bihamdika La ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik

    Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  182. Syukron Jazielan ya Akhi… sudah ana coba… baarakallaahu fiik.

  183. Citra kania mengatakan:

    Assalamu’alaikum ustad saya hanya bisa menyimak dan mengambil manfaat dari blog ini karena baru belajar terima kasih

  184. Lies Widyawati mengatakan:

    Assalammualaikum warahmatulahi wabarakatuh,
    Ustadz, ana pendengar Rodja juga ada beberapa ustadz Rodja yang menjadi pemateri tetap di mesjid di kompleks perumahan dimana ana tinggal.
    Alhamdulillah ana juga menghadiri halaqah untuk sekitar 10 keluarga dan sudah berjalan kurang lebih 6 tahun ini.
    Bila berkenan mohon apakah ustadz juga sering memberikan tausiah jika sedang di tanah air. Jika ya dimana saja ustadz, mungkin dapat mempertimbangkan daerah Bekasi untuk dakwah ustadz. Ana bersyukur makin banyak dari umat agama ini yang sudah berazam untuk bermanhaj salaf.
    Wassalammualaikum warahmatulahi wabarakatuh
    ummu Aditya, Bekasi Selatan

  185. Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh.
    Insya Allah musim panas tahun depan ana ada rencana pulang dan selalu mampir di Jakarta dulu beberapa hari karena banyak famili yg harus dikunjungi. Kalau memang bisa dikoordinasi, silakan anti atur nanti kabari ana dan ingatkan ana kalau sudah dekat waktunya… (perkiraan pulang ke Indo sekitar bulan juni-juli). Ana juga diminta ngisi kajian di TOYOTA.

  186. Abu Khudzaifah (Khairil) mengatakan:

    Semoga Allah meneguhkan hati kaum Muslimin untuk berjihad di jalan-Nya, mengokohkan telapak-telapak kaki mereka, dan Menurunkan bala bantuan dari-Nya… menghancurkan musuh-musuh-Nya dan memenangkan kaum Muslimin… aminn..

  187. Abu Khudzaifah (Khairil) mengatakan:

    afwan ana baru tau kalau Damaj di kepung oleh Syi’ah.. yang ana tau selama ini hanya ada demo-demo di Yaman…. maklum baru aktif di sini….
    bagaimana kondisi kota Damaj terkini dan saudara-saudara kita Salafiyin di sana? apa blokade dari Syi’ah Laknatullah masih berlangsung… semoga Allah membuka jalan kemengan untuk mereka dan kaum Muslimin semuanya…

  188. andi mengatakan:

    Bismillah, ustadz, sekadar menambahkan untuk kajian di Bandung (Cileunyi) juga ada di Ma’had Adhwa us Salaf (http://adhwaus-salaf.or.id/)

  189. Ali Alkatiri mengatakan:

    saya mau bertanya apa syiah yg sedang perang di dammaj itu rafidhoh?/imamiyah atau zaidiyah?

  190. Mereka dinisbatkan kepada Badruddien Al Houtsi, tokoh pendirinya yg semula bermadzhab Zaidi akan tetapi dari firqah Al Jarudiyah yg amat dekat dengan Itna Asyariyah (rafidhah); walaupun keduanya (zaidiyah maupun Jarudiyah) adalah bagian dari syi’ah. Pada tahun 1993 terjadi khilaf sengit antara Badruddien dgn ulama-ulama Zaidiyyah, sehingga ia kemudian pindah ke Teheran dan menetap di sana selama beberapa tahun. Meskipun Badruddien telah meinggalkan Yaman, akan tetapi fikrah Itsna Asyariyah yg dianutnya semakin berkembang di kalangan pengikutnya, terutama di propinsi Sha’dah yg menjadi markas mereka. Badruddien akhirnya kembali ke Yaman atas persetujuan Presiden Ali Abdullah Saleh setelah dilobi oleh sejumlah ulama Zaidiyyah. Banyak sumber yang mengatakan bahwa Houtsiyyin memiliki hubungan yg sangat erat dengan Iran, bahkan Iran-lah yang memprovokasi mereka untuk berperang dengan pemerintah Yaman (sunni) selama tujuh tahun, yang akhirnya melibatkan Saudi pada tahun 2009-2010 dan berakhir dengan permohonan gencatan senjata dari Abdul Malik bin Badruddien Al Houtsi.
    Jadi, intinya asal-usul mereka adalah Zaidiyyah Jarudiyah, yang kemudian menjadi rafidhah itsna asyariyah… bahkan lebih parah lagi. dalam salah satu wawancara televisi Saudi thd salah satu sandera Houtsi, dia mengatakan bahwa Rasulullah adalah sama saja dengan ‘tuanku’ Abdul Malik Al Houtsi. Tidak ada bedanya sama sekali !! lihat di sini (pada durasi 2:27 sampai 2:30).

  191. syamsudin mengatakan:

    assalamualaykum ust..kenal dgn ust haikal basyarahil ga?sama angkatan ato dibawah ust.syukron

  192. aziz mengatakan:

    blog informative, bagus, semoga Alloh menurunkan pertolongan untuk saudara kita di Dammaj, Allohumma amiin..

  193. wa’alaikumussalaam… tentu kenal dong. Beliau adik kelas ana 3 tahun.

  194. Abu Putri mengatakan:

    Asalamu’alaykum Ustazd…mohon izin mngambil faedah ilmunya,sukran

  195. darmojo mengatakan:

    assalamualaikum ust, mohon ijin mengenalkan diri, ana Darmojo di Depok. kami sangat membutuhkan informasi yang terbaru tentang Dammaj, maklum di tanah air berita tidak jelas apa yang sesungguhnya terjadi di Dammaj, kesan di tanah air secara umum tanah timur tengah sedang bergejolak berebut kekuasaan tanpa mereka memilah berita yang semestinya. kabar dari antum sangat penting sebagai bahan referensi yang berimbang. semoga Allah memudahkan dan menjaga antum dalam menuntut ilmu, jazakallah khoiron

  196. abu harits mengatakan:

    ya ustad, apa yang bisa kita berikan untuk saudara kita di dammaj?

  197. abu harits mengatakan:

    Apa yang bisa kita bantu untuk saudara kita di dammaj?

  198. Pertama: Perbanyaklah doa untuk kebaikan mereka, terutama di waktu2 mustajab.
    Kedua: Sebarkan informasi tentang kondisi mereka ke sebanyak mungkin orang yg kita kenal, agar mereka tahu hakikat syi’ah yg sebenarnya dan kekejaman mereka thd ahlussunnah.
    Ketiga: Bagi yg bisa membantu lewat hartanya, silakan kunjungi: http://muslim.or.id/dari-redaksi/donasi-peduli-ahlus-sunnah-yaman.html

  199. ngaryo mengatakan:

    Bismillah, ijin sharing… mohon jika berkenan menjawab, lewat email saja ustadz…
    saya baru saja mengenal dakwah mulia ini… diantara banyak majelis talim, saya mendengar bahwa thulab seyogianya tidak menyibukkan diri dengan fitnah… jujur ustadz sayapun ngeri jika membaca, mendengar tentang ini itu dsb… tapi saya tak kuasa menahan rasa ingin tahu saya setelah saya cari-cari informasi tentang dammaj dan menemukan blog i****.net… say buka untuk mencari informasi terpercaya… saya dapatkan walhamdulillah informasi yang insya Allah terpercaya, akan tetapi di sana banyak artikel yang setelah saya buka-buka … huh… apa ini? ini ilmu atau fitnah? saya mrinding membacanya… banyak kalimat-kalimat ‘kasar’ ‘ketus’ dan tidak mencerminkan seorang pelajar… walau di sana banyak dalil tapi kok begitu ya cara menyampaikan nasehat kpd saudaranya di muka umum (internet dibaca semua kalangan, semua umur dsb)… aku cinta manhaj ini ya Rabb… tapi aku bingung dengan semua ini… yang mereka bilang dengan fitnah … saling boikot… saling tuding… ck,,, sikap mana yang saya pilih? diam? nimbrung? jadi pengamat?
    kalau diam dikatakan tidak punya sikap. kalau bersikap, sikap apa yang sepatutnya diamlbil seorang tulab bau kencur seperti saya ini? blog itu pernah berdalil dengan hadits hudzaifah ibnul yaman yang menannyakan kejelekan (fitnah) untuk dihindari… sehingga ada di blog itu judul tag “pelajarilah fitnah” tapi saya takut membacanya. fitnah yang dimaksud fitnah apa?? apakah fitnah antara sesama salafiyun harus dipelajari detailnya? ustadz fulan begini ustadz fulan begitu.. apakah ini sesuai dengan hadits hudzaifah radhiyallohuanh? tanyakanlah fitnah? saat ini saya memilih diam dengan dalil yang menerangkan ketika ada ketegangan antara ali dan muawiyah radhiyallohu anhuma bahwa yang berjalan > baik dari yg berlari. yang duduk > baik daripada yang berjalan, dan saya memlih mematahkan ‘pedang’ saya…
    saya ingat ungkapan sahabat saya bahwa fitnah (antar salafiyin) itu pelajarannya dosen (ulama)… maka anak-anak tk (tulab) macam kita ini belum kuat mempelajari pelajaran para dosen… oleh karena nya saya mohon nasehat antum ya ustadz…. berilah nasehat karena sesungguhnya nasehat itu bermanfaat bagi saudaramu yang beriman

  200. Adam akhfiya mengatakan:

    ustadz, jika ustadz berkenan, ana juga minta dikirimi jawaban sebagaimana pertanyaan dari al-Akh ngaryo….Jazaakumullohu khoiro ustadz….

  201. Abu Urwah mengatakan:

    Assalamu’alaikum.
    keif haluka??
    afwan ustadz hanya ingin meminta maaf karena ketidak tahuan ana terhadap antum,jika antum ini ustadz,dan tujuan utama ana juga ingin memperat ukhuwah kita sesama muslim.

    Amri (jammaah bali :D)
    http://www.facebook.com/Syaikh.amri

  202. Wa’alaikumussalaam warahmatullah… Alhamdulillah bikhair wa ‘aafiyah.
    ko’ tau-tau minta maaf, memang ada apa?

  203. Arief mengatakan:

    Assalamualaikum, Ustadz kenapa Ustadz-ustadz dari indonesia yang sedang belajar di universitas islam madinah banyak yang ambil studi di fakultas akidah, fakultas hadits, fakultas syari’ah, namun sedikit sekali yang mengambil di Fakultas Al-Qur’an ? ? apakah memang Fakultas Hadits lebih populer dibandingkan Al-Qur’an ?
    Apakah ada perbedaan manhaj universitas Al Azhar Kairo dengan Universitas islam Madinah ?
    Apakah orang belajar agama islam yang tidak masuk atau belajar di universitas islam madinah tetapi dia hanya belajar langsung dengan syaikh (atau mulazamah) sama kualitas ilmunya dengan yang belajar di universitas madinah ?
    Kenapa sebabnya sedikit ustadz ahlus sunnah Indonesia yang tamat dari fakultas Al-Qur’an ?

  204. Pertama karena syarat masuk ke Fak Qur’an harus hafal 30 juz, dan ini tidak mudah. Kedua, materi pelajaran di Fak Qur’an (S1) lebih menitikberatkan pada ilmu qira’at, yg kurang besar faedahnya dibanding ilmu akidah, fiqih, dan hadits. Kalaulah materi tafsir lebih ditekankan, dan tidak ada syarat harus hafizh Qur’an, niscaya Fakultas ini menjadi primadona.
    Manhaj antara Al Azhar kairo dgn Univ. Islam Madinah tentu memiliki banyak perbedaan… lihat saja dari lulusannya. Lulusan Al Azhar rata2 tercemar dgn filsafat (karena di sana diajarkan filsafat), dan berakidah asy’ariyah… belum lagi kalau kita melihat siapa yg menjadi rektor Azhar dari dahulu sampai sekarang… rata-rata rektornya memiliki sejumlah pendapat yg nyeleneh dan kotroversial. Di Azhar juga tidak menggunakan bahasa arab yg fasih, tapi pakai bahasa ‘aammiyah (bahasa pasaran) Mesir. Sedangkan di Madinah pakai bahasa Arab fusha (fasih).
    Dan masih banyak lagi perbedaan lainnya.
    Orang yg mulazamah dgn syaikh bisa saja lebih alim daripada yg kuliah di Univ Islam Madinah, selama dia sungguh2 dan ikhlas… hanya saja dia akan kesulitan untuk mengajar di perguruan tinggi indonesia nantinya, karena tidak punya syahadah (ijasah) akademik. Nah, kalau perguruan tinggi agama di Indonesia tidak dipegang oleh orang-orang berilmu yg lurus manhajnya (karena mereka tidak punya syahadah), maka siapa yg akan menyaingi IAIN dan UIN dengan mendirikan Univ. Islam yg benar-benar islami?
    Pertanyaan terakhir kalau kaitannya dengan Univ Islam Madinah, maka jawabannya sda… tapi kalau terkait univ lain ana tidak tahu.

  205. Arief mengatakan:

    Assalamulaikum Ustadz. Terima Kasih banyak infonya tentang Univ Madinah dan fakultas2nya. 1. Tapi ana ada pertanyaan mengenai Fakultas Al-Qur’an, waktu itu ana dialog dengan salah seorang Ustadz (Beliau alumni Madinah tamat Fakultas Al-Qur’an) Katanya “Dulu waktu ana di madinah, banyak senior yang nyuruh masuk Hadits katanya kurang manfaat dan apa kajian antum (majelis) nanti sekembali dari indonesia ?” Kata Ustadz itu lagi ” Bukankah sahabat pernah di utus oleh Nabi ke suatu tempat cuma membacakan (Qiro’ah saja ).” Ustadz itu juga bilang “Waktu di Madinah ada temannya bilang, antum sekembali ke Indonesiaakan mengajari kitab qiroaat syatibiyyah ?”
    2. Apakah Ustadz yang dibelakang namanya ada kata “hafizhahullah” berarti hafal semua 30juz atau bisa juga sebagian saja tidak mesti 30juz penuh ? apa beda dengan Ustadz……..Al Hafizh
    3. Kenapa ada pula orang yang pemahaman islamnya nyeleneh (cenderung ke arah khawarij tapi kok bisa pula mereka Hafal 30juz Al-Qur’an dan beberapa kitab hadits shahih.
    4.Apakah benar stattemen (Atau Syubhat) yang mengatakan katanya sunni salafi kurang perhatiannya terhadap qiroat Al-Qur’an dan juga kurang dari sisi penghafalan (Hafizhnya), mungkin lebih baik kelompok2 islam yang lain lagi. Mereka lebih mutqin tahfizhnya dan bagus qiroatnya, punya sanad bacaan Al-Quran sampai ke Nabi
    5. Oleh Sebab pertanyaan nomor 4 di atas makanya sedikit Ustadz ahlus sunnah dari indonesia yang kurang berminat masuk Fakultas Al-Qur’an, sampai-sampai ada yang bilang Fakultas Al-Qur’an bukan di isi oleh mayoritas sunni salafi beda dengan Fakultas Hadits dan Fakultas Akidah di isi oleh mayoritas sunni salafi

    Afwan Ustadz agak banyak pertanyaannya,Mohon di jawab pertanyaannya terutama yang ada syubhatnya. Ana butuh pencerahan biar ana tidak ragu-ragu.

  206. asep mengatakan:

    At-Tawaadhu’ khairu minal kibri
    Al-Muslimuuna mahjuubun bil muslimin
    Muhammadun qudwatuna laisat salafan wa la khalafan hum rijaalun wa nahnu rijaalun qad yakhtha’ wa yushiibu
    Inna akramakum ‘indallahhi atqaakum
    Al-Muslimu Akhul Muslim, la taqul minal azhariyyina au madaniyyiin au ghairuhuma kadza-wa kdza,,,,walaakin qul hum thalabatun mitsluna wa laa budda annad’uwahu,,,,

    Sadaqallahul ‘adzim wa shadaqa rasuluhul kariiim

  207. Bal An Nabiyyu was salafu qudwatuna.
    Hum Rijaalun wa Nahnu Rijaal????!!! Yaa laahu min ightiraar !! Aina nahnu minhum fil ‘ilmi wal adabi wat tuqa wal wara’i??!!
    Kafa ya akhi… azh zhaahir annaka azhari, faqad sami’tu mitsla haadza min azhariy, bal wamin ra’sillibraliyyiin (ulil absar abdala -dienahu-): “Hum Rijaal wa nahnu Rijaal”… subhaanallaah.

  208. 1. Sudah ana jawab.
    2. Hafizhahullah = semoga Allah menjaganya.
    Al Hafizh = yang hafal. Ini tergantung siapa yg menjuluki dan kepada siapa julukan tsb disematkan. Kalau yg menjuluki adalah ulama dan disematkan kepada ulama juga, maka artinya dia demikian luas wawasannya terhadap ilmu hadits (baik sanad maupun matannya), sehingga mengetahui status mayoritas perawi hadits dan menghafal banyak matan hadits. Skrg hampir tidak ada orang spt ini… Adapun bila julukan tsb disematkan oleh orang itu sendiri atas dirinya, maka mungkin yg dimaksud sekedar hafal Al Qur’an dan tidak ada kaitannya dgn hafal hadits.
    3. Banyaknya hafalan tidak harus berarti orang tsb paling alim dan paling benar manhajnya. Ilmu itu intinya adalah rasa takut kpd Allah. Salah-lah orang yg menganggap banyaknya hafalan identik dengan banyaknya ilmu. Buktinya, sahabat yg paling banyak hafalannya adalah Abu Hurairah, tapi yang paling alim adalah Abu Bakar Ash Shiddiq (tanpa diragukan).
    4. Mungkin saja ada benarnya. Karena Rasulullah tidak diutus sekedar untuk mengajari umatnya qiroat fulan atau fulan… namun untuk mengajari mereka tauhid. Tauhid hukumnya fardhu ‘ain, sedangkan ilmu qiroat adalah fardhu kifayah. Oleh karena itulah kita harus lebih memerhatikan yg lebih diperhatikan oleh Nabi dan lebih wajib, yaitu tauhid. Tapi kalau di samping memerhatikan dan mendakwahkan tauhid ia juga menguasai qiroat; maka ini jelas lebih baik, tapi khan jarang yg bisa begitu… mengingat sulitnya menguasai ilmu qiroat dan sempitnya medan untuk mendakwahkan ilmu tsb. Jadi ya wajarlah jika salafiyyin kurang memerhatikan hal tsb.

  209. ngaryo salafi kalem mengatakan:

    bismillah,
    ustadz, ana tunggu jawaban antum yaa…
    komen ana tanggal 16 des 2011.

  210. deftleon mengatakan:

    Syukron atas adanya blog ini, semakin banyak ilmu yang bisa saya dapatkan dari blog2 semacam ini. Saya yakin dengan keridhoan Allah, akan berbuah banyak kebaikan sehingga dien ini akan semakin kuat menumpas segala kemusyrikan yang melanda di negeri ini. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberi kekuatan buat antum dan teman seaqidah lainnya mendakwahkan Dien Islam Rahmatan Lil’alamin ini. Jazzakallah khair…

  211. Sebastian Ja'afar mengatakan:

    Mudah2an ustadz semakin disayang Allah SWT dan diberi kekuatan yg menolong dari sisi Nya untuk istiqomah berjuang dijalan Nya melalui tulisan dalam blog ini . InsyaAllah . Aamiin

  212. Ibnu junayd al bughury mengatakan:

    Bersatulah wahai salafiyun,bukalah mata hati kita,musuh yg sebenarnya telah tampak di depan mata,yaitu syi’ah rofidhoh,janganlah sesama salafiyun saling hajr,tabdi,tahdzir.sikapilah perselisihan dengan lapang dada.smoga Allah satukan barisan salafiyin diatas kebenaran.jazakallahu khoiron ya ustadz atas informasinya

  213. abu shafa' mengatakan:

    assalamu’alaikum ustadz.alhamdulillah ana banyak mengambil faedah pada blog antum ini.semoga allah senantiasa menjaga antum dan kita semua ahlushunnah wal jama’ah.mohon bimbingannya karena ana orang yang masih mencari ilmu dan salam kenal untuk antum.

  214. Rizky Albany mengatakan:

    Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Bismiilah……

    Salam Kenal,salam ukhuwah, salam silaturahmi, dan semoga kita bisa mengikuti jejak salafusshalih..

    Ustad, saya mau tanya yang di latar belakangi dengan sebuah ceramah oleh ahli bid`ah dan tasawuf kepada Ibu2 Lansia di tempat ana … yang mereka katakan tentang perkara Ghaib, dia mengatakan bahwa Allah itu ghaib dan setan itu ghaib jadi Allah tdk bisa disama kan dengan makhluknya dan tdk mungkin Allah itu Ghaib …. Masya Allah …. Ana bingung bagaimana menjelaskan perkara ini kepada ibu2 lansia itu, karena pengetahuan ana tentang ini tdk ada yg ana tau tentang perkara ghaib seperti apa yg ada di quran dan Hadits ( Al-An’am: 59 ), ( Hud: 31 ), ( Al-A’raf: 188 ), ( Luqman: 34 ), ( HR Al-Bukhari dalam Shahih-nya no. 50 ), ( Al-Jin: 26-27 ), ( Ali Imran: 179 ), ( Saba`: 14 ), ( Al-Hijr: 17-18 ) …. perkara ini ana tdk ketemu atau belon baca …. jadi apakah arti GHAIB sebenarnya dan bagaimana ana menjelaskan kepada mereka dan mendakwahkan mereka dalam perkara ini …… Jazakallah Khoir

  215. kawulo alit mengatakan:

    Subhanallah, wal hamdulillah…
    syukron Ustadz, Nice tausiah..

  216. Rustam mengatakan:

    Subhanallah….
    Artikel antum khususnya ttg Syiah di “Awas buku beracun…” sungguh luar biasa.
    Lanjutkan Akhi. Kami dan tentunya Allah SubhanahuWata’ala bersama Antum.
    Mohon izin, ana kumpulkan tulisan tulisan antum sebgai penambah ilmu.

    Syukron

  217. assalamualaikum ustad :)

    barakallahufikhum atas blognya :D

    ana, izin kerjasama bertukar ilmu yang syar’i dengan blog ana ya :)

    http://abu-hendar.blogspot.com

    100 % ANTI SYIAH-RAFIDHAH LAKNATULAH !!!!!!

  218. falis123y mengatakan:

    semoga ustadz mendapat taufiq dan hidayah Allah SWT, amin

  219. ZAID mengatakan:

    ANTUM JAMIL JAMMALAKUMULLAH

  220. Aa mengatakan:

    Maju terus. Hancurkan Bidah !!!

  221. awe mengatakan:

    ustadz.. punya alamat email??? tolong dibuka juga kolom diskusi

  222. muhammad ashim mengatakan:

    barakallah fikum Ustadz. nafa’allah bikumul ummah.

  223. [...] Al-Atsary adalah Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Ulumul Hadits, Islamic University of Medina, KSA. ( http://basweidan.wordpress.com/about/ [...]

  224. Anonymous mengatakan:

    Kepada teman-teman Salafi Wahabi yang masih dalam kebingungan memahami persoalan ibadah sehingga masih tetap saja ngeyel membid’ahkan amal-amal shalih kaum muslimin…. Marilah kita belajar bersama. Simak dulu uraian berikut ini dan apabila masih ada yang belum paham silakan bertanya…, nanti teman-teman Ummati insyaallah akan memberikan jawabannya.

    Baiklah, yuk kita mulai saja pelajarannya…. Kita ambil salah satu contoh kasus dari isu-isu bid’ah yang anda selalu menganngapnya bid’ah yang haram. Misalnya MAULID Nabi. Contoh kasus MAULID yang semenjak dulu sampai sekarang terus selalu saja anda menganggapnya berdosa jika melakukannya. Walaupun sudah banyak penjelasan dijelaskan oleh para pelaku Maulid, tetapi rupanya anda sekalian belum bisa paham-paham juga. Sebabnya mungkin karena hati yang keras atau mungkin hanya karena belum mengerti persoalan ibadah.

    Apakah anda sudah pernah mengikuti acara peringatan MAULID NABI? Jika pernah mengikutinya, tentunya anda tahu bahwa di dalam acara maulid itu berisi aktifitas yang isinya antara lain tholabul ilmi, shodaqoh, dzikir, pembacaan biografi Nabi dan biasanya di akhir acara ada tausiyah keislaman. Nah… anda pastinya sangat hafal dengan dalil-dalil tentang tholabul ilmi, shodaqoh, dzikir dan tausiyah, dalil-dalilnya sudah banyak tersebar di seantero Dunia Maya, silakan cari sendiri atau tanya saja kepada ustadz Gugel.

    Oke, bisa ditebak apa yang ingin anda tanyakan disini dan ini bagi anda adalah sangat bermasalah yaitu adakah Dalil dari “Peringatan MAULID”? Benar-benar adakah dalilnya atau tidak ada? Hemmm, baiklah memang selama ini anda selalu bertanya: MANA DALILNYA? Seakan-akan menggambarkan isi kepala anda yang sudah yakin 100 persen bahwa MULID itu tidak ada dalilnya. Benar demikian kan keyakinan anda?

    Sebelum menjawabnya, di sini sebaiknya akan dijelaskan sedikit tentang kaidah ushul fiqh. Kita mulai dari suatu kaidah dalam ushul fiqh yang sering digembar-gemborkan oleh teman-teman Salafi Wahabi bahwa: “Asal semua ibadah adalah haram, sampai ada dalil yang menghalalkannya atau menyuruhnya”.

    Bermula dari kaidah ini suatu amalan yang diangap ibadah selalu muncul pertanyaan: “Mana Dalilnya?” Ini karena amalan dipersepsikan kepada sifat dari ibadah yang tauqif. Permasalahannya adalah sudah tahukah anda, untuk ibadah yang jenis atau macam apakah kaidah tersebut seharusnya diterapkan?

    Penjelasan dari Kitab

    Kita akan coba mengambil penjelasan dari kitab ushul Fiqh:
    الأصل في العبادات التوقيف
    وفي هذه الليلة أود أن أقف عند قضية أساسية في العبادات جميعاً وهي قاعدة معروفة عند أهل العلم، ” أن الأصل في العبادات التوقيف ” كما “أن الأصل في المعاملات والعقود الإباحة”، وهذه قاعدة نفيسة ومهمة جداً ونافعة للإنسان، فبالنسبة للعبادات لا يجوز للإنسان أن يخترع من نفسه عبادةً لم يأذن بها الله عز وجل، بل لو فعل لكان قد شرع في الدين ما لم يأذن به الله، فلم يكن لأحدٍ أن يتصرف في شأن الصلاة أو الزكاة أو الصوم أو الحج زيادة أو نقصاً أو تقديماً أو تأخيراً أو غير ذلك، ليس لأحد أن يفعل هذا، بل هذه الأمور إنما تتلقى عن الشارع، ولا يلزم لها تعليل، بل هي كما يقول الأصوليون: غير معقولة المعنى، أو تعبدية، بمعنى أنه ليس في عقولنا نحن ما يبين لماذا كانت الظهر أربعاً، والعصر أربعاً، والمغرب ثلاثاً، والفجر ركعتين، ليس عندنا ما يدل على ذلك إلا أننا آمنا بالله جل وعلا، وصدّقنا رسوله صلى الله عليه وسلم، فجاءنا بهذا فقبلناه، هذا هو طريق معرفة العقائد وطريق معرفة العبادات، فمبناها على التوقيف والسمع والنقل لا غير، بخلاف المعاملات والعقود ونحوها، فإن الأصل فيها الإباحة والإذن إلا إذا ورد دليل على المنع منها، فلو فرض مثلاً أن الناس اخترعوا طريقة جديدة في المعاملة في البيع والشراء عقداً جديداً لم يكن موجوداً في عهد النبوة، وهذا العقد ليس فيه منع، ليس فيه رباً ولا غرر ولا جهالة ولا ظلم ولا شيء يتعارض مع أصول الشريعة، فحينئذٍ نقول: هذا العقد مباح؛

    Langsung ke maksudnya …. Bahwa yang dinamakan ibadah sifatnya tauqif yaitu sudah ditetapkan dan tidak boleh ditambah-tambah atau dikurangi atau mendahulukan atau melebihkan atau apapun itu…., contohnya ibadah wajib shalat lima waktu, ibadah haji, dll. Tentunya ini berbeda dengan muamalah yang asalnya boleh sampai adanya dalil yang melarangnya… Nah sekarang kita lihat apakah sebenarnya ibadah tauqif itu….
    التوقيف في صفة العبادة
    العبادة توقيفية في كل شيء، توقيفية في صفتها -في صفة العبادة- فلا يجوز لأحد أن يزيد أو ينقص، كأن يسجد قبل أن يركع مثلاً أو يجلس قبل أن يسجد، أو يجلس للتشهد في غير محل الجلوس، فهيئة العبادة توقيفية منقولة عن الشارع

    Tauqifi dalam sifat ibadah
    Ibadah itu tauqifi dalam semua hal, dalam sifatnya….
    Maka tidak boleh untuk menambah dan megurangi, seperti sujud sebelum ruku’, atau duduk sebelum sujud, atau duduk tasyahud tidak pada tempatnya… oleh karena itu, yang namanya ibadah itu tauqifi dinuqil dari syari’ ( pembuat syari’ah yaitu Allah ).
    التوقيف في زمن العبادة
    زمان العبادة توقيفي -أيضاً- فلا يجوز لأحد أن يخترع زماناً للعبادة لم ترد، مثل أن يقول مثلاً

    Tauqifi dalam waktu pelaksanaan ibadah
    Waktu pelaksanaan ibadah juga tauqifi. Maka tidak boleh seseorang itu membuat-buat ibadah di waktu tertentu yang syari’ tidak memerintahkannya.
    التوقيف في نوع العبادة
    كذلك لابد أن تكون العبادة مشروعة في نوعها، وأعني بنوعها أن يكون جنس العبادة مشروعاً، فلا يجوز لأحد أن يتعبد بأمر لم يشرع أصلاً، مثل من يتعبدون بالوقوف في الشمس، أو يحفر لنفسه في الأرض ويدفن بعض جسده ويقول: أريد أن أهذب وأربي وأروض نفسي مثلاً، فهذه بدعة!

    Tauqifi dalam macamnya ibadah
    Begitu juga ibadah juga harus disyaratkan sesuai dengan syari’at…. Artinya termasuk dari macam / jenis ibadah yang disyari’atkan. Maka tidak sah bagi orang yang menyembah sesuatu yang tidak disyari’atkan, seperti menyembah matahari. Atau memendam jasadnya sebagian sembari berkata: aku ingin melatih badanku misalkan. Maka ini semua bid’ah.
    التوقيف في مكان العبادة
    كذلك مكان العبادة لابد أن يكون مشروعاً، فلا يجوز للإنسان أن يتعبد عبادة في غير مكانها، فلو وقف الإنسان -مثلاً- يوم عرفة بالـمزدلفة فلا يكون حجاً أو وقف بـمنى، أو بات ليلة المزدلفة بـعرفة، أو بات ليالي منى بالـمزدلفة أو بـعرفة، فإنه لا يكون أدّى ما يجب عليه، بل يجب أن يلتزم بالمكان الذي حدده الشارع إلى غير ذلك.

    Begitu juga tauqifi dalam tempat ibadah.
    Maka ini juga harus masyru’. Maka tidak boleh beribadah tidak pada tempat yang sudah disyari’atkan. Seperti jika seseorang wukuf di Muzdalifah, maka ini bukan haji. Atau wuquf di Mina, atau bermalam ( muzdalifah ) di ‘Arafah, dan sebaliknya, maka ini semua bukanlah sesuatu yang masyru’. Kita wajib melaksanakan ibadah sesuai tempat yang sudah disyari’atkan oleh syari’.

    Ibadah Mahdhoh, Ghoiru Mahdhoh, Wasail dan Maqosid

    Berdasarkan dari penjelasan kitab di atas dapat ditangkap 4 point, dan bila diperhatikan maka di situ didapat kesimpulan bahwa ibadah yang sifatnya tauqif itu adalah ibadah mahdhoh… faham? Jadi yang dimaksud ibadah dalam kaidah “Asal semua ibadah adalah haram, sampai ada dalil yang menghalalkannya atau menyuruhnya”, adalah diterapkan untuk ibadah yang sifatnya mahdoh saja, bukan semua ibadah.

    Nah untuk bisa membedakannya, ibadah harus dilihat wasail (perantara) dan maqoshidnya (tujuan). Untuk ibadah yang sifatny mahdhoh Cuma ada maqoshid, sedangkan untuk ghoiru mahdhoh ada maqoshid juga ada wasail. Baiklah, langsung contoh saja…. biar gampang dan cepat mudeng, perhatikan baik-baik ya mas-mas Wahabi …?

    Ibadah Sholat, ini sudah jelas karena ibadah yang dzatnya adalah ibadah, maka yang ada Cuma maqoshid (tujuan) tidak ada wasail.

    Misalnya Anda seorang penulis di blog, kegiatan menulis sendiri itu bukan ibadah maka hukumnya mubah. Tapi karena anda mengharapkan ridho Allah dalam rangka dakwah dengan jalan menulis di blog maka dalam Islam ini berpahala dan termasuk ibadah. Setuju kan? Padahal ini nggak ada lho contoh dari Rasulullah, ya kan? Wasailnya anda menulis di blog, maqoshidnya anda mengharapkan ridho Allah dalam rangka berdakwah. Pekerjaan menulis yang begini ini juga termasuk ibadah, tapi ibadah semacam ini tidak dicontohkan oleh Rasul Saw, juga tidak dicontohkan oleh Para Sahabat Nabi.
    Nah, yang salah kaprah ketika anda menganggap kegiatan menulis ini disamakan dengan ibadah yang dzatnya adalah ibadah seperti ibadah mahdhoh. Kalau dipandang sedemikian maka seharusnya MENULIS dianggap bid’ah sesat (dholalah). Begitulah, karena salah anggapan seperti inilah, maka selama ini sedikit-sedikit anda bilang bid’ah! Tahlilan itu bid’ah, Maulid juga bid’ah, Yasinan itu bid’ah dan berdosa para pelakunya. Padahal semua ini adalah ibadah ghoiru mahdhoh yang ada wasail dan maqosid-nya sebagaimana contoh di atas. Jadi kalau semua itu ditanya mana dalilnya pasti ada di maqosidnya, demikianlah.

    Kita kasih contoh lagi biar semakin jelas ya? Di Indonesia ada macam-macam kegiatan Pengajian (kajian ilmiyyah) dan Tabligh Akbar. Awalnya bentuk kedua kegiatan ini bukan ibadah dan tidak ada contoh dari Rasul jadi hukumnya mubah. Tapi karena isi dari kegiatan ini adalah ibadah berupa tholabul ilmi dan tausiyah atau bahkan dakwah maka kegiatan pengajian dan tabligh akbar insyaallah berpahala, bernilai ibadah. (wasailnya kegiatan pengajian dan tabligh akbar, maqoshidnya mengharapkan ridho Allah dalam rangka tholabul ilmi dan berdakwah). Sekali lagi jika anda menganggap kegiatan pengajian dan tabligh ini sebuah ibadah yang dzatnya adalah ibadah seperti ibadah mahdhoh maka sudah pasti ini namanya bid’ah dholalah.

    Demikian juga dengan Maulid, bahwa maulid adalah wasail (perantara atau ada yang bilang sarana), maqoshidnya adalah mengenal Rasul dan mengagungkannya. Bagaimanakah hukum awal dari Maulid? Jawabnny adalah mubah, boleh dilakukan juga boleh tidak dilakukan. Tapi kenapa menjadi sunah? Menjadi sunah dikarenakan hukum maqoshidnya adalah sunah (mengenal dan mengagungkn Rasul adalah Sunah). Karena yang namanya hukum wasail itu mengikuti hukum maqoshid (Lil Wasail hukmul Maqoshid) – ini adalah kaidah ushul fiqh.

    Pertanyaan yang Salah Bagaimana Bisa Dijawab?

    Contoh gampangnya untuk penjelasan Lil Wasail hukmul Maoshid: anda membeli air hukumnya mubah, mau beli atau nggak, gak ada dosanya. Tapi suatu saat tiba waktu sholat wajib sedangkan air sama sekali tidak ada kecuali harus membelinya dan anda punya kemampuan untuk itu maka hukum membeli air adalah wajib.

    Kembali lagi ke Maulid. Apakah maulid bisa menjadi sesuatu yang bid’ah (dholalah)? Ya, bisa jika anda menganggap Maulid adalah sebuah ibadah yang dzatnya adalah ibadah seperti ibadah mahdhoh. Perlu digaris bawahi pertanyaan-pertanyaan seperti: apakah ada dalilnya memperingati maulid Nabi? INI ADALAH PERTANYAAN YANG SALAH. Tidak ada ceritanya namanya wasail ada dalil qoth’inya.

    Contoh lagi biar lebih gampang mencerna: anda berangkat bersekolah, ini adalah wasail. Maqoshidnya adalah tholabul ilmi. Karena tholabul ilmi itu hukumnya wajib maka berangkat ke sekolah pun menjadi wajib dan bernilai ibadah. Dalil yang ada adalah dalil tentang tholabul ilmi. Jika ditanya: “Manakah dalil yang menyuruh kita berangkat ke sekolah?” JELAS TIDAK ADA!! Karena ini adalaha wasail atau sarana.

    Begitu pula dengan Maulid, kalau anda tanya dalil maqoshidnya yaitu tentang mengenal dan mengagungkan Rasul ya pasti ada dalilnya dong? Tapi jika anda tanya dalil wasailnya, yaitu memperingati Maulid? JELAS TIDAK ADA!! Karena ini adalaha wasail atau sarana.

    Dalil Wajibnya Bermadzhab

    Sedikit tambahan; ini juga dalil kenapa bermadzab itu wajib hukumnya bagi kita, karena madzab adalah wasail, dan ini satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mengerti agama ini, kita gak mungkin bertanya langsug ke Rasul. Sedangkn maqoshidnya agar kita bisa mengerti tentang agama Islam sehingga kita bisa mengamalkannya dengan benar (ini hukumnya ini wajib). Maka bermadzab menjadi wajib. Kalau anda tanya mana dalil naqlinya secara leterleg yang menyuruh kita bermadzab? Yaa gak ada, lha wong bermadzab itu cuma wasail kok, Mas? Bagaimana teman-teman Wahabi…. apakah anda semua sudah paham?

    Demikianlah, kita semua berharap setelah penjelasan ini anda-anda bisa belajar dan lebih mengerti sehingga tidak serampangan dalam bertanya. Ingatlah, sebaiknya anda tidak lagi sering-sering membuat pertanyaan-pertanyaan yang salah. Kalau pertanyaannya saja salah, bagaimana menjawabnya?

    Jangan sedikit-sedikit bertanya “MANA DALILNYA” tanpa tahu sesuatu hal itu perlu dalil atau tidak. Sadarlah kalian, bagaimana pertanyaan bisa dijawab kalau pertanyaannya saja salah? Sejak sekarang mulailah belajar membedakan apakah sesuatu itu butuh dalil atau tidak. Sebab tidak semua hal itu harus ada dalilnya.

    Wallahu a’lam…..

  225. dankper@gmail.com mengatakan:

    Berpeganglah pada tali Allah dan jangan bercerai berai

  226. dfs mengatakan:

    belajar terus ya biar pinter….

  227. Eka Permana mengatakan:

    Assalaamu’alaikim we.wb.
    Salam kenal ustadz! Ana Eka dari Bandung, cukup menarik Dan simple penjelasan yg ustadz tulis… Mudah2an Allah memberkahi ilmunya…!

  228. maliq mengatakan:

    blog yg anda buat adl pemecah persatuan islam… mengapa islam menjadi lemah sperti skrg ini?? dan Bangsa barat bebas menginjak2 islam. itu krna islam terpecah belah oleh org2 seperti anda ini… jd jika ingin islam hancur sebarlah fitnah2 anda lbh luas lg, besarkan perbedaan2 diantara umat islam biar saling membenci. dan pd akhirnya islam rapuh & jatuh, dan orang2
    barat lah yg tertawa & menguasai dunia….

  229. Ummu adirrahman mengatakan:

    Assalamualaikum. Kenapa antum tidak menyebarkan lagi berita2 jihad di dammaj? Allahumma unshur ikhwaanana ahlassunnah bidammaj wa dammirilhautsiyyiin al fajaroh.

  230. Anonymous mengatakan:

    Assalamua’laikum. saya ingin bertanya. kenapa banyak ustadz yg mengaku salafi namun mereka selalu berusaha membela diri dan menyalahkan pemahaman ustadz yg lain. mereka slalu mengganggap pemahaman ustaz yg lain salah dan mengklem dirinya benar. saya sebagai orang awam jdi bingung mana yg harus saya ikuti pendapatnya. dan bagamna saya harus bersikap. syukron

  231. fadhli mengatakan:

    ma shaa Allah ustadz…semoga Allah selalu melindungi dan melimpahkan ilmu yg bermanfaat terus ke ustadz.. salam kenal, ana awam yg belajar hidup dgn tuntunan Rasulullah dan menyelamatkan keluarga dr bidah2 walaupun bisa menyebabkan d kucilkan…bahagianya baca blog antum dgn pemahaman dalil2 yg kuat..maju terus ustadz

  232. Sirun Muyassirun mengatakan:

    Assalamu alaikum ustad…
    Salam kenal. Mohon ijin untuk mengambil faedah dari blog antum.
    Ana puluhan tahun ikut Islam jamaah dan alhamdulillah sudah keluar. Sekarang ana terus mencari ilmu yg bermanhaj salaf.

    Jazakallohu khoir…

  233. assalamualaikum ustad,,saya siswi dri SMA ALKHAIRAAT PALU…sya mau tanya ustad apakah satu marga itu masih mahram kta atau bukan? …
    trimakasih wassalam

Sebelum komentar, ingatlah bahwa setiap ucapan dan tulisan takkan luput dari catatan malaikat !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s