Sekitar tahun 80-an, banyak orang-orang yang menamakan anaknya dengan Ayatullah dan Al Khomeini, salah satunya adalah teman SD saya yang namanya Ramatullah Al Khomeini. Entah berapa banyak kaum muslimin yang terkagum-kagum dengan sosok ‘Khomeini’ sebagai pemimpin revolusi Iran. Kekaguman tersebut sebenarnya bisa dimaklumi mengingat banyaknya orang yang tertipu sejak dahulu oleh sosok kakek tua dengan jenggot putih lebat yang “Zuhud” ini. Kekaguman yang sama juga pernah terjadi pada sosok Saddam Hussein saat perang teluk tahun 90-an meletus. Bahkan saya masih ingat sebuah pemberitaan di salah satu stasiun televisi bahwa ada sekitar 300-an bayi yang lahir dinamakan Saddam Hussein, dan semua bayi tersebut adalah orang Indonesia!

Demikianlah karakter bangsa kita yang demikian latah dan mudah bersimpati. Sekali lagi itu bisa dimaklumi mengingat Indonesia sendiri adalah bukan negara Islam, namun negara Pancasila dan UUD ’45. Artinya, meski mayoritas rakyat Indonesia adalah muslimin Ahlussunnah bermadzhab Syafi’i, akan tetapi mereka rata-rata jahil terhadap pokok-pokok ajaran Ahlussunnah itu sendiri. Ini merupakan salah satu buah manis dari sekulerisme yang diadopsi dalam pendidikan-pendidikan di sekolah Negeri selama ini.

Saya berkata demikian karena saya sendiri pernah mengenyam pendidikan Negeri selama enam tahun. Hasilnya? Ya beginilah… tidak bisa mengenali yang hak dari yang batil, dan tidak membedakan mana kawan dan mana lawan… kalau saja Allah tidak berkenan memberi hidayah kepada saya hingga tergerak untuk mempelajari agama lebih dalam dari sumber yang otentik.

Salah satu fitnah besar yang melanda kaum muslimin di era 80-an adalah fitnah Revolusi Iran. Bagaimanakah hakikat revolusi Iran tersebut? Siapakah tokoh-tokohnya? Benarkah Iran adalah negara Islam? Insya Allah kami akan mencoba memberikan jawaban atas itu semua melalui tulisan ini. Dan perlu diketahui, bahwa dalam menulis artikel ini saya banyak merujuk kepada sebuah buku yang ditulis oleh mantan orang dekatnya Khomeini, yaitu DR. Musa Al Musawi. Beliau adalah mantan tokoh Syi’ah yang kemudian taubat setelah mengetahui berbagai kesesatan dan kebobrokan ajaran Syi’ah. Beliau sendiri telah menulis beberapa buku tentang hal itu, dan mengalami beberapa percobaan pembunuhan karenanya. Yang terbaru dari tulisan-tulisan beliau adalah kitab Ats Tsaurah Al Baa-isah, yang tak lain adalah buku yang kami maksud.

Tulisan ini adalah sebagian kecil dari apa yang beliau paparkan dengan sangat indah dan ilmiah tentang Revolusi Iran, yang insya Allah jika tersisa waktu, saya akan menerjemahkannya secara keseluruhan.

Kondisi Iran Pra Revolusi

Sebelum tercetus revolusi tahun 1979, Iran berada di bawah kekuasaan Shah Muhammad Reza Pahlevi yang diktator dan tiran. Meski Iran merupakan negara penghasil minyak terbesar nomor tiga di dunia, yang meraup keuntungan 40 miliar dollar lebih tiap tahun dari penjualan minyaknya, akan tetapi rakyatnya hidup sangat menderita di bawah pemimpin yang diktator dan negara yang disetir sepenuhnya oleh Amerika Serikat ini. Pemerintah Iran bahkan mempekerjakan 50 ribu orang AS sebagai penasehat, dengan gaji total 4 miliar dollar tiap tahunnya. Namun di saat yang sama, rakyatnya hidup dalam keterpurukan sebagaimana yang digambarkan oleh Dr. Musa Al Musawi sbb:

–          70 % rakyat Iran tidak bisa baca-tulis, dan tidak memiliki sarana belajar-mengajar.

–          80 %  rakyat Iran masih kekurangan pelayanan medis.

–          85 %  kota dan desa kecil di Iran masih memerlukan jalur transportasi yang layak serta pengadaan air, listrik, dan perumahan modern.

–          Jumlah pengangguran mencapai 1,5 juta orang dan mereka berkeliaran di jalan-jalan atau hijrah ke negara-negara teluk demi mencari sesuap nasi.[1]

Seiring dengan terpilihnya Presiden AS yang baru, Jimmy Carter, kondisi tiba-tiba berubah drastis. Carter yang berasal dari Partai Demokrat ini membuat kejutan untuk dunia. Ia berpidato di depan rakyat AS tentang HAM dan selama memerintah ia akan menolong rakyat-rakyat yang ditindas oleh penguasanya, dan tidak akan menolong seorang penguasa pun yang menindas rakyatnya, meskipun AS terikat hubungan baik dengan mereka.

Jika Carter memang jujur ingin mewujudkan janjinya, maka urutan pertama dari daftar penguasa tiran tadi ditempati ole Shah Iran, yang ketika itu telah menandatangani 900 perjanjian dengan AS, baik dalam masalah ekonomi, militer, maupun politik.

Meski kepentingan AS menjadi target utama setiap presiden yang berkantor di gedung putih, akan tetapi Carter tidak bisa melupakan janjinya demikian saja setelah mengumbarnya di depan rakyat AS dan dunia. Maka mulailah Carter menasehati sahabat lama Amerika ini, agar memberikan sedikit kebebasan kepada rakyat Iran. Shah pun menurut, dan rakyat Iran jadi tahu bahwa perubahan politik Shah tak lain karena tekanan dari ‘tuan’-nya, yaitu AS.

Rakyat Iran segera tergerak untuk melepaskan diri mereka dari cengkeraman penguasa kejam yang tega berbuat apa saja terhadap rakyatnya selagi ia mampu, yang sekarang harus patuh kepada pengaruh asing hingga menampakkan sikap lunak terhadap rakyatnya. Rakyat Iran harus segera memanfaatkan situasi ini sebelum semuanya berubah dan kembali seperti semula.[2]

Mengapa Khomeini[3] yang Memimpin Revolusi?

Kelompok-kelompok yang memusuhi Shah tahu benar bahwa kesempatan sedang terbuka untuk mereka, dan mereka tidak boleh menyia-nyiakannya. Mengingat Shah mulai menuruti kemauan rakyat, maka rakyat harus terus menaikkan tuntutannya terhadap hak-hak mereka yang selama ini dirampas, maka kelompok-kelompok anti Shah pun bersatu melawan musuh bersama mereka.

Bangsa Iran saat itu boleh jadi merupakan bangsa muslim yang masih memiliki semangat keimanan, dan hal ini harus dimanfaatkan, lebih-lebih mengingat adanya permusuhan sengit antara Shah dengan banyak tokoh agama, dan di antara tokoh yang paling menentangnya adalah Khomeini yang saat itu sedang berada di Irak, jauh dari jangkauan Shah dan aman dari gangguan pasukannya. Maka kelompok-kelompok politik yang bersekutu tadi sepakat untuk mengangkat Si Kakek yang berusia 80 tahun ini sebagai pemimpin revolusi.

Semua orang mulanya mengira bahwa jatuhnya pilihan atas Khomeini sebagai pemimpin revolusi akan mengobarkan semangat persatuan bagi rakyat Iran dalam perjuangannya, sekaligus menyatukan berbagai kelompok dan unsur yang berbeda ideologi. Tak ada seorang pun yang menyangka bahwa bila revolusi ini berhasil maka pemimpinnya akan mengkhianati kepercayaan yang diberikan rakyat kepadanya, lalu melakukan pengkhianatan besar dengan memonopoli kekuasaan untuk pribadi dan golongannya (baca: Syi’ah), dengan cara-cara keji yang membuat bulu kuduk berdiri mendengarnya!

Yang diramalkan oleh banyak kalangan ialah bahwa Khomeini bersedia memimpin revolusi tanpa berhasrat terhadap kekuasaan, hingga dialah satu-satunya yang dianggap sesuai untuk menyatukan berbagai kelompok politik yang berlainan ideologi tersebut. Apalagi mengingat bahwa Khomeini telah bersumpah demi Allah di hadapan dunia bahwa ia dan kelompoknya tidak menginginkan keuntungan apa-apa dari revolusi tersebut jika berhasil, bahkan mereka menyatakan akan kembali ke madrasah-madrasah dieniyyah mereka di Qum, untuk mengkaji, menulis buku, dan mengajar. Sedangkan rakyat akan diberi kebebasan penuh untuk menentukan pemimpin baru yang mereka sukai.[4]

Selama enam bulan pada tahun 1979, perhatian pers dunia tertumpah pada revolusi Iran. Berbagai media massa internasional berusaha mewawancarai Khomeini yang kala itu bermukim di Prancis –setelah dia diusir dari Irak-. Banyak pula dari media massa tadi yang bercerita tentang kezuhudan, kewara’an, dan ‘ketaqwaan’ Khomeini; plus janjinya untuk menerapkan syariat Islam bila revolusinya berhasil.[5]

Khomeini dan Kepentingan AS

Perlu diketahui bahwa berhasilnya revolusi Iran di bawah pimpinan Khomeini dalam menggulingkan Shah yang sebelumnya didukung penuh oleh AS dengan 50 ribu penasehatnya, adalah perkara yang sulit diterima jika terjadi tanpa dukungan internal AS sendiri.

Berdasar pengakuan kelompok Khomeini, AS ternyata mengubah kebijakan politiknya terhadap Shah di bulan-bulan terakhir menjelang jatuhnya pemerintahan Shah, dan mulai mengontak Khomeini dan kelompoknya. Ada kemungkinan bahwa AS telah mengetahui penyakit kanker yang diderita oleh Shah dan menduga bahwa hidupnya tidak akan lama lagi, dan bila ia mati maka belum ada pengganti yang sekuat dan seloyal dia. Intinya, AS harus mencari pengganti Shah yang kuat, bersahabat, dan mau didekte demi kepentingan AS. Dari sini, kita harus menyebutkan peran penting yang dimainkan Khomeini dan kelompoknya bersama orang-orang Amerika, yang menunjukkan bahwa kebijakan politik yang akan mereka terapkan pasca berhasilnya revolusi harus loyal terhadap AS; dan perlu kita ketahui bahwa perhatian politik AS yang pertama ialah untuk mengalahkan komunisme di Timur Tengah, lebih-lebih mengingat posisi strategis Iran yang demikian penting.[6]

Jadi, tersingkirnya Shah sebagai sekutu yang ‘sakit’ bila digantikan dengan penguasa religius yang konservatif dan kaku, yang dapat menumpas komunisme dengan pedang Islam, bisa diangap sebagai sekutu alami buat AS. Intinya, menumpas komunisme hingga ke akar-akarnya atas nama agama dan keimanan –sebagaimana yang diketahui oleh dunia- tidak lain termasuk bagian dari skenario utama politik AS di wilayah yang sensitif tersebut, mengingat Timur Tengah memiliki 70% dari cadangan minyak dunia yang menjadi bahan bakar peradaban Eropa dan Amerika.[7]

Kronologi Revolusi

Ada sejumlah kelompok yang bersatu dan bekerja sama untuk menggulingkan Shah di waktu yang tepat. Kelompok-kelompok tersebut mampu melakukan penggalangan massa di semua tempat, contohnya adalah:

  1. Garda Nasional (الجبهة الوطنية) di bawah pimpinan Dr. Mushaddiq.
  2. Gerakan Perlawanan Rakyat (نهضة المقاومة الشعبية), yang didirikan oleh ‘Imam’ Az Zinjani dan Ir. Bazarkan setelah keduanya memisahkan diri dari Garda Nasional. Kedua kelompok ini memiliki penetrasi yang besar ke lingkungan kampus dan Bazar (pusat-pusat perdagangan).
  3. Mujahidin Kholq (مجاهدين خلق), yaitu partai politik yang didirikan oleh Musa Khayabani, Mas’ud Rajawi, dan lain-lain. Mereka mulai merongrong pemerintahan Shah dengan berbagai perlawanan bersenjata. Pemimpin spiritual mereka adalah Ayatullah Ath Thaliqani, dan partai ini didukung oleh para pelajar dan mahasiswa. Shah konon menjuluki mereka sebagai ‘muslimin Marxis’ dan mereka berperan sangat besar dalam menjatuhkan Shah.
  4. Tokoh-tokoh agama yang sebelumnya diintimidasi di bawah kekuasaan Shah selama bertahun-tahun pasca konfrontasi berdarah antara Shah dan para pemimpin spiritual. Mereka memiliki pengaruh yang luas di kalangan pemuda, seperti Ayatullah Ath Thaliqani, Imam As Sayyid Hasan Al Qummi, Imam Asy Syaikh Bahauddin Al Mahlaaty, dan Imam Al Khaqani. Mereka semuanya berseberangan dengan Khomeini dan kelompoknya baik dalam pemikiran maupun politik. Akan tetapi mereka disatukan oleh ‘musibah’ yang sama, hingga berada satu parit untuk melawan Shah, meski mereka tetap menjaga prinsip-prinsip yang mereka pegangi serta independen dalam mengambil keputusan.
  5. Kelompok Dr. Shariati. Mereka sejak dahulu merupakan golongan akademisi yang bersemangat untuk melakukan tajdid Islami. Mereka semua telah dibius oleh pemikiran Shariati yang rumit, dan intinya memusuhi kelompok yang terdiri dari tokoh-tokoh agama yang loyal kepada Shah.
  6. Khomeini dan kelompoknya yang terdiri dari tokoh-tokoh agama baik di dalam maupun di luar Iran.
  7. Golongan-golongan ‘kiri’, termasuk di antaranya Partai Komunis Tawdah.

Berbagai kelompok dan unsur ini bersatu untuk menggulingkan Shah. Meski masing-masing kelompok menganggap bahwa pihaknya lah yang pantas memegang kendali pemerintahan setelah revolusi berhasil, namun akhirnya mereka sepakat untuk memilih seorang pemimpin untuk mengarahkan pergerakan, dan pemimpin tersebut menurut anggapan mereka ‘tidak tamak’ terhadap kekuasaan, hingga jatuhlah pilihan kepada Khomeini.

Khomeini memainkan peran besar dalam mengelabui rakyat dan berbagai kelompok anti-Shah tadi, dan tidak menunjukkan bahwa dialah yang paling pantas memimpin revolusi jika mereka semua bergabung di bawah panji-panjinya. Berangkat dari sini, Bazarkan ditunjuk sebagai perdana menteri pertama pasca revolusi dan hanya sedikit dari kelompok Khomeini yang menduduki kekuasaan. Ini merupakan bukti kongkrit bahwa Khomeini konsekuen dengan sistem yang diinginkan oleh seluruh rakyat. Khomeini sendiri tetap berada di neauphle-le-chateau (daerah dekat Paris, Prancis) dan mendapat kawalan dari Polisi Prancis. Berbagai radio internasional serta surat kabar besar rajin memberitakan statemen-statemennya yang anti-Shah, sedangkan pengikutnya di Iran menyebarkan kaset-kaset yang berisi khutbah patriotisme Khomeini bagi rakyat Iran. Bahkan BBC London pun ‘nimbrung’ bersama Khomeini untuk menyiarkan semua perkataan dan permintaannya kepada rakyat Iran, alias menjadi salah satu ‘jurkam’ Khomeini. Peran yang dimainkan BBC demikian besar dalam mensukseskan revolusi, sebab BBC adalah satu-satunya radio bahasa Persi yang diperhatikan oleh rakyat Iran, mengingat mereka meyakini bahwa BBC adalah jelmaan politik Inggris, dan sikap BBC yang ‘melindungi’ Khomeini dan revolusinya, adalah bagian dari politik Inggris, dan ini menunjukkan bahwa negara-negara besar itu telah sepakat untuk menyingkirkan Shah.

Prancis telah mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melindungi Khomeini dan memberinya kebebasan untuk bergerak semaunya. Sedangkan Russia tentu berseberangan dengan Shah melalui partai komunis Tawdah yang bersahabat dengan Khomeini.

Intinya, semua kekuatan besar telah sepakat untuk menggulingkan Shah. Khomeini pun lantas kembali ke Teheran laksana pahlawan yang disambut oleh 6 juta warganya saat mendarat di bandara Maharabad. Pertahanan udara Iran sengaja tidak menembak jatuh pesawat Boeing yang membawa Khomeini di atas wilayah udaranya, padahal pemimpin angkata udara Iran kala itu masih loyal penuh kepada Shah. Pun demikian ia tidak menembak jatuh pesawat tersebut, padahal dialah harapan terakhir untuk mengembalikan kepemimpinan Shah di mata para pendukungnya.

Akan tetapi Khomeini justeru menghukum mati orang yang tadinya bisa saja menembak jatuh pesawat yang mengangkut dirinya, dan menewaskan dia bersama seluruh kelompoknya plus 150 wartawan dari seluruh dunia.

Begitu sampai di Teheran, Khomeini mengumumkan tidak syar’i-nya pemerintahan PM Bakhtiar dan menunjuk Ir. Bazarkan sebagai PM yang baru. Iran pun mulai memasuki babak baru yang penuh kekacauan dan instabilitas. Krisis ini harus dihentikan dengan memenangkan salah satu dari berbagai golongan yang berseteru. Hari-hari pun berlalu cepat, hingga pada tanggal 14 Februari 1979 pemerintahan Bakhtiar mengumumkan darurat militer dan melarang mobilitas. Akan tetapi Khomeini menyatakan pembangkangan umum hingga berjuta orang tumpah ruah di jalan-jalan menuju kamp-kamp militer, pangkalan AU, markas SAFAK (intelijen Iran), dan pasukan-pasukan gerak cepat yang berada di bawah komando kepala tentara nasional Shah.

Sempat terjadi konfrontasi kecil, akan tetapi rakyat segera menguasai fasilitas-fasilitas militer tersebut beserta seluruh persenjataan dan amunisi yang ada di dalamnya. Mereka sempat membunuh sejumlah petinggi militer dan menawan yang lainnya saat hendak mempertahankan fasilitas militer mereka.

Jenderal Korbaghi yang menjabat sebagai pemimpin tertinggi angkata bersenjata pun datang kepada Khomeini dan menyerah atas semua yang telah terjadi. Ia menyatakan takluknya militer kepada Khomeini setelah selama ini menghadapi perlawanan di jalan-jalan Teheran dan di seluruh kota Iran lainnya. Militer pun kembali ke pangkalan mereka atas perintah komandan tertinggi mereka. Khomeini lantas mengumumkan lahirnya ‘Republik Islam Iran’, dan dengan begitu berakhirlah orde Shah dan mulailah orde Syi’ah.[8]

Khomeini Pasca Revolusi

Di hari-hari pertama pasca berhasilnya revolusi, Khomeini belum menunjukkan ambisi terpendamnya untuk menguasai negara beserta rakyatnya. Ia justeru mengangkat Ir. Bazarkan sebagai PM dan memberinya kebebasan untuk memilih menteri-menterinya kecuali tiga orang, yaitu Ibrahim Yazdi (warga negara AS), Jumran, dan Shadiq Thabathaba-i. Khomeini lantas kembali ke Qumm untuk bersua dengan massa selaku pemimpin revolusi. Ia menyampaikan khutbah-khutbah hariannya setiap ada massa yang berkumpul. Akan tetapi di saat yang sama, kelompoknya menguasai empat badan terpenting, yaitu: Tentara Revolusi, Lajnah Revolusi, Mahkamah Revolusi, dan Stasiun Radio serta Televisi.

Di minggu pertama pasca Revolusi, Mahakamah Revolusi menjatuhkan hukuman mati kepada lima tokoh orde lama yang salah satunya adalah kepala SAFAK. Peradilan pun dilakukan secara cepat dan tersembunyi hingga menyebabkan dunia tercengang, sebab kelima orang tadi adalah tokoh-tokoh utama orde lama yang bisa menjadi sumber informasi berharga tentang pemerintahan yang lalu. Bazarkan pun menyatakan tidak tahu menahu tentang peradilan tersebut dan ia tidak menyetujui kecuali pengadilan yang adil sesuai undang-undang internasional. Akan tetapi tuntutan Bazarkan ibarat angin lalu dan Mahkamah Revolusi terus melangsungkan peradilannya. Rakyat pun mulai sadar bahwa Khomeini lah yang berada di balik semua peradilan tadi, dan dia sendiri yang menunjuk hakim-hakimnya dengan istrusksi khususnya. Dengan begitu, mulai nampaklah kekuatan baru yang bisa berbuat semaunya dan berada di luar kekuasaan negara.[9]

‘Buah Manis’ Revolusi

Setelah terjadinya berbagai kekacauan pasca revolusi yang akhirnya dimonopoli oleh kelompok Khomeini, dan menimbulkan banyak kerusakan dan korban, Dr. Musawi menyebutkan bahwa Khomeini pernah ditanya oleh wartawan radio sebagai berikut:

“Apakah pesan-pesan jenius yang hendak Anda ekspor ke seluruh dunia?”

  1. Kekacauan dan kerusakan total di seluruh infrastruktur negara.
  2. Eksekusi terhadap remaja puteri dan pemuda yang belum baligh.
  3. Eksekusi terhadap manula yang berusia di atas 80 tahun.
  4. Eksekusi terhadap wanita-wanita hamil.
  5. Perang saudara.
  6. Perang terhadap negara tetangga dan pembunuhan sesama muslimin.
  7. Membantai ribuan rakyat yang berasal dari berbagai etnis.
  8. Keterpurukan ekonomi di semua lini kehidupan.
  9. Mahkamah Revolusi yang mengeksekusi 100 orang dalam 100 menit.

10.  Lima macam penjara dan lima macam mahkamah serta lima kekuatan pelaksana.

11.   Tiga puluh ribu tahanan politik.

12.   Empat juta pengangguran.

13.   Tiga juta korban perang.

14.   Inflasi yang mencapai 400 % dalam dua tahun.

15.   Penutupan perguruan tinggi selama batas waktu yang tidak diketahui.

16.   Penurunan mata uang negara hingga 500 % dari nilai resminya.

Lalu si wartawan menambahkan: “Saya kira di dunia ini tidak ada sebuah kuburan pun yang mau mengimpor revolusi Anda karena akan mengganggu ketenangan orang-orang yang telah mati, lantas bagaimana dengan yang masih hidup”.[10]

Bahkan dalam kurun 8 bulan pasca revolusi, sumber-sumber kepolisian di Scontlandia, Inggris memberitakan sbb: “Heroin Iran telah menyebar di London seperti hotdog dan hamburger”. Sumber tersebut juga mengisyaratkan bahwa Iran telah memasok 58% dari heroin yang diselundupkan ke pulau-pulau di Inggris.

Sejumlah informasi yang didapat oleh polisi internasional menyebutkan bahwa para mafia narkotika memanfaatkan kekacauan politik yang ada di Iran untuk mendirikan sejumlah pabrik pengolahan opium menjadi heroin, dan perekrutan sejumlah orang-orang Iran untuk menyelundupkan heroin dalam jumlah lebih banyak ke ibukota negara-negara di Eropa.

Iran diyakini menjadi pengedar obat bius terbesar kedua setelah Amerika Serikat jika dilihat dari besarnya jumlah pecandu heroin di sana. Bahkan 75% dari jumlah tersebut adalah pemuda yang umurnya berkisar antara 15-30 tahun.[11]

Belum lagi jika berbicara tentang degradasi moral rakyat Iran pasca revolusi syi’ah-nya Khomeini, mengingat tersebarnya praktek mut’ah yang tak lain adalah zina atas nama agama. Salah seorang cucu perempuan dari rujukan syiah terkenal Ayatullah Al Haa-iry yang bernama Syahla Ha-iry dalam penelitian akademiknya yang berjudul (المتعة، الزواج المؤقت عند الشيعة، حالة إيران 1978-1982م) mengatakan (hal 24): “Ketika Dinasti Keluarga Pahlevi (1925-1979) memperolok ‘nikah sementara’ dan tidak memperhatikannya, justeru ‘Pemerintahan Islam’ kontemporer (yakni Khomeini) mendukung dan membelanya terang-terangan”. Ia juga mengatakan (hal 25): “Pemerintahan Islam melakukan usaha-usaha intensif untuk mempropagandakan lembaga ini (maksudnya lembaga mut’ah) secara terperinci dan menjelaskan landasannya yang suci serta urgensinya kepada masyarakat”.[12]

Sedangkan dari sisi agama, tentu Ahlussunnah Iran lah yang paling tertindas semenjak berhasilnya rezim Syi’ah Rafidhah memegang tampuk kekuasaan. Hal ini terbukti dengan tidak adanya sebuah mesjidpun bagi Ahlussunnah di Teheran, padahal jumlah mereka lebih dari satu juta jiwa di sana. Sedangkan Yahudi yang jumlahnya sekitar 25 ribu orang saja memiliki 76 sinagog di seluruh Iran![13].

Bahkan sebagaimana yang diberitakan oleh surat kabar The Daily News, ketika salah seorang rujukan Syi’ah yang bernama Misbah Al Yazdi ditanya tentang sebab tidak diizinkannya Ahlussunnah mendirikan mesjid di Teheran, ia menjawab: “Kalau di Mekkah telah diizinkan untuk membangun Huseiniyyah, maka barulah di Teheran boleh didirikan mesjid Ahlussunnah”.[14]

فصدق الله القائل: وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَى فِي خَرَابِهَا أُولَئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ [البقرة/114] وصدق إذ قال عن هؤلاء المشركين: مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ أُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ [التوبة/17] وصدق إذ قال عن المسلمين: إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آَمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآَتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ [التوبة/18].

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم


[1] Lihta: Ats Tsaurah Al Baa-isah, hal 5-6.

[2] Idem, hal 7-8.

[3] Lebih lanjut ttg jatidiri Khomeini silakan baca kitab: (الثورة البائسة) tulisan Dr. Musa Al Musawi hal 96-124 yang khusus berbicara tentang Khomeini.

[4] Idem, hal 9-10. Lihat juga: “Wa jaa-a Daurul Majuus” hal 108.

[5] Wa jaa-a Daurul Majuus, hal 108.

[6] Hal senada juga disebutkan oleh koran Al ARAB 18/2/2009 dalam tulisan bertajuk (ثلاثون سنة على الثورة الإيرانية).

[7] Idem, hal 12-13.

[8] Lihat: Ats Tsaurah Al Baa-isah, hal 18-20 dengan sedikit perubahan.

[9] Idem, hal 23-24.

[10] Idem, hal 29.

[11] Lihat:  “Wa jaa-a Daurul Majuus, hal 474-475.

[12] Dinukil dari: (المتعة في إيران، تطبيق النظرية في الواقع المعاصر) www.alshomoa.net/todaynews/index.php?action=showDetails&id=8609

Lihat juga: Fashl (الرعب المدمر) di kitab: “Ats Tsaurah Al Ba-isah” untuk mengetahui detail-detail ‘buah manis’ revolusi Iran.

[13] Lihat: http://www.dd-sunnah.net/records/view/action/view/id/706.

[14] Lihat: http://www.alshomoa.net/todaynews/index.php?action=showDetails&id=11633

Komentar
  1. Ari Wahyudi mengatakan:

    Ijin copas ustadz, untuk blog ana. jazakallahu khairan

  2. […] –          70 % rakyat Iran tidak bisa baca-tulis, dan tidak memiliki sarana belajar-mengajar. –          80 %  rakyat Iran masih kekurangan pelayanan medis. –          85 %  kota dan desa kecil di Iran masih memerlukan jalur transportasi yang layak serta pengadaan air, listrik, dan perumahan modern. –          Jumlah pengangguran mencapai 1,5 juta orang dan mereka berkeliaran di jalan-jalan atau hijrah ke negara-negara teluk demi mencari sesuap nasi.[1] […]

  3. Silakan, asal sertakan alamat web aslinya.

  4. abu aiyub mengatakan:

    idzin share akh.. jazakallahu khairan

  5. abu aiyub mengatakan:

    idzin copy akh.. jazakallahu khairan

  6. abu aiyub mengatakan:

    idzin copy ustadz.. jazakallahu khairan

  7. Tafadhdhal dishare, dicopy, disebarkan di situs-situs/facebook, atau apa saja namanya, yang penting bermanfaat dan menyertakan sumbernya.
    Jazakallaah

  8. Afwan Purwanto Muin mengatakan:

    kontroversi sunni-syiah, bermuara kemana?

  9. Saudara Afwan, pertanyaan Anda membutuhkan jawaban yang cukup panjang, karenanya saya sarankan Anda untuk mempelajari akidah Ahlussunnah dengan baik terlebih dahulu, kemudian baca tulisan-tulisan tentang syi’ah (yang membahas akidah mereka), niscaya Anda akan tahu bahwa kontroversi sunni-syi’ah tak beda dengan kontroversi Sunni-Yahudi, atau Sunni-Nasrani, sebab jika Anda tahu akar permasalahannya Anda tidak akan tertipu dengan propaganda Syi’ah yang selalu mengadakan pendekatan kepada Sunni… sebab bagaimana mungkin dua agama yang berbeda asal-usulnya dan pokok ajarannya hendak disatukan? Mungkinkah Anda bersahabat dengan orang yang melaknati orang tua Anda, dan meyakini bahwa orang tua Anda lebih kafir dari Iblis?? Itulah keyakinan syiah terhadap Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khatthab, yang mereka di mata Ahlussunnah lebih mulia dan terhormat dari orang tua. Silakan Anda baca artikel yang berjudul: “MUsuh utama Syi’ah” dalam blog ini…

  10. kikiyosua mengatakan:

    Memang menarik sekali saat membaca tulisan anda.Sangat teratur dan rapi ,tampak sekali rasa penyesalan anda bahwasanya revolusi yang terjadi di iran adalah revolusi syiah.Mungkin anda memang ingin terjadi revolusi di iran ,tapi bukan revolusi syiah tentunya .Ada beberapa hal yang saya rasa menggelitik hati untuk turut megemukakan pendapat saya tentang tulisan anda,dan ini tentu pendapat pribadi saya .Yaitu bahwa anda mengatakan “rakyat iran sudah tertipu oleh khumaini”,menurut saya kalimat itu cukup ganjil sebab saya pikir orang orang iran tak perlu sumbangan pemikiran anda kalau hanya mengatakan khomeini adalah penipu,mereka lebih tahu dari anda tentang negaranya dan imamnya .Yang perlu anda ketahui juga imam imam di iran sangat di hormati,dan juga perlu anda ketahui sejarah iran yang berhubungan dengan imam mereka cukup banyak.

  11. kikiyosua mengatakan:

    OH yaa… satu lagi pendapat saya yaitu bahwa anda berusaha dengan sekuat tenaga,ingn mengatakan bahwa revolusi iran sebenarnya didukung atau dibantu oleh amerika atau dengan kata lain bahwa revolusi diiran memang keinginan amerika .Aneh dan ajaib pendapat anda,kejadian setiap hari yang diberitakan di media anda anggap angin lalu.Iran berusaha untuk maju dan itu selalu dihalangi oleh amerika sebagai pura pura belaka.Saya terus terang tidak tahu apakah anda wahabi atau bukan ,tapi jika ya ,bagaimana pendapat anda tentang arab saudi ?Tentara amerika yang punya pangkalan di arab saudi apakah anda akan katakan sebagai pura pura juga?Saya bingung pada para wahabi,arab saudi yang mesra dengan amerika tak pernah disinggung malah kadang dicari dalil dalin dari agama untuk membenarkannya tapi pada waktu yang lain mencap orang adalah kafir karena dekat dengan amerika (padahal itu hanya khayalan belaka ).

  12. Saya katakan, Anda kurang teliti dalam membaca! Jika Anda menguasai bahasa Arab, silakan Anda baca langsung buku yang saya sebutkan di awal tulisan (Ats Tsaurah Al Baa-isah) tulisan DR. Musa Al Musawi. Itu adalah pendapat beliau yang saya nukil, dan beliau lebih tahu tentang khomeini dari pada Anda atau saya atau bahkan orang awam Syi’ah baik di Iran maupun wilayah lainnya.
    Kemudian, jika Anda ingin berbicara tentang Syi’ah, maka Anda harus melihat jauh kebelakang dan menelusuri akar sejarah mereka, baru Anda bisa dikatakan ilmiah dalam berpendapat…. Tapi sayangnya sudut pandang Anda sangat terbatas pada sikap Iran hari ini. Anda tidak tahu barangkali bahwa jatuhnya Baghdad ke tangan pasukan Mongol pada tahun 656 H adalah karena pengkhianatan Wazir Ibnu Alqami yang menganut Syi’ah Itsna Asyariyah… Sejarah telah membuktikan sejak dahulu bahwa mereka adalah kaum yang pandai bermuka dua, dan siap menggandeng siapa saja untuk menumpas Ahlussunnah, yang hari ini diwakili oleh Arab Saudi (dengan segala kekurangannya)… Jadi saya sarankan agar Anda membaca sejarah Syi’ah dari referensi induk, seperti Al Bidayah wan Nihayah tulisan Ibnu Katsir, dan lain-lain… TAPI saya rasa Anda seperti kebanyakan orang awam lainnya yang hanya mengandalkan buku-buku terjemahan, hingga tidak bisa menguak kebobrokan Syi’ah yang sebenarnya… karenanya Anda terpaksa harus baca tulisan-tulisan saya dan yang semisalnya. Kalau benar demikian, ya bacalah semua tulisan saya tentang syi’ah di blog ini dan di situs-situs yang saya cantumkan (www.hakekat.com http://www.syiahindonesia.com http://www.syiah.net), agar Anda memiliki gambaran menyeluruh, atau paling tidak tidak sesempit sekarang.

  13. Jawaban saya sama dengan yang sebelumnya, hanya saja saya tambahkan bahwa saya bukan Wahhabi seperti yang (mungkin) Anda fahami. Adapun tentang hubungan Arab Saudi dengan AS maka tidak bisa disoroti dari pemberitaan yang beredar di media masa saja tanpa merujuk kepada masalah fiqih dan akar sejarahnya. Itu memerlukan tulisan tersendiri yang cukup panjang, dan secara garis besar tidak ada larangan bagi seorang muslim untuk bekerja sama dengan orang kafir untuk sesuatu yang sifatnya mubah, seperti menjaga keamanan bersama, dan itu semua telah dikaji oleh para ulama baik salaf maupun kontemporer. Tapi masalahnya adalah: Anda sangat awam dalam hal ini, jadi kalau saya harus menjawab pertanyaan Anda hingga Anda faham, ibarat mengajari anak SD masalah mekanika kuantum… Kasihan gurunya kalau begitu, tapi hendaknya si murid sabar dulu dalam menuntut ilmu dan jangan tergesa-gesa ingin mempelajari hal-hal yang diluar kemampuan dan daya serap akalnya, nanti kalau dia sudah menguasai dasar-dasarnya barulah sang Guru akan mengajarkan ilmu-nya tadi.
    Oh iya… Saya sarankan jangan bersikap seperti pengamat politik internasional dalam hal ini, yaitu dengan mendasarkan penilaian atas berita-berita di media massa, sebab itu semua hanyalah persepsi dan pentas politik, yang tidak Anda ketahui jauh lebih banyak dari yang Anda ketahui, itupun kalau yang Anda ketahui bisa dijamin kebenarannya 100%. Oleh karenanya, sebaiknya Anda merujuk ke Kitab-kitab Induk Syi’ah untuk mempelajari karakter mereka hingga penilaian Anda lebih akurat.
    Apa yang terjadi di Irak adalah bukti paling kuat bahwa IRAN adalah sahabat karib AS dalam menumpas Ahlussunnah. Oleh karena itu, sampai hari ini AS tidak -dan tidak akan- mengusik Iran, tapi hanya sekedar kecam-mengecam saja…

  14. kikiyosua mengatakan:

    Wah ketika saya baca tulisan anda saya heran juga ,saya heran apa anda ini wahabi atau pakar nuklir?.Atau wahabi yang pakar nuklir,sampai sampai mengibaratkan saya sebagai anak SD sedang anda adalah pakar mekanika kuantum.Apakah itu cuma ekspresi kesombongan anda saja ? wallahu a’lam bissawaab. Tapi satu hal yang saya ketahui bahwa para wahabi memang sangat anti jika disebut sebagai wahabi jadi anda tak usah mungkir.Oke kemudian yang lebih penting dari semua itu adalah bahwa anda memang termasuk orang orang yang membenci apa yang terjadi di iran terutama setelah revolusi ,mungkin dibenak anda adalah lebih baik tak terjadi revolusi disana daripada revolusi syiah. Anda tentu akan berusaha merusak citra iran atau syiah dan anda akan membela tindakan arab saudi yang mengambil amerika sebagai penjaga keamanan disana dengan persiapan dalil dalil yang akan anda katakan dari hadis dan alquran cuma anda juga perlu ketahui saya juga ada dalil dalil yang akan saya katakan dari hadis dan al quran untuk menolak keberadaan amerika di arab saudi.Oh ya….bisa anda jelaskan tentang mekanika quantum pada saya ? saya yakin seandainya anda pakar di mekanika quantum hanya sebatas omdoalias omong doang.

  15. kikiyosua mengatakan:

    Satu hal lagi, revolusi di iran sudah menjadi kenyataan anda tidak bisa hindari.Kemudian juga sistim pemerintahan di iran sangat demokratis(mungkin anda mengharamkan demokrasi)dan memang sangat berbeda dari negara negara arab pada umumnya, jika anda lihat foto foto saat revolusi iran khomeini di sambut oleh jutaan pengikutnya yang setia sampai saat ini jadi anda tak usah hanya menukil pendapat satu orang saja untuk merusak yang jutaan tersebut.Dalam alam demokrasi apa saja bisa terjadi begitu juga dalam revolusi. Jika memang khomeini yang memegang kendali saat itu, itu adalah wajar jangan anda dramatisir.Kejadian saat itu adalah sama seperti kejadian revolusi di negara lain janganlah anda berat sebelah dalam menilai sesuatu yang akan anda katakan sebagai ilmiyah.Untuk saat ini dan insyaallah selamanya rakyat iran memilih jalan islam seperti di iran sekarang.Jika ada pro dan kontra dalam menilai orang besar(pahlawan )adalah hal biasa.Dan anda jangan selalu membuat buat cerita untuk membela pemikiran anda . dalam sejarah muawiyah juga ada banyak pembantaian ada banyak hukum hukum isalam yang dilanggar(Anda mungkin perlu tahu juga bahwa sebelum baghdad jatuh ke tangan mongol persia atau iran jatuh lebih dulu ketangan mongol) jadi tak usah anda memelintir sejarah

  16. Wah ternyata benar dugaan saya, ternyata Anda hanyalah pengamat politik yang minim literatur syi’ah dan Ahlussunnah, atau bahkan sudah masuk Syi’ah (?)… jika Anda mengajak saya berdiskusi dengan dalil-dalil, pertama-tama kita sepakati dulu apa rujukannya? Dalam hal ini rujukan saya adalah nash-nash Al Qur’an, hadits Rasul (yang tergolong shahih atau hasan, bukan yang dha’if), dan ijma’ ulama yang mu’tabar. kemudian standar pemahaman dari Al Qur’an dan Hadits tadi adalah pemahaman ulama salaf Ahlussunnah, sepakat?
    Kalau iya, mari kita mulai diskusi ini… tapi kalau tidak, percuma saja.
    saya tunggu jawaban Anda dan silakan Anda kemukakan dalil-dalil Anda terlebih dahulu… (jika anda setuju dengan syarat saya).

  17. Saya heran sekali dengan Anda, Anda demikian kagum terhadap Iran dan Khomeini sebagai negara dan tokoh Islam. Anda tahu apa akidah resmi di Iran dan apa akidah Khomeini? (ini kalau saya anggap anda bukan syi’ah). tidakkah Anda tahu bahwa Rabithah Alam Islami telah mengeluarkan fatwa resmi ttg khomeini, demikian pula Mufti Tunisia, Mufti Maroko, Rabithah Ulama Irak, dan Syaikh Al Albani; mereka semua sepakat bhw khomeini adalah kafir, meski bahasa yang mereka gunakan sedikit berbeda…? Silakan anda baca di link berikut jika anda faham bahasa Arab:
    http://www.hdrmut.net/vb/t198979.html
    Jadi Anda ini membela siapa sebenarnya? membela kaum munafikin Iran dan khomeini mereka? Lantas mengapa Anda menyalahkan saya yang membela Ahlussunnah di Irak, Iran, Saudi, dan wilayah lainnya dengan menjelaskan hakikat revolusi syi’ah iran tsb? Padahal saya jelas-jelas membela kaum muslimin, kalau pun Anda anggap saya membela Saudi, maka alhamdulillah, saudi adalah satu-satunya negara Islam yang masih eksis sejak lebih dari seabad lalu… dan tidak ada seorang ‘alim mu’tabar pun yang mengkafirkan Saudi hingga hari ini…
    Demokrasi yang anda bela dan kagumi di Iran hanyalah omong kosong, buktinya setelah pemilu yg lalu banyak demonstrasi dan pertumpahan darah, bahkan terjadi kecurangan besar menurut beberapa media massa… lagi pula Demokrasi bukan ajaran islam, tapi memberikan hak legislatif kpd rakyat tanpa pandang bulu, ini jelas kufur bila diimani oleh orang yang faham akan hakikatnya. Ini satu bukti lagi bahwa Anda benar-benar awam, belum ngerti masalah akidah, belum tahu halal-haram, dan belum bisa membedakan antara kafir dan muslim… payah deh… Semoga Allah memberi hidayah kpd Anda…

  18. kikiyosua mengatakan:

    Maaf ….sebelumnya . Kriteria ahlussunnah buat anda dan saya berbeda ,sudah banyak kelompok kelompok yang anda kafirkan,tapi bagi saya masih tidak termasuk kafir( walaupun mereka membuat jalan yang salah ).Jika saya mau mengutip tulisan satu orang saja untuk merusak citra arab saudi tentu anda akan mencak-mencak dan mencap saya kafir, padahal seperti itulah yang anda telah lakukan .Yang perlu anda ingat bahwa negara dibangun oleh jutaan orang dan ribuan pakar,jadi pendapat satu orang walaupun ia adalah pakar tidak bisa dikatakan sebagai yang paling benar.Kalau saya berdikusi dengan anda tapi dengan aturan aturan atau buku buku yang sama dengan yang anda baca dan harus mengikuti isi buku tersebut . Apakah itu namanya diskusi ?sorry deh mas. Buat saya itu namanya belajar bersama

  19. Kriteria Ahlus sunnah bukan milik saya ataupun anda, itu merupakan istilah baku untuk akidah dan manhaj yang dianut oleh golongan tertentu, yang tidak bisa dipertemukan dengan akidah dan manhaj syi’ah. Salah satu poin dari akidah Ahlussunnah adalah meyakini keotentikan Al Qur’an, meyakini bahwa sahabat paling utama adalah Abu Bakar, lalu Umar, lalu Utsman baru kemudian Ali, selain juga meridhai seluruh sahabat dan ummahatul mukminin. Sedangkan syi’ah? Mereka mengatakan Al Qur’an telah dirubah-rubah, para sahabat murtad dan kafir sepeninggal Nabi, dst… bagaimana mereka bisa dianggap ahlus sunnah? kalau ingin diskusi diskusilah yang ilmiah dan pakai referensi yang benar… Siapakah kelompok yang saya kafirkan yang anda anggap ‘banyak’ itu? tolong sebutkan! Apakah menurut Anda syi’ah yang mengkafirkan seluruh sahabat Nabi tidak lebih berbahaya? Bobot tulisan tidak semata-mata diukur dari banyaknya narasumber, tapi bagaimana kualitas narasumber tersebut? Satu narasumber yang jujur dan terpercaya sudah cukup, dari pada seribu nara sumber yang tidak jelas dan pendusta… (lagi pula siapa sih Narasumber Anda?). Sudahlah mas Kiki… kalau memang awam dalam masalah agama ya jangan maksakan diri.. tapi berdoalah agar Allah memberi hidayah untuk memahami Islam secara benar dan obyektif, terlepas dari segala bentuk subyektivitas dan sikap simpati, yang sering kali menghalangi seseorang untuk menerima kebenaran dari pihak lain…

  20. kikiyosua mengatakan:

    Pikiran kita memang banyak berbeda salah satunya yaitu bahwa anda mengatakan”Satu nara sumber yang jujur dan terpercaya sudah cukup,daripada seribu nara sumber yang tidak jelas dan pendusta (tidak jelas dan pendusta dalam kriteria anda).Tapi buat saya yang lebih senang pada demokrasi ,akan mengatakan bahwa “Seribu nara sumber adalah lebih baik daripada satu nara sumber ,apalagi semuanya adalah jujur dan dapat dipercaya ,karena seperti yang saya katakan diatas bahwa negara dibentuk oleh jutaan orang dan ribuan pakar jadi tidak logis hanya menggunakan satu sandaran saja.Lagipula saya tidak yakin anda kenal dan tahu betul al musawi, jadi mungkin saja ketika anda jalan-jalan di sebuah toko,lalu kemudian anda melihat sebuah buku yang sesuai dengan pikiran anda maka anda beli.Saya pikir sebaiknya anda baca lagi sejarah revolusi iran dari sumber yang lain,karena disana akan membuka pikiran anda.Anda akan mengetahui bahwa ketidak harmonisan antara iran dan amerika sudah dimulai sejak awal revolusi.Anda juga akan membaca bahwa pesawat amerika pernah jatuh saat akan membebaskan sandera.Kemudian irak yang dipimpin saddam husain menyerang iran lebih dulu bukan iran yang menyerang irak lebih dulu seperti ditulisan anda yang lain.Kemudian bagaimana amerika ,eropa ,dan negara negara arab membantu saddam husain,itu bukan suatu kepura puraan seperti yang anda duga.Oh ,ya .satu hal lagi syiah tidak mengatakan bahwa al qur’an sudah dirubah rubah ,tapi perbedaan antara sunni dan syiah hanya pada penafsiran saja (mungkin akan anda katakan bahwa ini karena taqiyah)

  21. kikiyosua mengatakan:

    Pendapat saya dan anda memang berbeda.Anda mengatakan bahwa “satu nara sumber yang jujur dan terpercaya sudah cukup daripada seribu nara sumber yang tidak jelas dan pendusta”.Dalam tulisan anda itu memang terkesan mengandung kebenaran tapi jika direnungkan lebih dalam ternyata mengandung cacat,sebab seperti yang saya katakan bahwa “saya lebih menyenangi demokrasi “saya akan mengatakan bahwa seribu nara sumber adalah lebih baik dan menghasilkan sesuatu yang lebih sempurna.Lagi pula anda hanya mengenali musawi dari hasil tulisannya saja saya yakin anda tidak mengenal dengan benar musawi,mungkin ketika anda jalan jalan kesebuah toko lalu anda menemukan tulisan almusawi anda beli,karena anda cocok dengan pikiran almusawi maka anda kutip tanpa menyaring lebih dulu dengan menggunakan rujukan yang lain.Seandainya anda mau menggunakan rujukan yang lain tentu anda tahu bahwa ketidak harmonisan hubungan antara iran dan amerika dimulai sejak awal revolusi anda akan mengetahui bahwa pesawat amerika pernah jatuh saat akan membebaskan sandera.Anda akan tahu bahwa yang memulai perang adalah irak bukan iran seperti ditulisan anda yang lain .Anda juga akan tahu bahwa amerika,eropa dan negara arab membantu irak dalam perang iran-irak.Anda juga akan tahu bahwa pesawat penumpang iran pernah ditembak jatuh oleh amerika dan banyak lagi peristiwa yang lain.itu semua bukan pura pura seperti yang anda katakan.Kemudian yang perlu anda ketahui adalah bahwa orang syiah tidak pernah merubah al-qur”an.Selain daripada itu saya heran juga pada anda anda begitu membenci khomeini dan mengatakan dia adalah pendusta karena syiah,sedang anda mempercai almusawi padahal al musawi juga syiah

  22. Buat mas Kiki yang nampaknya punya banyak reverensi ttg revolusi iran, tolong donk kasi tahu kita-kita apa saja rujukan Anda? Oh iya, anda menyangkal jika syi’ah meyakini bahwa al-Qur’an telah dirubah-rubah tanpa Anda tidak menyangkal bahwa mereka mengkafirkan para sahabat terutama Abu Bakar dan Umar… jadi Anda setuju kalau mereka sangat berbeda dengan Ahlussunnah yang mencintai para sahabat seluruhnya termasuk Ahlul bait…
    Lalu bagaimana sikap Anda thd Khomeini yang dikafirkan oleh Rabithah Alam Islami, Mufti Maroko, Mufti Tunisia, Rabithah Ulama Irak dll? Mereka lebih tahu tentang Khomeini atau Anda? Anda nampaknya memang sangat awam atau sedang bertaqiyyah.. . cukup banyak Tokoh Syi’ah yang mengatakan bahwa Al Qur’an telah dirubah-rubah, salah satunya bahkan menulis kitab yang berjudul: “Fashlul Khitab fi Itsbat Tahrifi Kitab Rabbil Arbaab”… Hmmm, masih ga percaya juga? Silakan download kitabnya dari internet, atau saksikan saja cuplikan tingkah laku tokoh syiah modern yang seenaknya merubah-rubah teks Al Qur’an. LIhat di sini: http://www.youtube.com/watch?v=1Tl6ELfdfXs
    lalu saksikanlah bagaiman TV Al Manar milik Hizbullah Lebanon menayangkan ‘pengajian’ syiah yang menetapkan adanya ‘mushaf Fatimah’: http://www.youtube.com/watch?v=RNFnR0FQYQE
    Masih gak percaya juga? NIh, buktinya dari kitab-kitab mereka:

  23. Permintaan saya tetap sama: Sebutkan nara sumber Anda biar kami tahu siapa mereka??!!
    Kenapa Anda heran saya membenci khomeini? Jelas dong, saya muslim sedangkan dia kafir… bagaimana saya tidak membencinya? Kalau Anda mencintai Khomeini sih wajar… sebab Anda tidak kenal siapa dia, tdk tahu akidahnya, dan tidak mau tahu jika diberi tahu… (itu kalau saya anggap anda belum jadi syi’ah).
    Satu lagi, al musawi sudah keluar dari syi’ah, makanya dia tulis buku itu dan buku-buku lainnya…

  24. kikiyosua mengatakan:

    Oke deh mas.Jika saya menyebutkan semua mungkin terlalu banyak.Coba anda baca panji masyarakat mulai tahun 70-an sampai 80-an.Majalah ini dahulu dipimpin oleh buya Hamka, mungkin sekarang dipimpin oleh Rusydi hamka.Disana sedikit banyak diuraikan kronologis kejadian revolusi iran ,walaupun Hamka sendiri tidak terlalu menyenangi revolusi iran sendiri.Disana juga ditulis sejarah perang iran-irak.Kemudian masalah perubahan al quran ,orang syiah sendiri sudah membantah keras hal itu ,Anda bisa dapatkan informasi itu dari iran sendiri,tapi apabila anda bersikeras dengan pendapat anda ,maka saya akan katakan bahwa anda tidak ada bedanya dengan bush.Dia bersikeras mengatakan bahwa irak mempunyai senjata pemusnah massal padahal itu tidak terbukti.Selain itu biasanya orang juga menyebut kitab al kafi untuk menyudutkan syiah dalam hal perubahan alquran dalam syiah, padahal kitab itu oleh orang syiah sendiri dikatakan sebagai kitab hadist yang memang berisi hadist hadist palsu ,dhoif ,mursal dan lain lain alias bercampur.Kemudian juga jika membicarakan sejarah itu anda anggap sebagai orang kafir( karena anda anggap sudah mencaci sahabat)tentunya anda juga patut mengkafirkan muawiyah yang selalu menghina Ali Bin Abi thalib disetiap mimbar jumat.Saya sebenarnya tidak mau memperlebar tema diskusi kita,yaitu saya hanya akan membatasi diskusi ini pada tulisan anda saja,yang menurut saya tulisan anda itu berhubugan dengan sejarah tapi anda justru berusaha mengaitkan revolusi iran tersebut dengan amerika .Anda bisa memahami hubungan amerika -arab saudi tapi tidak mau memahami hubungan iran amerika (walaupun itu hanya dalam khayalan belaka)

  25. Wah payah deh… Anda sudah lihat belum link-link yang saya sebutkan dalam bantahan saya yang terakhir? Memang orang syi’ah selalu berbelit-belit kalau diajak diskusi… Masalah AL Qur’an yang telah dirubah-rubah menurut keyakinan sejumlah tokoh besar syi’ah adalah masalah yang tidak bisa dipungkiri, dan hal itu tidak cuma dinyatakan dalam Al Kafi tulisan Al Kulaini… tapi oleh banyak dan buaanyaak tokoh syi’ah lainnya.. dan saya telah menyebutkan sebagiannya dalam bantahan saya yang lalu. Kalau orang syi’ah mengingkari hal tsb, maka tak lepas dari beberapa kemungkinan:
    1- Dia org awam syiah yang tidak memahami akidah syiah dan tidak menggalinya dari kitab-kitab rujukan syi’ah
    2- Dia melakukan taqiyyah, sebab jika tidak otomatis kekafirannya akan terbongkar!
    Apa pun kemungkinannya, pendapat Anda atau orang-orang awam syi’ah seperti Anda adalah pendapat pribadi, bukan pendapat resmi agama Syi’ah. Adapun pendapat Agama Syi’ah ialah yang tercantum dalam kitab-kitab induk mereka.
    Anda menuduh Mu’awiyah radhiyallaahu ‘anhu menghujat Ali di atas mimbar setiap hari Jum’at, mana buktinya?? Jangan sekedar membual hai orang SYi’ah… kedokmu telah terungkap kali ini… segeralah bertaubat sebelum ajal menjemputmu! Apa urusanmu dengan Mu’awiyah dan para sahabat? Kalianlah tukang fitnah yang sesungguhnya… kalian menjadikan Ahlul Bait sebagai kedok dalam menghancurkan Islam dengan berbaju Islam.
    Sungguh tolol orang-orang Syi’ah itu… mereka memusuhi Mu’awiyah dan melaknatinya, padahal Imam kedua mereka (Hasan bin Ali bin Abi Thalib) justeru melengserkan dirinya dari jabatan Khalifah dan memberikannya kepada Mu’awiyah…
    NB: Oh iya…kalau mau ngasi referensi mestinya yang jelas nama bukunya, jilid berapa dan halamannya… bukan referensi yang tidak bisa diakses lagi seperti itu… Itu hanya siasat Anda untuk berkelit. COba sebutkan referensi dari kitab-kitab syi’ah kalau memang anda punya!!

  26. kikiyosua mengatakan:

    Wah anda selalu payah yaa.Saya yakin anda termasuk orang yang tak mau berusaha keras.Atau waktu itu anda masih balita yaa?.Majalah panji masyarakat aja anda anggap tak bisa di akses,Emangnya anda berdomisili dimana ?.Tapi yang penting buat saya adalah bahwa hubungan diplomatik negara islam dengan negara manapun adalah sah sah saja termasuk iran.Adapun usul saya kepada anda untuk bertanya ke iran tentang perubahan alquran pada syiah ,rupanya membuat anda kepayahan yaa?,dan anda tak mau repot repot hanya cukup mengatakan itu sebagai takiyah ,tulisan anda sebenarnya dibangun atas dasar logika yang kacau tapi dampaknya sangat berbahaya bagi orang lain karena hanya berupa provokasi.Kalau setiap orang menggunakan cara anda maka orangpun dapat menulis bahwa kemerdekaan indonesia adalah pura pura karena banyak pahlawan indonesia adalah lulusan belanda.Oh ya anda umur berapa sih?udah dulu ya diskusi kita.

  27. Hamzah mengatakan:

    Saya tertarik dialog ini, cuma satu yang jadi tanda-tanya…mas Kikiyosua kok bisanya menyebut referensi dari Majalah Panji Masyarakat ” Coba anda baca panji masyarakat mulai tahun 70-an sampai 80-an.

    Apakah tidak bisa menyebut referensi lain..??kita tahu banyak yang lain membahasnya baik majalah, buku dsb

    jadi kontradiksi perkataannya sendiri
    “seperti yang saya katakan bahwa “saya lebih menyenangi demokrasi “saya akan mengatakan bahwa seribu nara sumber adalah lebih baik dan menghasilkan sesuatu yang lebih sempurna

    Lha kok refrensinya cuma satu…??? susah juga diakses..dan bisa diragukan validitasnya..??

    terimakasih, dari sekilaspun orang bisa lihat dari tulisannya masing.

  28. Alhamdulillah… Tulisan saya cukup berbobot dan memusingkan orang-orang syi’ah macam Anda… tapi bantahan anda tidak ilmiah hingga membingungkan para pembaca, Hamzah salah satunya…
    Anda sampai sekarang tidak menyebutkan satu kitab pun yang menjadi rujukan otentik Anda. Kesimpulannya, Anda memang jahil ttg syi’ah, atau pura-pura jahil… jadi percuma saja diskusi dilanjutkan… apalagi anda semakin ngalor ngidul dengan bicara ttg kemerdekaan Indonesia yg tidak ada sangkut-pautnya… hanya mengalihkan pembaca dari menyingkap kelemahan Anda dan ketidakmampuan Anda untuk menyebutkan rujukan lain yang otentik…
    Mana mungkin Kedutaan Iran mau mengakui bahwa Al Qur’an telah dirubah? SEdangkan mereka berusaha mati-matian untuk merebut simpati muslimin Indonesia… hanya orang bodoh yang mau bertanya kepada pencuri untuk mengakui pencuriannya dengan suka rela. Cukuplah kitab-kitab mereka dan statemen tokoh mereka menjadi bukti bagi orang yang berakal…

  29. Musa Kadzhim mengatakan:

    Salam, artikelnya sangat menarik, dari dulu saya mencari Kitab AstTsaurah AlBaisah ( Revolusi Kelabu ) setelah saya menelaah kitab AsySyi’ah Minhum Alaihim, saya sangat tertarik terhadap karya-karya Dr Musa AlMusawi, apakah kitab2 beliau semisal AtsTsaurah AlBaisah atau AsySyi’ah wat Tasyayyu’ ada dalam bentuk ebook?

  30. Alaikumussalaam, syukron atas komentarnya… untuk kitab yg pertama silakan download dari link ini:
    http://www.saaid.net/book/open.php?book=3589&cat=89

    sedangkan yg kedua setahu ana bukan tulisan Dr. Musa Al Musawi, tapi Dr. Ihsan Ilahi Zhahir, ala kulli haal silakan download di sini:
    http://www.saaid.net/book/open.php?cat=89&book=176

    Tapi ada juga yg bilang bhw judulnya adalah: Asy Syi’ah wat Tashih, itu yg tulisan Dr. Musa, ini link-nya:
    http://saaid.net/book/open.php?cat=89&book=1940&PHPSESSID=504270d9d8bf3a3d074b9425ecd3dfc8

  31. Ummu mengatakan:

    Subhanallah..betapa hujjah yang sudah kuat dan jelas selalu saja dibantah dengan akal sakit yang menolaknya.
    Semoga Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Menguasai setiap ilmu memberi hidayah kaum muslimin yang tersesat pemahamannya, kaum muslimin yang awam tentang bagaimana Islam sebenarnya dan sejarahnya misalnya saya, dan kaum muslimin yang menolak kebenaran tentang Islam dan seluk beluknya padahal kebenaran itu telah disampaikan kepadanya tapi dia menolaknya / berusaha menyangkalnya dengan susah payah karena dia sudah punya keyakinan lain dalam memori otaknya (mungkin sampai keringatan sekujur tubuhnya dan menahan dag dig dug dijantung saking keselnya dengan kebenaran yang disampaikan orang lain dengan hujjah yang kuat tapi tetap ga mau diterima)…
    Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan dan menambah kefahaman kita semua dalam ilmu diin ini yang benar yang sesuai AlQur’an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat.

  32. Aamin ya Rabb… jazakillaahu khairan atas comment-nya.

  33. mey mengatakan:

    astagfirullah…saya adalah orang sunni juga syiah.tulisan anda tidak baik untuk dibaca.mungkin anda bukan seorang muslim….bisanya menjelekan sesama muslim.bacalah Al qur ,amalkan tentu anda akan tau siapa khomaeni .sunni syiah sama islam

  34. Ya, banyak2lah beristighfar wahai orang bingung… Anda telah meragukan keislamana saya hanya dari satu artikel, picik sekali cara anda menilai, tidakkah anda membaca artikel2 saya yang lain, ataukah fanatisme dan kecintaan Anda thd Khomeini si Antek Yahudi yg Anti islam itu telah membutakan mata & hati Anda?
    Saya tidak memaksa anda untuk baca tulisan saya kok… dan alhamdulillah saya telah berulang kali baca Al Qur’an, makin dibaca makin jelaslah perbedaan antara Sunni dan Syi’ah yg tidak mungkin bisa disatukan, dan makin jelaslah kekafiran dedengkot2 syi’ah macam Khomeini dkk… Anda saja yg bahlul tidak faham ttg syi’ah, jadi ngakunya sunni dan juga syi’ah, mustahil bung antara syirik dan tauhid bisa bertemu… dan mustahil antara ajaran yang menghormati dan memuliakan para sahabat nabi bisa bertemu dengan ajaran yg menganggap mereka sebagai manusia terjahat, terkafir dan munafik!
    Anda bicara pakai ilmu atau hawa nafsu??

  35. Danni Nursalim mengatakan:

    Assalamualaikum Warahmatullah

    Mungkin akan lebih lengkap jika ditambah referensi bukunya Dr. Ali As-Salus yang berjudul Ma’a Al-Itsna Asyriyyah. Beliau adalah orang yang ingin taqrib Sunnah – Syiah, kemudian belajar langsung ke Qum di Iran, melalui kitab-kitab referensi Syiah, beliau menemukan kesesatan Syiah dan mengetahui bahwa Syiah bukanlah Islam. Itu semuanya beliau ungkapkan dalam bukunya yang berjumlah empat jilid.

  36. Alalikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh, syukron atas informasinya.

  37. […] –          70 % rakyat Iran tidak bisa baca-tulis, dan tidak memiliki sarana belajar-mengajar. –          80 %  rakyat Iran masih kekurangan pelayanan medis. –          85 %  kota dan desa kecil di Iran masih memerlukan jalur transportasi yang layak serta pengadaan air, listrik, dan perumahan modern. –          Jumlah pengangguran mencapai 1,5 juta orang dan mereka berkeliaran di jalan-jalan atau hijrah ke negara-negara teluk demi mencari sesuap nasi.[1] […]

  38. […] Yang diramalkan oleh banyak kalangan ialah bahwa Khomeini bersedia memimpin revolusi tanpa berhasrat terhadap kekuasaan, hingga dialah satu-satunya yang dianggap sesuai untuk menyatukan berbagai kelompok politik yang berlainan ideologi tersebut. Apalagi mengingat bahwa Khomeini telah bersumpah demi Allah di hadapan dunia bahwa ia dan kelompoknya tidak menginginkan keuntungan apa-apa dari revolusi tersebut jika berhasil, bahkan mereka menyatakan akan kembali ke madrasah-madrasah dieniyyah mereka di Qum, untuk mengkaji, menulis buku, dan mengajar. Sedangkan rakyat akan diberi kebebasan penuh untuk menentukan pemimpin baru yang mereka sukai.[4] […]

  39. tommi mengatakan:

    @kikiyosua

    Berbelit2 banget sih anda? Diajak diskusi ngeles terus, diminta nulis sumbernya malah nulis sumber yg ga bisa diakses udh gitu kontra dengan apa yg anda ucapkan untuk memilih beribu2 narasumber, ternyata anda malah menyebutkan 1 sumber doang, saya kira anda bakal menyebutkan segambreng, piye sih anda? Lg taqiyyah ya kiki???

  40. […] –          70 % rakyat Iran tidak bisa baca-tulis, dan tidak memiliki sarana belajar-mengajar. –          80 %  rakyat Iran masih kekurangan pelayanan medis. –          85 %  kota dan desa kecil di Iran masih memerlukan jalur transportasi yang layak serta pengadaan air, listrik, dan perumahan modern. –          Jumlah pengangguran mencapai 1,5 juta orang dan mereka berkeliaran di jalan-jalan atau hijrah ke negara-negara teluk demi mencari sesuap nasi.[1] […]

  41. […] Jumlah pengangguran mencapai 1,5 juta orang dan mereka berkeliaran di jalan-jalan atau hijrah ke negara-negara teluk demi mencari sesuap nasi.[1] […]

  42. Tommy mengatakan:

    Assalamu Alaikum.
    dari tulisan ustad ini terkesan menyudutkan suatu kelompok tertentu (syiah) dan dikait-kaitkan dgn musuh kaum muslimin (amerika). Sunni syiah sllu mnjd bahan perdebatan selama ratusan tahun sprt Yesus berperdikat Tuhan bagi nasrani. Saat ini kurg tepat hal itu diperdebatkan, ditengah carut marut kaum muslimin krn tekanan Israel Cs. Saudara2 kita diPalestin dibantai, saudara2 kita dibahrain dibantai, yaman dst anda-anda malah memperkeruh suasana. Debat anda2 tdk akan mmbuat saudara2 kita lepas dr pembantaian, sdh saatx sunni syiah mengesampingkan dulu perbedaan utk mengangkat senjata melawan Zionis Cs. Ingat inti islam adalah 2 kalimat syahadat, siapapun berikrar syahadat dia saudara kita.

  43. Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh…

    Saya bisa memahami pola pikir anda yang menginginkan persatuan umat Islam di seluruh dunia. Itu cita-cita yang luhur, tapi sayangnya tidak mungkin terwujud dalam kenyataan. Mengapa? jangankan antara sunni-syi’ah, antara sesama sunni dan sesama syi’ah saja tidak bersatu. Anda bisa lihat umat islam indonesia yg mayoritas sunni, apakah mereka bersatu? Lihat pula tokoh2 politik di Iran -yg notabene syi’ah semua- yang saling berantem.

    Yang namanya yahudi dari dulu sudah menjadi musuh Islam. Itu bukan hal baru bung… semua orang islam tahu bahwa yahudi itu musuh bebuyutan-nya kaum muslimin. Tapi sedikit sekali yg tahu bagaimana kekejaman syi’ah thd ahlussunnah di Irak, Iran, Bahrain, dan Lebanon. Yang lebih tahu tentang hakikat syi’ah bukan anda yg tinggal di Indonesia, yang di sana syi’ah masih minoritas dan belum punya kekuatan. Ahlussunnah di Irak, Iran, Bahrain, dan Lebanon tahu persis bahwa karakter syi’ah itu selalu bermuka dua… fitnah pun semakin berbahaya ketika Hezbollah mengumumkan perang thd Israel th 2006 lalu. Tapi tahukah anda skenario perang tsb? untuk kepentingan siapa mereka berperang? Untuk islam? Bohong besar itu. Buktinya, ketika Gaza dibombardir Israel th 2009 lalu, mereka (Hezbollah) tidak menembakkan satu roket pun (dari sekitar 12000 roket) yg mereka miliki…. Sebuah tanda tanya besar, MENGAPA??? Anda mungkin tahu jawabannya.
    Inti Islam bukan hanya dua kalimat syahadat. Mereka pun tidak meyakini syahadat sebagaimana yg kita yakini. Bagaimana menurut Anda kalau ada orang yg mengucap syahadat namun menuduh istri Nabi sebagai pezina. Menuduh para sahabat beliau sebagai orang munafik, murtad, dan lebih kafir dari Iblis sekalipun. Lalu mengkafirkan semua orang yg bukan syi’ah… apakah anda menganggap mereka sebagai muslim? Mungkinkah anda (kalau anda seorang sunni sejati) bergandengan tangan dengan mereka?

  44. Aries Muhammad mengatakan:

    Sy telah membaca buku karangan DR. Musa Al Musawi dgn judul “mengapa sy keluar dari Syiah” berukut sedikit informasi yg sy dapatkan tentang penulis mohon tanggapannya :

    Satu bukti untuk saudara saudara bahwa penulis buku tersebut adalah bukan ulama Syi’ah, ia penulis Fiktif. Penulis Buku Lillah Tsumma Lit Târîkh Fiktif

    Seperti yg dikatakan bahwa penulis buku Lillah Tsumma Lit Târîkh adalah Fiktif tidak jelas siapa sebenarnya orang yang memakai nama pinjaman Husain al Musawi (yang kata Tim Penulis Sidogiri telah hengkang dari mazhab Syia’h), tentunya setelah menyaksikan “kebobrokan” mazhab tersebut.

    Banyak bukti yang dapat diajukan untuk apa yang saya katakan, tetapi saya di sini hanya akan mengajak saudara merenungkan bukti di bawah ini, dan dengannya saudara dapat meresapi makna pepatah Arab yang berbunyi:

    Penulis Buku Lillah Tsumma Lit Târîkh Berusia Lebih dari 200 Tahun, Perhatikan dalam halaman 104 dari kitab tersebut, penulisnya berkata, “Dalam kunjungnya saya ke India, kami bertemu dengan Sayyid Daldâr Ali, beliau menghadiahkan kepada saya kitab karangannya Asâs al Ushûl…. “

    Perlu saudara ketahui, bahwa Sayyid Daldâr Ali an-Naqawi adalah seorang ulama besar Syi’ah Imamiyah yang wafat tahun 1235 H./1820 M. demikian disebutkan dalam seluruh buku sejarah yang menyebut data biografi beliau.

    Di sini mari kita asumsikan bahwa penulis buku Lillah Tsumma Lit Târîkh yang mengaku bernama Husain al-Musawi itu ketika bertemu dengan Sayyid Daldâr Ali an-Naqawi masih berusia 15 tahun, berarti ia lahir pada tahun 1085 M.

    Kemudian perhatikan apa yang ia katakana dalam halaman 80 bahwa telah bertemu dengan Sayyid Imam al-Khû’i. ia bercerita, “Karena itu Imam al Khu’I berkata dalam wasiatnya kepada kami ketika beliau berada di ranjang menjelang wafatnya, ketika beliau mewasiatkan kepada kami para kader di Hauzah…. “

    Semua mengetahui bahwa Sayyid al Khu’i wafat pada: 13 Shafar 1413 H/12/8/1992 M.

    Dalam laporan penulis buku tersebut (Husain al Musawi), ia hadir ketika Sayyid al Khu’I memberikan wasiatnya kepada para kader Hauzah.

    Nah sekarang, mari saya ajak sauadara berlatih matematika dengan menjadikan umur penulis buku Lillah Tsumma Lit Târîkh sebagai obyek latihan. Dia lahir tahu 1805 M dan masih hidup sampai zaman Sayyid al-Khu’i yang wafat tahun 1992 M, jadi umur penulis buku Lillah Tsumma Lit Târîkh adalah 187 tahun, itu jika ia mati tahun itu. Adapun kalau ia masih hidup sampai sekarang, tahun 2008 M atau beberapa tahun silam, maka umurnya pasti mendekati 200 tahun dengan hitungan tahun qamariyah.

    Ini baru satu bukti mas…. Makanya saya sangat prihatin ketika Tim Penulis itu sangat membanggakan dan mengandalkan buku murahan garapan anak-anak Wabahi yang gemar takfir itu sebagai buku rujukan!!!!

    Cerita tentang Ayatullah Al-Uzhma Al Burqu’i adalah verita fiktif. Ada beberapa kejanggalan dalam cerita tersebut:

    1. “…Dia adalah Sayyid Abu Fadhl bin Muhammad At Taqiy bin Ali bin Musa Ar Ridha Al Burqu`i….”
    “…Dan Syaikh Al Burqu`i meninggal dunia setelah matinya Khumaini…”
    Muhammad At Taqiy hidup pada abad ke-3 H., sedangkan Imam Khomeini wafat pada abad ke-15 H, jadi ada selisih waktu 12 abad antara Al Burqu’i dengan Imam Khomeini. (1)

    2. Gelar “Sayyid” dan “Syaikh” tidak pernah disandang sekaligus oleh orang yang sama. Tapi Al Burqu’i disebut oleh penulis cerita tersebut kadang-kadang sebagai Sayyid Al Burqu’i kadang-kadang sebagai Syaikh Al Burqu’i. Nampaknya Mamduh Farhan belum mempelajari masalah ini.

    3. Ulama Syi’ah yang begelar “Ayatullah Al Uzhma” sangat sedikit jumlahnya, karen agelar ini hanya bisa diberikan kepada ulama yang telah mencapai kedudukan Marja Taklid. Di zaman Imam Khomeini, ulama yang telah mencapai kedudukan tersebut hanya beberapa orang saja seperti Ayatullah AbulQosim Al-Khu’i, Ayatullah Muhammad Baqir As-Sadr, Ayatullah Syariat Madari, Ayatullah Montazeri dan Imam Khomeini sendiri. Lalu siapa Ayatullah Al Uzhma Sayyid / Syaikh Al Burqu’i ? Dari Hauzah mana gerangan ?
    Nampaknya sang Ayatullah hanya dikenal oleh Ustadz Mamduh seorang.

    lihat
    http://jafarshodiqalpalembani.wordpress.com/2007/09/08/tobatnya-ayatullah-uzma-as-sayyid-abu-al-fadhl-al-burqui/#more-10

    Lanjut lagi… Terus Pernah nda ustadz membaca Buku “Akhirnya kutemuka kebenaran” Karangan Muhammad al-Tijani al-Samawi. kisahnya hampir sama diatas yaitu sebuah perjalanan ruhani (Sunnah ke Syiah) Mohon tanggapannya lagi ustadz… Link Bukunya dlm bentuk PDF dapat diliat disini :

    http://www.google.co.id/#hl=id&source=hp&biw=1280&bih=675&q=akhirnya+kutemuka+kebenaran&aq=o&aqi=&aql=&oq=&fp=b982c502b59c367d

    Mohon Pencerahannya Ustadz….
    Wslm

  45. Aries Muhammad mengatakan:

    Maaf, Link benar untuk DR. Musa Al Musawi rhttp://rifqie24.blogspot.com/2009/01/mengapa-saya-keluar-dari-syiah.html

    Tks
    Wslm

  46. Tanggapan ana: Mengapa kita percayai omongan mereka (syi’ah)? Orang yg meyakini ‘kebohongan’ sebagai sembilan puluh persen bagian agama tidak layak untuk dipercayai omongannya. Ini yg pertama. Yang kedua, anggap saja penulis buku itu fiktif, so what?? Apakah dengan demikian berarti semua yg ditulisnya batil? Kebatilan syi’ah tidak akan terhapus dengan satu atau dua buku yg ‘berhasil’ mereka nafikan keotentikannya, yg membongkar kebobrokan mereka… Anda harus tahu, bahwa resiko yg dihadapi oleh tokoh syi’ah yg keluar dari ‘agamanya’ adalah hukuman mati dengan cara yg paling keji dan biadab. Jadi wajar saja jika orang-orang spt itu menggunakan nama samaran. Lagi pula buku terjemahan tidak bisa dipakai sebagai tolok ukur, karena kemungkinan terjadi salah penerjemahan besar sekali.
    Adapun Muhammad at Tijani, mestinya dia mengatakan: “Akhirnya kutemukan kesesatan”, bukan ‘Kebenaran’. Sudah terbukti bolak balik kecurangannya dalam buku tsb, dan sudah dibongkar di hadapan jutaan penonton oleh Syaikh Utsman al Khamis dll.

  47. Aries Muhammad mengatakan:

    Makasih byk Ustadz atas tanggapannya… dan Mohon Maaf sebelumnya.. Tanggapan ustazd kurang bs sy Pahami :

    1. Kalau penjelasan seperti yg Ustadz jelaskan di atas sulit untuk di jadikan dasar untuk membantah mereka, mksud sy ada tidak data atau informasi yg membuktikan Bhw penulis memang ada. Karna setelah sy teliti hal2 yg ada dlm buku karangan DR. Musa Al Musawi salah satunya Spt penulis katakan pernah bertemu dgn ulama syiah di india Sayyid Daldâr Ali an-Naqawi, Infomasi yg sy dptkan ulama tersebut telah lama meninggal yaitu sekitar thn 1820 M (spt informasi diatas)
    JAWAB: SAYA TIDAK MENYEBUTKAN BUKU TSB SEBAGAI REFERENSI SAYA, DAN PENULISNYA ADALAH HUSEIN AL MUSAWI, BUKAN DR. MUSA AL-MUSAWI. SO, WHERE’S THE RELATION?

    2. Kalo memang penulis adalah Fiktif (DR. Musa Al Musawi) dan mengarang sebuah cerita artinya kitalah yg telah melakukan kebohongan bukan mereka. Tujuan sebaik apapun ketika dilakukan dgn cr yg salah tetap itu bkn kebaikan… Dan Rosul SAW juga tdk pernah membenarkan hal demikian dan sejarahpun tdk pernah mencatat Rosul melakukan cara demikian (Bid’ah).
    JAWABAN: YG ANTUM TANYAKAN SESUNGGUHNYA ADALAH HUSEIN AL-MUSAWI, BUKAN DR. MUSA AL MUSAWI. YG NULIS BUKU ITU BUKAN MUSA AL MUSAWI.

    3. Klo Ustazd mengatakan “Buku terjemahan” tidak bisa di jadikan tolak ukur, berarti buku berjudul “Mengapa sy keluar dari syiah Karangan DR. Musa Al Musawi” juga tdk bs di jadikan sebagai tolak ukur kebenaran krn buku itu juga adalah buku terjemahan…
    SEMUA REFERENSI SAYA DARI BAHASA ARAB, BUKAN DARI BAHASA TERJEMAHAN.

    4. Mengenai buku “akhirnya ku temukan kebenaran karangan Muhammad at Tijani, Dalil2 Alqur’an dan Hadist (teruma hadist2nya) bukan dr golongan mereka (hadist syiah) namun hadist shahih yg sebagian besar ulama Islam kita di penjuru dunia menerimanya Spt Shahih Bokhari dan Muslim. Kalaupun hadist2 yg di gunakan itu adalah hadist2 dr golongan mereka mungkin sy tdk akan sedikitpun mempertanyakan buku itu lagi. Apakah Ustadz pernah membacanya..? Coba perhatikan catatan Ayat dan hadistnya Ustadz..
    JAWABAN: KALAU DIA MENERIMA AL QUR’AN DAN SHAHIHAIN SEBAGAI SUMBER AJARAN AGAMA DAN DIA TETAP SYI’AH, BERARTI AKALNYA SUDAH TIDAK JALAN LAGI. TAPI KALAU DIA HANYA MENGAMBIL YG SESUAI DENGAN HAWA NAFSUNYA SAJA, LALU MENUTUP MATA DARI YANG LAINNYA, MAKA ITULAH CARA LAMA AHLUL BIDA’ WAL AHWA’.

    5. Mengenai “Syaikh Utsman al Khamis dll” yg ustadz katakan telah membuktikan kesalahan buku tersebut, bgmana dan dimana sy bs mendapatkannya?
    JAWABAN: SILAKAN DOWNLOAD BUKU BELIAU DI SINI. ATAU BISA JUGA SAKSIKAN DEBAT TERBUKA BELIAU DENGAN SI TIJANI, DI SINI. INI SALAH SATU SERINYA, MASIH ADA BANYAK SERI LAINNYA YG BISA ANTUM SAKSIKAN.

    Mksh ustadz,
    Wslm

  48. Aries Muhammad mengatakan:

    Makasih atas tanggapannya Ustadz

    1. SAYA TIDAK MENYEBUTKAN BUKU TSB SEBAGAI REFERENSI SAYA, DAN PENULISNYA ADALAH HUSEIN AL MUSAWI, BUKAN DR. MUSA AL-MUSAWI. SO, WHERE’S THE RELATION? dan YG ANTUM TANYAKAN SESUNGGUHNYA ADALAH HUSEIN AL-MUSAWI, BUKAN DR. MUSA AL MUSAWI. YG NULIS BUKU ITU BUKAN MUSA AL MUSAWI.

    – Maaf yg sy mksd juga adalah adalah Sayyid Husain Al-Musawi, bkn DR. Musa Al Musawi. Namun inti dr pertanyaan sy adalah.. apakah benar penulis itu ada?, krn dari sekian byk (bahkan pengunjung Blog ini) Kaum muslimin menggunakan refrensi tersebut dlm menyalahkan syiah, dan ustadz juga (dr apa yg sy perhatikan di blog ini) seolah mendukung pernyataan tersebut meskipun sekarang Ustazd kelarifikasi bahwa Ustdz tdk pernah menggunakan refrensi buku tsb tanpa mengatakan kepada pengunjung ketika pengunjung menukil buku tersebut utk menyalahkan syiah. Mudah2n bkn krn Ustdz sebenarnya sdh mengetahui bahwa buku itu Fiktif, namun krn isi buku itu tdk pro dgn Syiah sehingga Ustadz membiarkannya. Bukankah itu akan lebih meyakinkan mereka dan membuktikan kepada mereka (ketika Syiah mampu membuktikan buku itu fiktif) bahwa kita adalah org bodoh yg mudah dipropokasi dgn buku fiktif, tanpa menelitinya lebih dalam (menelannya mentah mentah).
    JAWAB: TERUS TERANG, KEFIKTIFAN PENULIS BUKU TSB -KALAU MEMANG BENAR- BARU SAYA DENGAR DARI ANDA. DAN MASIH BANYAK PRO DAN KONTRA. SALAH SATUNYA BISA ANDA BACA DI SINI.

    2. SEMUA REFERENSI SAYA DARI BAHASA ARAB, BUKAN DARI BAHASA TERJEMAHAN.
    – Pertanyaan sy… apakah Alqur’an itu adalah Bahasa Arab? bagaimana dengan terjemahan Alqur’an yang di terjemahkan kedalam bahasa Arab…?
    PERTANYAAN YG ANEH… AL QUR’AN JELAS-JELAS BERBAHASA ARAB. TERJEMAHAN AL QUR’AN BUKANLAH AL QUR’AN BI IJMA’IL MUSLIMIN. MESKIPUN MAKNANYA TETAP HARUS KITA IMANI DAN AMALKAN, NAMUN IA (TERJEMAHAN) TIDAK DIHUKUMI SEBAGAI AL QUR’AN DAN TIDAK BOLEH DINISBATKAN KEPADA ALLAH. TERJEMAHAN ADALAH UCAPAN MANUSIA YANG MENGARTIKAN MAKNA DARI KALAMULLAH, BUKAN KALAMULLAH ITU SENDIRI.

    3. KALAU DIA MENERIMA AL QUR’AN DAN SHAHIHAIN SEBAGAI SUMBER AJARAN AGAMA DAN DIA TETAP SYI’AH, BERARTI AKALNYA SUDAH TIDAK JALAN LAGI. TAPI KALAU DIA HANYA MENGAMBIL YG SESUAI DENGAN HAWA NAFSUNYA SAJA, LALU MENUTUP MATA DARI YANG LAINNYA, MAKA ITULAH CARA LAMA AHLUL BIDA’ WAL AHWA’. :

    – “MENGAMBIL YG SESUAI DENGAN HAWA NAFSUNYA SAJA” Sangat Abstrak Ustadz pernyataan demikian.. Seperti apa gambaran atau alur atau metode hal tersebut….? Bisa sj mereka berbalik bahwa mengatakan kita juga “MENGAMBIL YG SESUAI DENGAN HAWA NAFSUNYA SAJA” karn itu tadi (sangat abstrak). Bahkan menurut sy itu adalah bahasa2 ketidak mampuan kita menghadapi mereka (minta maaf) sehingga mengeluarkan bahasa2 yg sangat Abstrak (tdk memiliki tolak ukur) dan tidak membuktikan apa2 terhadap kesalahan mereka.
    JAWAB: DLM SHAHIHAIN TERDAPAT PULUHAN BAHKAN RATUSAN HADITS YANG MENETAPKAN KEADILAN PARA SAHABAT, PUJIAN ALLAH DAN RASULNYA THD MEREKA, KESUCIAN AISYAH, PENGHARAMAN NIKAH MUT’AH, KEUTAMAAN ABU BAKAR, UMAR, DAN UTSMAN DI ATAS ALI. KECINTAAN ALI DAN AHLI BAITNYA KEPADA PARA SAHABAT, TERUTAMA ABU BAKAR DAN UMAR… DAN SEABREK DALIL LAIN YG BERTOLAK BELAKANG DGN AKIDAH SYI’AH.
    SALAH SATU BUKTI BAHWA MEREKA MENGAMBIL YG SESUAI DENGAN HAWA NAFSU MEREKA SAJA IALAH BHW IMAM MUSLIM MERIWAYATKAN DLM SHAHIHNYA (KITAB NIKAH, BAB NIKAH MUT’AH, NO 1407), DARI ALI BIN ABI THALIB SBB:
    عن علي أن النبي صلى الله عليه و سلم نهى عن نكاح المتعة يوم خيبر وعن لحوم الحمر الأهلية
    BAHWASANYA NABI MELARANG NIKAH MUT’AH PADA HARI KHAIBAR, DEMIKIAN PULA DAGING KELEDAI JINAK. (ANDA TENTU TAHU BAGAIMANA

    – Sy kurang paham dengan pernyataan Ustazd ini.. “LALU MENUTUP MATA DARI YANG LAINNYA,MAKA ITULAH CARA LAMA AHLUL BIDA’ WAL AHWA’ ”
    Apakah yg ustazd maksud lainnya adalah Nash2 yg lain? bukankah Nash dlm buku itu merupakan Nash2 yg kita sepakati dan tak satupun mereka gunakan Nash yg kita tdk sepakati.? Dalam metedologi sebuah diskusi dan yang lainnya kita harus memiliki ada landasan yg disepakati bersama dan tdk boleh keluar dari itu.. Contoh ketika kita berdialog dgn saudara kita dr Nasrani, kemudian kita menggunakan kitab Alqur’an sbg dasar dan mereka juga menggunakan kitab Injil sebgai dasar apakah perdebatannya akan membuahkan hasil. Sy berangapan itu adalah perbuatan sia2… (semua akan merasa benar). Justru saya menganggap mereka sangat hebat dan kita lemah dengan itu, karna justru dengan Nash mereka menggunakan Nash2 yg kita sepakati bersama (tdk dengan Nash mereka yg tdk kita tahu) untuk membenarkan apa yg mereka yakini. hanya ada dua kemungkinan.. apakah karna kita lemah terhadap membuktikan kesalahan mereka… ataukah (minta maaf) mereka memang benar… Wallahu Alam…
    SAYA TANYA KEPADA ANDA: APAKAH ANDA MENERIMA SEMUA NASH DALAM SHAHIHAIN DAN MEYAKINI KEBENARANNYA? ATAU HANYA SEBAGIAN SAJA YG SESUAI PENAFSIRAN SYI’AH ANDA? PERDEBATAN INI TIDAK ADA GUNANYA DAN TIDAK AKAN SAYA LANJUTKAN SEBELUM ANDA MENJAWAB PERTANYAAN INI.

    Wslm,

  49. Aries Muhammad mengatakan:

    Makasih untuk kesekian kalinya Ustadz….

    1. Ya klopun ternyata buku itu masih pro dan kontra artinya sulit untuk dijadikan dasar… Krn sy amat kasihan dengan mereka2… setelah membaca buku tersebut… apa lg pernyataan-pernyataan “kasar” yg menghalalkan darah mereka.. setelah membaca buku tersebut.. Dan sy beranggapan itu sangat tidak Islami (bukan ajaran Nabi, Saw)

    2. Artinyakan Al Qur’an juga harus di terjemahkan untuk di pahami. Saya cuman mau mengatakan apakah ketika anda mengambilnya dari bahasa arab (bukan terjemahan selain bhs arab) apakah sdh menjamin kebenaran kita sesuai pernyataan Ustadz “buku terjemahan tidak bisa dipakai sebagai tolok ukur dan SEMUA REFERENSI SAYA DARI BAHASA ARAB, BUKAN DARI BAHASA TERJEMAHAN.”

    3. SAYA TANYA KEPADA ANDA: APAKAH ANDA MENERIMA SEMUA NASH DALAM SHAHIHAIN DAN MEYAKINI KEBENARANNYA? ATAU HANYA SEBAGIAN SAJA YG SESUAI PENAFSIRAN SYI’AH ANDA? PERDEBATAN INI TIDAK ADA GUNANYA DAN TIDAK AKAN SAYA LANJUTKAN SEBELUM ANDA MENJAWAB PERTANYAAN INI.

    – Pertanyaan sy… Apakah Nash dlm kitab-kitab yg kita terima tidak ada yg saling bertentangan? di bab lain memujinya namun di bab lainnya lagi tdk demikian… kan aneh.. yang mana yg harus sy ikuti…? apakah kesemuanya benar….? Mustahil ketika ada 2 hal yg kontradiktif kesemuanya benar atau kesemuanya salah.. Pasti satu benar dan satunya lg salah…

    JAWAB: TIDAK ADA YG BERTENTANGAN BILA DIFAHAMI SESUAI PEMAHAMAN AHLUSSUNNAH. KALAU ANDA MENGANGGAP ADA YG BERTENTANGAN, MAKA ANDALAH YG TIDAK BISA MEMAHAMI DENGAN BAIK DAN BENAR.

    – Ya jd dgn alsan diatas sy menyimpulkan tidak semua Kitab yg kita anggap Shahih isinya juga Shahih (krn saling bertentangan) dan kalaupun anda menghukumi sy SYI’AH dgn sy beranggapan demikian ya sy kurang paham.

    – Dan apa salahnya sy meragukannya (kecuali Alquran)? apakah ada Ayat yg menjamin semua kesahihannya…? toh yg meriwayatkannya (mulut ke mulut) dan mengsahihkannya (ulama) juga adalah manusia yang tidak luput dari kesalahan…
    JAWAB: MAN TAKALLAMA FI GHAIRI FANNIHI ATA BIL ‘AJA-IB. ANDA INI AWAM SEKALI DLM ILMU HADITS RUPANYA, JADI PAKAI AKAL-AKALAN SAJA UNTUK MERAGUKAN KEABSAHAN HADITS-HADITS DLM SHAHIHAIN, DENGAN DALIH BAHWA YG MERIWAYATKAN DARI MULUT KE MULUT ADALAH MANUSIA YG TIDAK LUPUT DARI KESALAHAN.
    SAYA TANYA: KALAU ANDA MENGELUH SAKIT LALU PERIKSA KE DOKTER, APAKAH ANDA AKAN MENYIKAPI PERKATAAN PAK DOKTER DENGAN CARA YG SAMA: “AH, SAYA GA’ PERCAYA KALAU DOKTER BILANG BHW SAYA KENA SAKIT MAAG, KAN DOKTER BISA KELIRU ?” PADAHAL ANDA BUKAN DOKTER DAN TIDAK MEMAHAMI MASALAH INI SAMA SEKALI. ATAUKAH ANDA MENGUTAMAKAN DUGAAN KUAT ANDA BAHWA MESKIPUN DOKTER BISA KELIRU, TAPI IA LEBIH BANYAK BENARNYA DARI PADA KELIRUNYA, SEHINGGA PERKATAANNYA LEBIH PANTAS UNTUK DIPERCAYAI SELAMA TIDAK TERBUKTI IA KELIRU. ARTINYA, SECARA ILMIAH ANDA TIDAK BERHAK MERAGUKAN PERKATAAN SI DOKTER HANYA KARENA ADANYA KEMUNGKINAN DIA BISA KELIRU. DEMIKIAN PULA DALAM MENYIKAPI HADITS NABI YG TELAH DITELITI OLEH PAKAR DAN HUFFAZHUL HADITS -INI BUKAN GELAR SEMBARANGAN LHO-. IMAM BUKHARI DAN MUSLIM YG HAFAL DI LUAR KEPALA THD RATUSAN RIBU JALUR HADITS TELAH MENELITI DENGAN SEKSAMA, DAN SELAMA BELASAN TAHUN, UNTUK KEMUDIAN MENCANTUMKAN YANG TERBAIK DARI YG MEREKA HAFAL DALAM SHAHIHAIN MEREKA.
    KALAULAH PEMIKIRAN ANDA DITERAPKAN PADA HASIL-HASIL PENELITIAN YG ADA DI SELURUH DISIPLIN ILMU, NISCAYA KITA AKAN MERAGUKAN SEMUANYA… KARENA SEMUANYA BISA BENAR BISA SALAH. INI JELAS MERUPAKAN KELANCANGAN ILMIAH DAN SESUATU YG TIDAK BOLEH DIBIARKAN.

    Kalaupun Ustazd ingin menutup diskusi ini, sy hanya ingin berpesan… sudahilah saling menyalahkan antar umat beragama… klopun dia berbeda pendapat dgn kita..terimalah itu sebagai rahmat… tidak usahlah saling mengkafirkan.. apa lg menghalalkan darah mereka… Nauzubillah….

    SEMOGA ALLAH MEMBERI ANDA HIDAYAH, HANYA ORANG TERTIPU YG MENGATAKAN DEMIKIAN. DARI DULU YG NAMANYA KEBATILAN DAN KEBENARAN TIDAK MUNGKIN DIPERTEMUKAN DAN AKAN SENANTIASA BERPERANG. ORANG YG KAFIR HARUS DINYATAKAN SEBAGAI KAFIR, DAN ORANG YG HALAL DARAHNYA HARUS DINYATAKAN HALAL DARAHNYA. BAIK ANDA SUKA MAUPUN TAK SUKA.

  50. abu jufri mengatakan:

    @Abu hudzaifah
    assalamualikum
    @Aries Muhammad
    mas.. mas… ana mau tanya dikit aja yah.. ente tau akidah syiah?? n pertanyaan point wajib dijawab y: apakah keluarga, saudari, anak perempuan, ibu, bibi, isteri ente mau di mut’ah (jadi pelacur dalam beberapa menit/jam/hari) dengan orang yg beragama SYIAH? kalo ente udah berakal sehat maka jawablah dngan benar…? belajarlah dahulu dan berilmulah dahulu baru bicara jgn koar2 ngomongin orang “SEMOGA ALLAH MEMBERI ANDA HIDAYAH,”<===== kalimat do'a tapi yg dimaksud tidak lain meremehkan dan adalah tanda penulis bloq ini belum dapat hidayah "bagi ente". jawab ajelah pertanyaan ane td, baru bilang syiah itu temen ente…

  51. Ya akhi abu jufri, syukron atas komentarnya… yg mengatakan “SEMOGA ALLAH MEMBERI ANDA HIDAYAH” adalah ana, bukan si Aries. Baarakallaahu fiik.

  52. […] –          Jumlah pengangguran mencapai 1,5 juta orang dan mereka berkeliaran di jalan-jalan atau hijrah ke negara-negara teluk demi mencari sesuap nasi.[1] […]

  53. Aries Muhammad mengatakan:

    Makasih Ustadz masih ditanggapi :

    Cuman ada perkara lagi…. Kalaupun tanggapan Ustazd demikian terhadap Hadist – Hadist Shahih maka akan timbul kesimpulan Spt ini :

    1. Saya ragu klo ustas pernah membaca Ustdz pernah membaca semua hadist shahih Bhuhari dan Muslim.. dan sy berkesimpulan anda hanya membaca tulisan2 tentang Hadist tanpa pernah membacanya sendiri. Jelas-jelas isinya bertentangan. Dan bahkan ada hadist yg jelas2 bertentangan dengan Alqur’an, berikut salah satu contohnya :

    – Shahih Bukhori jil. 1 hal. 52

    Ketika seorang sahabat bertanya kepadanya Umar. ra : “Ya Amir al-Mukminin, aku kini berjunub tetapi tidak kujumpai air, bagaimana hukumnya?”… Umar menjawab: “Tidak perlu shalat!”

    – Bertentangan dengan QS. Al Maidah [5] : 6

    “Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih) sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”.

    – YANG MANA SY HARUS IKUTI? APAKAH ALQUR’AN ATAUKAH HADIST YG USTADZ SEBUT ISINYA TIDAK DI RAGUKAN SEDIKITPUN?
    ———————————–
    Jawab:
    1-Saya tegaskan sekali lagi: TIDAK ADA PERTENTANGAN ANTARA HADITS SHAHIH DAN AL QUR’AN, KARENA KEDUANYA ADALAH WAHYU YG BERASAL DARI ALLAH DAN DITURUNKAN KEPADA NABI-NYA. Kalau ada pihak yg menganggap ada kontradiksi, maka hendaklah ia menuduh dirinya terlebih dahulu… apalagi kalau dia hanya orang awam. Maka PASTI yg salah adalah caranya memahami hadits tsb. MAKLUMLAH ORANG AWAM, tidak tahu ilmu hadits, tidak tahu nasikh-mansukh, mutlak-muqayyad, ‘aam-khaash, dll kok mau mengkritisi shahihain dgn berbekal ‘akal tidak sehat’-nya?? Ucapan ini saya tujukan kepada siapa saja yg lancang thd syari’at, baik sengaja maupun tidak sengaja.
    2-Terlepas apakah anda itu syi’ah atau bukan, kalaupun anda bersikeras menganggap adanya pertentangan antara hadits2 dlm shahihain dgn al-qur’an menurut keyakinan ahlussunnah; maka ketahuilah bahwa pertentangan yg terdapat dlm keyakinan syi’ah dgn al-qur’an dan sunnah jumlahnya puluhan kali lebih banyak; dan persamaan antara syi’ah dengan yahudi lebih banyak daripada persamaannya dengan islam. Bahkan ada sebuah thesis master yg khusus mengumpulkan persamaan antara ajaran syi’ah dgn yahudi, yg dinukil dari kitab-kitab syi’ah itu sendiri. Coba anda baca (kalau anda faham bahasa arab) di sini. Saya yakin bhw anda belum pernah baca buku ini… mudah2an anda tertarik untuk membaca kalau memang anda seorang pencari kebenaran.
    3-Dalam diskusi ilmiah, jika anda menukil dari shahih bukhari atau shahih muslim dan anda tidak menyertakan teks arabnya, namun sekedar menulis hasil ‘terjemahan’ dari penerjemah yg misterius… tentu validitas dalil seperti ini sangat diragukan. Jadi, mohon sertakan teks arabnya dlm shahih Bukhari dan jangan sekedar mencantumkan jilid dan halaman, karena cetakan Shahih Bukari sangat banyak… ataukah Anda sekedar copy paste?? Ini aturan main saya dlm diskusi. Ikuti saja atau tidak usah komentar. من اهتدى فإنما يهتدي لنفسه ومن ضل فإنما يضل عليها
    —————————————-
    anda menulis:

    2. Dengan mengatakan bahwa Para Ulama yg meriwayatkan hadist tersebut (bukhari dan Muslim) tidak mungkin melakukan kesalahan sama halnya ANDA TELAH BERPAHAMAN BAHWA MEREKA ITU MAKSUM… Apakah benar (bukhari dan Muslim) MAKSUM..? APAKAH ADA AYAT YG MEMBENARKAN KEMAKSUMANNYA…? Klo tdk ada ayat yg mengatakan demikian artinya mereka JG sm dgn manuasia yg lainnya.. yg Kemungkinan akan salah pasti ada.. jd wajatr klo sy beranggapan klo tidak semua hadist yg diriwayatkannya benar merupakan ajaran nabi.. karna bisa saja terjadi distorsi…
    —————————————–
    Jawab: Ahlussunnah tidak pernah meyakini ada orang yg ma’sum selain para Nabi dan Rasul. Saya pun demikian, dan saya TIDAK PERNAH mengatakan bhw para ulama itu tidak pernah melakukan kesalahan. Ini bukti bahwa pemahaman anda thd ucapan saya -yg notabene dgn bahasa Indonesia saja- telah menyimpang demikian jauh; apalagi jika anda mencoba memahami nash-nash Al Qur’an dan Sunnah yg berbahasa arab; pasti lebih mengerikan lagi hasilnya !!
    YG MA’SUM ITU RASULULLAH BUNG… ALIAS PERKATAAN, PERBUATAN, DAN PERSETUJUAN BELIAU… DAN ITU SEMUA TERMASUK DLM PENGERTIAN ‘HADITS’ ATAU ‘SUNNAH’. nah, untuk mengetahui mana sunnah yg shahih, mana yg hasan, dan mana yg dha’if kemudian menentukan apakah hadits A bertentangan dengan hadits B atau dengan ayat C; tentu tidak sekedar pakai logika… sebagaimana jika Anda ingin belajar fisika dan biologi, Anda tidak bisa sekedar pakai logika. Anda harus belajar sesuai dengan kaidah2 yg dirumuskan oleh para fisikawan dan ahli biologi. Sudah ada rumus2 baku dan tetapan-tetapan tertentu yg disepakati oleh semua pakar di bidang masing-masing. Yang keluar dari rumus-rumus baku dan tetapan-tetapan tsb adalah orang ‘sesat’ menurut ilmu tsb. Demikian pula ketika seseorang hendak memahami hadits Nabi… jadi, Anda harus menguasai ilmu hadits dengan seluruh cabangnya terlebih dahulu sebelum berkomentar ttg hadits, apalagi bila menuduhnya bertentangan dengan ayat Al Qur’an. Kalau tidak bisa, ya diamlah dan ikutilah pemahaman para ulama hadits ahlussunnah wal jama’ah, karena merekalah yg membukukan hadits-hadits Nabi, dan mereka lebih faham terhadapnya dari siapa pun juga (bukankah demikian logikanya?).
    Makin banyak Anda ‘berceloteh’, makin nampak kebodohan dan kesalahan Anda…
    —————————————–
    anda menulis:

    3. Sy sangat sepakat Ustadz bahwa Nasihat Dokter ketika kita sakit lebih banyak mudaratnya [? TANGGAPAN SAYA; COBA ANDA RENUNGI KALIMAT ANDA BARUSAN].. (Sama seperti Para Periwayat hadist (Bukhari dan Muslim)) tapi apakah salah kalau sy mengatakan tidak semua apa yg disarankan Dokter itu benar… karna kenyataannya ada juga yg salah…? Sy rasa ustadz juga pernah mendengar (meskipun sedikit) kalau ada Dokter yg salah dlm melakukan diagnosa.. (mereka juga manusia yg bisa salah, tdk MAKSUM)
    —————————————–
    Jawab: Dokter sekedar permisalan, intinya ialah seseorang tidak bisa menyalahkan suatu teori ilmiah -dlm bidang apapun- kecuali bila ia orang yg diakui keilmuannya di bidang itu, dan telah membuktikan kesalahan teori tsb secara ilmiah pula; dan pembuktiannya diterima oleh para ulama. Dlm ilmu hadits, teori yg berlaku adalah bahwa semua hadits dlm shahihain diakui keshahihannya oleh para ulama dan kaum muslimin secara umum (adapun syi’ah dan ahli bid’ah, maka persetujuan maupun peselisihan mereka thd ahlussunnah tidak ada pengaruhnya sama sekali). Hadits-hadits dlm shahihain tadi diyakini sebagai perkataan/perbuatan/persetujuan Rasulullah; kecuali beberapa gelintir hadits tertentu yg diperselisihkan keabsahannya, dan hadits-hadits tsb telah dibahas satu-persatu dan diketahui bagaimana statusnya. Ini tidak berarti bahwa Imam Bukhari dan Muslim adalah ma’sum, karena beliau-beliau sekedar mengumpulkan, bukan menciptakan hadits tsb. Beliau-beliau hanya menyeleksi mana dari sekian ratus ribu jalur periwayatan yg paling shahih untuk dicantumkan dlm shahihain, dan mereka adalah orang yg sangat-sangat-sangat ahli dan kapabel di bidang ini. Jadi, hanya orang tidak waras-lah yg meragukan hasil penelitian mereka karena kritikan orang-orang awam seperti anda. Kenapa Anda tidak mengritik rumusnya Albert Einstein yg terkenal itu? Toh dia kan tidak ma’sum? Kenapa Anda tidak mengritik teori-teori ilmiah lain yg demikian banyak?? Apa Anda hanya berani mengritik shahihain?? Silakan Anda jawab sendiri…
    —————————————–
    anda menulis:

    @ ABU JUFRI :

    Makasih Mas atas nasehatnya… sy memang msh perlu banyak belajar dan Mari kita sama2 belajar dan Semoga KITA SEMUA mendapat hidayahNya….

    Terserah Mas kalau Mas mengatakan sy ini Syiah.. Mengenai Mut’ah sy jg kurang Faham Mas.. jd sy tdk bisa mengatakan Mut’ah itu benar atau slh.. sy cmn akan mengatakan hanya terkusus buat mas… Tidak seperti itu mas… tidak mungkin sesimple seperti apa yg Mas tuduhkan (Zina), kalau sesimple dan sejelas seperti yg Mas tuduhkan, mngkin tak ada satupun saudara kita yg akan bermazhab spt mereka.

    sy coba mengangkat sebuah cerita kisah pribadi sy ketika sy menanyakan ke perempuan2 apakah mereka “SIAP DIPOLIGAMI” ada yg Ridho tp ada pula yg tdk Iklash.. namun jwaban yg sangat berkesan buatku adalah Jawaban yg mengatakan “Sy tidak bisa menolak menolak itu, karna menolak satu Syariat dlm islam sm dgn menolak keseluruhan Islam namun sy hanya bisa mengatakan bahwa sy belum sanggup menjalininya”.

    Mengenai MUT’AH, mari kita sama2 pelajari, (namun seruan “pelajari” di atas bkn berarti itu benar…) sy hanya tdk ingin menolaknya ataukah membenarkannya ketika sy tdk memiliki pengetahuan didalamnya.. sy hanya tdk ingin dikategorikan menolak SYARIAT dlm cerita diatas krn sy blum mempelajarinya hingga sampai pada tahap keyakinan (salah atau benar) Apa lg sy pernah membaca sebuah hadist yg mengatakan kalau MUT’AH pernah dibolehkan dalam Syariat kemudian dilarang… yaa cuman aneh sj.. Masa sih ada syariat spt itu pernah halal dan kemudian Haram… dan mustahil Rosul SAW pernah berpandangan spt itu… sama sj mengatakan Rosul salah dlm mengajarkan Syariat kemudian merevisinya… (makanya sy tertarik mempelajarinya)

    SY CUMAN BS BERPESAN SAMA SEPERTI KETIKA SY MENGUNJUNGI BLOG2 SYIAH.. “SUDAHILAH PERTIKAIAN ANTARA SESAMA MUSLIM… SUDAHILAH SALING MENGKAFIRKAN… MEREKA ITU MASIH SAUDARA KITA…”

    WSLM
    ———————————————
    Tanggapan saya thd pesan Anda di atas ialah sebagaimana tanggapan Amirul Mukminin wa Imamul Muslimin, Imam Ahlussunnah wal Jama’ah, wa Afdhalus shahaabah ba’da Abi Bakr, Umar, wa Utsman. Yaitu Ali Bin Abi Thalib, ketika mendengar perkataan kaum khawarij yg menolak tahkim. Mereka mengatakan: إن الحكم إلا لله (Yang berhak menentukan hukum hanyalah Allah). Ini memang ayat Al Qur’an yg haq, namun apa tanggapan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu ‘anhu? Beliau mengatakan: KALIMATU HAQQIN, URIIDA BIHAL BAATHIL !! (Perkataan benar namun maksudnya batil).

  54. Tommi mengatakan:

    Assalamu’alaikum,

    @mas aries muhammad,

    Quote : “SY CUMAN BS BERPESAN SAMA SEPERTI KETIKA SY MENGUNJUNGI BLOG2 SYIAH.. “SUDAHILAH PERTIKAIAN ANTARA SESAMA MUSLIM… SUDAHILAH SALING MENGKAFIRKAN… MEREKA ITU MASIH SAUDARA KITA…”

    Begini mas, permasalahannya tidak sesederhana “sudahilah pertikaian, sudahilah permusuhan, mereka masih saudara kita sesama muslim”. Kalo mas aries rajin meneliti literatur2 syi’ah baik yg dikarang oleh ulama2 sunni maupun ulama2 syi’ah sendiri, mas aries tentu akan tahu perbedaan sunni dengan mereka tidak sekedar perbedaan antar madzhab spt misalnya perbedaan antar madzhab syafi’i dengan maliki. Mereka sudah berbeda ushul (fondasi) dengan kita.

    Afwan mas, klo kemudian saya ingin bertanya pd anda. Anda pernah berkata ketika mengunjungi blog2 syi’ah : “SUDAHILAH PERTIKAIAN ANTARA SESAMA MUSLIM” kepada mereka. Sudahkan anda mengatakan juga, “SUDAHILAH PENGHINAAN KALIAN TERHADAP SAHABAT2 NABI, SUDAHILAH PENGKAFIRAN KALIAN TERHADAP ABU BAKAR, UMAR DAN UTSMAN, MUAWIYAH, ABU SUFYAN DLL, SUDAHILAH PENGHINAAN KALIAN TERHADAP UMMUL MUKMININ AISYAH DAN ISTRI2 NABI YG LAIN, SUDAHILAH PERMASALAHAN FADAK, TERBUNUHNYA HUSEIN, GHADIR KHUM, AHLUL KISA DLL yg mana mereka menafsirkan sesuai dengan hawa nafsu mereka sendiri, dan bahkan sampai skrg ketika anda berkata SUDAHILAH PERSELISIHAN, mereka masih saja mengeluarkan artikel2 bejat mereka yg sangat keterlaluan menghujat para sahabat Nabi, bahkan mereka dengan sangat terangnya membuat kedustaan bahwa Ibnu Taimiyah membenci Ali. Coba anda lihat blog2 macam abu salafy, secondprince, jakfari, syiahali dll. Persatuan macam itukah yg anda inginkan? Persatuan diatas penghujatan terhadap sahabat Nabi dan diatas kedustaan terhadap ulama2 ahlussunnah???? Maaf mas, kami sbg sunni tidak tahan jika para panutan kami (yaitu para sahabat) dihujat sedemikian, dan adalah kami merasa wajib untuk membela mereka jika mereka dihujat karena itulah aqidah kami yg telah disepakati dan ijma oleh para ulama ahlussunnah bahwa menghujat para sahabat adalah kekafiran. Anda mungkin bertanya, bagaimana mungkin menghujat sahabat adalah kekafiran, sampe segitunya? coba anda baca kitab i’tiqod ibnu abi hatim, aqidah ath-thawiyah, ushulus sunnah-nya imam Ahmad, lalu klo sempat baca syarah2nya oleh para ulama ahlussunnah belakangan. Semoga anda mengerti latar belakang mengapa para ulama mengkafirkan syi’ah rafidhah dan mengeluarkan mereka dari lingkup islam.

    Terakhir, saya juga ingin berpesan pada anda. Pelajarilah islam ini secara mendalam. Saya melihat komentar2 anda dari awal, anda org yg sangat awam terhadap islam bahkan anda keheranan terhadap perkara mut’ah yg dulu sempat dibolehkan lalu kemudian diharamkan selama2nya sampai2 anda punya pikiran Rasulullah salah dalam mengajarkan syari’at (na’udzubillah). Saya sarankan dari skrg, mulai detik ini ubah pola berpikir anda terhadap syari’at. Jika anda tidak tahu tentang sesuatu, tanya, tanya dan tanya pada yg lebih tahu, jgnlah membuat kesimpulan sendiri yg berdasarkan pada zhann (prasangka). Allah Ta’ala menyuruh kita untuk menjauhi segala macam bentuk prasangka, baca QS Al Hujurat ayat 12. Sudah banyak kajian2 ahlussunnah yg beredar di negeri ini bahkan jadwal2nya pun sudah banyak dicantumkan oleh rekan2 blogger sunni, kitab2 ahlussunnah sudah banyak beredar baik dalam bentuk e-book ataupun buku.

    Dan pelajarilah tauhid terlebih dulu, lalu aqidah, jgn belum2 sudah menyuruh bersatu, bersatu. Tidaklah mungkin minyak disatukan dengan air, sama juga tidaklah mungkin kebathilan disatukan dengan kebenaran. Itu udh sunnatullah dari zaman ke zaman mas, baca sirah para Nabi deh.

    Kami disini menerima pesan anda untuk sudahi pertikaian, namun dengan catatan, syi’ah harus menyudahi penghinaan mereka thdp para sahabat dan rujuk kembali pada jalan sunnah. Bila mereka menyudahi dan rujuk, saya akan meminta ustadz Abu Hudzaifah untuk menghapus artikel2 beliau mengenai syi’ah.

    Nah, bisakah anda menyampaikan itu pada mereka? PR besar buat anda kawan.

  55. abu jufri mengatakan:

    @abu hudzaifah
    jazakallah khair
    @Aries Muhammad
    afwan. ana udah keliru dalam letak postingnya.

  56. SALIM mengatakan:

    BAGI ANDA YANG MENGKAFIRKAN “SAYYID AYATOLLAH AL-UZHMA RUHULLLAH KHOMEINI AL MUSAWI ALHUSEINI”
    (Beliau adalah Keturunan Rasulullah Muhammad SAW, melalui Imam Musa Al Kadzim , ANAK CUCU DARI Imam Husain bin Ali bin Abu Thalib ra).

    ANDA BISA CEK DI YOUTUBE. BAGAIMANA BELIAU WAFAT BEBERAPA SAAT SETELAH MENUNAIKAN SHALAT (SECARA LENGKAP MASIH MAMPU BERDIRI) WALAUPUN HARUS DIPAPAH/DIBANTU OLEH DUA ORANG.

    SEMOGA SAAT KITA WAFAT, JUGA DIBERI KEMAMPUAN TETAP MENUNAIKAN SHALAT………..SAMPAI DETIK TERAKHIR.
    ……….SESUAI MAZHAB APAPUN YANG KITA JADIKAN RUJUKAN…………….

    AMIN…………..

  57. semoga Allah memberinya balasan yg setimpal atas kekufuran dan dosa-dosanya selama ini… hanya orang dungu yg percaya bahwa si ‘ajam persia bin majusi ini adalah keturunan Rasulullah… betul-betul dungu orang yg percaya hal spt itu.