Tips Khusyu’ dalam Shalat

Posted: 28 Juni 2010 in akhirat, analisa, fiqih
Tag:, , , , , , ,

Seiring dengan banyaknya kesibukan duniawi, khusyu’ dalam shalat menjadi sesuatu yang amat sulit dicapai. Padahal shalat adalah induknya seluruh ibadah, yang bila ia baik maka baiklah ibadah-ibadah lainnya. Namun bila ia rusak karena tidak khusyu’ umpamanya, maka ibadah-ibadah lainnya akan terpengaruh. Berikut ini adalah tips sederhana yang insya Allah dapat membantu anda untuk khusyu’ dalam shalat… akan tetapi kuncinya ialah konsentrasi, konsentrasi, dan konsentrasi… Tips ini takkan berguna jika sedari awal anda tidak konsentrasi pada shalat.

Karenanya, usahakan agar sebelum shalat anda dalam kondisi tenang. Lebih baik jika Anda telah berada di mesjid atau mushalla anda sebelum adzan berkumandang, agar memiliki waktu luang untuk konsentrasi dan menenangkan pikiran, baru kemudian ikuti tips di bawah.

Tahukah Anda, bahwa setiap gerakan dan ucapan dalam shalat memiliki makna dan jawaban tertentu?

Tidak tahu…? Kalau begitu perhatikan tips berikut dengan baik…

Melepas alas kaki: lepaslah dunia beserta alas kaki anda.

Ucapan Allahu Akbar: Tidak ada yang lebih besar dari Allah, camkan itu!

Mengangkat kedua tangan: lemparkan segala urusan dunia ke belakang.

Berdiri: ketahuilah, bahwa Anda sedang berdiri menghadap Allah.

Tangan kanan di atas tangan kiri: Berlaku sopanlah di hadapan Allah.

Al Fatihah: Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa Allah mengatakan: Aku membagi shalat untuk-Ku dan hamba-Ku dalam dua bagian, dan hamba-Ku akan mendapat apa yang dimintanya. Jika hamba-Ku mengucapkan: Alhamdulillahi rabbil ‘alamien (segala puji bagi Allah penguasa jagat raya), Ku-jawab: “hamidani ‘abdi” (hamba-Ku memuji-Ku).

Jika hamba-Ku megatakan: “Arrahmanirrahim” (Yang Maha pengasih lagi penyayang), Ku-jawab: “Atsna ‘alayya ‘abdi” (hamba-Ku memujiku lagi).

Jika hamba-Ku mengatakan: “Maaliki yaumiddien” (Penguasa di hari pembalasan), Ku-jawab: “Majjadani ‘abdi” (hamba-Ku menyanjung-Ku).

Jika hamba-Ku mengatakan: “Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’ien” (hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta tolong). Ku-jawab: Inilah batas antara Aku dan hamba-Ku, dan baginya apa yang dia minta…

Jika hamba-Ku mengatakan: “Ihdinassiraatal mustaqiem… dst” (tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Kau murkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat), Ku-jawab: Inilah bagian hamba-Ku, dan baginya apa yang dia minta (HR. Muslim).

Mulai sekarang, biasakan tiap kali membaca Al Fatihah bersikaplah seakan Anda mendengar jawaban Allah pada tiap ayatnya…

Ruku’: Bungkukkan punggung Anda untuk Allah saja, dan tundukkan hati Anda bersamanya.

Berdiri dari ruku’: Segala puji bagi Allah yang menjadikan punggung Anda tegak kembali.

Sujud: letakkan bagian tubuh Anda yang paling terhormat –yaitu wajah- pada tempat yang paling rendah di bumi –yaitu tanah-. Ingatlah bahwa Anda berasal darinya, dan Anda akan kembali ke sana. Lalu katakan “Subhaana Rabbiyal a’la” (Maha Suci Rabb-ku yang Maha Tinggi) 3x, agar makna tersebut semakin meresap dalam hati, lalu berdoalah sesuka Anda.

Duduk lalu sujud yang kedua: bersimpuhlah di hadapan Allah, dan sujudlah kembali, sebab sujud tidak cukup hanya sekali !

Tasyahhud: Attahiyyaatu lillaah wasshalawaatu wat thayyibaat (Salam sejahtera, shalawat, dan segala yang baik adalah milik Allah)… rasakan keagungan Allah ketika itu !

Assalaamu ‘alaika Ayyuhannabiyyu (salam sejahtera atasmu wahai Nabi)… ucapkan salam atas Nabi dan yakinlah bahwa Nabi membalas salam Anda. Nabi bersabda: (ما من عبد يصلى ويسلم علي إلا رد الله علي روحي فارد السلام) artinya: “Tidak ada seorang hamba pun yang mengucapkan salam dan shalawat atasku, melainkan Allah kembalikan ruhku agar aku membalas salamnya”.

‘Assalaamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibaadillaahisshaalihien (Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih)… sekarang kedudukanmu mulai terangkat, salamilah dirimu dan kau perlu bersahabat dengan orang-orang shalih.

‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah’ (Aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah)…yakinlah bahwa Allah ada meski engkau tak melihat-Nya.

Allahumma Shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala aali Ibrahim (Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Kau limpahkan atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim)…Teladanilah kedua Nabi yang mulia ini, karena keduanyalah suri teladan terbaik. Dan berterima kasihlah kepada mereka yang telah mengajarkan kebaikan untukmu, dengan mendoakan mereka dalam shalatmu.

Salam ke kanan: tujukan kepada malaikat pencatat kebaikan…

Salam ke kiri: ucapkan dalam hati “Hai Malaikat di sebelah kiri, aku telah bertaubat !”.

— Penutup Shalat —

Istighfar 3x: Aku mohon ampun atas segala kekurangan yang terjadi dalam shalatku.

Bacalah: ‘Allahumma antassalaam waminkassalaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam’ (Ya Allah, engkaulah As Salaam, dan dari-Mu lah keselamatan. Maha berkah Engkau wahai Yang memiliki segala kemuliaan)… ingatlah bahwa kalimat ini akan Anda ucapkan kepada Allah di Surga, tatkala Dia menyingkap tabir-Nya… Allah akan menyeru Anda dengan mengatakan: “Wahai Ahli Surga, Salaamun ‘alaikum”, maka mereka menjawab: “Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam”.

Lalu bacalah: “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik” (Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, mensyukuri-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu)…agar shalat anda yang berikutnya juga sempurna.

Cobalah tips di atas, dan buktikan kemanjurannya karena saya sendiri telah mencobanya ! Semoga bermanfaat…

Komentar
  1. Ibn Abdullah mengatakan:

    Jazaakumullahu khairan.
    Tips yang singkat dan jelas, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi Taufiq kepada kita kaum Muslimin untuk senantiasa khusyu’ didalam sholat, sekali lagi sukron ustadz atas artikel ini.

  2. Wa iyyaakum… semoga bermanfaat.

  3. abu husain mu'awiyah mengatakan:

    ustadz, pertanyaan yang menyimpang dari teks di atas, namun masih tentang sholat

    akhir-akhir ini tersiar kabar tentang pergeseran arah qiblat di indonesia. Itu terjadi karena menurut peneliti LIPI terjedi pergeseran lapisan bumi shg menyebabkan arah qiblat bergeser. konsekuensi yang diambil menurut mereka, arah qiblat masjid2 di indonesia harus di rubah. entah masjidnya di pugar atau posisi shaf nya di serongkan ke arah barat laut.

    pertanyaannya:

    1. mana yang lebih tepat dalam penentuan arah qiblat, dengan mengacu pada peredaran matahari ( menunggu matahari tepat berada di atas ka’bah) saya lupa pada bulan apa dan saat itu di indonesia sudah jam 4 sore lebih lalu saat itu di tancapkan tongkat ke tanah dan bayangan yang terbentuk merupakan arah qiblat.

    atau dengan menggunakan kompas?

    2. sebenarnya perintah perubahan arah qiblat dalam al Qur’an itu , harus tepat menghadap ka’bah atau hanya yang penting mengarah saja ke masjidil haram?

    sebab ada seorang ustadz dari ormas islam (persis) yang mengatakan.

    dahulu kiblat sekedar mengarah ke masjidil haram saja, namun sekarang seiring dengan perkembangan ilmu falak, maka arah kiblat dapat di tentukan dengan lebih tepat.

    bagaimana ustadz penjelasannya

    jazzakumullah khairan

  4. Harjanto mengatakan:

    Allah hu akbar…ya Allah berikanlah aku ilmu-ilmu agama islam untuk mengingatkan saudara-saudari muslim…agar aku dapat membantu menyebarkan agamamu ya Allah Yang Maha Sempurna lagi Maha Bijaksana…berikanlah kesehatan kepada penulis blog ini degan rahmatmu. Amin 3x

  5. Harjanto mengatakan:

    Aku mohon ijin untuk mengcopy dan mendakwakan kepada yang lain…boleh kan? insya Allah

  6. Silakan akhi… semoga bermanfaat.

  7. Ridho Amrullah mengatakan:

    Assalammu’alaikum Ustadz,
    Sekedar tambahan ini : Posisikan kepala / pandangan ke arah bumi, itu juga tips agar sholat kita menjadi khusu.

  8. Tuti Amyuni mengatakan:

    Jazaakumullahu…..
    Alhamdllh… Mksh bnyk ats pnjelasn na yg sgkt n’ jelas ustadz…
    Hti saya bnr2 trbuka stlh mmbaca artikel ustadz, Mdh2n saya bnar2 bsa khusyu’ n memahami srta mghayati stiap ucpn yg keluar dlm shlat saya, krna slama ini stiap x saya shlt hnya skdr membaca ayt tnpa bnr2 mnghayati..
    Skali lg mkasi, artikel na bnr2 brmanfaat ntuk smua..
    Mhn izin jg tuk copas..

  9. Wa iyyaki, alhamdulillah kalo begitu… semoga Allah memberi taufik kepada kita semua untuk selalu khusyu’ dlm shalat. Silakan copas dan sebarkan.

  10. Assalamu’alaikum wr wb

    Kami distributor resmi produk Al Wustho, Solo. Memberikan kesempatan kepada Anda untuk menjadi agen di seluruh Indonesia dgn pot 15% – 45%.

    Produk kami antara lain:
    1. Paket netbook + pustaka islami digital ‘al kubro’
    2. Software ‘arabic writer’
    3. Software kamus digital 3 bhs ‘Al munawwir’
    4. VCD Keajaiban sholat bagi kesehatan
    5. VCD Menuju Kemabruran Haji & Umrah
    6. DVD Wikipedia Offline
    7. DVD Belajar Bhs Arab ‘Al Aisar’
    8. Multi access PC (1 CPU utk 5 User)

    Insya Allah 15% dari keuntungan akan kami sumbangkan bagi kaum dhuafa. Semoga Allah memberkahi perniagaan kita, amiin.

    Wassalamu’alaikum wr wb

  11. ummi mengatakan:

    Ustadz mohon dijelaskan dengan dalil tulisan dibawah baik dari Quran,Sunnah, Atsar Sahabat dll.:

    Melepas alas kaki: lepaslah dunia beserta alas kaki anda.?
    Mengangkat kedua tangan: lemparkan segala urusan dunia ke belakang.?
    Tangan kanan di atas tangan kiri: Berlaku sopanlah di hadapan Allah.?
    .Tasyahhud: Attahiyyaatu lillaah wasshalawaatu wat thayyibaat (Salam sejahtera, shalawat, dan segala yang baik adalah milik Allah)… rasakan keagungan Allah ketika itu ! ?
    ‘Assalaamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibaadillaahisshaalihien (Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih)… sekarang kedudukanmu mulai terangkat, ?? salamilah dirimu dan kau perlu bersahabat dengan orang-orang shalih.
    Salam ke kanan: tujukan kepada malaikat pencatat kebaikan…??
    Salam ke kiri: ucapkan dalam hati “Hai Malaikat di sebelah kiri, aku telah bertaubat !”.??
    — Penutup Shalat — .
    Bacalah: ‘Allahumma antassalaam waminkassalaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam’ (Ya Allah, engkaulah As Salaam, dan dari-Mu lah keselamatan. Maha berkah Engkau wahai Yang memiliki segala kemuliaan)… ingatlah bahwa kalimat ini akan Anda ucapkan kepada Allah di Surga, tatkala Dia menyingkap tabir-Nya… Allah akan menyeru Anda dengan mengatakan: “Wahai Ahli Surga, Salaamun ‘alaikum”, maka mereka menjawab: “Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam”. ??

    Ustadz mohon dijelaskan dengan dalil tulisan dibawah:

  12. abubintahu mengatakan:

    iya ustadz,.. tolong beri pencerahan kami dalil dan penjelasannya atas pertanyaan ummi diatas.
    Sebab bukankah di jaman nabi, sholat pake alas kaki, entah khuff, sandal, dll??
    (nabi melepas sandalnya saat kena kotoran, & sahabat mengikutinya)
    Sukron tadz, barakallahu fiikum…

  13. bambang mengatakan:

    subhanallah terimakasih atas tips yang insya Allah bermanfaat

  14. Abu Yahya mengatakan:

    akh…ana mau tanya tentang
    Mengangkat kedua tangan:
    lemparkan segala urusan dunia
    ke belakang.
    Apakah ada dalil shahih tentang hal ini.

  15. Dalilnya setahu ana tidak ada, hanya perkataan sebagian ulama yg berusaha menangkap hikmah di balik itu.

  16. raka mengatakan:

    Sujud: letakkan bagian tubuh Anda yang paling terhormat –yaitu wajah- pada tempat yang paling rendah di bumi –yaitu tanah-. Ingatlah bahwa Anda berasal darinya, dan Anda akan kembali ke sana. Lalu katakan “Subhaana Rabbiyal a’la” (Maha Suci Rabb-ku yang Maha Tinggi) 3x, agar makna tersebut semakin meresap dalam hati, lalu berdoalah sesuka Anda.

    lalu berdoalah sesuka Anda.-> apakah ada batasannya?

  17. rafaqo mengatakan:

    Assalamu’alaikum
    izin copas

    jazakalloh

  18. Fuad mengatakan:

    Semoga tips ini mmbantu saya, yang punya msalah dengan shalat khusyu