Arsip untuk Maret, 2011

mahdi

6 Februari 2011 at 5:27 pm

assalamu’alaykum..
ustadz, benarkah yg disebutkan dlm link ini http://www.islamedia.web.id/2011/02/bagaimana-hukum-menggulingkan.html bahwa banyak dari ulama salaf yg menyebutkan keburukan penguasa di depan khalayak ramai??
jazakallahukhayran atas jawaban antum^^.. (lebih…)

Assalaamu’alaykum

Ustadz, sebenarnya apa saja yang jadi perbedaan antara kalangan yang menganut Manhaj Mutaqaddimin dan Manhaj Muta-akhirin dalam hal Ilmu Hadits? Tafarrud, Ziyadah Ats-tsiqah, Al-I’tibar, Tadlis-Irsal Khafiy, lalu apa lagi? Sebenarnya, inti hakikat perbedaannya itu secara umum bagaimana tadz? Bisa tlg antum jelaskan secara ringkas [syukur2 kalo diperinci -ed]? (lebih…)

Assalamu’alaikum Warahmatullah,
Ustadz kenduri itu bid’ah trus makanan yg diberi saat kenduri itu hukumnya halal atau haram?

Jazakallah (lebih…)

Assalmu’alaikum warahmatullah,
Tanya ustadz.
Apakah sebenarnya islam itu memiliki simbol? (baca : SEGI DELAPAN). Saya pernah bertanya kepada seseorang tentang hal ini, dia mengatakan segi delapan adalah lambang Allah, tapi setelah saya suruh menjelaskan ia tidak bisa, makannya saya nggak percaya. Bagaimana yang benar ustadz? (lebih…)

Bissmillahirrahmaanirrahiem…

Adalah musibah besar ketika umat kehilangan ulama-ulama robbani-nya. Musibah ini mengakibatkan sejumlah mafsadat nyata. Yang paling besar di antaranya ialah: makin beraninya ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu dalam mendakwahkan bid’ah dan kesesatan mereka. Imam Al Aajurry mengatakan dalam kitab “Akhlaqul Ulama”: “ Para ulama ibarat pelita manusia, penerangan negara, dan tonggak kejayaan umat. Mereka ibarat sumber hikmah yang selalu memancing kemarahan setan. Melalui mereka, hati pengikut kebenaran akan hidup, dan hati pengikut kesesatan akan mati. Perumpamaan mereka di bumi ibarat bintang-bintang di langit, yang menjadi petunjuk di kegelapan malam saat berlayar di tengah lautan. Jika bintang-bintang itu hilang, bingunglah para pelaut tak karuan; dan begitu cahayanya terlihat, barulah mereka bisa melihat di kegelapan”.

(lebih…)

Banyak kalangan yang tergelincir dalam bid’ah karena rancu dalam memahami masalah ini. Mereka lantas berdalil dengan apa-apa yang tergolong mashalih mursalah untuk membenarkan amalan-amalan bid’ah. Karenanya, kita harus memahami perbedaan antara bid’ah, mashalih mursalah, dan istihsan secara fiqih; supaya jelas mana yang bid’ah dan mana yang bukan bid’ah.

Pertama-tama, kita harus tahu bahwa apa yang namanya ‘mashalih mursalah’ haruslah memperhatikan beberapa hal berikut: (lebih…)