Archive for the ‘fiqih’ Category

Mukaddimah Penulis

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah yang kami senantiasa memuji, minta tolong, dan minta ampun kepada-Nya; sebagaimana kami senantiasa berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri kami dan kejelekan amalan kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah maka tak seorang pun bisa menyesatkannya; dan barangsiapa disesatkan oleh Allah maka tak seorang pun yang dapat memberinya hidayah. Aku bersaksi bahwa tiada ilah melainkan Allah; dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad e adalah hamba Allah dan utusan-Nya; yang diutus kepada manusia dengan membawah petunjuk dan agama yang haq, agar Allah memenangkan agama itu diatas seluruh agama lainnya, dan cukuplah Allah sebagai saksinya. Semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat dan salam-Nya kepada beliau.

‘Amma ba’du:

Ini merupakan suatu masalah yang perlu diketahui oleh kaum mukminin pada umumnya, dan khususnya para mujahidin; meskipun iman itu sendiri tidak akan sempurna tanpa adanya jihad[1]. Sebagaimana firman Allah ta’ala: (lebih…)

Mukaddimah muhaqqiq

Segala puji bagi Allah yang kami senantiasa memuji, minta tolong, dan minta ampun kepada-Nya; sebagaimana kami senantiasa berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri kami dan kejelekan amalan kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah maka tak seorang pun bisa menyesatkannya; dan barangsiapa disesatkan oleh Allah maka tak seorang pun yang dapat memberinya hidayah. Aku bersaksi bahwa tiada ilah melainkan Allah yang tiada sekutu bagi-Nya; dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Amma ba’du: inilah kitab baru dan karya nan berharga yang diterbitkan untuk pertama kalinya; tulisan Al ‘Allaamah, Seorang mujahid yang Qur’ani dan rabbani; Syaikhul Islam wal muslimin, Abul ‘Abbas Ahmad ibnu Taimiyyah rahimahullah. Kami persembahkan karya ini kepada kaum muslimin di sebuah zaman, yang mana kaum muslimin amat membutuhkan keberanian dan pengorbanan, untuk maju dan tegar dalam menghadapi serangan keras kaum zionis yang menyimpan dendam kesumat terhadap Islam dan kaum muslimin. (lebih…)

Dalam sepak terjangnya, Tanzhim Al Qaedah telah banyak melakukan operasi militer dengan dalih menyerang Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Sebut saja peledakan kedutaan Amerika di Nairobi Kenya dan Darussalaam Tanzania. Hal itu terjadi pada tahun 1998 dan menewaskan lebih dari 200 orang, di antaranya 12 orang Amerika. Menyusul penyerangan ke menara kembar WTC tahun 2001 yang juga diklaim sebagai kerjaannya Al Qaedah, dengan korban tewas ribuan orang. Kemudian tahun 2003 dengan target serangan Komplek pemukiman Al Muhayya di Riyadh, yang menewaskan puluhan orang, termasuk 17 orang muslim yang tinggal di sana. Disusul dengan peledakan kedutaan AS di Amman Yordania, yang menewaskan sekitar 60 orang muslim dan melukai 115 orang lainnya. (lebih…)

Dalam mukaddimah kitab Al Waabilus Shayyib, Imam Ibnul Qayyim mengulas tiga hal di atas dengan sangat mengagumkan… Beliau mengatakan bahwa kehidupan manusia berputar pada tiga poros: Syukur, Sabar, dan Istighfar. Seseorang takkan lepas dari salah satu dari tiga keadaan:

1-Ia mendapat curahan nikmat yang tak terhingga dari Allah, dan inilah mengharuskannya untuk bersyukur. Syukur memiliki tiga rukun, yang bila ketiganya diamalkan, berarti seorang hamba dianggap telah mewujudkan hakikat syukur tersebut, meski kuantitasnya masih jauh dari ‘cukup’. Ketiga rukun tersebut adalah: a- Mengakui dalam hati bahwa nikmat tersebut dari Allah. b-Mengucapkannya dengan lisan. c-Menggunakan kenikmatan tersebut untuk menggapai ridha Allah, karena Dia-lah yang memberikannya. (lebih…)

Adalah Ahmad (bukan nama sebenarnya), pemuda yang lahir dari sebuah keluarga menengah di Solo tiga puluh tahun silam. Sejak kecil ia dididik sebagaimana mayoritas anak-anak di masanya. Ia harus mengenyam pendidikan formal dengan ‘baik’, agar kelak memiliki ‘masa depan yang cerah’. Jenjang sekolah dasar ia selesaikan dari salah satu SD Islam yang masuk nominasi 10 besar di kotanya. Berbekal NEM yang cukup tinggi (45,24), ia melanjutkan studinya ke SMP Negeri 4 Solo, yang juga merupakan SMP favorit (rangking 4 se-Kotamadya) ketika itu.

Di SMP ini, dia benar-benar dididik menjadi orang Jawa asli, hingga cara menabuh gamelan pun harus dikuasainya. Ya… sebab jika tidak, nilai Kesenian Daerahnya akan merah; dan itu berarti ia tidak bisa naik kelas. (lebih…)

Pernahkah Anda mendengar istilah ‘nasyid Islami’? tentu pernah bukan… jelas. Namun pernahkah Anda mendengar orang yg mengatakan ‘Shalat Islami’, ‘Haji Islami’, ‘I’tikaf Islami’ dan semisalnya…? tentu tidak bukan…

Mengapa? Karena shalat, haji, i’tikaf dan semisalnya memang murni dari ajaran Islam, jadi tidak perlu pake embel-embel Islami segala. Beda dengan nasyid yg bukan berasal dari Islam, jadi agar menarik harus diberi embel-embel Islam.

Inilah yg harus kita waspadai… jangan sampai kita tertipu oleh embel-embel yg indah tadi sebelum mengetahui hakikatnya. Banyak sekali dari ‘nasyid Islami’ tadi yang sebenarnya tidak Islami, bahkan tidak berbeda hukumnya dengan lagu dan musik yg diharamkan dalam Islam.

Dan parahnya, yang terjebak dalam hal ini bukanlah orang-orang awam saja, namun menjangkiti para ‘aktivis’ dakwah pula… karena mereka ingin mencari pelarian halal dari mendengarkan musyik dan lagu, maka akibat kurang hati-hati mereka terjerumus dalam kubangan nasyid-nasyid yg bermasalah tadi tanpa mereka sadari…

Kondisi semakin parah ketika seseorang jadi kecanduan mendengarkan nasyid, baik bahasa Indonesia maupun bahasa lainnya, termasuk bahasa Arab. Sedikit-sedikit ia menyetel nasyid untuk mengusir kepenatan, atau untuk menyemangati, atau untuk ini dan itu… (lebih…)