Posts Tagged ‘hikmah’

kisah para nabiIkhwati fillah, sungguh, tiada kitab yang lebih indah dari Al Qur’an… kitab yang menjelaskan segalanya dengan penuh hikmah. Ketika mengabarkan sesuatu, maka kabarnya adalah yang paling benar dan nyata… lalu ketika menyebut suatu perintah atau larangan, maka itulah perintah dan larangan yang paling utama dan relevan… dan ketika menyebut janji atau ancaman, maka itulah yang paling sesuai dengan hikmah Allah serta fadhilah-Nya.       

            Demikian halnya saat Al Qur’an bercerita tentang para nabi dan rasul, pastilah mereka yang diceritakan lebih sempurna dan mulia dari yang lain. Karenanya, Al Qur’an sering kali mengulang-ulang kisah sebagian Nabi yang dinilai lebih afdhal dari lainnya… ia mengangkat kedudukan mereka lewat (lebih…)

Mukaddimah (bag. 1)

kisah para nabi

Ikhwati fillah, alangkah seringnya Al Qur’an bercerita tentang para Nabi dan umat yang terdahulu… saking seringnya, kisah mereka kadang terulang dalam beberapa versi, hingga hampir dua pertiga dari Al Qur’an sendiri adalah kisah.

Sungguh memprihatinkan pabila kita lebih suka membaca kisah-kisah fiktif yang tak lebih dari khayalan penulisnya, tapi lalai akan kisah para Nabi dan umat terdahulu yang sarat dengan hikmah dan pelajaran berharga. Apalagi bila Al Qur’an yang mengisahkan, pasti kisah tadi benar semuanya karena ia merupakan kalamullah yang tak mungkin mengandung kebatilan… bahkan lebih dari itu, Allah ‘azza wa jalla telah menyifatinya sebagai kisah terindah: (lebih…)

sunnahSebagai pelengkap dari tulisan sebelumnya, berikut ini adalah wasiat-wasiat berharga dari para salaf yang lebih memperjelas akan pentingnya ittiba’ (mengikuti) dan bahayanya ibtida’ (membuat bid’ah). Sebagian besar mutiara hikmah ini kami nukil dari kitab Al Wajiez fi Aqidatis Salafis Shaleh Ahlissunnah wal Jama’ah, oleh syaikh Abdullah bin Abdil Hamid Al Atsary –hafidhahullah– jilid 1 hal 153-160.

1. Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhu :

كُلُّ عِبَادَةٍ لَمْ يَتَعَبَّدْ بِهَا أََصْحَابُ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فلاَ تَتَعَبَّدُوْا بِهَا ؛ فإَِنَّ الأَوَّلَ لَمْ يَدَعْ لِلآخِرِ مَقَالاً ؛ فَاتَّقُوا اللهَ يَا مَعْشَرَ القُرَّاءِ ، خُذُوْا طَرِيْقَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ

(رواه ابن بطة في الإبانة)

“Setiap ibadah yang tidak pernah diamalkan oleh para sahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, janganlah kalian beribadah dengannya. Karena generasi pertama tak menyisakan komentar bagi yang belakangan. Maka takutlah kepada Allah wahai orang yang gemar beribadah, dan ikutilah jalan orang-orang sebelummu” (Diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam Al Ibanah). (lebih…)