Posts Tagged ‘Kisah’

hezb1By: Dr. Ragheb As Sirjani

Di antara sepak terjang yang paling mengagumkan bagi mayoritas kaum muslimin, khususnya beberapa tahun belakangan ini adalah sepak terjang Hizbullah dan pemimpinnya: Hasan Nasrallah. Hasan Nasrallah bahkan dijuluki oleh majalah Newsweek Amerika Serikat sebagai tokoh yang paling kharismatik di dunia Islam, plus yang paling berpengaruh bagi mayoritas kaum muslimin.

Pun demikian, ulama dan cendekiawan muslim memiliki pendapat yang bermacam-macam dan bertolak belakang dalam menilai Hizbullah dan Hasan Nasrallah sebagai pemimpinnya. Di antara mereka ada yang membelanya mati-matian hingga menjuluki Nasrallah sebagai Khalifah kaum muslimin. Tapi ada pula yang menyerangnya habis-habisan hingga mengeluarkan Hizbullah dari Islam secara keseluruhan, dan masih puluhan pendapat lagi yang berkisar di antara dua penilaian tadi. (lebih…)

Adalah Ahmad (bukan nama sebenarnya), pemuda yang lahir dari sebuah keluarga menengah di Solo tiga puluh tahun silam. Sejak kecil ia dididik sebagaimana mayoritas anak-anak di masanya. Ia harus mengenyam pendidikan formal dengan ‘baik’, agar kelak memiliki ‘masa depan yang cerah’. Jenjang sekolah dasar ia selesaikan dari salah satu SD Islam yang masuk nominasi 10 besar di kotanya. Berbekal NEM yang cukup tinggi (45,24), ia melanjutkan studinya ke SMP Negeri 4 Solo, yang juga merupakan SMP favorit (rangking 4 se-Kotamadya) ketika itu.

Di SMP ini, dia benar-benar dididik menjadi orang Jawa asli, hingga cara menabuh gamelan pun harus dikuasainya. Ya… sebab jika tidak, nilai Kesenian Daerahnya akan merah; dan itu berarti ia tidak bisa naik kelas. (lebih…)

Diterjemahkan oleh Abu Hudzaifah Al Atsary dari kitab: ‘Aasyiqun fi Ghurfatil ‘amaliyyaat, oleh Syaikh Muh. Al Arify.

kamp

Abu Ibrahim bercerita:

Suatu ketika, aku jalan-jalan di padang pasir dan tersesat tidak bisa pulang. Di sana kutemukan sebuah kemah lawas… kuperhatikan kemah tersebut, dan ternyata di dalamnya ada seorang tua yg duduk di atas tanah dengan sangat tenang…

Ternyata orang ini kedua tangannya buntung… matanya buta… dan sebatang kara tanpa sanak saudara. Kulihat bibirnya komat-kamit mengucapkan beberapa kalimat.. (lebih…)

كتابOrang beriman, jiwa raganya tidak tersibukkan kecuali oleh satu masalah, yaitu tauhid. Mereka berusaha mati-matian untuk menegakkannya dan menumbangkan kekufuran, meski harus menempuh berbagai cara. Mereka adalah manusia yang menghambakan segenap jiwa raganya untuk Allah ‘azza wa jalla, dan mencita-citakan agar semua orang benar-benar menjadi hamba Allah.

            Demikian halnya dengan Sang kekasih Allah, Ibrahim ‘alaihissalaam… Berbagai cara ditempuhnya demi merealisasikan cita-cita nan luhur tersebut. Tak henti-hentinya Beliau mengajak para penyembah berhala itu untuk mengesakan Allah ‘azza wa jalla… terkadang dengan menjelaskan betapa buruknya dosa syirik tersebut, atau mengingatkan mereka kepada Allah ‘azza wa jalla, atau menjelaskan dengan hujjah bahwa seluruh sesembahan tadi adalah batu yang tiada bermanfaat, dan terkadang dengan mengenalkan mereka kepada Allah sebagai satu-satunya ilah yang haq. Demikianlah yang dijelaskan dalam surat Asy Syu’araa’ berikut: (lebih…)

kisah para nabiIkhwati fillah, sungguh, tiada kitab yang lebih indah dari Al Qur’an… kitab yang menjelaskan segalanya dengan penuh hikmah. Ketika mengabarkan sesuatu, maka kabarnya adalah yang paling benar dan nyata… lalu ketika menyebut suatu perintah atau larangan, maka itulah perintah dan larangan yang paling utama dan relevan… dan ketika menyebut janji atau ancaman, maka itulah yang paling sesuai dengan hikmah Allah serta fadhilah-Nya.       

            Demikian halnya saat Al Qur’an bercerita tentang para nabi dan rasul, pastilah mereka yang diceritakan lebih sempurna dan mulia dari yang lain. Karenanya, Al Qur’an sering kali mengulang-ulang kisah sebagian Nabi yang dinilai lebih afdhal dari lainnya… ia mengangkat kedudukan mereka lewat (lebih…)

(mukaddimah bag. 2 – habis)           

Ikhwati fillah, melanjutkan tulisan sebelumnya, kali ini saya akan berbicara tentang macam-macam kisah dalam Al Qur’an, faidah dari kisah-kisah tersebut dan beberapa masalah lainnya.

            Secara garis besar, kisah-kisah Al Qur’an terbagi menjadi tiga:

Pertama: kisah para Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam,

Kisah semacam ini berisi dakwah mereka kepada kaumnya, mukjizat-mukjizat yang Allah berikan kepada mereka, sikap orang-orang yang menentang dakwah mereka, tahapan-tahapan mereka dalam berdakwah dan perkembangan dakwah mereka serta akhir dari golongan yang membenarkan dan yang mendustakan. (lebih…)

Mukaddimah (bag. 1)

kisah para nabi

Ikhwati fillah, alangkah seringnya Al Qur’an bercerita tentang para Nabi dan umat yang terdahulu… saking seringnya, kisah mereka kadang terulang dalam beberapa versi, hingga hampir dua pertiga dari Al Qur’an sendiri adalah kisah.

Sungguh memprihatinkan pabila kita lebih suka membaca kisah-kisah fiktif yang tak lebih dari khayalan penulisnya, tapi lalai akan kisah para Nabi dan umat terdahulu yang sarat dengan hikmah dan pelajaran berharga. Apalagi bila Al Qur’an yang mengisahkan, pasti kisah tadi benar semuanya karena ia merupakan kalamullah yang tak mungkin mengandung kebatilan… bahkan lebih dari itu, Allah ‘azza wa jalla telah menyifatinya sebagai kisah terindah: (lebih…)

hassad-al-mujahidin-50

Ikhwati fillah, sebenarnya ada banyak tokoh yang terlewatkan saat kita berbicara tentang Islam di anak benua India. Salah satu dari sekian tokoh tersebut adalah Sultan Mahmud bin Sabaktekin Al Ghaznawi. Beliau termasuk penakluk hebat yang pasukan berkudanya berhasil mencapai India, dan menegakkan panji-panji Islam di sana. Konon luas wilayah yang berhasil ditundukkannya setara dengan jumlah seluruh penaklukkan yang terjadi di masa Amirul Mukminin Umar bin Khatthab ra.

Sederetan gelar disematkan kepadanya oleh Khalifah Abbasiyah kala itu: “Yaminud Daulah… Aminul Millah… Naashirul Haq… Nidhamuddien… dan Kahfud Daulah”. Sungguh, belum pernah sepanjang sejarah ada panglima yang menyandang gelar kehormatan demikian banyak, akan tetapi itulah tokoh kita kali ini, Sultan Mahmud bin Sabaktekin Al Ghaznawy, yang kemudian mendapat tiga gelar tambahan setelahnya, “Muhatthimus Shanam al Akbar” (Penghancur berhala terbesar), “Qaahirul Hind” (Penakluk India) dan (lebih…)

Part 4 (akhir)

images

Ikhwati fillah, dalam tulisan yang lalu, saya telah mengulas penaklukan kota Kasygar dan keberhasilan Qutaybah dalam menggentarkan Kaisar Cina, yang dengan keduanya berakhirlah serangkaian penaklukan besarnya selama ini. Nah, dalam bagian terakhir dari biografi Qutaybah bin Muslim rahimahullah, ada satu pelajaran berharga yang patut kita camkan, yang berkenaan dengan kematian Sang Tokoh. Marilah kita simak penuturan sejarawan Islam terkenal, Al Hafizh Ibnu Katsir sebagai berikut: (lebih…)

Part 3

tentara-islamIkhwati fillah, pada bagian sebelumnya saya telah mengulas periode ketiga dan keempat dari biografi Sang Penakluk wilayah timur: Qutaybah bin Muslim Al Bahily. Dalam dua periode tersebut, Qutaybah berhasil menundukkan wilayah yang demikian luas, meliputi Samarqand, Syash, Farghana dan Kasygar. Hanya saja karena keterbatasan tempat, kisah penaklukan Kasygar belum saya bahas, oleh karena itu, dalam bagian ketiga ini saya akan membahasnya. (lebih…)