Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘jihad’

حـــــي على الجهــــاد
نداء من الشيخ يحيى بن علي الحجوري -حفظه الله-
بالجهاد في سبيل الله

Hayya ‘alal Jihad (Ayo Berjihad)

Seruan Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuri -hafizhahullah- untuk berjihad fi sabilillah

(lebih…)

Tulisan berikut adalah himbauan bagi para pemimpin Al Qaeda maupun pengikutnya agar mengubah strategi dan mengoreksi manhaj mereka. Saya yakin bahwa mayoritas harakah islamiyah termasuk para petinggi dan ulamanya, tidak menyetujui cara yang ditempuh Al Qaeda sejak pengumuman dibentuknya Al Jabhah Al ‘Aalamiyyah Liqitaalil Yahuudi was Shaliibiyyiin (Front Internasional dalam Memerangi Yahudi dan Salibis) th 1998. Mereka juga tidak menyetujui berbagai sepak terjang dan peperangan yang dilancarkan oleh Jabhah tersebut. Kalangan yang berilmu di antara mereka lebih menyadari akan adanya berbagai kesalahan syar’i pada serangan-serangan Al Qaeda. Dan semua orang pun tahu betapa besar musibah yang ditimbulkan oleh ‘perang-perang’ ala Al Qaeda tadi terhadap umat Islam dengan berbagai ormasnya.

Hanya saja, massa terbesar dari kelompok yang tidak sependapat dengan Al Qaeda tadi mencukupkan diri dengan sekedar menyatakan ‘tidak bertanggung jawab’ atau ‘tidak setuju’ terhadap tindakan-tindakan Al Qaeda; tanpa menindaklanjuti dengan menasehati, menjelaskan letak kesalahan, atau mengingatkan akan bahaya dari tindakan tersebut. Mereka tidak melakukan hal tersebut boleh jadi karena takut dituduh loyal (berwala’) kepada AS dan para pemerintah yang bersahabat dengannya; atau dalam rangka melampiaskan dendam mereka terhadap AS; atau karena masyarakat menganggap bahwa sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk menyampaikan nasehat dan penjelasan. Alasan mereka, Al Qaeda dan para pemimpinnya sekarang sedang menghadapi krisis berat, sehingga tidak pantas kalau harus menyebut-nyebut kesalahannya dalam kondisi seperti ini. Apalagi jika mengingat bahwa ‘nasi telah menjadi bubur’, maka sangat sulit atau bahkan mustahil bagi Al Qaeda untuk menyimak nasehat dari seorang yang tulus atau penjelasan dari seorang alim… wajar saja, toh mereka telah menempuh perjalanan cukup jauh dan kehilangan banyak korban bukan? Apalagi setelah menyaksikan bahwa tidak ada jalan lagi bagi mereka setelah Al Qaeda menjadi ‘target’ di mana-mana. Jadi, sama saja bagi mereka antara meneruskan tindakannya ataukah menghentikan. Bukankah setelah terbunuhnya Bin Laden Aiman Adh Dhawahiri langsung menggantikan posisinya sebagai buron nomor wahid di dunia? Ia bukan hanya buronan intelijen AS, tapi juga buronan intelijen internasional… (lebih…)

Lahir tahun 1944, Beliau seorang wanita tangguh yang sorot matanya terpaku pada Baitul Maqdis… padanya terpendam kekuatan seorang laki-laki dan kelembutan seorang wanita. Ia tegar menghadapi penjajahan dengan segala kebengisannya, dan nekat menerjang rintangan yang penuh aral dan duri kaum Zionis, untuk menuju Masjidil Aqsha tanpa takut dan bosan. Ia tak berbeda seperti ibu-ibu Palestina lainnya yang pemberani, yang merelakan buah hati mereka untuk syahid demi membela kehormatan. Beliau seorang mujahidah, da’iyah, dan penulis: Sayyidah Nailah Hasyim Shabri, penulis kitab “Tafsir Al Mubshir Linuuril Qur’an (16 jilid)”, adalah salah seorang murabithah[1] di tanah suci kaum muslimin, Al Quds Palestina. Beliau adalah isteri dari Syaikh Dr. Ikrimah Shabri, Khatib Masjidil Aqsha, mantan Mufti Al Quds dan Kepala “Al Hai’ah Al Islamiyyah Al ‘Ulya” (Lembaga Tinggi Islam) di Al Quds.

(lebih…)

Mukaddimah Penulis

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah yang kami senantiasa memuji, minta tolong, dan minta ampun kepada-Nya; sebagaimana kami senantiasa berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri kami dan kejelekan amalan kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah maka tak seorang pun bisa menyesatkannya; dan barangsiapa disesatkan oleh Allah maka tak seorang pun yang dapat memberinya hidayah. Aku bersaksi bahwa tiada ilah melainkan Allah; dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad e adalah hamba Allah dan utusan-Nya; yang diutus kepada manusia dengan membawah petunjuk dan agama yang haq, agar Allah memenangkan agama itu diatas seluruh agama lainnya, dan cukuplah Allah sebagai saksinya. Semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat dan salam-Nya kepada beliau.

‘Amma ba’du:

Ini merupakan suatu masalah yang perlu diketahui oleh kaum mukminin pada umumnya, dan khususnya para mujahidin; meskipun iman itu sendiri tidak akan sempurna tanpa adanya jihad[1]. Sebagaimana firman Allah ta’ala: (lebih…)

Mukaddimah muhaqqiq

Segala puji bagi Allah yang kami senantiasa memuji, minta tolong, dan minta ampun kepada-Nya; sebagaimana kami senantiasa berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri kami dan kejelekan amalan kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah maka tak seorang pun bisa menyesatkannya; dan barangsiapa disesatkan oleh Allah maka tak seorang pun yang dapat memberinya hidayah. Aku bersaksi bahwa tiada ilah melainkan Allah yang tiada sekutu bagi-Nya; dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Amma ba’du: inilah kitab baru dan karya nan berharga yang diterbitkan untuk pertama kalinya; tulisan Al ‘Allaamah, Seorang mujahid yang Qur’ani dan rabbani; Syaikhul Islam wal muslimin, Abul ‘Abbas Ahmad ibnu Taimiyyah rahimahullah. Kami persembahkan karya ini kepada kaum muslimin di sebuah zaman, yang mana kaum muslimin amat membutuhkan keberanian dan pengorbanan, untuk maju dan tegar dalam menghadapi serangan keras kaum zionis yang menyimpan dendam kesumat terhadap Islam dan kaum muslimin. (lebih…)

Dalam sepak terjangnya, Tanzhim Al Qaedah telah banyak melakukan operasi militer dengan dalih menyerang Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Sebut saja peledakan kedutaan Amerika di Nairobi Kenya dan Darussalaam Tanzania. Hal itu terjadi pada tahun 1998 dan menewaskan lebih dari 200 orang, di antaranya 12 orang Amerika. Menyusul penyerangan ke menara kembar WTC tahun 2001 yang juga diklaim sebagai kerjaannya Al Qaedah, dengan korban tewas ribuan orang. Kemudian tahun 2003 dengan target serangan Komplek pemukiman Al Muhayya di Riyadh, yang menewaskan puluhan orang, termasuk 17 orang muslim yang tinggal di sana. Disusul dengan peledakan kedutaan AS di Amman Yordania, yang menewaskan sekitar 60 orang muslim dan melukai 115 orang lainnya. (lebih…)

Akhir-akhir ini kaum muslimin di seluruh dunia sedang dilanda fitnah besar. Fitnah tersebut dihembuskan oleh dua golongan Ahli Bid’ah yang tergolong musuh Islam terbesar. Pertama fitnah Syi’ah, yang diwakili oleh Iran dan Hizbullah-nya. Golongan ini sepintas muncul sebagai pahlawan kaum muslimin dan simbol perlawanan terhadap kedigdayaan AS dan Israel yang selama ini telah banyak menyakiti umat Islam. Fitnah semakin menghebat tatkala Hizbullah yang dipimpin oleh Hasan Nasrallah terlibat perang hebat dengan Zionis Israel selama 34 hari pada tahun 2006 yang lalu. Perang besar tersebut dipicu oleh kegegabahan Hizbullah yang menculik dua orang serdadu Israel tanpa berkonsolidasi terlebih dahulu dengan pemerintah Lebanon, hingga demi membebaskan dua orang serdadunya tadi, Israel membombardir seluruh wilayah Lebanon hingga memporakporandakan negeri yang Indah tersebut, dan menyebabkan kerugian sekitar 2.5 miliar Dollar. Di samping itu, korban yang tewas di kalangan rakyat sipil mencapai 1000 orang lebih. Pun demikian, dunia menganggap Hizbullah lah yang menang karena Israel tidak berhasil menghancurkan sistem pertahanan roket Hizbullah meski telah membombardir Lebanon demikian hebat.[1]

Mata kaum muslimin pun terpaku menyaksikan patriotisme pasukan Hizbullah yang dengan ‘gagah berani’ menyerang tank-tank Merkava Israel, hingga berhasil menghancurkan 50 buah di antaranya. Bahkan disinyalir Hizbullah telah menembakkan 4000 roket dari 15000 roket yang dimilikinya ke wilayah Israel yang padat penduduk, hingga menyebabkan sejumlah 300 ribu yahudi diungsikan. Hasan Nasrallah pun mengeluarkan statemen-statemen yang dinilai pedas kepada Israel hingga Israel hengkang dari selatan Lebanon yang notabene adalah wilayah kaum Syi’ah. Nasrallah bahkan mengklaim akan membebaskan Masjidil Aqsha dari kekuasaan Yahudi dan seterusnya, hingga statemen tadi membikin sebagian kaum muslimin terkagum-kagum kepadanya, dan menjulukinya sebagai Khomeini Arab dan Khalifatul Muslimin. (lebih…)

Bismillah…

Suatu ketika, saya membuka-buka website milik sahabat saya. Di sana saya dapatkan ada sebuah pertanyaan yg dilontarkan kpd dia, yg intinya ttg hukum bom bunuh diri, atau bom syahid (?).  Masalah ini memang bukan masalah sepele, karena fatwa-fatwa yg beredar isinya kontradiktif, yg satu mengharamkan dan menganggapnya sebagai bunuh diri yg pelakunya terancam siksaan berat… sedangkan yg lain membolehkan, atau bahkan menganggapnya sbg  syahadah fi sabilillah… (lebih…)