Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘hizbullah’

Setiap hari kita selalu mendengar berita tentang ancaman Amerika atau Israel atau dari keduanya bersamaan untuk menggempur Iran dalam waktu dekat, Kecaman terhadap Iran ini mendapat dukungan dari masyarakat dunia. 

Pertanyaannya adalah apakah Iran sungguh sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat dunia atau Amerika dan Israel pada khususnya? Terkadang jawaban sebahagian orang adalah “iya” dengan alasan pengembangan proyek nuklir Iran yang semakin hari semakin gencar dilakukan, (lebih…)

Masalah Imam Mahdi sering kali diangkat oleh kaum syi’ah karena merupakan ajaran penting dalam agama mereka. Mereka mengaitkan segudang harapan pada kemunculannya sebagai ‘Ratu Adil’… untuk melampiaskan dendam kesumat mereka kepada Ahlussunnah. Riwayat-riwayat mereka menyebutkan bahwa Si Mahdi akan muncul ketika kondisi telah demikian kacau dan rusak. Karenanya, mereka sengaja menimbulkan berbagai kekacauan dan kerusakan lewat tindak-tindak anarkhis dan praktik nikah mut’ah (zina) di tengah masyarakat, dalam rangka mempercepat kemunculannya.

Namun, bagaimana sesungguhnya hakikat si Mahdi ini? Para ulama telah membongkar kebohongan Mahdi versi Syi’ah dan membantah tuntas syubhat-syubhat mereka. (lebih…)

Jika kita ke toko buku, terkadang tertarik dengan suatu buku. Namun jangan tergesa-gesa dahulu untuk membelinya. Lihat dulu pengarangnya. Apakah dari Ahlus Sunnah wal jama’ah atau bukan. Kalo perlu, lihat juga penerjemahnya (untuk yang bahasa Indonesia) dan penerbitnya. Jangan sampai kita salah di dalam memilih buku.
Pada kesempatan ini kami bawakan daftar buku-buku syiah yang kami dapatkan dari situs salah satu yayasan syiah di Yogyakarta.
Maksud kami ini tidak lain dan tidak bukan agar kita tidak tersesat dalam memilih buku. Kita tahu dan belajar kejelekan bukan untuk kita amalkan tapi untuk kita jauhi. (lebih…)

Akhir-akhir ini kaum muslimin di seluruh dunia sedang dilanda fitnah besar. Fitnah tersebut dihembuskan oleh dua golongan Ahli Bid’ah yang tergolong musuh Islam terbesar. Pertama fitnah Syi’ah, yang diwakili oleh Iran dan Hizbullah-nya. Golongan ini sepintas muncul sebagai pahlawan kaum muslimin dan simbol perlawanan terhadap kedigdayaan AS dan Israel yang selama ini telah banyak menyakiti umat Islam. Fitnah semakin menghebat tatkala Hizbullah yang dipimpin oleh Hasan Nasrallah terlibat perang hebat dengan Zionis Israel selama 34 hari pada tahun 2006 yang lalu. Perang besar tersebut dipicu oleh kegegabahan Hizbullah yang menculik dua orang serdadu Israel tanpa berkonsolidasi terlebih dahulu dengan pemerintah Lebanon, hingga demi membebaskan dua orang serdadunya tadi, Israel membombardir seluruh wilayah Lebanon hingga memporakporandakan negeri yang Indah tersebut, dan menyebabkan kerugian sekitar 2.5 miliar Dollar. Di samping itu, korban yang tewas di kalangan rakyat sipil mencapai 1000 orang lebih. Pun demikian, dunia menganggap Hizbullah lah yang menang karena Israel tidak berhasil menghancurkan sistem pertahanan roket Hizbullah meski telah membombardir Lebanon demikian hebat.[1]

Mata kaum muslimin pun terpaku menyaksikan patriotisme pasukan Hizbullah yang dengan ‘gagah berani’ menyerang tank-tank Merkava Israel, hingga berhasil menghancurkan 50 buah di antaranya. Bahkan disinyalir Hizbullah telah menembakkan 4000 roket dari 15000 roket yang dimilikinya ke wilayah Israel yang padat penduduk, hingga menyebabkan sejumlah 300 ribu yahudi diungsikan. Hasan Nasrallah pun mengeluarkan statemen-statemen yang dinilai pedas kepada Israel hingga Israel hengkang dari selatan Lebanon yang notabene adalah wilayah kaum Syi’ah. Nasrallah bahkan mengklaim akan membebaskan Masjidil Aqsha dari kekuasaan Yahudi dan seterusnya, hingga statemen tadi membikin sebagian kaum muslimin terkagum-kagum kepadanya, dan menjulukinya sebagai Khomeini Arab dan Khalifatul Muslimin. (lebih…)

Sekitar tahun 80-an, banyak orang-orang yang menamakan anaknya dengan Ayatullah dan Al Khomeini, salah satunya adalah teman SD saya yang namanya Ramatullah Al Khomeini. Entah berapa banyak kaum muslimin yang terkagum-kagum dengan sosok ‘Khomeini’ sebagai pemimpin revolusi Iran. Kekaguman tersebut sebenarnya bisa dimaklumi mengingat banyaknya orang yang tertipu sejak dahulu oleh sosok kakek tua dengan jenggot putih lebat yang “Zuhud” ini. Kekaguman yang sama juga pernah terjadi pada sosok Saddam Hussein saat perang teluk tahun 90-an meletus. Bahkan saya masih ingat sebuah pemberitaan di salah satu stasiun televisi bahwa ada sekitar 300-an bayi yang lahir dinamakan Saddam Hussein, dan semua bayi tersebut adalah orang Indonesia!

Demikianlah karakter bangsa kita yang demikian latah dan mudah bersimpati. Sekali lagi itu bisa dimaklumi mengingat Indonesia sendiri adalah bukan negara Islam, namun negara Pancasila dan UUD ’45. Artinya, meski mayoritas rakyat Indonesia adalah muslimin Ahlussunnah bermadzhab Syafi’i, akan tetapi mereka rata-rata jahil terhadap pokok-pokok ajaran Ahlussunnah itu sendiri. Ini merupakan salah satu buah manis dari sekulerisme yang diadopsi dalam pendidikan-pendidikan di sekolah Negeri selama ini.

Saya berkata demikian karena saya sendiri pernah mengenyam pendidikan Negeri selama enam tahun. Hasilnya? Ya beginilah… tidak bisa mengenali yang hak dari yang batil, dan tidak membedakan mana kawan dan mana lawan… kalau saja Allah tidak berkenan memberi hidayah kepada saya hingga tergerak untuk mempelajari agama lebih dalam dari sumber yang otentik.

Salah satu fitnah besar yang melanda kaum muslimin di era 80-an adalah fitnah Revolusi Iran. Bagaimanakah hakikat revolusi Iran tersebut? Siapakah tokoh-tokohnya? Benarkah Iran adalah negara Islam? Insya Allah kami akan mencoba memberikan jawaban atas itu semua melalui tulisan ini. Dan perlu diketahui, bahwa dalam menulis artikel ini saya banyak merujuk kepada sebuah buku yang ditulis oleh mantan orang dekatnya Khomeini, yaitu DR. Musa Al Musawi. Beliau adalah mantan tokoh Syi’ah yang kemudian taubat setelah mengetahui berbagai kesesatan dan kebobrokan ajaran Syi’ah. Beliau sendiri telah menulis beberapa buku tentang hal itu, dan mengalami beberapa percobaan pembunuhan karenanya. Yang terbaru dari tulisan-tulisan beliau adalah kitab Ats Tsaurah Al Baa-isah, yang tak lain adalah buku yang kami maksud.

Tulisan ini adalah sebagian kecil dari apa yang beliau paparkan dengan sangat indah dan ilmiah tentang Revolusi Iran, yang insya Allah jika tersisa waktu, saya akan menerjemahkannya secara keseluruhan. (lebih…)

Dalam dua artikel sebelumnya, kita telah membahas sejarah berdirinya Hizbullah sekaligus pendirinya. Kita juga membahas tentang hubungan Hizbullah-Iran dan Hizbullah-Suriah, serta megaproyek mereka untuk mendirikan Negara Syi’ah Raya di Lebanon. Pembahasan kita berakhir pada meletusnya perang Lebanon tahun 2006 di mana Zionis Israel gagal menghancurkan kekuatan Hizbullah, dan gagal membidik pemimpinnya. Hal ini mengakibatkan kegembiraan luar biasa di dunia Islam, dan kebanggaan besar bagi pemuda-pemuda Islam. Lebih-lebih mengingat mereka belum pernah menyaksikan kemenangan hakiki melawan Yahudi dalam suatu peperangan sejak tahun 1973, alias sejak lebih dari 30 tahun! Orang-orang pun saling memberikan selamat kepada Hizbullah dan pemimpinnya, Hasan Nasrallah. Bahkan sebagian mengira bahwa Hasan Nasrallah adalah pemimpin gerakan seluruh umat Islam. Mereka seakan lupa akan background-nya yang Syi’ah Itsna Asyariah itu; yang konsekuensinya ialah permusuhan abadi terhadap Ahlussunnah, baik ia nampakkan hal tersebut ataupun ia sembunyikan. (lebih…)

By: Dr. Ragheb Sirjani

Banyak dari kaum muslimin yang memberi peluang kepada perasaan (baca: simpati) mereka untuk menghukumi berbagai perkara, tokoh, organisasi, dan negara. Mereka tidak meneliti apa yang ada di balik itu semua, tidak membaca apa yang tertulis dalam buku-buku, dan tidak menelusuri asal-usulnya. Hal ini menjerumuskan mereka dalam berbagai kekeliruan dan salah persepsi yang berakibat fatal, yang baru disadari setelah musibah dan bencana yang diakibatkannya terjadi… dan ketika itu, penyesalan mungkin tiada berguna lagi.

Benang merah panjang yang mengawali lahirnya Hizbullah Syi’ah telah dibahas dalam ‘Kisah Hizbullah bag. 1′. Di sana telah kami paparkan tentang Lebanon, dan kali ini akan kami lanjutkan. Saya (penulis) percaya bahwa saya sedang menelusuri jalan penuh duri. Usaha saya untuk memberikan gambaran yang benar bagi kaum muslimin ini, pasti menghadapkan saya kepada gelombang penolakan dan kritikan dari kaum muslimin yang bersimpati kepada tokoh mana saja yang dianggap sukses di masa-masa yang sensitif dalam tarikh umat ini; meskipun tokoh tersebut adalah pengikut Syi’ah yang bobrok, yang meyakini kebebasan berpendapat dalam mengritik, mencela, menentang dan bahkan menjatuhkan para sahabat yang mulia.

Saya yakin bahwa saya akan menghadapi perlawanan buas dari pihak Syi’ah sendiri, yang mendorong media-media massa Sunni agar menyerukan supaya ‘file ini’ ditutup dan jangan dibicarakan sama sekali, sembari memalingkan mereka kepada Zionis Israel dan Amerika saja. Padahal di saat yang sama Syi’ah terus melanjutkan skenario mereka dengan mantap. Kaum muslimin baru akan bangun dari tidurnya, saat Syi’ah berhasil mendirikan sebuah Daulah besar, yang setara dengan Daulah Buwaihiyyah tempo dulu, atau lebih besar lagi!! (lebih…)

hezb1By: Dr. Ragheb As Sirjani

Di antara sepak terjang yang paling mengagumkan bagi mayoritas kaum muslimin, khususnya beberapa tahun belakangan ini adalah sepak terjang Hizbullah dan pemimpinnya: Hasan Nasrallah. Hasan Nasrallah bahkan dijuluki oleh majalah Newsweek Amerika Serikat sebagai tokoh yang paling kharismatik di dunia Islam, plus yang paling berpengaruh bagi mayoritas kaum muslimin.

Pun demikian, ulama dan cendekiawan muslim memiliki pendapat yang bermacam-macam dan bertolak belakang dalam menilai Hizbullah dan Hasan Nasrallah sebagai pemimpinnya. Di antara mereka ada yang membelanya mati-matian hingga menjuluki Nasrallah sebagai Khalifah kaum muslimin. Tapi ada pula yang menyerangnya habis-habisan hingga mengeluarkan Hizbullah dari Islam secara keseluruhan, dan masih puluhan pendapat lagi yang berkisar di antara dua penilaian tadi. (lebih…)

oleh Dr. Raghib As Sirjani

seminar_syiah_semarangMayoritas kaum muslimin menilai bahwa menentukan sikap terhadap Syi’ah adalah sesuatu yang sulit dan membingungkan. Kesulitan ini terpulang kepada banyak hal….

Di antaranya karena kurangnya informasi tentang Syi’ah. Syi’ah menurut mayoritas kaum muslimin adalah eksistensi yang tidak jelas.

Tidak diketahui apa hakikatnya, bagaimana ia berkembang, tidak melihat bagaimana masa lalunya, dan tidak dapat diprediksi bagaimana di kemudian hari… (lebih…)