Kisah Hizbullah (3)

Posted: 23 Oktober 2009 in bantahan, Kisah, Kisah penuh Ibrah, manhaj, Sunnah, Syi'ah
Tag:, , , , , , , , , , , ,

Dalam dua artikel sebelumnya, kita telah membahas sejarah berdirinya Hizbullah sekaligus pendirinya. Kita juga membahas tentang hubungan Hizbullah-Iran dan Hizbullah-Suriah, serta megaproyek mereka untuk mendirikan Negara Syi’ah Raya di Lebanon. Pembahasan kita berakhir pada meletusnya perang Lebanon tahun 2006 di mana Zionis Israel gagal menghancurkan kekuatan Hizbullah, dan gagal membidik pemimpinnya. Hal ini mengakibatkan kegembiraan luar biasa di dunia Islam, dan kebanggaan besar bagi pemuda-pemuda Islam. Lebih-lebih mengingat mereka belum pernah menyaksikan kemenangan hakiki melawan Yahudi dalam suatu peperangan sejak tahun 1973, alias sejak lebih dari 30 tahun! Orang-orang pun saling memberikan selamat kepada Hizbullah dan pemimpinnya, Hasan Nasrallah. Bahkan sebagian mengira bahwa Hasan Nasrallah adalah pemimpin gerakan seluruh umat Islam. Mereka seakan lupa akan background-nya yang Syi’ah Itsna Asyariah itu; yang konsekuensinya ialah permusuhan abadi terhadap Ahlussunnah, baik ia nampakkan hal tersebut ataupun ia sembunyikan.

الانقلاب

Foto: Percobaan Kudeta oleh Hizbullah

Hizbullah dan Kudeta Pemerintahan

Hizbullah keluar dari perang Lebanon 2006 dengan harapan bisa memanfaatkan momentum besar tersebut. Ia segera memutuskan untuk mengkudeta pemerintah Lebanon yang tidak lain adalah sekutunya. Pada tanggal 30 Desember 2006, Hizbullah menggalang aksi duduk besar-besaran di sekitar istana pemerintahan. Mereka mendirikan lebih dari 600 tenda agar mosi duduk tersebut bertahan lebih lama. Mereka menuntut agar PM Sunni Fuad Seniora mengundurkan diri, padahal menurut undang-undang Lebanon, penggantinya juga harus Sunni; akan tetapi keinginan Hizbullah tadi menandakan bahwa mereka mampu merubah-rubah keadaan semau mereka, dan siapa saja yang akan menggantikan PM harus ‘manut’ kepada seluruh instruksi ‘pemimpin masa depan’ Lebanon, yang dilambangkan oleh Hasan Nasrallah. Akan tetapi pemerintah tidak menggubris ‘instruksi’ Hasan Nasrallah tersebut, hingga aksi berkemah tadi berlangsung hingga 18 bulan berturut-turut!

Kondisi semakin kacau saat Hizbullah melakukan operasi militer anarkis, yaitu dengan mengerahkan pasukan bersenjatanya untuk mengepung Beirut barat secara total, yang merupakan wilayah kediaman Ahlussunnah. Mereka mengancam akan menduduki wilayah tersebut, atau tidak akan melonggarkan kepungan sampai PM yang dimaksud mengundurkan diri. Hal itu terjadi pada 9 Mei 2008.

Rupanya masalah ini tidak lagi sekedar ‘bisikan hati’. Ia telah menjadi percobaan nyata di lapangan dengan bergeraknya milisi-milisi untuk menguasai titik-titik utama di ibukota Beirut. Bahkan ini sangat menarik perhatian, tatkala Waleed Jumblat mengungkap apa yang terjadi enam hari sebelum pengepungan, tepatnya tanggal 3 Mei 2008. Ia mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa dirinya menemukan dokumen surat-menyurat antara menteri pertahanan Lebanon Ilyas Almur dengan pihak intelijen tentara nasional Lebanon. Dokumen tersebut melaporkan adanya sejumlah kamera milik Hizbullah yang dipasang di airport Beirut. Jumblat juga menyebutkan bahwa di saat yang sama ketika persenjataan dilarang masuk ke Lebanon, ternyata arus pengiriman senjata mengalir deras dari Iran kepada Hizbullah. Artinya, tidak lama lagi Hizbullah akan menjadi satu-satunya kelompok bersenjata di lebanon yang persenjataannya jauh melebihi tentara nasional Lebanon.

في بيروت

foto: Hizbullah Mengepung Beirut

Kesepakatan Doha dan kesalahan Nasrallah

Pengepungan Beirut barat berlanjut selama 13 hari, hingga ditandatanganinya kesepakatan di Doha (Qatar), untuk mengakhiri perang dan menyudahi aksi duduk massal. Akan tetapi, seiring dengannya bubar pula aliansi kwartet yang terbentuk antara gerakan Al Mustaqbal yang Sunni, Hizbullah dan Harakah AMAL yang Syi’ah, serta Partai Demokratik yang Druz. Mereka semua mendapati bahwa aliansi semacam ini adalah sangat sulit dipertahankan, dan berbagai kepentingan Ahlussunnah dan Syi’ah pasti akan saling bertabrakan. Dari sini, mulai lah kedua belah pihak saling melempar tuduhan dan bersaing ketat. Gerakan Al Mustaqbal atau Aliansi 14 Maret, kini meyakini bahwa Syi’ah sangat mungkin mengambil alih kekuasaan secara total di Lebanon. Hizbullah pun mulai menuduh Gerakan Al Mustaqbal sebagai kaki tangan Amerika dengan maksud menurunkan pamor mereka di mata rakyat Lebanon dan gerakan-gerakan Nasionalis lainnya. Tuduh-menuduh terus berlanjut antara kedua belah pihak, dan semakin menguat dari waktu ke waktu seiring dengan makin dekatnya Pemilihan anggota parlemen baru pada bulan Juni 2009. Akhirnya, Gerakan Al Mustaqbal yang dipimpin oleh Sa’ad Al Hariri ikut serta dalam Pemilu melawan Hizbullah yang dipimpin oleh Hasan Nasrallah. Masing-masing pihak mulai memamerkan kapabilitasnya untuk memimpin sekaligus menjatuhkan lawan politiknya.

Hasan Nasrallah lalu membuat kekeliruan besar yang semestinya tidak dilakukan oleh seorang politikus ahli sepertinya. Akan tetapi Allah berkehendak untuk menyingkap apa yang ada di balik tabir… Ia mengumumkan dalam pidatonya menjelang Pemilu pada tanggal 29 Mei 2009, – yang teks pidatonya ada dalam situs resmi Hizbullah di internet-, bahwa jika kelompoknya menang dalam Pemilu, maka ia akan memasukkan persenjataan ke Lebanon dari Suriah dan Iran. Ia telah menampakkan bahasa Syi’ahnya yang kental, bahkan mengatakan: “Yang saya tahu ialah bahwa Republik Islam Iran, khususnya Imam pemimpin Revolusi yang mulia: Sayyid Al Khamenei tidak akan pelit untuk memberikan segalanya bagi Lebanon”.[1]

الدوحةFoto: Kesepakatan Doha

Ia telah berterus terang tanpa tedeng aling-aling kepada rakyat Lebanon, bahwa pendanaan yang akan menjamin stabilitas dan kejayaan mereka akan datang dari pihak Syi’ah, dan ini adalah bujukan sekaligus ancaman, plus suatu hal yang menarik perhatian akan kuantitas Hizbullah dan relasinya.

“Pesan” tersebut sampai ke rakyat Lebanon, namun dalam bentuk yang berlawanan dari yang diharapkan Hasan Nasrallah. Rakyat Lebanon akhirnya sadar akan bahaya Syi’ah. Mereka tahu bahwa naiknya kelompok Hizbullah ke kursi pemerintahan, berarti bertambahnya kekuatan bagi Hizbullah, bukan bagi Lebanon. Di samping itu, kemungkinan berdirinya sebuah negara Syi’ah yang loyal kepada Iran dan Suriah menjadi dekat sekali. Dari sinilah rakyat Lebanon takut terhadap arah Hizbullah, dan ketakutan tersebut nampak di kotak-kotak suara saat Pemilu hingga mereka memberikan suaranya ke Aliansi 14 Maret, padahal Sa’ad Al Hariri tidaklah secakap bapaknya, mendiang Rafiq Al Hariri. Akan tetapi rakyat Lebanon telah menyadari sendiri akan bahaya momen ini, dan tidak ada lagi waktu untuk mengatakan bahwa Pemilu ini akibat tekanan Amerika, sebab ternyata Pemilu ini adalah pemilu yang bersih dan tidak ada satu pihak pun yang mengritik ketransparanannya.

Akhirnya Aliansi 14 Maret menang dalam Pemilu dengan merebut 14 kursi lebih banyak dari Hizbullah. Ini adalah angka yang besar dalam pemilu Lebanon, dan ini berarti bahwa masalah-masalah akan semakin jelas.

ايران والحزبFoto: Dukungan Iran untuk Hizbullah

Sikap kita terhadap Hizbullah

Setelah memaparkan kisah yang panjang ini, saya mengajak pembaca sekalian untuk merenung dan memberi catatan atas beberapa hal, yang nanti akan menjawab sejumlah pertanyaan membingungkan yang terlintas di benak setiap muslim saat menyaksikan peristiwa-peristiwa tadi. Mungkin ada di antara pembaca yang setuju dengan pandangan saya, namun mungkin juga tidak; akan tetapi saya sampaikan kepada semuanya bahwa saat kita memberikan catatan, hendaknya kita menyingkirkan perasaan kita, dan memutuskan dengan akal kita. Jika kita ingin memberi analisa yang tepat, kita harus menelusuri akar masalah, mempelajari sejarah baik yang dahulu maupun sekarang, mengaitkan hal-hal satu sama lain, membaca apa yang tertulis dalam buku-buku, dan meneliti tujuan masing-masing golongan serta latar belakang dan akidah mereka. Ketika itulah berbagai asumsi yang dahulu kita yakini kebenarannya akan berubah, dan boleh jadi kita menyerang apa yang dahulu kita bela, atau membela apa yang dahulu kita serang!!

Pertama: Berdirinya sebuah negara Syi’ah di Lebanon adalah sesuatu yang sangat mungkin terjadi bahkan mungkin segera terjadi, mengingat fasilitas yang dimiliki Hizbullah bukanlah fasilitas suatu kelompok atau golongan kecil, akan tetapi fasilitas suatu negara. Apalagi dukungan Suriah dan Iran atas berdirinya suatu negara Syi’ah yang loyal kepada keduanya sangatlah besar. Negara ini kelak meliputi Lebanon selatan, lembah Bikkaa yang berada di timur laut Lebanon. Wilayahnya bisa jadi meluas hingga mencakup Lebanon utara yang Sunni, termasuk menguasai Beirut barat dan selatan. Adapun wilayah-wilayah Nasrani, maka masih diperselisihkan, dan tidak menutup kemungkinan jika Hizbullah menerima berdirinya dua negara di bumi Lebanon: Negara Syi’ah dan Negara Nasrani.

Bahkan seribu tahun sebelum itu, Syi’ah Isma’iliyyah pernah menawarkan kepada pasukan salibis saat memasuki Syam, agar mereka membagi-bagi wilayah Ahlussunnah di antara mereka: pasukan salibis menguasai Suriah dan Lebanon, sedangkan Syi’ah menguasai Palestina dan Yordania; akan tetapi pasukan salib menolak, sebab mereka ingin menguasai Syam seluruhnya!

Berdirinya sebuah negara Syi’ah di Lebanon bukanlah masalah sepele bagi Ahlussunnah. Silakan baca kembali kisah Ahlussunnah di Iran dan Irak, dan telaah kembali sikap Harakah AMAL yang lalu berganti menjadi Hizbullah terhadap Ahlussunnah di Lebanon. Baca pula tarikh daulah Buwaihiyyah, Hamdaniyyah, dan Ubeidiyyah –yang menamakan dirinya dengan dusta sebagai Fathimiyyah-, serta Shafawiyyah… pelajarilah sejarah mereka agar Anda tahu bahwa berdirinya sebuah negara Syi’ah yang kuat, berarti penindasan terhadap Ahlussunnah di barisan yang pertama, sebab masalahnya adalah masalah akidah, dan semua fakta yang ada mengarah kesana.

Perang Demi Sejumlah Kepentingan

Kedua, perang Hizbullah melawan Yahudi adalah perang demi sejumlah kepentingan, bukan perang atas dasar akidah. Sebab Yahudi memasuki wilayah Lebanon selatan tahun 1982, yang mulanya hendak dijadikan cikal bakal Negara Syi’ah Raya. Maka, mau tidak mau harus ada perlawanan demi eksistensi, sebagaimana peperangan pada umumnya yang terjadi di dunia. Perang ini bukanlah perang demi meninggikan kalimat Allah, sebab kalimat Allah (baca: agama) yang diyakini kaum Syi’ah adalah kalimat yang batil dan menyimpang. Mereka meyakini bahwa imam-imam mereka ma’shum, dan kedudukannya lebih tinggi dari para rasul, lantas kebaikan apa yang diharapkan dari akidah semacam ini?!!

Cobalah kita bikin perumpamaan bahwa Syi’ah memiliki markas di Lebanon Utara, sedangkan Ahlussunnah di selatannya. Apakah Anda mengira bahwa Syi’ah akan berperang demi menyelamatkan wilayah Lebanon yang ditempati Ahlussunnah? Ini sesuatu yang mustahil bin tidak mungkin… bahkan boleh jadi akan terjadi kesepakatan untuk membagi bumi Lebanon secara damai dengan Yahudi, dan ini bukan sekedar omong kosong tanpa bukti; sebab Syi’ah telah mendiami Lebanon sejak puluhan tahun, namun adakah mereka tergerak untuk memerangi Yahudi di Palestina? Padahal dalam syair-syair mereka katakan bahwa Palestina adalah bumi yang dijajah Zionis Israel.

Al ‘Allamah DR. Musthafa As Siba’I –rahimahullah- yang merupakan muraqib Ikhwanul Muslimin di Suriah pernah berusaha mengadakan pendekatan Sunnah-Syi’ah ketika meletus perang Arab-Israel tahun 1948. Ia berusaha mendorong Syi’ah agar bersekutu dengan Ahlussunnah untuk membebaskan Palestina, akan tetapi mereka menolak dan enggan, hingga DR. Musthafa kecewa berat, lalu menulis dalam kitabnya yang berjudul (السنة ومكانتها في التشريع الإسلامي) “Kedudukan Sunnah dalam Syariat Islam”, bahwa pendekatan antara Sunnah dengan Syi’ah adalah sesuatu yang tidak ada hakikatnya, sebab mereka memahaminya sebagai pengalihan Ahlussunnah menjadi Syi’ah, bukan untuk bertemu di tanah yang dimiliki bersama.[2]

Kemudian saat meletusnya perang tahun 1967, Syi’ah yang ada di Palestina Utara tidak bergerak sedikit pun. Bahkan Musa Ash Shadr mengelu-elukan slogannya yang terkenal pada bulan Maret 1973 bahwa: “Senjata adalah perhiasan kaum lelaki”, namun saat meletus perang di bulan Oktober 1973, yakni 6 bulan setelah Musa mengucapkan slogan tersebut, tidak ada seorag Syi’ah pun yang ikut serta dalam memerangi Yahudi di Palestina!

Kita semua menyaksikan bagaimana perang Gaza tahun 2009 yang lalu. Sebenarnya rudal-rudal Hizbullah bisa saja ditembakkan untuk menahan serbuan brutal Yahudi atas Gaza, akan tetapi kita tidak mendengar selain ucapan saja, dan tidak ada satu rudal pun yang ditembakkan untuk menyerang kaum Zionis. Dari sinilah kaum Zionis tahu bahwa bahaya Hizbullah hanya sebatas daerah yang dikuasainya saja, dan untuk periode ini, baik Hizbullah maupun Iran tidak punya kepentingan dengan Palestina. Sebagaimana yang diketahui Amerika bahwa slogan-slogan anti-AS yang diserukan Iran tidak ada hakikatnya, namun sekedar mencari simpati kaum muslimin lewat media massa. Jika tidak percaya, silakan perhatikan bagaimana proyek Syi’ah di Irak yang berjalan mulus dengan dukungan murni Amerika… bahkan Amerika sesungguhnya tidak menentang rencana pendirian Negara Syi’ah Raya yang meliputi Iran, Irak, Lebanon dan Suriah, sebab negara ini akan mewujudkan keseimbangan bagi sejumlah kekuatan yang ada di wilayah Islam, dan otomatis akan menghadang kekuatan Islam Sunni yang berupa kebangkitan Islam di sejumlah negara kawasan itu, terutama Mesir, Arab Saudi, dan Yordania. Itulah negara-negara yang Amerika selalu berusaha menekan kekuatannya, baik secara politik, militer, maupun ekonomi.

Antara Kemenangan & Kebenaran Manhaj

Ketiga, kemenangan tidak berarti kebenaran suatu manhaj (ajaran), dan pengorbanan besar belum tidak selalu menandakan keikhlasan! Betapa banyak pihak yang menang sedangkan mereka adalah pelaku bid’ah. Bahkan Syi’ah Qaramithah pernah berkuasa di muka bumi selama seabad atau lebih, padahal mereka yang membantai jama’ah haji, mencongkel Hajar Aswad dari tempatnya, dan berbuat kerusakan di muka bumi. Bangsa Persia dan Romawi juga pernah berkuasa di muka bumi, demikian pula Tartar (Mongol), Inggris, dan Amerika; padahal manhaj mereka semuanya rusak.  Termasuk para penguasa muslim yang kejam dan bengis, yang melenceng dari ajaran Islam yang lurus, juga pernah menguasai rakyat mereka selama puluhan tahun.

Setiap kemenangan dan kekuasaan suatu kaum, tidak harus menunjukkan bahwa yang bersangkutan menganut manhaj (ajaran) yang benar. Namun kaum muslimin harus melihat ucapan dan perbuatan yang bersangkutan, apakah itu semua sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah, atau tidak seperti itu. Berapa banyak orang yang berkorban dalam peperangan, tabah laksana pahlawan, akan tetapi menjadi penghuni Neraka? Ya, sebab ia tidak melakukan semua itu karena Allah. Bahkan di zaman Rasulullah e para sahabat menyaksikan ada seorang lelaki yang demikian hebat mengobrak-abrik barisan musyrikin, hingga orang-orang mengiranya sebagai orang Islam terhebat, akan tetapi Nabi mengabarkan kepada merek bahwa lelaki itu adalah penghuni Neraka! Lantas saat para sahabat menguntitnya, mereka mendapatinya dalam sakaratul maut dan ia mengatakan: “Sesungguhnya aku berperang demi kaumku”[3]. Jadi, dia tidak berperang demi Allah ‘Azza wa Jalla, alias ia berperang demi kepentingan, dan kemenangan serta ketabahannya di medan perang berangkat dari asas yang batil.

Kita bukannya sok tahu akan niat Hizbullah, sebab hanya Allah yang tahu isi hati mereka. Akan tetapi kita berbicara tentang akidah yang mereka nyatakan, dan bid’ah yang mereka tampakan. Silakan merujuk kembali artikel yang berjudul: “Hegemoni Syi’ah”, niscaya Anda akan dapatkan bagaimana Syi’ah menang dan berkuasa, akan tetapi sama sekali bukan menang dalam ajaran, namun semuanya adalah penyimpangan dari jalan yang lurus.

Sikap Ahlussunnah

Keempat, meski perang yang terjadi antara Hizbullah dan Zionis Israel adalah perang demi kepentingan, tidak berarti bahwa muslimin Ahlussunnah tidak perlu mengambil sikap tertentu dalam masalah ini. Bahkan dalam hal ini saya berbeda pendapat dengan banyak senior saya dalam masalah ilmu dan dakwah, yang memandang agar masalah ini dibiarkan saja tanpa campur tangan, sebab kedua belah pihak adalah kaum yang sesat. Seorang muslim hendaknya berperan positif dan dapat menilai antara maslahat dan mudharat. Perang ini terjadi antara Zionis Israel yang benar-benar menjajah bumi Palestina, dan Hizbullah yang hidup di bumi yang sebagiannya dijajah oleh pihak Zionis. Dari sini, melemahkan kaum Zionis pada dasarnya adalah suatu tujuan, mengingat jelasnya permusuhan kaum Zionis, dan membebaskan bumi Lebanon dari cengkeraman Zionis adalah suatu keharusan.

Nah setelah itu, hendaknya kaum muslimin mengatur masalah mereka dengan strategi yang bisa menjaga hak-hak mereka tanpa terseret kepada Yahudi maupun Hizbullah.

Dahulu saya pernah menganggap luar biasa sikap Ahlussunnah di Lebanon tahun 1997 saat mereka bergabung dalam jumlah besar ke pasukan perlawanan Lebanon yang berusaha mengusir Yahudi dari Lebanon. Padahal komandonya dipegang oleh Hizbullah, dan Hizbullah banyak memanfaatkan perjuangan Ahlussunnah setelah itu dan tidak mau mengakuinya; akan tetapi tetap saja pandangan kaum muslimin jelas dalam hal ini.

Bahkan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah meladeni seorang lelaki musyrik yang datang kepadanya untuk menuntut haknya yang dirampas Abu Jahal. Nabi saat itu tidak mengatakan: “Lelaki ini kelak akan menggunakan harta yang dirampas tadi untuk bertaqarrub kepada Latta dan ‘Uzza”, namun Nabi membantunya dalam hal ini, kemudian di kesempatan lain beliau mendakwahinya ke jalan Allah.[4]

Kita tidak akan mencampur susu dengan nila, kita tahu bahwa proyek Syi’ah Hizbullah di Lebanon sangat berbahaya, namun di saat yang sama kita juga sadar akan bahaya proyek Zionis di wilayah tersebut.

Kelima, Hasan Nasrallah adalah tokoh kharismatik. Artinya, ia seorang yang punya karakter khusus dapat mempengaruhi orang di sekitarnya, dapat memimpin massa, dan menggelorakan semangat. Dia termasuk politikus nomor wahid, sangat cerdas dan pandai berbicara… Menurut saya (DR. Ragheb As Sirjani), boleh-boleh saja ia dikagumi sebagai politikus dan ahli strategi. Saya tidak takut jika ada orang yang mengagumi cara berpidatonya, atau caranya mempermainkan neraca politik… ini semua tidak mengapa bagiku untuk dirasakan oleh kaum muslimin. Bahkan kalau pun mereka (kaum muslimin) menirunya dalam sebagian hal tersebut, itu juga tidak mengapa.

TAPI, yang tidak bisa diterima ialah bila kita mengaguminya sebagai pemimpin Islam yang mengobarkan jihad sesuai perintah Allah. Sebab untuk menjadi pemimpin model ini syaratnya harus memiliki akidah yang lurus dan ibadah yang benar. Ia harus mengikuti Sunnah Nabi dan tunduk pada ayat-ayat Allah, dan semua syarat ini tidak dimiliki oleh Hasan Nasrallah!

Di antara Akidah Hasan Nasrallah

Hasan Nasrallah adalah penganut Syi’ah Itsna ‘Asyariah. Artinya, ia mempercayai semua keyakinan madzhab tersebut. Dia percaya bahwa para sahabat semuanya bersekongkol untuk merebut khilafah dari tangan ‘Ali bin Abi Thalib, dan menyerahkannya kepada Abu Bakar, Umar, kemudian Utsman –semoga Allah meridhai mereka semua-. Dia juga meyakini bahwa Nabi telah memberi wasiat kepada imam-imam mereka yang dua belas dan menyebut nama-nama mereka secara jelas. Dia meyakini bahwa para imam tadi ma’shum, dan imam yang kedua belas telah masuk gua Sirdab –di Samurra, Irak- dan masih hidup (sejak 12 abad lalu) hingga saat ini, dan akan keluar suatu hari nanti. Dia juga mengimani taqiyyah[5] sebagai sembilan persepuluh (90%) agama Syi’ah. Dia juga meyakini bahwa Ahlussunnah adalah golongan yang memusuhi Ahlul Bait, padahal Ahlussunnah lah yang lebih menghargai Ahlul Bait dari pada Syi’ah, namun caranya sesuai sunnah Rasul. Dia juga meyakini bahwa imam-imam yang besar berhak mengambil seperlima dari penghasilan pribadi setiap penganut Syi’ah. Dia juga meyakini bahwa nikah mut’ah adalah halal; artinya, boleh saja baginya bila seorang pemuda mendatangi pacarnya, atau gadis lain lalu menikahinya selama sehari atau satu jam, demi melampiaskan syahwatnya kepada si wanita lalu mencerainya. Dia juga meyakini teori wilayatul faqih, dan berangkat dari sini, haram baginya untuk menyelisihi pemimpin revolusi Iran: Ali Khamenei dalam perintah apa pun, demikian seterusnya…

Semua yang saya sebutkan tadi adalah bagian dari keyakinan (akidah) Hasan Nasrallah yang telah mengakar. Kalau ada yang protes dan mengatakan: “Lho, kita kan tidak pernah mendengar dia mencaci-maki sahabat, atau menuduh isteri-isteri Nabi dengan tuduhan keji?”, maka saya katakan kepada orang-orang lugu tersebut: “Bukan suatu keharusan bagi kita untuk mendengar semua itu darinya agar kita yakin bahwa dia memang mengatakan seperti itu, sebab semua hal tadi merupakan KONSEKUENSI dari ajaran Syi’ah Itsna ‘Asyariyah”. Anda sendiri mungkin tidak pernah mendengar tetangga anda yang muslim mengatakan: laa ilaaha illallaah muhammadun rasulullah, akan tetapi anda tahu bahwa tetangga anda meyakini ucapan tersebut, karena dia seorang muslim. Demikian pula seorang Syi’ah Itsna ‘Asyariyah, ia mau tidak mau harus mengimani semua yang saya sebutkan tadi, sebab kalau tidak, dia akan berada di luar Syi’ah. Kalau Hasan Nasrallah harus menghargai dan menghormati para sahabat, maka ia tidak mungkin bisa membenarkan pokok-pokok ajaran Syi’ah Itsna ‘Asyariyah, demikian pula dengan jabatan Khalifah yang dipegang oleh Ali, Hasan, Husein, dan imam-imam lainnya.

Jadi, seorang tokoh yang menganut berbagai kesesatan dan bid’ah tadi, sama sekali tidak layak untuk kita kagumi, maupun kita jadikan sebagai pemimpin Islam teladan. Kita hanya boleh mengambil sedikit hal darinya, sebagaimana kita ambil dari orang lain; bukan karena dia itu Islami, tapi karena dia adalah manusia yang memiliki potensi dan keahlian.

Sejarah Islam telah menyaksikan bagaimana kaum Salibis menjajah Palestina dan Syam sebelum ini, dan hal itu terjadi di depan mata daulah Syi’ah yang kuat, yaitu Daulah ‘Ubeidiyyah yang saat itu menguasai Mesir. Pun demikian, kaum muslimin yang sejati di zaman itu tidak menjadikan para pemimpin Daulah Ubeidiyyah sebagai teladan mereka, sebab para pemimpin tadi adalah orang yang rusak akidahnya, meskipun mereka adalah jago-jago politik, dan ahli strategi perang. Kaum muslimin hanya melahirkan teladan-teladan mereka yang sejati, hingga muncullah tokoh-tokoh seperti Imaduddien Zanky, Nuruddien Mahmud, dan Shalahuddien Al Ayyubi.

Inilah yang harus menyibukkan kita sekarang… jika kita telah menyaksikan megaproyek Syi’ah, dan telah matang dan berhasil di Iran, Irak serta Lebanon. Lantas di manakah megaproyek Sunni yang menyamai megaproyek Syi’ah, agar kemudian bisa mengunggulinya?!

Kita mengharap kepada salah satu dari sekian banyak pemimpin negara Islam agar merancang megaproyek Sunni tadi, yang berpijak kepada Al Qur’an dan Sunnah, dan berjalan di atas manhaj As Salafus Shalih. Inilah proyek yang akan melindungi hak-hak kaum muslimin di muka bumi, dan mendukung Ahlussunnah yang tertindas di Iran, Irak, Lebanon, dan Suriah; dan yang akan tegar menghadapi proyek-proyek Yahudi dan penjajahan mereka atas negara-negara Islam.

Namun kalau tidak ada seorang pemimpin pun yang mau memikul tanggung jawab ini, maka kita mengajak seluruh rakyat merek untuk merevisi kembali manhaj mereka dan mengintrospeksi diri agar kembali dengan pasrah dan taat kepada Allah. Sebab Allah tidak akan membiarkan umat tanpa seorang pemimpin yang mukhlis, kecuali karena umat itu sendiri yang menerlantarkan dan menyia-nyiakan agama Allah. Jadi, sebagaimana kalian, demikianlah penguasa kalian, dan Allah tidaklah berbuat zhalim sedikit pun… maka bela lah agama Allah, agar Allah membela kalian, dan tolonglah ajaran-Nya agar Dia menolong kalian, serta kembalilah kepadanya, agar Dia menerima kalian, mengampuni dosa kalian, dan membimbing kalian ke jalan yang lurus…

Semoga Allah memuliakan Islam dan kaum muslimin… [tamat].


[1] Silakan lihat teks Arabnya di: http://www.moqawama.org/essaydetails.php?eid=15008&cid=210

[2] Lihat dalam kitab yang dimaksud, hal 24 cet. Darul Warraq-Al Maktabul Islami.

[3] Lihat: Sirah Nabawiyah tulisan Ibnu Hisyam, 1/524-525. Lelaki tersebut bernama Quzman yang merupakan sekutu Bani Dhafar.

[4] Idem, 1/389-390.

[5] Taqiyyah artinya menampakkan ucapan/perbuatan yang berbeda dengan keyakinan demi kemaslahatan pribadi, yang dahulu dikenal dengan istilah nifaq (kemunafikan).

Komentar
  1. abufadhil86 mengatakan:

    Ana selalu mengikuti perkembangan tulisan mengenai Hizbulloh. Ana dapat mengambil suatu simpulan; bahwa kita harus berhati-hati dan waspada terhadap makar yang dilakukan oleh mereka!

  2. Syukron atas komentarnya. Memang betul, andai saja kaum muslimin mengedepankan akal mereka dan mengesampingkan simpati, lalu menelusuri asal-usul Hizbullah, yang notabene adalah anak asuh Harakah AMAL yg telah membantai sekitar 3000 Ahlussunnah Palestina di Kamp Shabra dan Shatila tahun 1982 atas bantuan Zionis Israel & Suriah, niscaya tidak ada yang bersimpati kpd mereka selain musuh Islam. Tapi… itulah pengaruh media massa. Orang yang kemarin tangannya berlumuran darah warga Palestina, sekarang mengaku hendak membebaskannya dari Yahudi?? Mimpi kali yee…

    Saya harap artikel ini disebarluaskan, dengan tetap menyertakan URL-nya. Syukron

  3. ibud mengatakan:

    akh dari mana sumbernya?

  4. Sumber: http://www.alburhan.com, atau islamstory.com dari artikel tulisan DR. Ragheb As Sirjani. untuk referensi bisa rujuk bbrp buku spt Maadza Ta’rif ‘An Hizbillah?. Adapun penulis asli (DR. Ragheb) tidak menyertakan rujukan apa-apa selain buku2 sirah lama, mungkin beliau merangkum dari berbagai sumber. BTWk Buku “madza ta’rif…” tadi bisa antum download dlm format PDF, cari aja di google.

  5. Agil mengatakan:

    Dasar wahhabi bayaran loe. Bisanya cuma bikin fitnah untuk mecah belah umat islam. Dasar munafik antek amerika dan israel! Cepatlah tobat sebelum malaikat maut menjemput loe! Tulisan ini adalah bukti nyata kejahatan kaum wahhabi yang mengekor kepada kaum kuffar. Semoga Allah swt melindungi kita semua dari segala kejahatan mereka! Ameen.

  6. BAGI ANDA YANG MEMBACA KOMENTAR INI, SAYA KATAKAN: BEGITULAH AKHLAK SYI’AH… !!
    SAYA JUSTERU SEMANGAT MENDAPAT CACIAN DARI MEREKA, DAN SAYA SEMAKIN YAKIN BAHWA MEREKA LAH ANTEK-ANTEK YAHUDI DAN KUFFAR YANG SESUNGGUHNYA. MEREKA TIDAK BISA MEMBANTAH FAKTA DAN ANALISA YANG SAYA TULIS, KECUALI DENGAN CACI-MAKI DAN FITNAH. TIDAK MENGAPA,
    TOH SEMUA SAHABAT TELAH MEREKA CACI MAKI DAN MEREKA ANGGAP MURTAD, APALAGI SAYA?
    TERIMA KASIH AGIL… ANDA TELAH MENGAMBIL SEBAGIAN DOSA SAYA, DAN MEMBERIKAN SEBAGIAN PAHALA ANDA… (KALAU MEMANG ANDA PUNYA PAHALA)

  7. Agil mengatakan:

    Assalamu ‘ala manittaba’al huda. Nt ga usah bersilat lidah! Masyarakat dunia telah menyaksikan siapa yang bersahabat dng amerika dan israel. Tulisan ini hanya berisikan fitnah, tdk layak utk dikeritisi.
    Hizbullah musuh no 1 israel, semua mengakuinya kecuali orang2 yg buta dan dibutakan oleh Allah swt. Kalau nt bnr2 mengaku ahli haq, silahkan nasehati kerajaan saudi agar tdk brsahabat dng amerika dan segera menutup pangkalan kaum kufar ini di negeri kelahiran Nabi tercinta umat islam dunia!

  8. NT MENGUCAPKAN SALAM YANG DITUJUKAN UNTUK NON MUSLIM, INI BUKTI LAIN BAHWA SYI’AH MEMANG MENGKAFIRKAN GOLONGAN DI LUAR MEREKA… ANA GAK HERAN DISALAMI SEPERTI ITU, TAPI ANA KATAKAN: WA’ALAIKUM SALAM WARAHMATULLAHI WABARAKAATUH YAA SYI’I, SEMOGA ALLAH MEMBERI HIDAYAH KEPADA ANDA…
    masyarakat dunia juga telah menyaksikan siapa yang mensuplai senjata ke Tentara Al Mahdi untuk membantai Ahlussunnah di Irak… yaitu markaz kufur dunia: IRAN, dan siapa pula yang menyebabkan Lebanon hancur total karena bombardir Israel 34 hari selama perang 2006 lalu? siapa kalau bukan Hizbullaat itu? korban tewas lebih dari 1000 di pihak sipil, sedangkan mereka? kerugian Lebanon mencapai 2.5 milliar USD, dan Bantuan Saudi adalah yang paling besar yaitu 50 juta USD, menyusul UAE yaitu 20 juta, dan Maroko 5 juta… silakan baca Majalah Edisi koleksi Angkasa: Perang Hizbullah Israel. Tidak disebut di sana berapa bantuan Iran, padahal dia yang nyuplai senjata ke Hizbullah selama perang hingga serangan Israel pun semakin membabi buta… Allaahul musta’an.
    Kaum Syi’ah memang terkenal munafik sejak dahulu, dan siap bergandeng tangan dg siapa pun untuk membasmi ahlussunnah yang mereka namakan wahhabi itu… sejarah tempo dulu dan fakta di irak hari ini, serta kejahatan mereka untuk menyelundupkan bahan peledak lewat jamaah haji tahun 1987 ke saudi telah terbongkar… itulah syi’ah yang lebih busuk dari yahudi dan nashara… Sedangkan Saudi tidak pernah sedikitpun mengganggu Iran maupun Lebanon. Bahkan minoritas syi’ah di Saudi tetap hidup damai dan tenang tanpa gangguan sedikitpun… SILAKAN BANDINGKAN DENGAN MINORITAS AHLUSSUNNAH DI IRAN YANG DIBANTAI TIAP HARI OLEH TENTARA MAJUSI SYI’AH, DEMIKIAN PULA AHWAZ, IRAK, DAN LEBANON YANG TAK LUPUT DARI DENDAM KESUMAT PENGIKUT AJARAN ABDULLAH BIN SABA’ AL YAHUDI itu… NT KOK LUCU, LHA WONG PRESIDEN IRAN AJA DIAKUI OLEH ALI KHAMENEI SEBAGAI KETURUNAN YAHUDI KOK… BAGAIMANA MUNGKIN DIA TDK BERSAHABAT DGN YAHUDI??
    NAMA NT AGIL… TAPI MANA AKAL NT? MEMANG, ORANG KALAU SDH MASUK SYI’AH TIDAK PAKE AKAL LAGI…

    Masyarakat dunia bukanlah dalil: Allah berfirman: wan tuthi’ aktsarannaasi yudhilluka ‘an sabiilillah…

    Nt mencela saudi yang bersahabat dengan Amerika, lha memangnya Iran bukan sahabat Amerika? Sejak pra revolusi iran terkenal sbg sahabat karib AS, sekarang pun demikian, hanya saja ana akui memang mereka jago bermuka dua di mata dunia… kalau memang Iran musuh AS kenapa As tidak segera membombardir Iran seperti membombardi Afghanistan dan Irak? padahala statemen Ahmedi bejad itu jauh lebih menyakitkan dari pada statemen Saddam, atau Taliban… Nt nasehati saja si Ahmedi Bejad itu agar mengurangi sedikit kemunafikannya…

  9. Slamet Santoso mengatakan:

    Assalamu’alaikum

    si Agil kok ngak kasih tanggapan lagi yaa…?

    jangan jangan dah bingung dan pusing dg jawaban telak dari mas ABu hudzaifah…

    Aqill…Agill kemana dikau..?

    wassalam

  10. Alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh…

    He he he, mas Slamet bisa juga bercanda. Tapi memang begitulah Syi’ah… yang termakan propaganda mereka cuma orang awam yang ga ngerti sejarah dan asal usul mereka… makanya mereka berusaha menutupi masa lalu dan hakikat mereka sekuat tenaga, termasuk dengan menuduh orang-orang yang membicarakan mereka sebagai pemecah belah umat, wahhabi, antek Amerika & Israel dst…

    Makasih atas komen-nya Mas…

  11. Nana Suryana mengatakan:

    HIZBULLAH (orang yang berpihak kepada syari’at Allah)
    jika orang syi’ah, dan orang muslim lainnya mengaku pengikut Nabi Muhammad. pasti akan kembali pada QS. An-Nisa 59. dan QS. Al-Fath 10. dengan wujud JAMA’AH MUSLIMIN

    HANYA SATU JAMA’AH BAGI KAUM MUSLIMIN SE DUNIA

    MARI KITA WUJUDKAN JAMA’AH MUSLIMIN FIL-ARDH.

    JANGANLAH MEMBANGGAKAN NAMA-NAMA LAIN SELAIN KITA ADALAM MUSLIMIN DENGAN SATU AL-QURAN DAN SATU SUNNAH ROSULULLAH

    HANYA ORANG KAFIRLAH YANG MENOLAK PERSATUAN MUSLIMIN. COBA ANTUM SEMUA BACA HADITS HUDZAIFAH BIN YAMAN.

  12. Nana Suryana mengatakan:

    ANGANLAH MEMBANGGAKAN NAMA-NAMA LAIN. SELAIN KALIMAT KITA ADALAM MUSLIMIN DENGAN SATU AL-QURAN DAN SATU SUNNAH ROSULULLAH

  13. Saya harap Anda banyak-banyaklah belajar akidah yang benar dan minta petunjuk dari Allah. Slogan anda baik dan mulia, tapi mustahil diterapkan dalam kondisi sekarang… persatuan baru muncul setelah tauhid berhasil diwujudkan, sebagaimana yg Rasulullah lakukan antara Aus dan Khazraj… mereka baru bersatu setelah mewujudkan tauhid. Namun kalau pihak yang meyakini Satu Tuhan hendak disatukan dengan yang meyakini 12 Imam yg bertindak laksana tuhan, maka ibarat menegakkan benang basah bung… Bagaimana anda hendak menyatukan dua golongan yg salah satunya meyakini para sahabat sbg orang-orang paling mulia dan berjasa thd Islam, sedangkan golongan lainnya meyakini mereka sebagai orang paling jahat, paling kafir, lebih kafir dari Yahudi dan Nasrani, bahkan lebih kafir dari Iblis sekalipun?? Itulah keyakinan syi’ah dlm kitab-kitab induk mereka… yg berusaha mereka sembunyikan sekuat tenaga dari ahli sunnah spt Anda… sehingga anda bersimpati thd mereka.

  14. edelweis mengatakan:

    assalamu’alaikum. afwan akh, sebenarnya ana sangat bingung dengan artikel2 ini. yang ingin ana tanyakan, kebenaran dari artikel ini, bisakah akhi pertanggungjawabkan? sumber2 ini darimana y akh? dan bagaimana berita ini bisa didapat ya akhi?

    karena memang banyak berita2 dan fitnah2 yang telah beredar banyak. bisa kasih saran ke ana bagaimana cara agar bisa membedakan artikel2 yg beredar nyata atau tidak nyata?

    afwan jiddan sebelumnya jika akhi tersinggung dg pertanyaan ana. ana hanya kebingungan dan berusaha mencari kebenaran.🙂

  15. wa’alaikumussalaam warahmatullaah wabarakaatuh… tidak mengapa, bingung itu adalah langkah awal antum mencari kebenaran insya Allah. sumber artikel ini adalah artikel yg ditulis oleh DR. Raghib As Sirjani (penulis buku best seller: misteri shalat subuh) yg ana terjemahkan secara utuh. bisa dilihat aslinya dlm bhs arab di situs: http://www.islamstory.com , buku-buku yg membahas ttg hakikat Hizbullah juga cukup banyak, diantaranya Maadza Ta’rif an Hizbillah tulisan Ali Ash Shadiq (sdh diterjemahkan ke bhs Indo tp ana lupa apa judulnya), demikian pula Hizbullah tahtal mijhar, bisa antum download di sini (bhs Arab): http://www.saaid.net/book/open.php?cat=89&book=3935
    Insya Allah kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan, apalagi jika antum mengetahui akar sejarah syiah yg sebenarnya, maka semua itu tidaklah aneh jika hanya sandiwara belaka… buktinya sampe hari ini hizbullah masih eksis, iran juga sama… alias AS hanya berani kecam-mengecam dgn Iran tapi tidak akan benar2 memerangi sekutunya sendiri. Irak adalah bukti nyata akan hal ini…

  16. arif_h mengatakan:

    kenapa harus ribut… umat Islam harus bersatu… tapi kalian saling serang sejak dahulu… Usamah bin Laden & taliban sangat anti pemerintah Arab Saudi karena Arab Saudilah yang membantu tentara Amerika. Kita umat Islam memang dipecah belah supaya lemah… dan saling serang… Penyakit umat Islam sekarang adalah cinta dunia dan takut mati… Seharusnya Mesir, Arab Saudi & negara arab lainnya mengeroyok Israel…. tapi sekarang orang arab takut… karena mereka sudah kaya….. untuk apa membela Palestina…. Bantu saja dengan makanan & uang… jangan senjata.. itu sama saja dengan membiarkan Palestina dibantai Israel..

  17. @arif_h: Assalaamu’alaikum wr wb…
    Perkataan antum ada benarnya, tp ada juga yg keliru. yg benar dari perkataan antum ialah:
    1-Umat Islam harus bersatu,
    2-Kita umat Islam memang dipecah belah supaya lemah,
    3-Penyakit umat Islam sekarang adalah cinta dunia dan takut mati,
    4-Seharusnya Mesir, Arab Saudi & Negara Arab lainnya mengeroyok Israel.

    yang keliru:
    1-Kenapa harus ribut
    2-Usamah bin Laden & taliban sangat anti pemerintah Arab Saudi … dst.
    3-Sekarang orang Arab takut karena mereka sudah kaya… dst sampe akhir paragraf.

    Jawaban saya sbb:
    1-Antum harus bedakan antara ribut sekedar ribut, dengan ribut dalam rangka membongkar kebatilan musuh yg berbaju muslim (hizbullah/Syi’ah) dan Khawarij. Coba antum belajar sejarah Islam, mengapa Khalifah Ali bin Abi Thalib, dan Khalifah-khalifah Bani Umayyah serta Bani Abbasiyah sering ‘ribut’ dengan kaum khawarij…? Baca saja kitab Al Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir (kalo nt bisa baca kitab… kalo kagak ya belajar dulu yg rajin baru komen, biar komentarnya ilmiah).
    Membongkar kebatilan mereka yg mengatasnamakan Islam dalam melakukan berbagai aksi-aksi penyerangan thd musuh, bukanlah sesuatu yg tercela, tapi sangat-sangat terpuji… agar kaum muslimin tidak terkecoh dgn musang yg berbulu ayam. tapi ternyata masih banyak juga yg tidak mau diberi tahu kalo itu adalah musang, bukan ayam… Andakah salah satunya?

    2-Kalo Usamah bin Laden memang membenci Saudi karena kedekatannya dengan Amerika, maka dia juga harus membenci Indonesia, Pakistan, dan banyak negara lainnya yang menjadi sahabat AS… kenapa kok cuma Saudi yg disoroti? Saudi membantu tentara Amerika di mana? apa buktinya? itu kan cuma tuduhan Bin Laden dan kelompoknya… dalam peradilan manapun,tuduhan yg tidak ada buktinya tidak bernilai apa-apa… Kalau yg nt maksud adalah keterlibatan AS dlm perang Teluk, maka tentara AS ibarat anjing bayaran yg disewa oleh Pemerintah Saudi untuk melawan serbuan zhalim Saddam Husein dan pasukannya atas Kuwait, yg ketika itu juga sdh siap menyerbu Saudi… Bisa nt bayangken kalo Saudi sampai dikuasai oleh Si Saddam yang dari partai Ba’ats itu (nasionalis Arab)… sama rakyatnya aja kejemnya minta ampun, apa lagi sama musuhnya… dan jangan pernah mimpi bisa haji dan umroh dengan tenang kalau sampai hal itu terjadi…

    3-Orang Arab jumlahnya 200 juta lebih, terpecah dlm puluhan negara… yg kaya cuma negara-negara teluk, yg lainnya (mayoritas) adalah negara berkembang/miskin dan diperintah oleh orang-orang yg sekuler. Mayoritas orang Arab adalah pemberani bukan penakut, lihat saja mereka yg berangkat jihad di Afghanistan, Bosnia, Chechnya, Irak dll… kebanyakan adalah pemuda Arab dari berbagai negara.
    Membantu Palestina tidak harus dengan senjata..? Emang mana dalilnya yg mengharuskan bantuan dlm bentuk senjata? Kalo orang rumahnya hancur, tidak bisa makan, tidak ada duit terus nt kasi senjata emang apa gunanya? Emang mau dimakan itu senapan? berpikirlah yg realistis… jangan andalkan semangat doang… Yg menjadi korban kebiadaban Yahudi bukanlah Hamas/milisi-milisi Palestina lainnya… tapi rakyat sipil yg kebanyakan adalah wanita, anak-anak dan orang tua yang semuanya tidak layak terjun ke medan jihad… jadi sangat tidak tepat jika bantuannya berupa senjata. lagipula, kalo bantuan duit dan makanan aja sulit masuk apa lagi bantuan senjata…? Bisa dipastikan akan jatuh ke tangan Yahudi lagi.
    Gini aja, negara Arab (terutama Saudi) telah memberikan bantuan sangat besar dalam bentuk material sesuai kemampuan mereka… lha antum sdh memberikan apa untuk Orang-orang Palestina?

  18. adi mengatakan:

    jazakumullahu khairan ustadz Abu Hudzaifah.

    insya Allah ana akan ikut membantu menyebarkan tulisan ini, karena banyak sekali kaum muslimin yg tertipu dengan sebab perang 2006 itu dan menaruh simpati pada gerakan hizbullah yg hakekatnya adalah hizbusysyaithan itu.

    Allahu yahfazhukum.

  19. Wa antum jazakumullaahu khairan juga atas komentar ini dan keobyektifan antum dalam menilai. semoga kaum muslimin sadar siapa kawan dan siapa lawan… Hizbullah dan syi’ah rafidhah sebenarnya lebih berbahaya dari Zionis Israel. Wallaahu yahfazhakum kadzaalik

  20. firmansyah mengatakan:

    ga ada yg anjing di dunia yg fana ini drpd pengelola blog ini.ujub sekaligus gila pujian.setiap yg berbeda pendapat disebut kafir..di cap pengikut syiah.sdgkan yg ingin menyebarkan tulisannya disebut OBYEKTIF.trus terang merinding bulu kuduk sy.bukannya brusaha menyatukan umat ini malah ujub yg didahulukan.selamat ente udah memutarbalikkan fakta sejarah bung Babi…

  21. BEGINILAH KARAKTER ASLI SYI’AH… Saya sama sekali tak kaget dengan bahasa kalian, lha wong manusia mulia sekelas Abu Bakar dan Umar kalian caci maki sedemikian rupa… apalagi saya? Sadarlah wahai kaum muslimin… sekarang mereka belum seberapa sudah bertingkah seperti itu… nanti kalau mereka berkuasa kita akan dibantai habis, sadarlah… lihatlah bagaimana kebengisan kaum syi’ah terhadap saudara kita ahlussunnah di Irak, Iran, dan Lebanon…

  22. abu ibrahim mengatakan:

    tempat terbaik bagi kaum syiah adalah di bawah permukaan tanah…

  23. ugenk3alqhuroba mengatakan:

    sebenarnya kita umat muslim tertipu oleh hizbulloh hizbusyeton munafik kafir syiah dari iran.mereka berperang di belakang pejuang hamas dan pejuang al qasam.hizbusyeton syiah selalu mengklaim bahwa dia yg berperang melawan israel kenyataanya dia yg menghancurkan masjid2 sunni membunuh pemukiman sunni dgn tangan yahudi israel keparat kao hizbusyeton syiah iran israel yahudi ****** ………..buat elo yg masih awam cuma bisa demo teriak2 tanpa ilmu belajarlah.fr ugenk ………ugenks.batamcity@gmail.com
    youtube…….ugenk3alqhuroba

  24. ugenk3alqhuroba mengatakan:

    orang islam di indonesia kebanyakan bodoh2 dalam ilmu agamanya yg sunnah di bilang bit’ah yg bit’ah bibilang sunah yg sunah dibilang sesat yg jelas sest pelaku syirik di bilang sunah jalan lurus islam di mana akal anda wahai umat islam.umat islam skr ta bs membedakan yg mana dukun kahin yg mana ustad.dukun2 skr pny gelar habib kiai.di ikuti semua kata2nya sampai kesyirikan pun di ikuti nauzubillah.gmn apalg ente membedakan orang2 syiah munafik zindik yg suka takhiah dalam beragama.belajar wahai umat islam jgn cuma pny semanggat juang tanpa ilmu maka sesat lah anda

  25. cyber mengatakan:

    Kelak kebenaran pasti akan terungkap… setiap golongan pasti memiliki kepentingan dan tujuan masing2… konflik yang terjadi saat ini adalah salah satu cara untuk mencapai tujuan mereka… kerena sifat manusia itu selalu ingin di atas di atas dan di atas… dari segi hal ilmu harta, kekuasaan.. kehormatan.. harga diri.. kejadian2 yang menimpa saudara kita di Lebanon… Palestina… Afganistan dan Irak adalah adalah konflik yang tidak ada ujungnya.. dengan adanya blog ini kita bisa belajar tapi kita juga harus cari referensi dari yang lain…

    dalam blog ini kita semua bersaudara kalau kita satu tujuan… janganlah saling mengejek.. mengumpat.. saling membenarkan pendapat… tapi cari kebenarannya… tetapi dengan cara kita juga harus sama-sama selalu mencari apakah kita sudah benar dalam menjalankan agama kita.. kalau kita terus berargumen tidak pernah habis-habisnya..

    kepada pengelola blog ini… tujuan anda adalah baik.. karena blog anda berjdul menghidupkan sunnah dan mematikan bid’ah memberikan pengetahuan kepada yang lain… tetapi jika ada komentar caci makian… sebaiknya disikapi dengan sunnah juga… sehingga orang yang berkomentar disini merasakan.. betapa sejuknya sunnah sunah itu
    yang membuat kita semakin sadar… dan betul2 mencari kebenaran…

    karena kelihatannya komentar anda juga sangat pedas… apakah itu termasuk sunnah??? yang diajarkan nabi kita….

  26. Terima Kasih atas sarannya… Saya terima kritikan anda dengan lapang dada jika memang demikian adanya… dan saya sangat berharap anda menunjukkan komentar yang mana yang anda nilai sangat pedas tersebut, agar saya bisa meralatnya jika memang demikian. saya tunggu jawabannya Bung Cyber…

  27. cyber mengatakan:

    pengelola blog yang budiman : kadang orang ketika akan mengetahui kebenaran… itu harus secara perlahan.. dan terus terang saya juga sedang mencari kebenaran itu melalui banyak referensi… jika perkataan kita sedikit keras… maka orang akan merasa kecewa…

  28. Jazakumullahu khairan atas nasehat anda yg berharga, mohon maaf jika komentar saya kurang berkenan… sekarang juga saya perbaiki.

  29. AGUS TRIANTO mengatakan:

    saya bersumpah demi Allah SWTartikel ini merupakan kebohongan yang dibuat untuk memecah belah umat islam

  30. Sipur mengatakan:

    Hahaha… Nanti ana bantu timbun akhi..

    Barakallahu fiikum ‘ajmain..

  31. Apa yang ditimbun? wa fiikum baarakallaah

  32. Wah, Anda harus bayar kafarat sumpah tuh kalo begitu…

  33. R Wahyudi mengatakan:

    Assalamualaikum warrohmatullahi wabarokatuh…

    jazakumullahu khairan ustadz Abu Hudzaifah

    Ustadz, ana mendukung blog ini. Semoga hidayah Allah SWT atas kita yang membacanya. Omong-omong ana mau tanya, siapa sih Imaduddien Zanky & Nuruddien Mahmud?

    Oya, bagi mereka yang ingin tahu tentang hubungan Syi’a (Ahmadinejad) dan Yahudi, silakan nonton video di youtube.com…

    Video yang merekam yahudi yang mendo’akan Ahmadinejad

  34. Wa’alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh… Jazakallaahu khairan atas dukungannya dan amin atas doanya.
    Imaduddien Zanky adalah salah seorang panglima perang dan penguasa muslim hebat keturunan Turki, yang pernah berkuasa di wilayah Syam dan memerangi kaum salibis. Beliau hidup pada abad 6 H, dan berhasil menciptakan pemerintahan yang aman sentausa dan penuh kemakmuran bagi rakyatnya di zaman tsb. Beliau melindungi golongan yg lemah dan disegani oleh yang kuat. Beliau menerapkan keadilan, membangun negara yang porak poranda, serta memeratakan keamanan.

    Adapun Nuruddin Mahmud Zanky adalah putera kedua dari Imaduddien Zanky. Beliau memerintah sepeninggal ayahnya dan melanjutkan perlawanan thd kaum salibis sembari memperluas kekuasaan sedikit demi sedikit, hingga akhirnya berhasil memasukkan Mesir dalam kekuasaannya dan menjatuhkan Daulah Fatimiyah (syi’ah). Beliau lah yang memudahkan jalan bagi Shalahuddien Al Ayyubi untuk memerangi kaum Salibis dan merebut kembali Baitul Maqdis, setelah berhasil menyatukan Mesir dan SYam dalam satu kekuasaan. Masa pemerintahannya dipenuhi keadilan dan usaha untuk memantapkan madzhab Sunni, serta pemerataan pendidikan dan kesehatan.

  35. Abu Aqilah mengatakan:

    Salam.
    Kok komen saya dihapus, yang fair dong kalau mau diskusi.

  36. Komentar anda saya hapus karena berisi kritikan kepada sahabat Nabi dan propaganda bagi Ahmedinejad yg mengkafirkan Thalhah dan Zubeir.
    lihat di sini
    Jadi, Semua komentar yg berisi propaganda untuk kepentingan syi’ah akan saya hapus, karena ini blog-nya ahlussunnah, bukan syi’ah.
    Saya tidak akan menerima diskusi yang hanya berdasar ucapan si fulan dan si fulan yang anda anggap sebagai tokoh itu; karena syi’ah menganut faham taqiyyah (bermuka dua/nifaq). Statemen mereka ketika menjadi minoritas di tengah-tengah ahlussunnah selalu enak di dengar dan mengajak kepada persatuan… tapi kenyataan di lapangan beda. Terserah, mau percaya atau tidak.
    Adapun orang yg mengatakan bahwa sunnah dan syi’ah di Irak hidup dalam keadaan damai selama ribuan tahun, berarti dia sangat bodoh terhadap sejarah. karena kurang dari delapan abad lalu pernah terjadi pembantaian besar-besaran di Baghdad thd warga Ahlussunnah yg dilakukan oleh pasukan mongol atas makar Nashiruddien Ath THusi dan Ibnul Alqami; dan keduanya adalah syi’ah rafidhah. sejak invasi AS ke Irak pun sampai hari ini kaum ahlussunnah banyak menjadi korban etnic cleansing oleh pemerintah boneka Irak yg banyak diwakili oleh syi’ah. Demikian pula di Iran, lebanon, bahrain, bahkan kedua tanah suci mekkah dan madinah pun tak selamat dari kejahatan syi’ah.

  37. Abu Aqilah mengatakan:

    Salam, perlu dibuktikan kebenaran sumbernya dari sejarah yang anda sebutkan. Syiah Imamiyah yang sayayang merupakan mayoritas di Iran sekarang ini dan kaum Ahlussunah yang minoritas (kurang dari 5%) ada jatah perwakilan mereka di parlemen, dipenuhi hak-hak mereka. Sejak tahun 90 an hingga sekarang ini, Iran aktif menyelenggarakan konferensi Internasional Persatuan Islam, termasuk tokoh-tokoh agama dari Indonesia.

  38. Itulah Syi’ah. selalu bertaqiyyah di depan Ahlussunnah. mana mungkin kemusyrikan dan keimanan hendak dipersatukan? Ahlussunnah meyakini hanya Allah yg menghidupkan, mematikan, mengatur alam semesta, dan berhak diibadahi… sedangkan syi’ah meyakini ada 12 imam bersama Allah yg mengetahui ilmu ghaib, tahu kapan mereka akan mati, dan bahwasanya mereka mati dengan kehendak mereka pribadi (al Kaafi 1/202 kitab al hujjah, bab Annal Aimmah alaihimussalaam ya’lamuuna mata yamuutuun, wa annahum laa yamuutuuna illa bikhtiyaarihim); syi’ah juga meyakini bahwa para imam mengetahui apa yg lampau dan yang akan datang, dan tidak ada sesuatu pun yg tersembunyi dari mereka (lihat: idem 1/203). Itu dari Al Kaafi tulisan Al Kulaini, yg di mata syi’ah kedudukannya seperti shahih bukhari bagi ahlussunnah.
    Bandingkan aja akidah syi’ah dengan firman Allah berikut:
    {قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ (65)} [النمل: 65]
    Katakan (hai Muhammad): “Tidak ada seorang pun di langit dan bumi yg mengetahui apa yg ghaib selain Allah. Mereka juga tidak tahu kapan mereka akan dibangkitkan (dari kuburnya)” (an Naml: 65).

  39. Abu Aqilah mengatakan:

    Salam.

    Tidak ada seorang dari ulama syiah yang memandang kitab Kafi semua hadisnya shoheh (ada juga yang maudu’) tidak seperti halnya bukhari yang dipandang oleh Ahlussunah yang mengklaim kitab shaheh setelah al-Quran. Anda teliti dalam kitab Bukhari atau Muslim terdapat riwayat Nabi terkena sihir, Nabi kencing berdiri, Nabi menonton tari-tarian dengan Siti Aisyah dan sebagainya. Apakah hal itu sesuai dengan perangai Nabi…..orang biasa pun akan dianggap aib bila berprilaku demikian. Coba anda cek kebenarannya. Bagaimana anda menanggapi hal ini. Apakah benar kitab Bukhari dan Muslim paling shaheh setelah al-Quran.

    Sementara kitab al-Quran, ulama syiah masih membuka jalan bagi pengikutnya untuk mengkaji kebenaran hadis-hadis yang ada di dalamnya. Tidak mengklaim bahwa seluruh hadis dalam kitab tersebut semuanya sholeh. Bahkan, bisa dikatakan hanya sebagiannya saja.

  40. Iya, semuanya shahih dan tidak masalah. Yang bermasalah itu cara pikir anda. Nabi terkena sihir, tapi sihir tersebut hanya berupa khayalan bahwa beliau mendatangi istrinya namun sebenarnya tidak demikian. Bukan sihir yg parah seperti yg anda bayangkan, coba cek kembali riwayatnya… anda akan temukan bahwa sihir yg dimaksud adalah sihir sekedar khayalan ringan. Dan ini menunjukkan bahwa Nabi adalah manusia biasa yg juga bisa terkena sihir dan musibah, pun demikian sihir tadi tidak menjatuhkan kredibilitas beliau. Nabi juga kencing sambil berdiri karena tuntutan situasi dan kondisi, dan untuk menjelaskan kepada umatnya (lewat perbuatan beliau) bahwa hal itu dibolehkan selama kita bisa menjaga agar air kencing tidak terciprat kembali. Karenanya, dalam hadits tsb disebutkan bahwa yg dikencingi oleh nabi adalah tempat yg berisi sampah dan tanah (subaathoh) yg bisa menyerap air kencing.
    Jadi, yg jadi tolok ukur adalah ajaran Nabi, bukan adat yg berlaku di masyarakat kita. Selama ajaran beliau membolehkan maka itulah kebenaran yg harus dipegang, walaupun tidak sesuai menurut adat dan pandangan masyarakat. Bukankah hari ini pun banyak orang yg menganggap bahwa hukum rajam, potong tangan, dan cambuk adalah ‘kejam’? padahal itulah syari’at Allah?

    Adapun menonton tari-tarian, maka yg disebutkan oleh hadits adalah atraksi anak-anak kulit hitam (habsyi) dengan tombak mereka ketika hari raya, dan itu dilakukannya ketika Aisyah masih kecil, mengingat siti Aisyah dinikahi ketika berumur enam tahun dan hidup serumah dengan Nabi ketika berumur sembilan tahun. Itu pun beliau lakukan ketika hari raya. Adapun riwayat lainnya menyebutkan bahwa yg beliau saksikan adalah gadis-gadis kecil (jaariyah) yg belum baligh, yg menabuh rebana di hari raya sembari menyenandungkan syair-syair. beliau sengaja melakukannya untuk menjelaskan kepada umatnya dan umat Yahudi bahwa agama islam juga memiliki kelonggaran.

    Yg berhak mengkritisi hadits itu adalah ahli hadits, dan ahli hadits telah sepakat menerima shahihain sebagai kitab paling shahih setelah Al Qur’an. itu sudah cukup bagi kami. Kami tidak ambil pusing dengan perkataan ulama syi’ah, karena pendapat mereka tidak mu’tabar menurut para ulama. Kami juga tidak heran kalau mereka bersikap demikian, lha wong Al Qur’an saja mereka ragukan kebenarannya (menurut kitab-kitab mereka, dan menurut Khomeini dlm kitab: Al Hukumatul Islamiyyah)… apalagi hadits Nabi?

  41. Abu Aqilah mengatakan:

    salam, ya akhi sihir berasal dari ilmu hitam, perbuatan setan. Bila Nabi terkena sihir, bisa dibayangkan bahwa Nabi sebagai orang yang termulia di alam ini dan seluruh jagat raya dan pemilik mukjizat yang melebihi dari para Nabi dan Rasul lainnya, takluk oleh ilmu hitam sihir. Bila sihir ini pun terjadi di saat Nabi menerima wahyu atau menyampaikan risalah kepada umatnya, maka yang disampaikan nanti bukan lagi berupa wahyu, yang nantinya umat bisa tersesat. Bisa kita katakan, mukjizat yang datangnya dari Allah bisa dikalahkan sihir yang datangnya dari setan (makhluk yang terhina), hal ini mustahil, untuk dapat diterima oleh akal sehat. Tidak ada kategori sihir itu ringan atau berat. Sihir ya tetap sihir.

    menonton tari-tarian, adalah perbuatan sia-ia untuk seorang Nabi yang mulia. Bahkan diriwayatkan, beliau sambil mengendong Aisyah untuk melihat tari-tarian tersebut. Bila perbuatan ini dilakukan di saat hari raya. Apa beda hari raya dengan hari biasa dengan melakukan perbuatan yang tidak wajar bagi seorang Nabi. Bila seorang ulama, menyaksikan acara tari-tarian/joget, tentu anda pun melihat sesuatu yang tidak wajar. Mustahil bagi Nabi untuk melakukan perbuatan sia-sia dan aib. Bisa anda bayangkan.

  42. Antum bilang peristiwa disihirnya Nabi tidak bisa diterima oleh akal sehat… hmm, akal sehat siapa ya? Menurut ana ga masalah tuh, toh sihirnya sangat ringan dan tidak mempengaruhi wahyu yg turun kepada beliau. Dan ana tegaskan lagi kedua kalinya, bahwa sihir yg dimaksud hanya berupa khayalan seakan beliau mendatangi istri-istrinya, namun kenyataannya tidak demikian. Para ulama -yg akalnya lebih sehat dan cemerlang dari kalian kaum syi’ah- sejak dahulu telah menerima hadits-hadits dalam shahihain walaupun sebagiannya sulit diterima oleh akal mereka. Itu karena bagi mereka dalil harus didahulukan di atas rasio selama dalil tersebut sahih. Bahkan Imam Qurthubi, Al Maziri, Al Qadhi Iyadh, An Nawawi, Ibnu Hajar dll mengatakan bahwa tidak ada yg menolak hadits ini kecuali ahli bid’ah.
    Antum menolak adanya sihir yg ringan/berat, wah berarti ga faham sihir antum… apa ga pernah lihat orang disihir? Apa sama sihir yg dilakukan oleh tukang sihir raja fir’aun dengan sihir yg dialami Nabi?
    Apa yg antum khawatirkan bhw Nabi dalam keadaan tersihir ketika menerima wahyu, shg yg disampaikan bukan lagi wahyu… telah dibantah oleh Allah dalam surat Al Hajj: 52
    {وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّى أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ فَيَنْسَخُ اللَّهُ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللَّهُ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ} [الحج: 52]
    Kami tidaklah mengutus seorang rasul maupun nabi pun sebelummu (Muhammad), melainkan saat ia membaca kitabullah setan selalu menjadikannya was-was. Maka Allah menghilangkan was-was setan tersebut dan memantapkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Tahu lagi Maha Bijaksana.

    “Menonton tari-tarian” adalah bahasa antum, bukan redaksi haditsnya. Kan sudah ana jelaskan bahwa yg dimaksud adalah permainan anak-anak kulit hitam dengan tombak ketika hari raya. Ya kalau antum memandang itu tidak layak bagi nabi, maka terserah sampeyan… tapi ingat: yg beliau lakukan bukan menonton tari-tarian/joget2an… ga sama bung. Yang Nabi lakukan adalah melihat atraksi furusiyah (ketangkasan) bukan nanggap pentas dangdut spt yg antum bayangkan.

  43. Abu Aqilah mengatakan:

    Salam,
    Ya akhi, anda bilang orang syiah meragukan al-Quran, artinya terdapat tahrif dalam al-Quran, Jumhur ulama syiah sangat menolak tuduhan anda.

    Ulama Syiah Menolak Tahrif
    Dalam Ulum al-Qur’an, penambahan dan pengurangan atau perubahan dalam huruf, harakat atau kalimat al-Quran disebut tahriif lafzhi.
    beberapa pendapat dari ulama Syiah:
    -Al-Syaikh al-Faidh al-Kasyani: (Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya) dari tahrif, perubahan, penambahan dan pengurangan (Tafsir al-Shafi 3:102)
    -Al-Syaikh Abu Ali -Thabarsi, dengan konteks yang hampir sama, juga berkata demikian (Majma; al-Bayan 5: 331)
    -Al-Sayyid Thabathabai (Al-Al-Quran adalah peringatan yang abadi….,terpelihara dari penambahan yang dapat menghapuskan posisinya sebagai peringatan, terpelihara dari pengurangan, perubahan dalam bentuk dan konteksnya..(al-Mizan fi Tafsir al-Quran jilid 12, hal-103-104).
    -Al-Sayyid al-Khuiy (dalam al-Bayan fi Tafsir al-Quran, 226).

    Begitu jg dengan ulama-ulama syiah sekarang; Ayatullah Muhammad Hadi Ma’rifat, Hasan Hasan Zadeh Amoli, Sayyid Ja’far al-Murtadha al-Amili dan sebagainya, semuanya menolak tahrif.

    Sangat menarik untuk dikaji bahwa seorang ulama sunni (Rahmatullah Al-Hindi) menulis: “Sesungguhnya al-Quran yang mulia menurut jmhur ulama Syiah Imamiyah Itsna Asyariyyah terjaga dari perubahan dan pergantian. Jika ada di antara mereka yang mengatakan adanya pengurangan dalam al-Quran maka pendapatnya itu ditolak, tidak diterima mereka (Izhhar al-Haqq 2:128).

    Jadi, Bila ada yang riwayat dari kalangan syiah yang menyatakan tahrif itu, maka jumhur ulama syiah mengatakan bahwa riwayat itu daif dan ditolak.

    Tahrif dalam Hadis-hadis Shahih Ahlussunnah

    1. Dari Ibrahim bin ‘Alqamah: Kami datang ke Syam bersama sahabat2 Abdullah. Abu Darda mendengar kami dan mendatangi kami. Ia berkata: Adakah diantara kalian yang membaca al-Quran? Kami berkata: Ada. Kata Abu al-Darda: Yang Mana? Mereka menunjuk aku. Kata Abu Darda: Bacalah. Aku membaca:

    واليل اذا يغشي والنهار اذا تجلي والذكر والانثي

    Kata Abu al-Darda: Kamu mendengarnya dari mulut sahabatmu? Aku berkata: Benar. Ia berkata: Aku mendengar dari mulut Nabi saw, tapi mereka membantah kami (Al-Bukhari, Kitab al-Tafsir, bab Surat Wal Layli idza Yaghsya; Jami’ al-Ushul 2: 496; Musnad Ahmad 6: 449, 451; Al-Durr al-Mantsur 6: 358).

    Lafzh aslinya dalam al-Quran yang dianggap ‘membantah kami’, seperti kita ketahui sebagai berikut:

    واليل اذا يغشي والنهار اذا تجلي وما خلق الذكر والانثي

    2. Dari Umar bin Khattab: “Sekiranya tidak diomongkan orang, Umar menambah-nambah kitab Allah, aku pasti menuliskan ayat rajam dengan tanganku sendiri.” (Bukhari, kitab al-Ahkam, bab syahadah ‘ind al-Hakim; lihat al-Itqan 2:25 dengan sanad yang banyak; al-Durr al-Mantsur 1: 330 dari Malik, Al-Bukhari, Muslim; al-Burhan fi ‘Ulum al-Quran 2:40; Manahil al-‘Irfan 2:111; Kata Ibn Abd asy-Syakur: “Hadis ini sangat kokoh dengan jalan (thuruq) yang hampir-hampir mencapai tingkat mutawatir –Al-Fawatih, hamisy Al-Musthashfa 2:73). Dalam riwayat lainnya (Al-Mustadrak 4: 359; Musnad Ahmad:23, 29, 36, 40, 50; Sunan ad-Darimi 2: 179), Umar menyebutkan bunyi ayat rajam itu sebagai berikut:

    الشيخ والشيخة اذا زنيا فارجموهما البتة نكالا من الله العزيز الحكيم

    – Karena sanadnya sangat shahih, hampir mendekati mutawattir, maka ulama ahlussunnah berusaha untuk mencari pembenaran dengan mengataka “yang dinasakh lafazhnya tetapi tetap berlaku hukumnya” (kata Ibn Hazm dalam al-Mushalla) atau sanad hadis ini shahih, tetapi hukumnya tidak sama dengan hokum al-Quran , yang diriwayatkan oleh jamaah dari jamaah, tetapi ia sunnah yang kokoh. Kadang-kadang orang berkata: Aku membaca demikian padahal bukan al-Quran (Jadi Umar membaca sesuatu yang bukan dari al-Quran), tetapi pendapat ini dibantah dengan ucapan Umar sendiri: “Sekiranya aku tidak suka orang berkata’Umar menambah-nambah al-Quran, maka aku akan tambahkan dia di dalamnya.’”(Abu Ja’far al-Nubas, Nasikh wa Mansukh 8).

    3. Bukhari meriwayatkan dalam tarikhnya dari Hudzaifah: “Aku membaca surat al-Ahzab pada zaman Nabi saw sebanyak 200 ayat. Ketika Utsman menuliskan mushaf, Al-Ahzab hanya mencapai sejumlah ayat sekarang ini (yakni 73 ayat).”
    (al-Itqan 2:25; Manahil al-Irfan 1:273; al-Durr al-Mansur 5: 180).

    4. Dari Nafi’ dari Ibnu Umar: “Janganlah kamu mengatakan aku tidak menghafal seluruh al-Quran, karena kamu tidak tahu seluruhnya. Banyak sekali yang hilang dari al-Quran. Katakan saja: Aku telah menghafal apa yang dalam al-Quran sekarang ini.” (al-Itqan 2:25).

    5. Dari Aisyah: “Dahulu termasuk yang turun dala al-Quran adalah ayat tentang sepuluh kali susuan yang menyebabkan haram dinikahi.” (Shahih Muslim 4:167, 168; al-Mushannaf, 7:367; Bidayat al-Mujtahid 2:36; llihat juga Manahil al-Irfan dan sebagainya).

    6. Dari Aisyah, ia berkata: “Telah turun ayat rajam dan menyusukan orang yang dewasa sepuluh kali susuan dan sudah ada dalam shahifah di bawah tempat tidurku. Ketika Rasulullah saw meninggal kami sibuk dengan meninggalkan beliau. Masuklah kambing ke dalam dan memakannya.” (Ibn Majah 1: 626, hadis 1944 bab Radha al-Kabir, lihat Shahih Muslim, 4:167 bab al-Tahrim bi Khams Radha’at; Abu Dawud 1: 279; an-Nasai 2:82; ad-Darimi 1:57; Musnad Ahmad 6:269).

  44. Abu Aqilah mengatakan:

    Afwan, saya sambung…
    Ada beberapa kita lainnya dari Ahllussunnah yg tidak sempat saya beberkan untuk menyebutkan tahrif dalam al-Quran. Bagaimana anda menyikapi hal ini.
    Sukron.

  45. Semua riwayat yg anda sebutkan tadi tidak masuk dalam pengertian tahrif sama sekali. Kata Tahrif dalam Bahasa Arab mengandung makna ‘penyimpangan’, ‘tergelincir’, dan ‘kekeliruan’. Hal ini bisa terjadi secara lisan maupun tulisan. (lihat; Taajul Aruus 23/135).

    Yang anda sebutkan tadi oleh para ulama Ahli tafsir dinamakan Naskh (penghapusan) atau qira’at (cara membaca). Jika anda buka kitab-kitab ulumul Qur’an, maka anda akan dapati bahwa Al Qur’an turun secara periodik dan dalam berbagai bacaan (Nabi menamakannya dengan istilah ” sab’atu ahruf “). Beliau kadang membacakannya kepada pihak tertentu dengan cara tertentu yg lebih familiar dengan logat mereka, karena logat bahasa Arab ada bermacam-macam; diantaranya logat Quraisy, logat Azd, logat Tamim, dll.

    Nah, di akhir hayat beliau, Jibril menyimak bacaan Al Qur’an dari Nabi sebanyak dua kali di bulan Ramadhan, dan mematenkan ayat-ayatnya sehingga tidak lagi mengalami naskh (penghapusan), ini yg dikenal dengan (العرض الأخير). Adapun sebelum itu, maka masih sering terjadi naskh, baik secara lafzhi maupun hukmi. Artinya, kadang lafazh ayatnya dihapus oleh Allah dan diganti dengan ayat lain yg semisal atau lebih baik (Al Baqarah: 105).
    Kadang yg dihapus hukumnya saja tapi lafazhnya tetap dibiarkan, contohnya dalam Al Baqarah: 184 orang yg bisa berpuasa diberi pilihan antara puasa Ramadhan dengan membayar fidyah, namun hukum ini dihapus dalam ayat berikutnya yg mewajibkan orang yg mampu berpuasa untuk berpuasa. Demikian pula ayat-ayat yg turun berkenaan dengan khamer, yg belum mengharamkannya secara tuntas. Ayat-ayat tsb dihapus setelah turunnya Al Baqarah: 219. dan banyak lagi contoh lainnya. Bahkan inilah bentuk naskh yg paling sering terjadi.
    Atau yang dihapus lafazhnya tapi hukumnya tetap berlaku (seperti ayat rajam).
    Atau yang dihapus kedua-duanya seperti ayat radha’ah (aturan persusuan, yg mulanya 10 kali, lalu dihapus menjadi 5 kali, dan lafazhnya juga dihapus sehingga tidak kita temui satu ayatpun yg bunyinya (عشر رضعات معلومات يحرمن) atau (خمس رضعات معلومات يحرمن). Namun berhubung penghapusan ayat dan hukum tsb terjadinya di akhir-akhir hayat Rasulullah; maka banyak dari para sahabat yg tidak mengetahui hal tersebut, sehingga ketika Rasulullah wafat, masih banyak orang yg membaca ayat tsb sebagai bagian dari Al Qur’an, sebagaimana yg dituturkan oleh Siti Aisyah.
    Demikian pula qiraat-qiraat lain yang dibaca oleh sebagian sahabat, semuanya telah dipatenkan ketika (العرض الأخير), oleh karenanya, semua qiraat (cara membaca) berikut bacaannya yg tidak sesuai dengan (العرض الأخير) sengaja tidak dicantumkan dalam Mushaf Utsmani agar tidak menimbulkan masalah. Dan Mushaf inilah yg sampai ke tangan kita hingga hari ini, sebagai perwujudan dari janji Allah yg artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yg menurunkan adz-Dzikra (Al Qur’an & Sunnah) dan Kami pula yg selalu menjaganya” (Al Hijr: 9).

    Kemudian, antum perlu tahu bahwa agar bisa dianggap sebagai Al Qur’an, maka setiap ayat harus memenuhi tiga kriteria yg telah dijelaskan oleh ulama-ulama qiraat, yaitu:
    1-Diriwayatkan secara mutawatir pada setiap thabaqat sanadnya. Artinya: sahabat yg meriwayatkan ayat tsb jumlahnya harus mutawatir sehingga tidak tersisa keraguan sedikit pun bhw mereka mendengarnya dari Nabi, lalu para tabi’in yg meriwayatkannya dari sahabat juga mencapai jumlah mutawatir, dst sampai ke imam-imam qiraat yg terkenal itu.
    2-Bentuk tulisannya harus sesuai dengan rasmul utsmani yg ditulis oleh Zaid bin Tsabit dkk. Artinya harus bisa diadopsi oleh Rasmul Utsmani (yg dulunya tanpa titik dan harakat). Misal qiraat (الذي خلقك فسواك فعدلك) ada yg membaca “Fa’adalak” (tanpa tasydid), namun ada juga yg membaca “Fa’addalak” (dengan tasydid), dan keduanya termasuk Al Qur’an. Demikian pula ayat (بل عجبت ويسخرون) ada yg membaca “Bal ‘Ajibta” (sbgm dlm qiraat Hafsh yg termaktub dlm mushaf mayoritas kaum muslimin), atau “Bal ‘Ajibtu” dlm qiraat lainnya. dan masih banyak lagi contoh lainnya.
    3-Setiap ayat atau kalimatnya harus bisa di-i’rob secara bahasa. Artinya, bisa dibenarkan dalam bahasa Arab.

    Nah, setiap ayat atau qiraat yg tidak memenuhi ketiga syarat tadi, namanya adalah qiraat syaadzdzah (nyeleneh), spt qiraat (والذكر والأنثى) dan ayat-ayat lainnya. Kalau anda ingin tahu lebih lanjut, baca saja kitab-kitab tafsir Ahlussunnah spt Tafsir Ibnu Katsir, Ath Thabari, dll. Mereka biasanya menjelaskan mana qiraat yg mutawaatirah dan mana yang syaadzdzah.

    Perkataan Umar itu menunjukkan bahwa Al Qur’an yg ada sekarang adalah sama dengan yg terakhir disimak oleh Jibril. Umar mengatakan demikian untuk mengantisipasi munculnya pihak-pihak yg nanti menolak hukum rajam karena tidak ada dalam Al Qur’an (spt kaum Qur’aniyyin, atau Inkarussunnah yg banyak berkembang akhir-akhir ini… dan salah satunya adalah Syi’ah !!). Karenanya ia menegaskan bahwa ayat rajam pernah diturunkan namun kemudian lafazhnya dinaskh. Umar tidak mencantumkan ayat tersebut karena menghindari mafsadat yg lebih besar. SEbagaimana perkataan Nabi kepada Aisyah :
    ( ألم تري أن قومك بنوا الكعبة واقتصروا عن قواعد إبراهيم ) . فقلت يا رسول الله ألا تردها على قواعد إبراهيم ؟ قال ( لولا حدثان قومك بالكفر
    Tidakkah kau perhatikan bahwa kaum-mu membangun kembali ka’bah namun tidak tepat pada pondasi yg diletakkan Ibrahim A.S? Kataku (Aisyah): “Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak mengembalikannya (merenovasi kembali) kepada pondasi Ibrahim?”. Jawab beliau: “Kalaulah bukan karena kaum-mu (Quraisy) yang baru saja meninggalkan kekafiran, niscaya hal itu kulakukan” (Muttafaq Alaih).
    Artinya, beliau sengaja tidak merenovasi ka’bah dengan maksud tadi karena khawatir orang-orang Quraisy yg baru saja masuk Islam itu murtad lagi, karena menganggap beliau tidak menghormati ka’bah. Padahal hal itu mengandung kemaslahatan, namun demi kemaslahatan yg lebih besar beliau meninggalkannya.
    Demikian pula kita memahami perkataan Umar bin Khatthab yg tidak diragukan lagi kealiman dan ketakwaannya di kalangan kaum muslimin (kecuali Syi’ah).

    Sedangkan Ulama syi’ah memahami tahrif dalam arti yg berbeda. Baik tahrif lafazh dengan menyisipkan lafazh-lafazh dari luar Al Qur’an dalam teks ayat, atau menyimpangkan penafsiran ayat sesuai fikrah mereka. Banyak dari tokoh dan rujukan mereka yg menetapkan adanya tahrif dalam Al Qur’an. Jika anda faham bahasa Arab, silakan baca langsung di sini.

    Dan kesesatan Khomeini yg men-tahrif Al Qur’an tsb diikuti oleh Hasan Nasrallah yg terang-terangan mentahrif Al Qur’an, lihat di sini.

    Antum yg sering nyuruh ana untuk debat dengan ulama syi’ah, coba deh simak bagaimana salah satu perwakilan syi’ah mentahrif Al Qur’an di sini.

  46. Tommi mengatakan:

    Saya sering mendengar katanya…katanya yah…syi’ah itu paling mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wasalam. Lah kok setelah membaca komen Abu Aqilah, saya jadi sanksi akan hal itu. Kenapa anda meragukan riwayat Rasulullah kencing berdiri, Rasul terkena sihir, Rasul menonton perayaan bersama Aisyah?

    “Apakah hal itu sesuai dengan perangai Nabi…..orang biasa pun akan dianggap aib bila berprilaku demikian.”
    Wahai Abu Aqilah, Nabi itu juga manusia, Nabi tidak bisa menolak mudharat dan bahaya, juga Nabi tidak bisa mendatangkan manfaat dengan sendirinya. Sudah banyak sekali riwayat2 shahih yg mengisahkan bahwa Nabi meminta perlindungan kepada Allah dari gangguan syetan dan org2 yg berniat mencelakakannya, anda ga pernah baca riwayat2 hadits ya? Apakah karena Nabi berperilaku spt manusia itu anda anggap aib??? Apa karena Nabi terkena sihir lalu meminta bantuan kepada Allah itu anda anggap aib??? Sungguh keterlaluan anda….!!!

    Skrg klo anda menyuruh ustadz Abu Hudzaifah untuk meneliti riwayat2 itu, maaf pak, sudahkah anda sendiri menelitinya??? Saya sering baca komentar2 syi’ah termasuk diblog ini, maaf2 saja, kebanyakan komentar2 mereka termasuk anda ini hanya muter2 ngalor ngidul ga ada juntrungannya, ujung2nya klo udh kalah lalu emosi dan melontarkan cacian. Dan seringkali mereka hanya nukil2 riwayat setengah2 yg mana yg sesuai dengan hawa nafsu mereka, mereka ambil, dan yg ga sesuai, mereka tinggalkan. Spt contohnya rekan anda, si secondprince itu, berulangkali membuat artikel2 yg menjelek2an para sahabat Rasulullah ditinjau dari hadits2 ahlussunnah (sehingga menimbulkan kesan artikel2 si SP ini ilmiah karena membahas hadits, pdhl si SP jg menukil2 riwayat2 dan komentar2 ulama yg hanya sesuai nafsunya), walhamdulillah artikel2nya telah berulangkali dibantah dengan sangat bagus oleh ustadz Abul Jauzaa’.

    Nah skrg giliran anda wahai Abu Aqilah, namun belum2 komentar2 anda sudah kalah set oleh komentar2 ustadz Abu Hudzaifah. Dan belum lg anda membahas mengenai hadits2 yg anda ragukan itu secara takhrij, anda sudah beralih ke topik lain….hehehehe ga bisa fokus ya bang??? Begitulah syi’ah.

  47. Jazaakallaahu khairan ya akhi atas supportnya… memang begitulah orang syi’ah kalau diajak diskusi, ngalor ngidul… hanya menyebarkan syubhat yg dibungkus dengan ‘sok ilmiah’…

  48. Abu Aqilah mengatakan:

    Salam.
    Dalam upaya mencari kebenaran, tidak ada kata menang atau kalah. Usaha utk mencari kebenaran itu, dengan berani menampilkan komentar-komentar kami, bukan malah menghapusnya. Apapun komentar itu, merupakan hak bicara dari pihak kam dan bentuk kesopanan dalam berdiskusi. dengan memberikan hak bicara. Bagaimana anda dapat menyalahkan atau membetulkan ucapan anda, jika bukti dari komentar kami anda hapus.Komentar-komentar yg anda hapus, malah melemahkan tulisan dan ucapan anda.

  49. Komentar anda sengaja saya hapus karena tidak membahas Inti masalah, yaitu Hizbullah. Anda mengingkari bahwa sejumlah tokoh syi’ah meyakini adanya tahrif dlm Al Qur’an, pdhal saya sudah menyebutkan link2 yg membuktikan hal itu lengkap dgn hasil-hasil scan dari kitab-kitab karya ulama syi’ah… (bukan cuma khomeini). Ucapan Hasan Nasrallah yg jelas-jelas mentahrif bunyi ayat Al Qur’an karena ittiba’ kpd Khomeini juga masih anda plintir kesana kemari…
    Bagaimana dengan kitab yg berjudul: Fashlul Khithaab fi Itsbaati Tahriifi Kitaabi Rabbil Arbaab?? apa masih mau anda ingkari juga?
    Anda cenderung memperlebar diskusi ke arah lain, yaitu politik… seperti mengritik pemerintah saudi dan kedekatannya dengan AS dll… saya jawab: Tanyakan saja kepada mereka mengapa bertindak seperti itu? Saya tidak berbicara di sini atas nama pemerintah saudi… Namun jika Anda membanggakan Iran (Persia) krn dahulu merupakan tempat kelahiran para ulama… maka jawaban saya adalah: Mekkah & Madinah adalah tempat kelahiran orang-orang yg lebih baik dari mereka (Nabi, para sahabat, dan bahkan imam-imam kalian !), dan keduanya berada di Saudi Arabia, negaranya kaum Sunni. itu saja… Anda bisa mengingkari hal ini??

  50. Lukman mengatakan:

    Salam persatuan, tidak usah saling berpecah belah, ingat musuh islam adalah israel dan barat..bukan sunni bukan syiah…

  51. Hmmm… lagu lama orang syi’ah. Apa definisi persatuan menurut Anda, dan atas dasar apa syi’ah dan sunnah hendak dipersatukan, dan bagaimana caranya bersatu? Mohon jelaskan kalau anda sungguh-sungguh mengajak kepada persatuan dan bukan sekedar ingin menutupi kejahatan dan bahaya syi’ah thd Islam !!!

  52. Wong Tuban mengatakan:

    Assalaamu Alaykum Ustad.

    Maaf sebelumnya,
    aku ingin penjelasan tentang umur Aisyah saat dinikahi Rosul.

    Sebab aku pernah membaca sebuah artikel yg mengupas tentang umur Aisyah saat menikah bukanlah 6, 7, atau 9 tahun. (erzal.wordpress.com)

    Mohon dibahas periwayatan hadist yg bersangkutan baik dari Bukhari, Muslim dan Sahih lainnya.

    Aku yakin, Rosul tidaklah menikahi anak kecil (pedophil) seperti yg dituduhkan freedomfaith.

    Syukron.
    Wassalaamu Alaykum.

  53. Wa’alaikumussalaam warahmatullah.
    Umur Aisyah menurut riwayat yg masyhur saat dinikahkan dgn Rasulullah (yakni baru sekedar akad nikah dan belum hidup serumah) adalah sekitar 6 tahunan. Yaitu sebelum beliau hijrah ke Madinah. Beliau baru berumah tangga dengan Aisyah saat umurnya 9 tahunan. Perlu antum ketahui, bahwa pertumbuhan fisik/mental anak-anak di negara yg beriklim panas adalah jauh lebih cepat dibanding negara-negara dingin atau tropis. Karenanya, umur 6 tahun di Arab tidak sama dengan 6 tahun di Indo atau Eropa, baik laki maupun perempuannya.
    Ala kulli haal, yg menjadi tolok ukur baik dan buruk bukanlah pendapat orang, tapi syariat Allah. Apa yg Allah bolehkan dalam syari’atnya berarti boleh dilakukan, meskipun orang sejagat mengecamnya… termasuk menikahi gadis yg belum baligh. Mayoritas ulama membolehkan seorang bapak untuk memaksa puterinya yg masih kecil agar menikah dengan lelaki shalih yg sesuai, bahkan ada yg menganggap ini sebagai ijma’ ulama. Dalil mereka ialah pernikahan Rasulullah dengan Aisyah, dimana Abu Bakar ketika itu tidak meminta persetujuan Aisyah terlebih dahulu, namun langsung menikahkannya. Demikian pula yg dilakukan Umar bin Khatthab ketika menikahi Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Thalib yg juga masih kecil.
    Kita tidak perlu menafikan hal-hal yg dibolehkan oleh Allah dan Rasul-Nya hanya karena hal tsb dipandang aib oleh orang-orang zindiq (munafik) macam yg di freedomfaith (liberal) itu… ngapain meladeni hawa nafsu mereka? Nanti kalau mereka mengecam poligami apa kita juga harus mengingkari poligami?
    Apa yg anda yakini itu tidak benar, Rasulullah memang menikahi Aisyah yg umurnya tergolong kecil, namun justru dibalik itu ada hikmah yg suaaaangat besarrr, karena kita semua tahu bahwa daya ingat anak kecil sangatlah kuat, apalagi Aisyah adalah gadis yg supercerdas, sehingga jadilah beliau satu dari tujuh penghafal hadits terbanyak dari kalangan sahabat. Terutama dlm masalah rumah tangga. Antum bisa bandingkan berapa banyak hadits yg dihafal oleh Aisyah dengan hadits yg dihafal oleh istri-istri Nabi lainnya… jauuuuh lebih banyak yg dihafal oleh Aisyah. Beliau pun menjadi mufti agung kaum muslimin selama lebih dari 40 tahun sepeninggal Rasulullah, shallallaahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasahbihi wasallam.

  54. didit mengatakan:

    Bener ustadz, pasti sulit mendirikan daulah islam yang sesuai dg sunah Rasul, krn tantangan dan serangan akan langsung dilakukan sebagai reaksi (contoh Afgan, Somalia) akan sangat berbeda bila kaum syiah akan mendirikan apa yg mrk sebut “republik islam”…dukungan bakalan mengalir bahkan dari eropa, amerika dan israel sebagaimana komeni dapat suaka dg perlindungan ketat prancis dan negara2 eropa. (mungkin mrk satu tujuan..menghapuskan Islam)
    Syukron.Wassalaamu Alaykum.