Index


Komentar
  1. wawan mengatakan:

    Assalamu’alaikum warohmatullah
    Afwan ustadz, pada blog ini ada aplikasi voting tentang salafy mana yang paling dekat dengan manhaj salaf. Tersedia berbagai pilihan yang merujuk kepada negara asal. Bukankah ini tidak bisa menjadi dasar, bahwa orang yang berasal dari negara tertentu mereka lebih baik atau lebih buruk dari negara lainnya? Juga aplikasi voting tetang pendapat orang terhadap salafi, bukahkah ini juga tidak bisa menjadi dasar tentang manhaj salaf, karena pandangan orang sangatlah subjektif. Dia menilai berdasarkan yang dia rasakan bukan pada haklkat dan kenyataannya.

  2. Ana cuma ingin tahu bagaimana opini pengunjung blog ini secara umum ttg istilah salafi itu sendiri. tapi ana tetap sisakan pilihan lain (other) bagi yg memiliki jawaban tersendiri…
    memang, negara asal bukanlah tolok ukur, hanya saja akhir-akhir ini ada indikasi bhw salafi asal negara tertentu memiliki karakteristik yg jarang dimiliki oleh salafi asal negara lain. ana ingin tahu tahu bagaimana orang-orang membaca indikasi tersebut, tapi tidak memaksa mereka untuk memilih pilihan yg ana sodorkan… Yg faham akan memberikan jawaban tersendiri tentunya, yg berbeda dengan jawaban orang awam. nah, dari situ ana bisa menilai sejauh mana pemahaman pengunjung blog ini terhadap manhaj salaf, dan bedanya dengan salafi… ataukah mereka masih rancu dlm menilai dan membedakan antara keduanya… that’s it.

  3. pujianto mengatakan:

    assalamu alaikum, salam kenal dari ponorogo kota reog, kota yang penuh dengan kesirikan. ana mau tanya antum namanya siapa dan bertempat tinggal dimana? artikel-artikelnya menarik

  4. Jazakallaahu khairan… antum bisa baca di halaman ‘tentang saya’. Itu sudah cukup… skrg ana masih studi di Madinah.

  5. rindu Rasul mengatakan:

    Assalamu’alaikum ustadz, saya sebenarnya mau komentar di artikel Awas buku beracun di sekitar kita, tapi nggak bisa.
    Ustadz, masukan ini buat orang syi’ah yang menghina kerajaan saudi arabia. silakan buka
    saya sendiri sudah menjadi pemerhati politik sejak SMP, mulai aktif di kegiatan politik sejak SMA bahkan saya ambil jurusan IPS yang mempelajari Tata Negara dan politik2 dan diteruskan sampai kuliah bahkan hingga lulus kuliah dan bekerja. Memang apa yang dulu kami pelajari seakan-akan demokrasi is the best, namun sebenarnya yang terjadi justru sebaliknya, demokrasi betul2 sebuah prinsip yang merusak dan menghancurkan tatanan hidup manusia. satu hal yang menonjol dari demokrasi adalah suara terbanyak/mayoritas adalah yang berlaku. dan sudah menjadi fakta umum bahwa orang yang baik lebih sedikit dari yang buruk, yang berilmu lebih sedikit dari yng tidak berilmu, yang berpendidikan lebih sedikit dari yang tidak berpendidikan. maka jelaskah jika mengikuti suara terbanyak yang terjadi adalah kehancuran.

    jika abu aqilah ataupun mereka pembela syi’ah yang ngotot membela demokrasi dan menghina sitem kerajaan yang berlaku di saud karena pemerintahannya yang kaya, ini sudah jelas sekali ketidak adilan dia dalam menilai sebeuah sistem melainkan hanya mendengar kata orang, media yang dikuasai yahudi dst, kenyatannya pemerintah saudi kaya, karena memang Allah subhanahu wa ta’ala menganugerahkan kekayaan berlimpah pada negra yang diberkahi itu, dan lihatlah bukan hanya pemerintah yang kaya, namun rakyatnya pun merasaakn kesejahteraan karne penduduk yang dikategorikan miskin saja jika dibandingkan dengan negara kita jauh lebih tinggi kesejahteraan mereka. juga bisa dilihat dari masyarakat mereka yang sulit mencari pembantu rumah tangga atau pekerja lainnnyasampai harus impor dari luar negerio karnea tinggi nya tingkat kesejahteraan mereka. so gak papa toh, pemerintah kaya, rakyat pun turut merasakan dan merasakan kenikamatan dan keberkahan tersbut.

    indonesia sendir, yang menagku berpaham demokrasi, tetap dikatakan dan sering disebut raja jaw* untuk pemerintah yang pernah menjabat presiden selama bertahun-tahun, dan kita lihat walau mengaku kita mengegaakkan demokrasi, pemerintah yang awal tetap mendominasi hingga sekarang, lebih parah dari sistem kerajaan yang sebenarnya.

    repotnya lagi negara kita yang seperti itu kendisinya setiap 5 tahun sekali pesta pora, katanya pesta demokrasi, tapai apakah itu merubah kemdisi masyarakat. sunguh tidak belum lagi pemilu diulang menghabiskan dana bertriliun triliun, yang jika dijadikanmodal usaha kaum miskin itu sudah sangat membantu kehidupan mereka.

    juga penjelasan ustadz Zainal Abidin, dalam sebuah taklim yang saya denagr di radio, bahwa sistem peemerintah terbaik adalah kerajaan, apalagi yang menjalankan sunnah.
    jazakallah ustadz, semoga Allah selalu memberkahi ustadz, amin..
    afwan ana buru-buru ketiknya

  6. rindu Rasul mengatakan:

    sebagai tambahan bisa buka blog saudara kita ini http://solihin87.abatasa.com/post/kategori/3797/fakta-unik

  7. M. Hasbi mengatakan:

    assalamualaikum wr wb
    Salam kenal ustadz. Saya salut dg tulsan ustadz. cuma sayang br “antara cinta rasul & maulid nabi” yg dpt saya baca, yg lainnya kebetulan gak/ blm bisa dibuka. Teruslah menulis utk memberi pencerahan kpd ummat. mmg di dunia ini selalu ada yg pro dan kontra spt jg ada yg baik dan ada yg jahat, ada siang ada malam. Mungkin ini sebagian dr apa yg dikatakan “… diciptakan saling berpasang-pasangan …”
    Wassalam

  8. mebeljatiantik mengatakan:

    sangat berguna sekali, terimakasih atas artikelnya, jangan lupa juga kunjungi,,

    mebeljatiantik.com

Sebelum komentar, ingatlah bahwa setiap ucapan dan tulisan takkan luput dari catatan malaikat !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s